• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 3
    CommentGo Back
 
BAB IPENDAHULUANLatar Belakang
Pengembangan masyarakat lokal sekitar tambang mungkin sebuah istilahyang baru bagi kita. Makna-makna pengembangan masyarakat lokal terkaitdengan pelaksanaan program
community development 
sering dikaitkan dengankonteks pembangunan yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yangsejahtera dan berkeadilan sosial. Salah-satu bentuk implementasi pembangunankesadaran akan pentingnya kesejahteraan sosial adalah dengan dikenalnya tak lama ini dengan istilah
“community development”
atau lazim kita kenal denganistilah
“Pengembangan Masyarakat”.
Terkait dengan mekanisme pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan,sering kita dengar bahwa masyarakat dipandang hanyalah sebagai obyek yangmenerima resiko (dampak) dari eksploitasi sumberdaya alam yang dilakukanmanusia. Eksploitasi terhadap sumberdaya alam yang berlebihan seringmenimbulkan dampak-dampak yang merugikan, di sisi lainnya eksploitasisumberdaya ini dilakukan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia.Contoh riilnya adalah eksploitasi Batubara yang saat ini sedang marak dilakukan hampir di seluruh kawasan Indonesia. Kenyataan menunjukkan bahwakegiatan ekploitasi tambang batu bara ini sering menimbulkan banyak konflik kepentingan. Di satu sisi, sumber daya alam dieksploitasi untuk memenuhikebutuhan peningkatan pendapatan daerah (PAD) guna penyelenggaraanpembangunan (Pusat dan Daerah). Di sisi lainnya, akibat eksploitasi sumber dayaalam mengakibatkan kerusakan pada alam dan bencana akibat degradasilingkungan, dan tentunya masyarakat yang lebih banyak menerima resiko tersebut
(Hasan, 2001)
.
 
2Kegiatan pertambangan umumnya beroperasi di daerah terpencil danberhimpitan dengan kegiatan masyarakat sehari-hari. Masalah muncul ketikamasyarakat menganggap bahwa perusahaan telah merebut lahannya, dan kegiatantambang menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Keadaan tersebut seringkalimenimbulkan konflik dalam kehidupan masyarakat lokal. Kedatangan perusahaanpertambangan bahkan sejak tahap eksplorasi seringkali menimbulkan harapanyang tinggi, khususnya berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat di sekitaroperasional tambang, baik dalam bentuk penyerapan tenaga kerja, ketersediaanfasilitas infrastruktur yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar bahkanhingga masalah peningkatan perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakatsekitar tambang.Asumsi yang berkembang selama ini adalah dengan kekayaan sumber dayaalam yang tereksploitasi, maka semestinya masyarakat akan merasakan manfaatlangsung dari keberadaan perusahaan tambang batu bara beroperasi di kawasantersebut. Namun kenyataan menunjukkan hal lain, yaitu bahwa pendapat tersebuttidak sepenuhnya benar. Ternyata di kawasan yang tereksploitasi sumberdayaalamnya masih banyak ditemui masyarakat yang hidup di bawah gariskemiskinan.Kedatangan perusahaan tambang pada suatu kawasan memicu terjadinyaperubahan sosial dalam kehidupan masyarakat lokal. Kebiasaan (pola hidup)masyarakat sekitar tambang yang senantiasa menggantungkan hidup pada alamdengan bekerja sebagai Petani atau Peladang berubah drastis seiring denganperubahan sosial yang terjadi di suatu kawasan yang menjadi pusat operasional
 
3tambang. Perubahan yang sangat mencolok dan dapat dilihat adalah adanyaperubahan pergeseran pola hidup (kebiasaan) masyarakat. Semula pola hidupmasyarakat bersifat tradisional dan banyak bergantung dengan alam berubahdrastis menjadi masyarakat yang terkontaminasi modernitas perusahaan di sekitartempat tinggalnya. Akibatnya, mereka lebih banyak terpinggirkan karena tidak mampu bersaing dengan masyarakat pendatang untuk memperoleh pekerjaan.Kehidupan mereka semakin terpinggirkan tatkala sebagian lahan tempat merekamenggantungkan hidup telah beralih fungsi menjadi areal pertambangan.Kesenjangan sosial di atas sering menjadi memicu masyarakat bekerja danberpola pikir
instan
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah-satunya adalahdengan bekerja sebagai pembalak liar (pelaku
illegal logging
), atau dalam istilahlokal disebut sebagai pekerja kayu sibitan yang tak jarang sering berbenturandengan ketentuan hukum yang berlaku. Pekerjaan lainnya adalah sebagaikaryawan atau buruh (pekerja kasar) pada perusahaan pertambangan skala kecilmaupun menengah di sekitar tempat tinggalnya. Kenyataan ini merupakanindikasi bahwa masyarakat sekitar tambang belum sepenuhnya merasakanmanfaat langsung terhadap keberadaan perusahaan tambang yang telahmengeksploitasi sumber daya alam di sekitar tempat tinggalnya. Fenomena inisering tidak terpikirkan atau dipandang hanya sebelah mata oleh pihak-pihak terkait. Ketika semua masalah terakumulasi pada titik klimaknya maka kondisi iniberubah menjadi sebuah issue pemicu terjadinya konflik (baik vertikal danhorizontal) dari berbagai pihak yang berkepentingan dengan kelancaranoperasional tambang di kawasan tersebut.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...

mohon izin mendownload... untuk penelitian saya, terima kasih

Monggo silakan download..selama tujuannya untuk penelitian, mudahan bisa membantu Anda. Goodluck..okehh

mhn kpd siapa pun yg download File Tesis kami, daftarkan comment anda..tinggalkan pesan. Semua kami persembahkan untuk Anda sekalian dgn Free. TQs

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...