• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
MARX DAN ENGELS TENTANG PARTAI PROLETARIAT
oleh: Doug Lorimer 
Marx dan Engels bukanlah orang-orang yang pertama kali mengembangkan dan mengajukan visi tentangmasyarakat tanpa klas. Sebagaimana yang telah diakui oleh keduanya, para pemikir sebelum merekamengembangkan "pada abad ke 16 dan 17, pada abad 18, teori-teori komunistik yang aktual ... dimana yangharus dihapuskan bukan sekedar keistimewaan-keistimewaan (privileges) klas, namun perbedaan klas itusendiri". Pencapaian besar yang diraih oleh Marx dan Engels adalah berhasil melihat proses sejarah yangsesungguhnya, yang memungkinkan sosialisme menjadi kenyataan. Itulah sebabnya mereka menciptakansosialisme ilmiah. Engels menekankan dalam karyanya
Sosialisme: Utopia dan Ilmiah
, bahwa "Untukmemberikan landasan ilmiah bagi Sosialisme, pertama-tama dia harus diletakkan diatas basis atau landasanyang nyata".Yang dimaksudkan dengan "landasan yang nyata" ini adalah, sebuah konsepsi sejarah yang materialistis.Konsepsi ini menunjukkan bahwa Sosialisme tidak akan pernah terwujud melalui himbauan moral kepadaseluruh umat manusia untuk menuju terbentuknya masyarakat tanpa klas, akan tetapi ia hanya akanterwujud melalui pengambil alihan kekuasaan politik oleh sebuah klas, yaitu proletariat. Inilah kesimpulanpokok yang tertuang dalam karya pertama mereka prinsip materialisme historis -- The German Ideology--.Dalam buku yang ditulis antara bulan November 1845 dan April 1846 (yang tak pernah diterbitkan selamaMarx dan Engels masih hidup) para penulisnya menunjukkan bahwa yang menjadi basis material terjadinyasatu perubahan dari satu sistem sosial ke sistem sosial lainnya adalah kontradiksi antara kekuatan-kekuatanproduktif dengan bentuk pemilikan yang sudah usang terhadap kekuatan-kekuatan produktif. Buku inimenunjukkan bahwa kontradiksi yang bersifat obyektif ini merupakan akar dari perjuangan klas antara kauproletar upahan dan kaum kapitalis yang menghisap mereka. Perjuangan klas ini hanya bisa dilancarkanoleh proletariat melalui sebuah revolusi komunis.Sebelumnya pada karya Theeses on Feurbach yang ditulis pada 1845 Marx telah merumuskan gagasanmelalui praksis Revolusioner, umat manusia bukan hanya mengubah kondisi materialnya tetapi jugamengubah diri mereka sendiri. Dalam The German Ideology Marx dan Engels mengatakan bahwa tatanansosial yang baru hanya dapat diwujudkan melalui sebuah revolusi sosial. Mereka menulis bahwa revolusidibutuhkan, " bukan hanya klas yang berkuasa tak bisa digulingkan dengan cara lain, tapi juga disebabkanklas yang menggulingkannya hanya bisa mensucikan dirinya melalui sebuah revolusi, dimana mereka akanbisa membersihkan diri dari seluruh kotoran yang telah melekat berabad-abad, dan dengan demikian merekasiap untuk mendirikan masyarakat baru".Dalam The german Ideology diterangkan bahwa tahap pertama revolusi komunis adalah pengambilankekuasaan politik oleh proletariat. Secara lebih jelas dilukiskan bahwa " setiap klas yang ingin menegakkandominasinya atau juga pada saat kaum proletariat sudah mendominasi dan hendak menhapuskanmasyarakat lama secara keseluruhan segala bentuk dominasi pada umumnya, sebelum semuanya itu dicapai maka yang pertama-tama harus dilakukan adalah merebut kekuasaan politik".Dalam buku tersebut tak dirumuskan lebih jauh mengenai tugas-tugas nyata kaum sosialis untukmewujudkannya. Akan tetapi pada tahun 1889, Lenin kemudian merumuskan tugas kaum sosialis adalah: "bukan rencana untuk memperbaharui masyarakat, bukan untuk menceramahi kaum kapitalis dan antek-anteknya agar mereka memperbaiki nasib kaum buruh dan bukan juga untuk menyusun persekongkolan-persekongkolan, akan tetapi ia harus mengorganisir perjuangan klas proletariat dan memimpin perjuanganini, dimana yang menjadi tujuan utamanya adalah perebutan kekuasaan politik oleh proletariat danmengorganisir masyarakat sosialis".Dalam suart yang dikirim untuk kaum sosialis Denmark, pada 1889, Engels menekankan bahwa"Proletariat tidak dapat merrebut kekuasaan politik yang merupakan satu-satunya pintu menuju masyarakatbaru tanpa revolusi dengan kekerasan. Dan sebagaimana telah Marx dan saya serukan sejak 1847, makaagar proletariat cukup kuat untuk memenangkan pertempuran pada hari yang menentukan, ia harusmembentuk sebuah partai yang terpisah yang berbeda dengan yang lainnya dan beroposisi kepada mereka,yaitu sebuah partai yang berdasarkan/berkesadaran klas".
