Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Metode Dakwah Rasulullah Shallallahu

Metode Dakwah Rasulullah Shallallahu

Ratings: (0)|Views: 6 |Likes:
Published by Dery Van Java
Dalam sejarah dakwah Islam, Rasulullah SAW juga sangat memperhatikan metode dakwah agar pesan dakwah dapat diterima dengan baik bagi mad'u (yang didakwahi).
Dalam sejarah dakwah Islam, Rasulullah SAW juga sangat memperhatikan metode dakwah agar pesan dakwah dapat diterima dengan baik bagi mad'u (yang didakwahi).

More info:

Published by: Dery Van Java on Feb 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/27/2014

pdf

text

original

 
Metode dakwah Rasulullah SAW.
 
Bilal
Kamis, 1 November 2012 12:33:33
 
Komunikasi merupakan bagian inheren dalam kehidupan manusia.Bahkan, mempunyai urgensi yang besar dalam menjalani kehidupan itu sendiri, dimanadengan berkomunikasi manusia dapat mengutarakan maksud dan keinginannya sertamentranfer nilai-nilai tertentu yang diinginkan.Islam sebagai agama yang
kaafah
dan
syumul 
juga sangat memperhatikan konsep dan nilaidalam berkomunikasi. Sebab, dakwah Islam sendiri berpadu padan dengan komunikasi atauboleh dibilang dakwah itu salah satu bentuk komunikasi.Sementara itu, komunikasi memiliki seni tersendiri agar suatu informasi dapat diterimadengan baik, benar, dan tepat kepada komunikan. Sehingga, tidak keliru dalam memahamiinformasi yang dimaksud serta tidak salah memahami keinginan sang pemberi informasitersebut.Dalam sejarah dakwah Islam, Rasulullah SAW juga sangat memperhatikan metode dakwahagar pesan dakwah dapat diterima dengan baik bagi
mad'u
(yang didakwahi).Hal itu dapat dilihat ketika Rasulullah saw melaksanakan wahyu Allah Ta'ala untukmentauhidkan akidah umat yang keliru dengan menuhankan banyak Illah danmembersihkan peribadahan dari segala bentuk kesyirikan. Beliau secara khusus memilikisebuah tugas mulia dengan jalan mendakwahkan dien Islam ini kepada umat melaluimetode yang
haq
yaitu berupa cara-cara yang sesuai dengan petunjuk Allah Ta'ala.Diantara metode dakwah beliau saw adalah:
1. Bil hikmah wal mau'izhah
 Allah Ta'ala berfirman,
 Artinya, "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yangtersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yangmendapat petunjuk." 
(QS. an-Nahl, 16:125)
 
Hikmah ialah perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hakdengan yang bathil. Oleh sebab itulah Allah Ta'ala meletakkan al-Qur'an dan as-Sunnahsebagai asas pedoman dakwah bagi Rasulullah dan juga bagi tiap umat yang bertugasmeneruskan dakwah beliau hingga akhir zaman.
 
Pada ayat tersebut diatas dapat dipahami bahwa cara berdakwah yang diperintah AllahTa'ala adalah sebagai berikut,1.
 
Dakwah
bil hikmah
, yaitu metode dakwah dengan memberi perhatian yang telititerhadap keadaan dan suasana yang melingkungi para
mad'u
(orang-orang yangdidakwahi), juga memperhatikan materi dakwah yang sesuai dengan kadarkemampuan mereka dengan tidak memberatkan mereka sebelum mereka bersediauntuk menerimanya. Metode ini juga membutuhkan cara berbicara dan berbahasa yangsantun dan lugas. Sikap
ghiroh
yang berlebihan serta terburu-buru dalam meraihtujuan dakwah sehingga melampaui dari hikmah itu sendiri, lebih baik dihindari olehseorang pendakwah.2.
 
Dakwah dengan cara
mau'izhah
 
al-hasanah,
yaitu metode dakwah dengan pengajaranyang meresap hingga ke hati para
mad'u.
Pengajaran yang disampaikan dengan penuhkelembutan akan dapat melunakkan kerasnya jiwa serta mencerahkan hati yang kelamdari petunjuk dien. Pada beberapa da'i, ada yang masih saja menggunakan metodedakwah yang berseberangan dengan hal ini, yaitu dengan cara memaksa, sikap yangkasar, serta kecaman-kecaman yang melampaui batas syar'i.3.
 
