Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Unsur Cerpen Dan Contoh

Unsur Cerpen Dan Contoh

Ratings: (0)|Views: 123|Likes:
unsur cerpen
unsur cerpen

More info:

categoriesTypes, Resumes & CVs
Published by: Viquendae Ittu Jugga Phekhepheke on Feb 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/06/2014

pdf

text

original

 
Unsur-unsur intrinsik cerpen meliputi berikut:1.Tema adalah ide pokok sebuah cerita, yang diyakini dan dijadikan sumber cerita.Contoh:
“Sedari mudaku aku disini, bukan? Tak ku ingat punya istri, punya anak, punya keluarga seperti orang-orang lain, tahu? Tak kupikirkan hidupku sendiri. Aku tak ingin cari kaya,bikin rumah. Segala kehidupanku, lahir batin, ku serahkan kepada Allah SubhanahuWata’ala. Tak pernah aku menyusahkan orang lain. Lalat seekor enggan akumembunuhnya. Tapi kini aku dikatakan manusia terkutuk. Umpan neraka…. Tak ku pikirkan hari esokku, karena aku yakin Tuhan itu ada dan pengasih penyayang kepadaumatNya yang tawakkal. Aku bangun pagi-pagi. Aku bersuci. Aku pukul bedug membangunkan manusia dari tidurnya, supaya bersujud kepadaNya. Akubersembahyang setiap waktu. Aku puji-puji dia. Aku baca KitabNya. “Alahamdulillah”kataku bila aku menerima karuniaNya. “Astaghfirullahkataku bila aku terkejut. Masa Allah bila aku kagum.” Apakah salahnya pekerjaanku itu? Tapi kini aku dikatakanmanusia terkutuk.”
Dengan demikian, tema cerpen tersebut adalah seorang kepala keluarga lalai itusehingga masalah kelalaiannya itu akhirnya mampu membunuh dirinya.
2.
Latar/
 setting 
adalah tempat, waktu, suasana yang terdapat dalam cerita.
a.Latar Tempa
Latar jenis ini biasa disebut latar fisik. Latar ini dapat berupa daerah, bangunan,kapal, sekolah, kampus, hutan, dan sejenisnya. Latar tempat yang ada dalam cerpenini jelas disebutkan oleh pengarangnya, seperti kota, dekat pasar, di surau, dansebagainya :
 Kalau beberapa tahun yang lalu Tuan datang ke kota kelahiranku denganmenumpang bis, Tuan akan berhenti di dekat pasar. Melangkahlah menyusuri jalanraya arah ke barat. Maka kira-kira sekilometer dari pasar akan sampailah Tan di jalan kampungku. Pada simpang kecil kekanan, simpang yang kelima, membeloklahke jalan sempit itu. Dan di ujung jalan itu nanti akan tuan temui sebuah surau tua. Di depannya ada kolan ikan, yang airnya mengalir melalui empat buah pancuranmandi.b.Latar Waktu
Latar jenis ini, yang terdapat dalam cerpen ini ada yang bersamaan dengan latar tempat, seperti yang sudah dipaparkan di atas pada latar tempat atau contoh yanglainnya seperti berikut :
“Pada suatu waktu,” kata Ajo Sidi memulai, “..di Akhirat Tuhan Allah memeriksaorang-orang yang sudah berpulang ….”.
 
Meskipun begitu, ada juga yang juga yang jelas-jelas menyebutkan soal waktu,misalnya:
 Jika tuan datang sekarang, hanya akan menjumpai gambaran yang mengesankan suatu kebencian yang bakal roboh ………Sekali hari aku datang pula mengupah kepada kakek.“Sedari mudaku aku di sini, bukan ?….”.c.Latar Sosia
Di dalam latar ini umumnya menggambarkan keadaan masyarakat, kelompok-kelompok sosial dan sikapnya, kebiasaannya, cara hidup, dan bahasa. Di dalamcerpen ini latar sosial digambarkan sebagai berikut :
 Dan di pelataran surau kiri itu akan tuan temui seorang tua yang biasanyaduduk disana dengan segala tingkah ketuaannya dan ketaatannya beribadat. Sudahbertahun-tahun Ia sebagai Garim, penjaga surau itu. Orang-orang memanggilnyakakek 
 