I. Pembentukan Liga Komunis
Setelah pada 1844-1845 mereka berdua menyepakati prinsip-prinsip dasar sosialisme ilmiah dan setelahmereka menguraikannya secara lebih rinci melalui pengerjaan bersama The German Ideology pada tahun1845-1846, maka pada awal 1846 Marx dan Engels berupaya untuk --sebagaimana dikatakan oleh engelsdikemudian hari-- "menghimpun seluruh kaum proletar diseluruh Eropa dan yang menjadi target pertamaadalah Jerman".Pada awal 1846, mereka mendirikan komite korespondensi komunis Brussels, yang bertujuan untukmenjalin kontak surat menyurat dengan para pimpinan klas buruh radikal dan kaum sosialis seluruh Eropabarat untuk memudahkan penyebaran gagasan-gagasan sosialisme ilmiah dikalangan mereka.Keanggotaankomite terdiri dari sejumlah kecil kaum imigran Jerman, yang mencakup seorang guru Breslav, yaitu WilhemHolf dan seorang mantan perwira artileri Prusia, Joseph Weydemeyer.Marx dan Engels juga berupaya mendirikan komite-komite serupa diberbagai tempat, terutama sekali diJerman. Melalui bantuan wolf mereka menjalin kontak dengan sekelompok intelektual yang dipengaruhi olehgagasan-gagasan komunisme di Silesia, sementara Weydemeyer berusaha mendirikan komite-komitekorespondensi komunis di Westphalis dan propinsi Rhine.Ketika menyusun piagam piagam taktik bagi kaum komunis di Jerman, Marx dan Engels menyerukan
Marx & Engels tentang Partai Proletariat
1
 
agar mereka mendukung tuntutan-tuntutan kaum borjuis bagu ditegakkannya sebuah konstitusi demokratik,seperti kebebasan pers, kebebasan untuk berkumpul, dll, Karena jika tuntutan-tuntutan itu dapat tercapai"akan datang era baru yang memudahkan dilancarkannya propaganda komunis". Sebagai konsekwensinya,kaum komunis harus terlibat aktif dalam aksi-aksi massa menentang kekuasaan rejim-rejim feodal absolut diJerman dan menyokong kemenangan revolusi-revolusi demokratik-borjuis disana. Dengan demikian kaumkomunis dapat menciptakan kondisi-kondisi yang lebih menguntungkan bagi perjuangan proletariatmenentang borjuasi. Taktik seperti ini kemudian diterapkann oleh Marx dan Engels serta kawan-kawanmereka selama periode Revolusi 1848 di Jerman.Diantara pihak-pihak yang mendapatkan terbitan litograf dan pamflet-pamflet yang diterbitkan dariBrussels adalah para pemimpin liga keadilan, yaitu sebuah perkumpulan rahasia para imigran Jerman yangsebagian besar terdiri dari tukang jahit , yang didirikan pada tahun 1836.Beberapa tahun sebelumnya, baik Marx maupun Engels telah bertemu dengan beberapa pimpinan ligatersebut di Paris dan London, dan keduanya diajak bergabung dengan dengan organisasi mereka. Akantetapi, pada saat itu liga tersebut sangat dipengaruhi oleh gagasan-gagasan borjuis kecil yang reaksionedan romantik, yaitu mewujudkan masyarakat tanpa klas dengan cepat melalui pelaksanaan distribusi barang-barang konsumsi secara sama rata oleh sebuah pemerintahan revolusioner. Akan tetapi pemerintahanrevolusioner versi mereka didirikan tidak melalui pengambilan kekuasaan politik oleh sebuah gerakan massaburuh revolusioner, melainkan --sebagaimana gagasan seorang komunis yutopia dari Perancis, AugustBlanqui-- melalui kudeta yang dilakukan oleh persekongkolan revolusioner yang bersifat rahasia dan padu.Karena Marx dan Engels tidak setuju dengan ntujuan dan cara yang dipakai oleh Liga, yang bertentangandengan sosialisme proletariat, maka keduanya menolak bergabung dengan organisasi tersebut.Akan tetapi menjelang akhir tahun 1846, terjadi perubahan ideologis dikalangan para pemimpin liga.Mereka mulai tidak mulai tidak puas dengan gagasan sosialis Utopia, karena gagasan-gagasan tersebutgagal menjawab persoalan-persoalan praktis gerakan klas pekerja