Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pembiayaan Pendidikan Di Era Otonomi Daerah

Pembiayaan Pendidikan Di Era Otonomi Daerah

Ratings: (0)|Views: 339|Likes:
Published by pratamaluckyto
Pembiayaan Pendidikan Di Era Otonomi Daerah
Pembiayaan Pendidikan Di Era Otonomi Daerah

More info:

categoriesBusiness/Law
Published by: pratamaluckyto on Feb 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/25/2013

pdf

text

original

 
1
Masalah Penyelenggaraan Pendidikan Di Era Otonomi Daerah 
Muhamad Pratama Luckyto 110110070335
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang
Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia unukpembangunan. Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengantuntutan zaman. Perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan baruyang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Bab ini akan mengkaji mengenaipermasalahan pokok pendidikan, dan saling keterkaitan antara pokok tersbut, faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangannya dan masalah-masalah aktual besertacara penanggulangannya.Kondisi ideal dalam bidang pendidikan di Indonesia adalah tiap anak bisasekolah minimal hingga tingkat SMA tanpa membedakan status karena itulah hakmereka. Namun hal tersebut sangat sulit untuk direalisasikan pada saat ini. Oleh karenaitu, setidaknya setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam duniapendidikan.Sekolah-sekolah gratis di Indonesia seharusnya memiliki fasilitas yang memadai,staf pengajar yang berkompetensi, kurikulum yang tepat, dan memiliki sistemadministrasi dan birokrasi yang baik dan tidak berbelit - belit. Akan tetapi, padakenyataannya, sekolah-sekolah gratis adalah sekolah yang terdapat di daerah terpencilyang kumuh dan segala sesuatunya dapat dikategorikan tidak layak sebagai tempatmenimba ilmu.Dapat dikatakan yang menjadi akar utama dalam permasalahan pendidikan diIndonesia antara lain :1. Mahalnya Biaya pendidikan2. Kurangnya Pemerataan Pendidikan di Indonesia3. Rendahnya Kualitas Sarana dan prasarana pendidikan4. Masih rendahnya kesejahteraan Guru5. Rendahnya Prestasi Siswa
 
2
Masalah Penyelenggaraan Pendidikan Di Era Otonomi Daerah 
Muhamad Pratama Luckyto 110110070335
B. Privatisasi dan Swastanisasi Sektor Pendidikan
Privatisasi atau semakin melemahnya peran negara dalam sektor pelayananpublik tak lepas dari tekanan utang dan kebijakan untuk memastikan pembayaranutang. Utang luar negeri Indonesia sebesar 35-40 persen dari APBN setiap tahunnyamerupakan faktor pendorong privatisasi pendidikan. Akibatnya, sektor yang menyerappendanaan besar seperti pendidikan menjadi korban. Dana pendidikan terpotonghingga tinggal 8 persen.
1
 Dalam APBN 2005 hanya 5,82% yang dialokasikan untuk pendidikan.Bandingkan dengan dana untuk membayar hutang yang menguras 25% belanja dalam APBN.
2
Rencana Pemerintah memprivatisasi pendidikan dilegitimasi melalui sejumlahperaturan, seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, RUU Badan HukumPendidikan, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pendidikan Dasar danMenengah, dan RPP tentang Wajib Belajar. Penguatan pada privatisasi pendidikan itu,misalnya, terlihat dalam Pasal 53 (1) UU No 20/2003 tentang Sistem PendidikanNasional (Sisdiknas). Disebutkan penyelenggara dan/atau satuan pendidikan formalyang didirikan oleh Pemerintah atau masyarakat berbentuk badan hukum pendidikan.Seperti halnya perusahaan, sekolah dibebaskan mencari modal untukdiinvestasikan dalam operasional pendidikan. Koordinator LSM Education Network for Justice (ENJ), Yanti Mukhtar menilai bahwa dengan privatisasi pendidikan berartiPemerintah telah melegitimasi komersialisasi pendidikan dengan menyerahkantanggung jawab penyelenggaraan pendidikan ke pasar. Dengan begitu, nantinyasekolah memiliki otonomi untuk menentukan sendiri biaya penyelenggaraan pendidikan.Sekolah tentu saja akan mematok biaya setinggi-tingginya untuk meningkatkan danmempertahankan mutu. Akibatnya, akses rakyat yang kurang mampu untuk menikmatipendidikan berkualitas akan terbatasi
3
.
1
Harian Kompas 10 Mei 2005 kompas.com/archive/2005/may/10.html
2
Kau.or.id
3
Yanti Mochtar Privatisasi Pendidikan dan Dampaknya, Republika 25 Agustus 2009
 
3
Masalah Penyelenggaraan Pendidikan Di Era Otonomi Daerah 
Muhamad Pratama Luckyto 110110070335
BAB IIPERMASALAHANA. Problematika Penyelenggaraan Pendidikan di Era Otonomi Daerah
Perubahan besar terjadi dalam Pengelolaan pendidikan sejak Otonomi Daerahyang dilaksanakan sejak tahun 2001. Hal ini mempengaruhi tanggung jawab Pemdaatas pengelolaan sektor pendidikan di semua jenjang selain daripada Pendidikan Tinggiyaitu SD, SMP, dan SMA. Dari sisi substansi, Pemda bertanggung jawab atas hampir segala bidang yang terkait dengan sektor pendidikan kecuali kurikulum dan penetapanstandar yang menjadi kewenangan Pusat.Sekitar 58% dari tenaga kerja Indonesia hanya berpendidikan Sekolah Dasar (SD) atau kurang. Pada saat yang sama, hanya 4% dari tenaga kerja yangberpendidikan tinggi Rendahnya kualitas sumberdaya manusia (SDM) inimenggambarkan kondisi umum sektor pendidikan di Indonesia Dalam hal prospekpeningkatan mutu dari SDM juga menurut saya juga tidak begitu cerah. Rata-rata angkapartisipasi pendidikan lanjutan dan pendidikan tinggi masih relatif rendah (56% untukSMP, 32% untuk SMA dan 12% untuk perguruan tinggi).
4
 
B. Pola Pembiayaan Sektor Pendidikan
Pola pembiayaan sektor pendidikan berubah seiring dengan kewenanganpengelolaan pendidikan. Pemda bertanggung jawab hanya menyangkut pembiayaanSD sebelum adanya Otonomi Daerah, lain halnya dengan SMP dan SMA jugaperguruan tinggi yang menjadi tanggung jawab Pusat. Pembiayaan SMP dan SMAdilakukan melalui Kanwil Depdiknas (di tingkat propinsi) dan Kandepdiknas (di tingkatkabupaten/kota).
4
http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=152691:kualitas-tenaga-kerja-indonesia-peringkat-54&catid=17:nasional&Itemid=30

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->