Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Asuransi Dan Keselamatan Kerja

Asuransi Dan Keselamatan Kerja

Ratings: (0)|Views: 20|Likes:
Published by Galih Ramdja
Tugas Manajemen Asuransi dan Keselamatan Kerja
Tugas Manajemen Asuransi dan Keselamatan Kerja

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Galih Ramdja on Feb 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/27/2013

pdf

text

original

 
1 
Asuransi dan Keselamatan Kera
Asuransi Dan Keselamatan Kerja
A.
 
Latar Belakang
Manusia harus bekerja untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Dalam bekerjamanusia membutuhkan ketenangan dan kesejahteraan bagi dirinya sendiri dan keluarganya. Denganmengikuti program pemerintah yang mewajibkan suatu perusahaan ataupun lembagamengikutsertakan seluruh karyawannya menjadi anggota jamsostek merupakan salah satu cara untukmemberi ketenangan dan kesejahteraan bagi karyawan dan anggota keluarganya.Dengan adanya Jamsostek, para karyawan dapat bekerja lebih tenang sehingga dapatmeningkatkan produktifitas kerja serta telah sesuai dengan hukum Islam yang berdasarkan dalil yangtelah disebutkan dan sesuai dengan apa yang dicontohkan pada masa Rasul SAW tentang jamsostekdari baitul mal, sehingga dapat memberi ketenangan dan produktifitas kerja karyawan.Penyelenggaraan program jaminan sosial merupakan salah satu tangung jawab dan kewajibanNegara untuk memberikan perlindungan sosial ekonomi kepada masyarakat. Sesuai dengan kondisikemampuan keuangan Negara, Indonesia seperti halnya berbagai Negara berkembang lainnya,mengembangkan program jaminan sosial berdasarkan
funded social security 
, yaitu jaminan sosialyang didanai oleh peserta dan masih terbatas pada masyarakat pekerja di sektor formal.Dengan semakin meningkatnya peranan tenaga kerja dalam perkembangan pembangunannasional di seluruh tanah air dan semakin meningkatnya penggunaan teknologi di berbagai sektor kegiatan usaha dapat mengakibatkan seinakin tinggi resiko yang mengancam keselamatan, kesehatandan kesejahteraan tenaga kerja, sehingga perlu upaya peningkatan perlindungan tenaga kerja.
 
2 
Asuransi dan Keselamatan Kera
B.
 
TINJAUAN TEORITIS
1.
 
Pengertian Asuransi
Menurut ketentuan Pasal 1 angka (1) Undang-undang Nomor 2 Tahun 1992:
“Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara 2 (dua) pihak atau lebih, dengan mana pihak
penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi, untukmemberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian kerusakan atau kehilangan keuntunganyang diharapkan atau taggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan dideritatertanggung, yang timbul dan suatu peristiwa tidak pasti atau untuk memberikan suatu pembayaranyang didasarkan atas rneninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.PRINSIP POKOK ASURANSI:a. Prinsip Itikad Baik (Utmost Good Faith)b. Prinsip kepentingan yang dapat di Asuransikan (Insurable Interest)c. Prinsip Ganti Rugi (Indemnity)d. Prinsip Perwalian (Subrogation)e. Prinsip Kontribusi (Contribution)f. Prinsip Sebab Akibat (Proximate Cause)
2.
 
Definisi Tenaga Kerja
Tenaga kerja adalah setiap orang laki-laki atau wanita yang sedang dalam dan/atau akanmelakukan pekerjaan, baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Keselamatan kerja menunjuk kepada kondisi
 –
kondisifisiologis-fisikal dan pisiologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakanoleh perusahaan. Jika sebuah perusahaan melaksanakan tindakan
 –
tindakan keselamatan yangefektif, maka tidak akan ada lagi kecelakaan dalam pekerja hal ini akan lebih mempercepatkesejahteraan karyawan yang nantinya juga berimbas pada hasil
 –
hasil produksi perusahaan ini.Peranan departemen sumber daya manusia dalam keselamatan kerja merupakan perananyang sangat vital dalam perusahaan, departemen inilah yang merencanakan program keselamatankerja karyawan sampi dangan pelaksanaannya.
 
3 
Asuransi dan Keselamatan Kera
3.
 
Definisi Asuransi Tenaga Kerja
 Asuransi Tenaga Kerja adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih dengan mana pihakpenanggung mengikatkan diri kepada tertanggung,dengan menerima premi asuransi, kepadaperusahaan untuk keselamatan kerja, maka karyawan ialah memperoleh tingkat kesejahteraan yangcukup memadai, dan juga dapat menegembangkan potensi dirinya dengan aman dan nyaman sertamelakukan aktivitasnya secara maksimal karena merasa dirinya maupun keluarganya terlindungi.Melalui faktor inilah produktivitas kerja dapat mudah ditingkatkan.
C.
 
PEMBAHASAN
 
Sejarah Lahirnya JAMSOSTEK
 Penyelenggaraan program jaminan sosial merupakan salah satu tangung jawab dan kewajibanNegara untuk memberikan perlindungan sosial ekonomi kepada masyarakat. Sesuai dengan kondisikemampuan keuangan Negara, Indonesia seperti halnya berbagai Negara berkembang lainnya,mengembangkan program jaminan sosial berdasarkan funded social security, yaitu jaminan sosial yangdidanai oleh peserta dan masih terbatas pada masyarakat pekerja di sektor formal.Sejarah terbentuknya PT Jamsostek (Persero) mengalami proses yang panjang, dimulai dariUU No.33/1947 jo UU No.2/1951 tentang kecelakaan kerja, Peraturan Menteri Perburuhan (PMP)No.48/1952 jo PMP No.8/1956 tentang pengaturan bantuan untuk usaha penyelenggaraan kesehatanburuh, PMP No.15/1957 tentang pembentukan Yayasan Sosial Buruh, PMP No.5/1964 tentangpembentukan Yayasan Dana Jaminan Sosial (YDJS), diberlakukannya UU No.14/1969 tentang Pokok-pokok Tenaga Kerja, secara kronologis proses lahirnya asuransi sosial tenaga kerja semakintransparan.Setelah mengalami kemajuan dan perkembangan, baik menyangkut landasan hukum, bentukperlindungan maupun cara penyelenggaraan, pada tahun 1977 diperoleh suatu tonggak sejarahpenting dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) No.33 tahun 1977 tentang pelaksanaanprogram asuransi sosial tenaga kerja (ASTEK), yang mewajibkan setiap pemberi kerja/pengusahaswasta dan BUMN untuk mengikuti program ASTEK. Terbit pula PP No.34/1977 tentang pembentukanwadah penyelenggara ASTEK yaitu Perum Astek.Tonggak penting berikutnya adalah lahirnya UU No.3 tahun 1992 tentang Jaminan SosialTenaga Kerja (JAMSOSTEK). Dan melalui PP No.36/1995 ditetapkannya PT Jamsostek sebagai badan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->