Para cendikiawan biasanya mengartikan fundamentalisme sebagai fahamyang ingin melaksanakan kembali atau mempertahankan nilai-nilai dasar, tradisi,warisan dari sebuah ajaran yang telah diamalkan oleh generasi sebelumnya.Fundamentalisme masa kini ditujukan kepada fundamentalisme dalamkeagamaan, dan sebagian besar para cendikiawan mengkonotasikanfundamentalisme sebagai fundamentalisme dalam beragama. Masalah ini dapatdifahami karena munculnya fundamentalisme sendiri berawal dari gerakan kaumagamawan Kristen abad pertengahan yang ingin mempertahankan keaslian ajaranagama mereka dari pembaharuan-pembaharuan revolusioner sebagai konsekwensilogis
renaissance
Eropa masa itu. Namun akhirnya fundamentalisme berkembangmenjadi cap yang diberikan kepada semua kelompok penganut yang inginmempertahankan keaslian agamanya, terutama dari serangan modernisme-sekuler sebagai produk pemikiran Barat. Kemudian muncullah istilah fundentalismeKristen, fundamentalisme Yahudi, fundamentalisme Hindu, fundamentalismeIslam dan lainnya.Demikian pula munculnya kelompok-kelompok yang dicap Barat sebagaifundamentalisme Islam adalah kelompok-kelompok kaum Muslimin yang inginmempertahankan keaslian agama mereka yang berdasarkan al-Qur’an dan al-Sunnah dari rongrongan pemikiran-pemikiran sesat buatan manusia, baik dariBarat ataupun Timur. Diantara kelompok yang dicap Barat sebagai fundamentalisIslam yang sangat berpengaruh serta mampu membangun kekuatan sebelum perang dunia kedua adalah jama’ah al-Ikhwan al-Muslimin di Mesir yangdidirikan Imam Hasan al-Banna. Dengan jama’ah yang dibangunnya Hasan al-Banna ingin menerapkan kembali ajaran-ajaran Islam yang telah dipraktekkanRasulullah SAW dan para sahabat yang telah mengantarkan mereka menujukegemilangan sekaligus menolak segala bentuk produk pemikiran sesat dari Barat baik berupa sekulerisme, nasionalisme, sosialisme, kapitalisme, liberalisme danlainnya. Karena keterikatannya yang sangat kuat pada warisan tradisi generasiIslam pertama serta penolakannya terhadap pemikiran sesat modernisme inilah jama’ah al-Ikhwan al-Muslimun dianggap sebagai kelompok fundamentalismeIslam terbesar yang harus segera diperangi, dilarang serta dihapuskan dari muka bumi oleh agen-agen Barat sekuler yang telah menancapkan kekuasaannya diMesir. Akhirnya pendukung pemikiran Barat sekuler ini berhasil membunuh pendiri Ikhwan dan memenjarakan sebagaian besar para pemimpin dan kadernya,merampas seluruh kekayaannya sehingga Ikhwan sebagai jama’ah Islam yang besar dan berpengaruh lumpuh dan para kadernya banyak yang mencari perlidungan ke luar negeri.Sampai sekarang fundamentalisme Islam, walaupun kalangan Islam sendiritidak menyukai cap yang diberikan Barat ini, dimanapun tempatnya adalah hantuyang sangat menakutkan bagi Barat dan pengikut setia pemikirannya. Karena para penganut pemikiran jenis ini adalah batu penghalang terbesar Barat dalam usahamereka untuk meluaskan pengaruh politik ataupun ekonomi serta penjajahan pemikiran pada dunia Islam. Pada hakikatnya gerakan ini sangat efektif dalam
22
Leave a Comment
oke