Idiologi ini kadangkala disebut sebagai Sosialisme, Komonisme ataupunMarxisme. Disebut dengan Sosialisme kerana ia memperjuangkan kepentinganmasyarakat kelas bawah, khususnya kaum buruh yang ditindas oleh kaum Feodalis-Kapitalis yang di dukung Gereja pada abad pertengahan lalu. Idiologi ini mengajarkanagar seluruh perbendaharaan negara, termasuk sistem perekonomian, alat-alatproduksi dan lainnya dikontrol negara agar menjamin kepentingan kaum buruh danagar tidak dieksploitasi oleh kaum Kapitalis. Diantara tokoh-tokohnya yang terkenaladalah St. Simon, Fourie, Robert Owen, Louis Blance dan lain-lainnya. KemudianIdiologi ini menjadi semacam keyakinan dan agama bagi kaum buruh dan masyarakatklas bawah lainnya. Disebut sebagai Komonisme kerana idiologi ini inginmenciptakan sebuah masyarakat yang sama rata sama rasa, masyarakat tanpa klas,tidak ada yang lebih tinggi dan berkuasa. Semua sistem, terutama sistem pereko-nomian dikontrol sepenuhnya oleh negara, sehingga tidak ada lagi manusia yangdapat mengeksploitasi manusia lainnya. Istilah Komonisme ini menjadi sangatpopuler ketika Karl Marx dan Engels membentangkan pemikirannya sebagai satumanifesto kaum Komonis. Sedangkan disebut sebagai Marxisme kerana idiologi inididirikan oleh Karl Marx dan dia dianggap sebagai pemikir utama yang telahmemberikan pokok-pokok doktrin bagi idiologi ini, dan pemikirinnya dianggap lebihbrilyant daripada yang lain, khususnya dalam sistem ekonomi.
Pada hakikatnya Sosialisme-Komonisme adalah idiologi yang lahir dari latarbelakang masyarakat Eropa abad pertengahan lalu, khususnya keadaan masyarakatklas bawah yang terdiri daripada kaum buruh, petani dan kaum pekerja lainnya yangdieksploitasi oleh para kaum pemodal (Kapitalis) yang mendapat dukungan kaumgereja. Kaum Kapitalis ini dapat berbuat sekehedaknya kerana modal yangdimilikinya serta didukung oleh sistem yang sudah mapan masa itu, yaituKapitalisme.
Para pekerja harus membanting tulang siang malam dikawasan-kawasan industri dengan upah yang sangat rendah, tidak dapat menutupi keperluankeseharian mereka. Anak-anak dan wanita dipaksa bekerja keras diluar kemampuannmereka, sementara di lain pihak, kaum pemilik modal (Kapital) mengambilkeuntungan besar diatas derita dan jerih payah kaum proletar. Al-hasil, Sosialisme-Komonisme adalah antitesa daripada sistem Kapitalisme yang serakah dan tidakberperikemanusiaan masa itu.
Karena lahir dari latar belakang filsafat pertentangan klas antara kaumtertindas (proletar/buruh) dengan kaum penindas (berjouis/pemodal), maka sejarahSosialisme-Komonisme penuh dengan pertentangan-pertentangan klas yangmembawa kepada revolusi berdarah. Seakan-akan Sosialisme-Komonisme adalahidentik dengan revolusi ganas untuk menumbangkan sistem dan manusia yangdisebutnya sebagai penindas. Puncak revolusi kaum Sosialis-Komonis adalah revolusi
4
Lihat misalnya : G.D.H. Cole,
History of Socialism,
5 Vols, ( London : Mac-Millan, 1953 ) . Bernard Crick,
Socialism,
( England : Open Univ. Press, 1987 ). Friedrick Engels,
The Socialism : Utopian and Scientific.,
(Chicago : Publ. by Charles H.Kerr, rep.1977 ). Charles J.M. Fadden,
The Philoshophy of Communism,
( New York : Benziger Brother Inc. 1959 ). Robert .V.Laniels,
The Nature of Communist,
( New York : Vintage Books, 1962 ). Richard H. Hudelson,
The Rise and The Fall of Communism,
( Oxford : Westview Press Inc. 1993 ). Roger S.Gottlieb.
Marxism, 1844-1990
, ( New York : Routledge, 1992 ).
5
Bernard Crick,
op.cit.
, hal. 28-48. Robert V.Laniel,
op.cit
, R.H. Hudelson,
op.cit
, hal.17-28.
6
Karl Marx,
Capital,
vol I, ( New York : International, 1973 ). lihat juga,
Contribution to The Critique of Political Economy,
( New York : International, 1972 ). Friedrick Engels,
The Socialism : Utopian and Scientific,
( Chicago : Publ. by CharlesH.Kerr, rep.1977 ). Roger S. Gottlieb,
Marxism, 1840-1990,
( New York : Routleedge, 1992 )
.
3
Leave a Comment
SUKRON