Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
16Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pembaruan Islam Pasca Reformasi

Pembaruan Islam Pasca Reformasi

Ratings:

4.75

(16)
|Views: 8,902|Likes:

More info:

Published by: Hilmy Bakar Almascaty on Feb 21, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See More
See less

05/16/2013

 
PEMBARUAN
ISLAM
PASCA REFORMASIDI INDONESIA
Hilmy Bakar Almascaty
 
Pendahuluan & Latar Belakang 
Gerakan reformasi di Indonesia yang telah menggulingkan rezim militerSoeharto akan memberikan dampak terhadap pembaruan Islam di masa depan.Reformasi sendiri diartikan sebagai upaya untuk menyusun kembali tatanan yang telahdiselewengkan oleh rezim penguasa demi mempertahankan kekuasaannya. Dengandemikian, maka reformasi bagi kaum muslimin yang mayoritas di Indonesia dapatberarti menyusun kembali kerangka pemikiran Islam terkini yang lebih sesuai dengantuntutan dan perkembangan zaman. Karena tuntutan di masa Orde Lama adalahberbeda dengan tuntutan di masa Orde Baru, yang artinya berbeda pula dengantuntutan pasca reformasi. Pemikiran para pemimpin Islam masa Orde Lama mungkinrelevan pada zamannya, namun ternyata tidak relevan dengan kondisi yang dihadapipada zaman Orde Baru sehingga tampil para pembaru Islam yang mengkoreksipemikiran para pendahulunya sekaligus mengembangkan sebuah kerangka pembaruanIslam di Indonesia. Maka tidak diragukan lagi di masa reformasi ini dibutuhkankerangka pemikiran baru yang akan menjadi fondamen membangun masyarakatIndonesia Baru.Reformasi yang mengantarkan Habibie, seorang demokrat Muslim, menjadipresiden telah membuka jalan baru bagi bangsa Indonesia menuju zaman baru,terutama kaum muslimin yang menjadi kelompok mayoritas. Keterbukaan dankebebasan yang diberikan oleh pemerintahan transisi Habibie telah memberikankesempatan bahkan merangsang tumbuhnya pemikiran-pemikiran yang selama ini ditekan rezim Orde Baru dengan alasan pembangunan dan stabilitas nasional. Bibitkebebasan yang telah disemai Habibie telah menumbuhsuburkan kembali gerakan-gerakan pembaruan yang mengambil bentuknya sendiri sejak 32 tahun lalu. Bersamaandengan itu berdiri partai-partai Islam yang menghubungkan diri dengan partai Islamterdahulu, seperti Partai Bulan Bintang yang menghubungkan diri dengan Masyumimisalnya.Kebebasan dan keterbukaan telah menghasilan demokratisasi yang mebuahkanpemilihan umum yang jujur dan adil. Hal ini pulalah yang telah mengantarkan PartaiDemokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) sebagai partai yang memperoleh suaraterbesar (34 %), namun gagal menempatkan Megawati sebagai Presiden. Diplomasipolitik para pemimpin Islam seperti Amien Rais dengan Poros Tengahnya akhirnyamampu membendung ambisi kalangan nasionalis sekuler dan akhirnya mengantarkanAbdurrahman Wahid sebagai Presiden. Seorang yang diklassifikasikan sebagai tokohpembaru Islam di Indonesia yang beraliran
neo-Modernis
seperti dinyatakan Greg Bartondalam desertasinya
The Emergence of Neo-Modernism: A Progressive, Liberal Movement of Islamic Thought in Indonesia.
 
 
Perdebatan dalam persidangan MPR/DPR pasca reformasi akan mengingatkanorang pada perdebatan Konstituante di zaman Orde Lama, di mana hal seperti ini tidakpernah terjadi pada Orde Baru. Demikian pula materi perdebatan disekitar tuntutanpembentukan masyarakat Indonesia baru yang berdasarkan Islam sebagaimanadiserukan fraksi PPP dan PBB. Atau rencana perubahan bentuk negara kesatuanmenjadi negara federal, bahkan lebih jauh dasar negara Pancasila yang selama inidisakralkan kini dituding sebagi penyebab disintegrasi bangsa akibat kekaburanpengertiannya. Dan Indonesia benar-benar sedang mengalami perubahan demiperubahan menuju Indonesia Baru yang belum jelas bentuknya seperti apa. Makasebagai kelompok mayoritas di negeri ini, kaum muslimin harus tampil ke depanmemberikan konsep pemikiran tentang Indonesia baru sesuai dengan ajaran agamanya.Disinilah diperlukan tampilnya para pembaru Islam yang akan mengoreksi pemikiranpendahulunya dan sekaligus mengembangkan pemikiran baru yang sesuai dengantuntutan reformasi.Tulisan ini terutama tidak bertujuan untuk mengemukakan paradigmapembaruan Islam secara mendetil, namun sebatas analisa awal yang mengemukakanpentingnya sebuah pengembangan paradigma baru pasca reformasi berdasarkanbeberapa fakta yang ditemukan. Terutama analisa terhadap paradigma pemikiran yangberkembang selama pemerintahan rezim Orde Baru yang telah melahirkan beberapabentuk gerakan pembaruan Islam, baik yang berhaluan modernis ataupunfundamentalis. Dengan adanya analisa awal ini diharapkan tampilnya paracendekiawan yang akan mengembangkan sebuah paradigma baru dalam pembaruanIslam di Indonesia yang bercita-cita untuk mengantarkan menuju Indonesia baru.Namun paradigma yang dikembangkan diharapkan bukan sebuah duplikat dariparadigma pemikiran sebelumnya.
Memahami Makna Pembaruan Islam
Kata pembaruan Islam seringkali menimbulkan kontraversi dankesalahfahaman, khususnya di kalangan kaum tradisionalis dan konservatif yang inginmempertahankan pemahaman dan penafsiran generasi Islam terdahulu, terutamamereka yang telah memutlakkan kebenaran dari pemikiran para generasi Islamterdahulu dan telah menutup pintu ijtihad kepada generasi sesudahnya. Karenamenurut mereka pembaruan berarti meninggalkan segala khazanah pemikiran klasikIslam yang kaya raya dan kembali hanya kepada al-Qur’an dan al-Sunnah sajasebagaimana diserukan kalangan modernis Islam. Namun makna pembaruan tidakselamanya tepat jika hanya diartikan kembali kepada al-Qur’an dan al-Sunnah ansich,karena realitasnya mereka yang menyerukan pembaruan juga menggunakan khazanahpemikiran Islam klasik terdahulu, seperti pemikiran Ibn. Thaimiyah, Ibn. Qayyim, Abd.Wahhab maupun Abduh dan lainya.Fazlur Rahman telah membagi pembaruan Islam menjadi beberapa priode,diawali dengan priode
revivalisme pramodernis, modernisme klasik, neo-revivalisme
dan
neo-modernisme.
Gerakan revivalisme pramodernis berakan pada seruan pembaruan yang

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Hafid Haus liked this
sblackto12 liked this
Rib'ie Asadulloh liked this
Sahuri SamaAja liked this
Rib'ie Asadulloh liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->