• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 1
    CommentGo Back
 
KebangkitanFundamentalisme SekulerDi Dunia Islam
1
Hilmy Bakar Almascaty
.
2
1
Makalah ini disampaikan pada acara pembukaan : Istighoshoh dan Silaturrahmi Nasional Alim Ulama, Habaib,Cendikiawan Muslim, Da’I dan Asatidz di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta pada tanggal 17-19 September 1999
2
DR. Hilmy B. Almascaty MA, MBA adalah pengamat sosial politik dunia Islam, President Bina Cendekia MadaniGroup of Co dan Institute of Moslem Thought and Civilizations (IMTAC) serta Board of Commision dari InternationalManagement Institute (IMI), Institute of Islamic Economics and Management Studies (IIEMSA). yang bergerak dalam pendidikan , pengembangan SDM dan manajemen Madani serta konsultan manajemen.
 
11
 
Para cendikiawan biasanya mengartikan fundamentalisme sebagai fahamyang ingin melaksanakan kembali atau mempertahankan nilai-nilai dasar, tradisi,warisan dari sebuah ajaran yang telah diamalkan oleh generasi sebelumnya.Fundamentalisme masa kini ditujukan kepada fundamentalisme dalamkeagamaan, dan sebagian besar para cendikiawan mengkonotasikanfundamentalisme sebagai fundamentalisme dalam beragama. Masalah ini dapatdifahami karena munculnya fundamentalisme sendiri berawal dari gerakan kaumagamawan Kristen abad pertengahan yang ingin mempertahankan keaslian ajaranagama mereka dari pembaharuan-pembaharuan revolusioner sebagai konsekwensilogis
renaissance
Eropa masa itu. Namun akhirnya fundamentalisme berkembangmenjadi cap yang diberikan kepada semua kelompok penganut yang inginmempertahankan keaslian agamanya, terutama dari serangan modernisme-sekuler sebagai produk pemikiran Barat. Kemudian muncullah istilah fundentalismeKristen, fundamentalisme Yahudi, fundamentalisme Hindu, fundamentalismeIslam dan lainnya.Demikian pula munculnya kelompok-kelompok yang dicap Barat sebagaifundamentalisme Islam adalah kelompok-kelompok kaum Muslimin yang inginmempertahankan keaslian agama mereka yang berdasarkan al-Qur’an dan al-Sunnah dari rongrongan pemikiran-pemikiran sesat buatan manusia, baik dariBarat ataupun Timur. Diantara kelompok yang dicap Barat sebagai fundamentalisIslam yang sangat berpengaruh serta mampu membangun kekuatan sebelum perang dunia kedua adalah jama’ah al-Ikhwan al-Muslimin di Mesir yangdidirikan Imam Hasan al-Banna. Dengan jama’ah yang dibangunnya Hasan al-Banna ingin menerapkan kembali ajaran-ajaran Islam yang telah dipraktekkanRasulullah SAW dan para sahabat yang telah mengantarkan mereka menujukegemilangan sekaligus menolak segala bentuk produk pemikiran sesat dari Barat baik berupa sekulerisme, nasionalisme, sosialisme, kapitalisme, liberalisme danlainnya. Karena keterikatannya yang sangat kuat pada warisan tradisi generasiIslam pertama serta penolakannya terhadap pemikiran sesat modernisme inilah jama’ah al-Ikhwan al-Muslimun dianggap sebagai kelompok fundamentalismeIslam terbesar yang harus segera diperangi, dilarang serta dihapuskan dari muka bumi oleh agen-agen Barat sekuler yang telah menancapkan kekuasaannya diMesir. Akhirnya pendukung pemikiran Barat sekuler ini berhasil membunuh pendiri Ikhwan dan memenjarakan sebagaian besar para pemimpin dan kadernya,merampas seluruh kekayaannya sehingga Ikhwan sebagai jama’ah Islam yang besar dan berpengaruh lumpuh dan para kadernya banyak yang mencari perlidungan ke luar negeri.Sampai sekarang fundamentalisme Islam, walaupun kalangan Islam sendiritidak menyukai cap yang diberikan Barat ini, dimanapun tempatnya adalah hantuyang sangat menakutkan bagi Barat dan pengikut setia pemikirannya. Karena para penganut pemikiran jenis ini adalah batu penghalang terbesar Barat dalam usahamereka untuk meluaskan pengaruh politik ataupun ekonomi serta penjajahan pemikiran pada dunia Islam. Pada hakikatnya gerakan ini sangat efektif dalam
22
 