Dakwah dengan perdebatan yang baik, yaitu metode dakwah dengan menggunakandialog yang baik, tanpa tekanan yang zalim terhadap pihak yang didakwahi, tanpamenghina dan tanpa memburuk-burukkan mereka. Hal ini menjadi penting karenatujuan dakwah adalah sampai atau diterimanya materi dakwah tersebut dengankesadaran yang penuh terhadap kebenaran yang
haq
dari objek dakwah. Metode inimenghindari dari semata karena ingin memenangkan perdebatan dengan para
mad'u
.
2. Benar dan tegas tanpa kompromi
 Sesungguhnya dakwah Rasulullah merupakan dakwah yang tegas tanpa kompromi. Perkarayang beliau saw sentuh dalam dakwahnya adalah perkara yang paling pokok dan palingmendasar,
laa ilaaha illallah, Muhammadur rasulullah
. Beliau saw menyeru bahwa tidak adayang wajib diagungkan, diibadahi, ditaati dan dicintai kecuali Allah Ta'ala. Begitu jugaterhadap perkara hukum, tidak ada hukum yang wajib diterapkan dan dilaksanakan, kecualihukum-Nya. Oleh karenanya perkara ini menjadi sangat penting dan oleh karena sifatpembangkangan umat kafir serta muslim yang munafik, maka dakwah ini juga akanmenimbulkan kecaman, kemarahan, dan permusuhan.Namun perkara yang tidak menyenangkan hati ini tidak menurunkan semangat beliau sawuntuk tetap berjuang menyampaikan yang
haq
. Dengan penuh kesabaran dan sifat
welas-asih
nya, beliau saw ber
istiqomah
membimbing umatnya yang keliru kepada jalan yanglurus. Disamping itu, ketegasan pun beliau saw tampakkan sehingga kebenaran yang hakikitidak bercampur dengan kebatilan. Beliau saw juga tidak melazimkan hal-hal diluar syari'atyang akan menimbulkan 'kecintaan' dari umat yang dengan itu beliau saw akanmemperoleh dukungan yang besar.Allah Ta'ala berfirman,
 
 Artinya, "Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yangdiperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yangmusyrik." 
(QS. al-Hijr, 15:94)
 
Tujuan dakwah Rasulullah adalah mengembalikan sifat penghambaan manusia kepadaRabb-nya semata dan menerapkan hukum yang berlaku di bumi kepada Sang Pembuathukum Yang sebenarnya, yaitu Allah
azza wa jalla
. Perkara ini merupakan perkara yangamat berat yang akan menimbulkan ujian dan rintangan berupa penderitaan dan kesakitan,baik jiwa dan fisik.Melihat kenyataan ini, lalu beranikah kita menuduh Rasulullah tidak mengenal metodedakwah? Ataukah kita menyatakan bahwa dakwah beliau saw menyalahi taktik strategi bagikeamanan dan keselamatannya? Atau bagaimana pula dengan anggapan bahwa dakwahsemacam ini seperti membenturkan kepala ke tembok?Yang patut selalu dipahami adalah bahwa Rasulullah adalah sosok tauladan yang sempurnadi segala aspek kehidupan, termasuk dalam metode dakwah. Hal inilah yang patut dijadikancontoh oleh para
du'at 
. Oleh sebab itu, perkataan sebagian umat Islam dewasa ini bahwasituasi umat telah berubah, dahulu umat baru sedikit jumlahnya, sedangkan kini umatIslam merupakan mayoritas sehingga cara yang harus diambil adalah dengan bersaingbahkan dengan bergabung dengan penguasa melalui parlemen. Dalilpun diangkat sebagaipemulus hajat, yaitu hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari bahwa Rasulullah pernahbersabda tentang para nabi keturunan bani Israil yang diutus sebagai para pemimpinpolitik
(siyasah)
.Pertanyaan mengenai perkara ini adalah pernahkah Rasulullah dan para sahabatnya dudukberdampingan dalam parlemen Daarun Nadwah, lalu berbincang masalah kenegaraandengan orang kafir dan musyrik? Adakah Rasulullah dan para sahabatnya masuk ke dalampemerintahan Abu Jahal dan
konco-konco
nya lalu membentuk partai Islam sebagai partaioposisi menentang pemerintahan yang sedang berkuasa? Secara historis kita bisamempelajari hal ini.Dahulu, tatkala kaum musyrikin sudah tidak lagi berdaya menghentikan dakwah Rasulullahmelalui cara-cara kekerasan, penekanan, ancaman, serta percobaan pembunuhan
merekalalu menempuh cara berkompromi dengan berbagai bentuk diplomasi agar Rasulullahbersikap lembut dan toleran kepada mereka. Banyak para ahli diplomasi diutus kepadabeliau saw untuk melunakkan prinsip dan pendirian beliau saw. Allah Ta'ala lalumewahyukan ayat berikut kepada Rasulullah,
 Artinya, "Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah), maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalumereka bersikap lunak (pula kepadamu)." 
(QS. al-Qolam, 68:8-9)
 
Lalu ketika negosiasi telah gencar-gencarnya ditujukan kepada Rasulullah oleh pihakmusyrikin melalui tekanan fisik dan juga mental, dan ketika Rasulullah hampir cenderungkepada konsep dan ajakan mereka, Allah Ta'ala kembali mengingatkan,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->