.
Dari contoh ini tampak latar sosial berdasarkan usia, pekerjaan, dan kebisaan ataucara hidupnya.3.Alur adalah peristiwa atau kejadian yang membentuk sebuah cerita.Macam-macam alur:a.Alur maju (progresif) b.Alur mundur (regresif)c.Alur gabungan (progresif-regresif)Alur meliputi beberapa tahap:
Pengantar: bagian cerita berupa lukisan, waktu, tempat atau kejadian yangmerupakan awal cerita.Contoh: Penjelasan tentang keberadaan seorang kakek yang menjadi garim di sebuahsurau tua beberapa tahun yang lalu, seperti yang diungkapkan pada data berikut:
 Kalau beberapa tahun yang lalu Tuan datang ke kota kelahiranku.... akan Tuantemui seorang tua yang biasanya duduk di surau dengan segala tingkah ketuaannyadan ketaatannya beribadat. Sudah bertahun-tahun ia sebagai garim, penjaga surauitu. Orang-orang memanggilnya kakek.
Penampilan masalah: bagian yang menceritakan masalah yang dihadapi pelakucerita.Contoh:
 
Berdasarkan data ini tampak jelas bahwa yang dimaksud cerita mulai bergerak danterbuka adalah karena informasi ini belum tuntas bahkan menimbulkan pertanyaan,mengapa si Kakek wafat dan bagaimana hal itu bisa terjadi? Sehinggaketidakstabilan ini memunculkan suatu pengembangan suatu cerita.
Tapi kakek ini sudah tidak ada lagi sekarang. Ia sudah meninggal. Dan tinggallah surau itu tanpa penjaganya.... Jika Tuan datang sekarang hanya akan menjumpai gambaran yang mengesankan suatu kesucian yang bakal roboh. Dan kerobohan itu kian hari kian cepat berlangsungnya....
Puncak ketegangan/ klimaks: masalah dalam cerita sudah sangat gawat, konflik telahmemuncak.Contoh:
“Kurang ajar dia.” Kakek menjawab.“ Kenapa ?“Mudah-mudahan pisau cukur ini, yang kuasah tajam-tajam ini, menggorok tenggorokannya.”
Ketegangan menurun/ antiklimaks: masalah telah berangsur-angsur dapat diatasi dankekhawatiran mulai hilang.Contoh:
 Kakek begitu muram. Di sudut benar dia duduk dengan lututnya menegak menopang tangan dan dagunya. Pandangannya sayu kedepan, seolah-olah ada sesuatu yang mengamuk pikirannya. Sebuah blek susu yang berisi minyak kelapa sebuah asahanhalus, kulit sol panjang, dan pisau cukur tua berserakan di sekitar kaki Kakek.
Penyelesaian/ resolusi: masalah telah dapat diatasi atau diselesaikan.Contoh: ketika orang-orang terkejut mendapatkan si Kakek garin itumeninggal dengan cara mengenaskan, justru Ajo Sidi menganggap hal itu biasa saja bahkan dia berusaha untuk membelikan kain kafan meskipun hal ini dia pesankanmelalui istrinya
 Aku cari Ajo Sidi ke rumahnya. Tapi aku berjumpa sama istrinya saja. Lalu akutanya dia. “Ia sudah pergi,” jawab istri Ajo Sidi.“Tidak ia tahu Kakek meninggal ?”“Sudah. Dan ia meniggalkan pesan agar dibelikan kain kafan buat Kakek tujuhlapis.”“Dan sekarang,” tanyaku kehilangan akal sungguh mendengar segala peristiwaoleh perbuatan Ajo Sidi yang tidak sedikitpun bertanggung jawab,” dan sekarang kemana Dia ?”“Kerja.”“Kerja ?” Tanyaku mengulang hampa“Ya. Dia perg 
i kerja.”

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->