menghambat segala bentuk infiltrasi ajaran dan budaya hedonistik Barat sekuler yang ingin diperjuangkan sebagai ajaran dan budaya global oleh pengikutnya.Itulah sebabnya apabila para rezim diktator boneka Yahudi dan Nashrani dinegara mayoritas Muslim ingin menghapuskan lawan-lawan politiknya, terutamayang beraliran keagamaan mereka akan menuduhnya sebagai kaum fundamentalisIslam agar mendapat dukungan Barat, sebagaimana yang terjadi di Algeria, Turki,Mesir dan dunia Islam lainnya. Dan Barat sendiri, yang mengklaim dirinyasebagai bapak demokrasi dan HAM, akan membantu para diktator inimelumpuhkan kekuatan kelompok Islam walaupun mereka didukung mayoritasrakyat, sebagaimana yang menimpa Front Keselamatan Islam (FIS), partai Islamyang memenangkan pemilu demokratis di Algeria, kemudian dibatalkan denganalasan yang dicari-cari dan kekuasaan dipegang kembali oleh kelompok  Nasionalis-sekuler yang didukung kekuatan militer.Pasang surut kebangkitan Islam di Turki adalah kasus tragis dan dramatisyang perlu mendapat perhatian serius para pemerhati gerakan Islam. Turki padaabad 19 dan sebelumnya adalah pusat pemerintahan dan peradaban Islam yangmenjadi urat nadi dunia Islam. Setelah Kamal Ata Turk menumbangkan kekuasaanKhilafah Islamiyah, dia melakukan sekulerisasi dalam seluruh aspek kehidupanmasyarakat Turki dengan keyakinan akan mengantarkannya menjadi sebuahnegara maju dan modern sebagaimana bangsa-bangsa Barat yang telahmenerapkan sekulerisme. Dimulailah penghapusan segala bentuk yang berbauIslam dan diganti dengan ajaran sekulerisme yang telah memisahkan bangsa Turkidari tradisi Islam yang dianutnya berabad-abad. Namun setelah beberapa dekade di bawah Sekulerisme, Turki tidak pernah menjadi negara maju dan modernsebagaimana Barat, bahkan Turki dibawah kekuasaan para pemimpin Sekuler tidak diterima sebagai mitra sejajar Barat. Bahkan Sekulerisasi Turki telahmenghilangkan identitas bangsa Turki dan menghantarkannya menuju krisis demikrisis. Kegagalan sekulerisasi Turki telah mendorong para cendikiawan untuk mencari solusi dari krsis yang dihadapi bangsanya, dan mereka menemukan jawabannya pada Islam. Kelompok cendikiawan ini berkeyakinan bahwamenerapkan nilai-nilai spiritualitas Islam akan mengembalikan keagungan bangsaTurki, karena Islam adalah tradisi dan warisan serta jiwa bangsa Turki. Kemudianmereka membuat gerakan sosial-pendidikan yang menyadarkan rakyat danmendapatkan dukungan meluas sehingga gerakan ini akhirnya menjadi sebuah partai Islam besar yang memenangkan pemilu dibawah pimpinan seorangcendikiawan Muslim ternama, Prof. Erbakan. Ketika gerakan Islamisasi yangdipromotori Erbakan dengan partai Refah-nya mendapat sambutan meluas,kelompok sekuler penerus Ata Turk merasa terancam kedudukannya. Keadaan inimendorong mereka menggunakan kekuatan militer melakukan kudeta damaiyang mendorong mundurnya Perdana Menteri Erbakan yang didukung mayoritasrakyat dan memenangkan pemilu demokratis. Dengan kekuasaan di tangannyamulailah kelompok sekuler ini melarang dan menghapuskan segala sesuatu yang berbau Islamisasi. Termasuk larangan mendirikan masjid, sekolah Islam sampai
33
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...