Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
konsep penghargaan dan sangsi dalam pendidikan islam

konsep penghargaan dan sangsi dalam pendidikan islam

Ratings:

4.63

(8)
|Views: 1,837 |Likes:
Published by Lukman bin Ma'sa

More info:

Published by: Lukman bin Ma'sa on Feb 23, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF or read online from Scribd
See more
See less

02/01/2013

 
Konsep Penghargaan Dan Sanksi Dalam Pendidikan Islam
(Studi Kasus Pedidikan Pada Anak)
1
Oleh: Lukman bin Ma’sa
Muqaddimah
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Aku Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi, selain Allah; dan aku bersaaksi bahwa sesungguhnyaMuhammad itu hamba dan rasul-Nya.Anak merupakan amanah yang diberikan Allah kepada para orangtua, dan wajib ditunaikan.Kenyataan bahwa banyak kaum ibu yang lebih memilih karir daripada pendidikan anaknya.Mereka menitipkan anak pada pembantu atau baby sister. Sebaliknya ada sebagian ibu yangmencurahkan seluruh waktunya untuk keluarga dan anaknya, tetapi mereka menerapkan metode pendidikan yang salah kepada anaknya.Pendidikan anak dengan metode pemberian penghargaan dan hukuman banyak disepelehkanoleh para pendidik, karena sudah begitu biasa dilakukan. Sehingga kententuan dan aturan yangada pun dilupakan bahkan banyak yang tidak menyadari kalau hal yang dianggap sepele itumemiliki aturan. Padahal, kekeliriun pada saat menerapkan metode pendidikan ini, bisa berakibatfatal sehingga merusak kepribadian anak yang sebelumnya sudah terbentuk dengan baik. 
1. Sekilas Pendidikan Anak Dalam Islam
Untuk mendidik anak agar memiliki tingkah laku dan kepribadian yang islami, maka proses belajar mengajar harus ditetapkan dengan sistem pendidikan yang idiologis, yaitu pendidikanyang dasarkan kepada Islam sebagai suatu aturan. Maka bukan saja pendekatannya kepada anak sebagai objek perubahan, namun pendidiklah faktor utama dan yang paling penting yang akanmenentukan berhasil atau tidaknya tujuan pendidikan itu. Selain penguasaan terhadapmetodologi atau sistem pendidikan yang baik dan benar, seorang pendidik pun harus memilikisifat-sifat yang telah dicontohkan Rasulullah sebagai seorang pendidik agung. Sepertitanggungjawab yang tinggi bahwa ia akan dimintai pertanggungjawaban nati di hadapan AllahSWT.
2
 
1 Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Studi al-Qur’an pada jurusan Pendidikan danPemikiran Islam yang dibimbing oleh Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin MS dan Dr. H. Ibdalsyah, MA. ProgramPasca Sarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor. Dipresentasikan pada tanggal 27 Desember 20082 Mukhotim El Moekry,
Membina Anak Beraqidah Kokoh; Metode Mendidik Anak Menjadi Generasi Idiologis
,
1
 
Ibnu Qayyim al-Jauziyah Rahimahullah mengatakan :”Sebagian ulama mengatakan bahwa Allah SWT akan meminta pertanggung jawaban setiaporang tua tentang anaknya pada hari kiamat sebelum anak sendiri meminta pertanggungjawaban orang tuanya. Sebagaimana seorang ayah mempunyai hak atas anaknya,maka anak pun mempunyai hak atas ayahnya. Jika Allah berfirman dalam surat al-Ankabut :15,
$
uZø
Š
¢
¹urur
 
z
»
` |¡SM
}
$
#
 
Ïm
÷
Š
y
Š
Ï9ºuqÎ
/
 
$YZó¡ãm
)
Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya... ” 
maka disamping itu Allah juga berfirman dalam surat at- Tahrim: 6,
$
pk
ŠŠ
r'¯
»
t
Š
 
tûïÏ
%
 © 
!
$
#
 
(#
qãZtB
#
 
(#
þqè
%
 
ö
/
ä3|¡àÿRr
&
 
ö
/
ä3
Š
Î
dr
&
ur
 
#
Y $tR$ydß
Š
%
ur
 
â
¨
$
¨
Z9$
#
 
äou $‘ yfÏtø
:
$
#
ur
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dariapi neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu...
” 
3
 
