Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
API Di Bukit Menoreh 3

API Di Bukit Menoreh 3

Ratings: (0)|Views: 365|Likes:
Published by Will Rodriguez
Seri ketiga dari cerita Agung Sedayu dan Panembahan Senopati, awal berdirinya kerajaan Mataram
Seri ketiga dari cerita Agung Sedayu dan Panembahan Senopati, awal berdirinya kerajaan Mataram

More info:

Published by: Will Rodriguez on Feb 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/19/2013

pdf

text

original

 
Kang Zusi -http://kangzusi.com/ 
1
Bundel Buku III Api di Bukit MenorehKarya SH MintardjaEbook oleh : Dewi KZ
Trims untuk Kuncung atas kiriman hasil convertnyahttp://kangzusi.com/http://dewi.0fees.net/  Buku 201
 
SEBENARNYALAH Glagah Putih memangmelakukannya untuk membiasakan diri dengan kudabarunya. Setiap harftneskipun hanya sebentar iamenelusuri bulak-bulak panjang.Diluar sadarnya Glagah Putih yang sedang berusahamengenali watak kudanya itu ternyata selalu diawasi olehbeberapa orang yang ingin merampas kuda itu.Namun dalam pada itu, suatu pikiran baru telahberkembang lagi diantara orang-orang yangmenginginkan kuda Glagah Putih itu. Mereka ternyatatidak saja ingin mengambil kudanya, tetapi mereka inginmembawa Glagah Putih bersama mereka. “ Ia anak seorang yang kaya-raya”berkata orangtertua diantara mereka berempat. “ Siapa yang mengatakannya?”bertanya kawannya. “ Tukang satang di Kali Praga tahu benar. Tetapi iamemang sederhana sehingga sama sekali tidak berkesan
 
Kang Zusi -http://kangzusi.com/ 
2
bahwa ia anak seorang saudagar kaya”jawab orangtertua diantara mereka. “ Tetapi kita tidak melihat kesan itu sama sekali. Dipadukuhan induk itupun tidak ada seorang yang kayaraya. Ki Gede Menorehpun bukan seorang yang kayaraya sebagaimana kita gambarkan.”desis salah seorangdiantara mereka. “ Tetapi ia anak seorang yang kaya. Mungkin ia tidak ingin menunjukkan kekayaannya melampaui Ki GedeMenoreh”jawab orang tertua”namun bagaimanapun jugakeadaannya, kita dapat membawanya serta. Kita minta
 
tebusan dari keluarganya itu. Disamping seekor kudayang sangat baik, kita akan mendapatkan uang tebusanentah darimana didapatkannya. Tetapi aku percayabahwa ia termasuk keluarga orang berada. “Kawan-kawannya tidak membantah lagi. Bagi mereka,melakukan tugas yang dibebankan oleh orang tertua di-antara mereka memang merupakan satu kewajiban.Namun jika benar anak itu dapat ditukar dengan uangtebusan, ada juga keuntungannya mereka terbelengguwaktu di Tanah Perdikan itu.Demikianlah, maka keempat orang itu sampai padasatu kesimpulan, bahwa saatnya sudah tiba. Merekaharus membawa Glagah Putih bersama kudanya keluardari Tanah Perdikan. Mudah sekali. Mereka berkudaberlawanan arah dengan Glagah Putih. Mencegatnya,kemudian mengajaknya pergi. Dua diantara merekadidepan dan dua di belakang sehingga Glagah Putih tidak dapat lolos dari tangan mereka. Jika anak muda itumemaksa berusaha melarikan diri karena kudanya lebih
 
Kang Zusi -http://kangzusi.com/ 
3
kuat, maka mereka terpaksa mengambil tindakankekerasan.Ketika perhitungan mereka telah masak, makamereka-pun telah menetapkan waktu untuk melakukannya. Sebagaimana kebiasaannya, makakeempat orang itu berharap bahwa Glagah Putih akanmelewati jalan bulak itu dengan kudanya yang tegar.Dengan perhitungan itulah, maka pada suatu pagi,keempat orang itu berkuda menyusuri jalan bulak TanahPerdikan Menoreh. Dua orang didepan, dan dua oranglagi berada dibelakang, berjarak beberapa puluh langkah,
 
sehingga dengan demikian, mereka seolah-olah tidak sedang dalam perjalanan bersama.Ternyata bahwa yang mereka perhitungkan itu tepat.Seperti kebiasaan Glagah Putih, maka mereka akanberpapasan dengan Glagah Putih itu ditengah-tengahbulak panjang.Dua orang yang berada didepan sama sekali tidak menyapanya. Mereka justru menepi dan memberikan jalan kepada Glagah Putih.Glagah Putihpun semula tidak menghiraukan keduaorang yang berkuda itu. Namun ketika ia melihat dua lagiorang berkuda dan nampaknya keduanya justru dengansengaja menghalangi jalan, maka Glagah Putih itupunberpaling.Ia mulai curiga terhadap kedua orang berkuda yanglebih dahulu telah berpapasan itu. Karena keduanyapunternyata telah berhenti dan bahkan kuda merekapuntelah ber-balik arah.