Ketika menafsirkan surat at-Tahrim ayat 6 ini, Imam Ibnu Katsirmenyebutkan beberapa komentar sahabat seperti komentar Sayyidina Alir.a. yang mengatakan ”Ajari mereka dan didiklah mereka.” Ibnu Abbas r.amengatakan ”Ajari Keluargamu ketaatan kepada Allah, dan melarangmereka untuk tidak melakukan kemaksiatan kepada Allah. SedangkanAddahak mengatakan ”kewajiban atas setiap muslim untuk mengajarikeluarganya, yang terdiri dari anak, istri, budak serta semua yang menjaditanggungjabanya dari apa-apa yang diwajibkan dan dilarang Allah kepadamereka”.
4
Pendidikan adalah hak anak yang menjadi kewajiban atas orangtua. Iaadalah hibah atau hadiah. Hal ini telah ditegaskan oleh nabi SAW melaluisabda beliau, ”Merka itu disebut oleh Allah sebagai
abrar 
(orang-orang yangbaik) karena mereka berbakti kepada orang tua dan anak. Sebagaimanakamu mempunyai hak atas anakmu, maka anakmu juga mempunyai hakatasmu.” Diriwayatkan oleh Bukhari dalam
 Adab al-Mufrad.
5
 
2. Konsep Pemberian Penghargaan dan Sanksi
Jakarta: Wahyu Press, 2004. hlm. 66 3 Ibnu Qayyim Al-Jauziyah,
 Ahkam al-Maulud 
. Dikutip dari Muhammad Suwaid,
Mendidik Anak Bersama Nabi SAW 
, Solo : Pustaka Arafah, 2006, Cet.4. hlm. 224 Mohammad Ali Ash-Shobuni,
Muhtashor Tafsir Ibnu Katsir 
, Beirut: Darul Qur’anul Karim, 1981, Jil.3.hlm.5225 Muhammad Suwaid,
Mendidik Anak Bersama Nabi SAW 
. hlm. 24
 
Salah satu teknik atau metode pendidikan Islam adalah pendidikan dengan pemberian penghargaan dan sanksi. Penghargaan atau hadiah dalam pendidikan anak akan memberikanmotivasi untuk terus meningkatkan atau paling tidak mempertahankan prestasi yang telahdidapatnya, di lain pihak temannya yang melihat akan ikut termotivasi untuk memperoleh halyang sama. Sedangkan sanksi atau hukuman sangat berperan penting dalam pendidikan anak sebab pendidikan yang terlalu lunak akan membentuk anak kurang disiplin dan tidak mempunyaiketeguhan hati.
6
Sudah menjadi tabiat manusia memiliki kencendrungan kepada kebaikan dan keburukan.Oleh karena itu pendidikan Islam berupaya mengembangkan manusia dalam berbagai jalankebaikan dan jalur keimanan. Demikian pula pendidikan Islam berupaya menjauhkan manusiadari keburukan dengan segala jenisnya. Jadi tabiat ini merupakan kombinasi antara kebaikan dankeburukan, maka tabiat baik perlu diarahkan dengan memberikan imbalan, penguatan dandorongan, sedangkan tabiat buruk perlu dipagari dan dicegah. Cara pengarahan ini dikenal dalamal-Qur’an dengan metode
targhib
dan
tarhib.
Targhib
dan
tarhib
merupakan salah satu teknik pendidikan yang bertumpu pada fitrahmanusia dan keiginannya pada imbalan, kenikmatan dan kesenangan. Metode ini pun bertumpu pada rasa takut mausia terhadap hukuman, kesulitan dan akibat buruk. Tekhnik imbalan (targhib)diisyaratkan Allah dalam Surat Ali Imran ayat 133 :
 
)#
þqããÍ $‘ y‘ur
 
n
<
Î
)
 
;
ot‘ÏÿøótB
 
`ÏiB
 
öNà6În
‘
 
>
p
¨
Yy_ur
 
$yÊó‘tãßNºu
»
q yJ¡¡9$
#
 
ÞÚö‘F
{
$
#
ur
 
ôN£‘Ïãé
&
 
tûüÉ
)
GßJù
=
Ï9
 
ÇÊÌÌÈ
 
 Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”
 Adapun tekhnik sanksi (tarhib) diungkapkan dalam Firman Allah Swt salah satunya padasurat at-Tahrim ayat 6 sebagai berikut:$
pk‘‘r'¯
»
 
tûïÏ
%
 © 
!
$
#
 
(#
qãZtB
#
 
(#
þqè
%
 
ö
/
ä3|¡àÿRr
&
 
ö
/
ä3‘Î
dr
&
ur
#
Y $‘ tR
 
$ydߑqè
%
ur
 
â
¨
$
¨
Z9$
#
 
äou $‘ yfÏtø
:
$
#
ur
”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dariapi neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu...” 
.
8
 
6 Riwayat Attubani”Metode Mendidik Akhlak Anak” diakses pada 20 Desember 2008 dari http://riwayat.wordpress.com7 Ahmad Ali Budiwi,
 Imbalan dan Hukuman: Pengaruhnya bagi Pendidikan Anak 
, Jakarta: Gema Insani Press,2002 hlm. 48 Ahmad Ali Budiwi,
 Imbalan dan Hukuman: Pengaruhnya bagi Pendidikan Anak 
, hlm. 8
3

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
adiretsu7491 liked this
Mufriyadi Muf liked this
Muhammad Yusuf liked this
tina_yn liked this
Hilmen Taufiq A liked this
aurelunet liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->