yang mereka temui dilapangan. Pada saatbersamaan, mereka mulai melihat bahwa ide-ide sosialisme ilmiah yang dipropagandakan dari Brussels olehMarx dan Engels dapat membawa gerakan klas pekerja ke jalan yang benar.Pada bulan November 1846 Komite eksekutif Liga --yang diantara anggotanya terdapat seorang pembuatsepatu Heinrich Bauer, pembuat jam tangan Joseph Moll dan Karl Schapper-- menyerukan diadakannyasebuah konggres komunis internasional di London pada bulan Mei 1847. Pada bulan Januari 1847 Molldiutus secara resmi untuk menemui Marx dan Engels di Paris dan untuk mengatur rencana agar kedua orangitu dapat bergabung dengan liga dan berpartisipasi dalam menyiapkan dokumen-dokumen konggres.Keduanya dijanjikan akan diberikan keleluasaan untuk menyampaikan gagasan-gagasan mereka. Dengankondisi semacam ini, Marx dan engels yang sedang mencari kesempatan untuk bekerja pada sebuahorganisasi yang lebih besar dan kuat memutuskan untuk bergabung. "Yang tergabung didalamnya berkisar ratusan orang", demikian tulis Engels dalam suratnya kepada Marx pada bulan Desember 1846.Pada bulan februari 1847 komite eksekutif liga mengeluarkan seruan kedua, yang kemudianmempengaruhi diskusi Moll dengan Marx dan Engels. Seruan tersebut menjadikan gerakan Cartist di Inggrissebagai contoh bagi kaum Komunis, walaupun tetap disertai catatan yang berbunyi: " dengan sangatmenyesal harus kami katakan bahwa gerakan tersebut belum berbentuk sebuah partai". Komite eksekutif kemudian memundurkan penyelenggaraan konggres yang semula direncanakan pada pada bulan Meimenjadi bulan Juni untuk memberikan lebih banyak waktu bagi persiapannya. Agenda yang akan dibahasdidalam konggres meliputi organisasi liga secara menyeluruh, penyusunan AD/ART baru, penyusunanprogram dan penerbitan berkala. 
II. AD/ART dan Struktur Liga Komunis
Akhirnya konggres terlaksana dari tanggal 2 sampai dengan tanggal 7 Juni 1847. Marx tidak bisamengikuti konggres karena tidak punya biaya untuk datang. Engels yang telah menjadi anggota organisasihadir sebagai utusan peserta dari cabang Paris, sementara Wolff datang sebagai utusan cabang Brussels.Apapun tujuannya, konggres adalah sebuah mekanisme konstitusional dan ia telah melahirkan sebuahorganisasi yang benar-benar baru, dengan prinsip-prinsip ideologi dan struktur yang baru serta nama yangbaru pula, Bund der Komunisten atau Liga Komunis. Organisasi kemudian mensahkan sebuah program,yang nantinya akan disempurnakan dalam konggres berikutnya, berupa rancangan garis besar yang di susunoleh Engels dalam bentuk katekismus revolusioner, sebuah bentuk yang populer dikalangan perkumpulankaum buruh. Katekismus tersebut kemudian diputuskan akan diedarkan ke cabang-cabang sebagai bahandiskusiAD/ART yang baru juga dirancang partisipasi langsung dari Engels dan Wolff. Rancangan ini jugadiedarkan kecabang-cabang lokal untuk di jadikan bahan diskusi sebelum disahkan pada konggresberikutnya. Sesuai dengan kesepakatan yang di capai oleh Marx dan Moll, Liga Komunis menghapuskansemua praktek persekongkolan (konspiratif), seperti ritual -ritual pengangkatan anggota baru yang berbaumistis, janji kesetiaan, penyusunan kwajiban anggi\ota yang njlimet dan pemusatan pengambilan keputusanyang berlebihan oleh badan-badan kepemimpinan yang telah diangkat melalui konggres.Dalam AD/ART yang baru disebutkan bahwa badan pengambilan keputusan tertinggi di Liga adalahkonggres, yang terdiri dari delegasi-delegasi yang yang dipilih oleh organisasi-organisasi lokal. Sebuah pasalyang tercantum dalam rancangan AD/ART sebagaimana diusulkan oleh Marx, memberi hak kepadaorganisasi-organisasi lokal untuk menerima atau menolak keputusan konggres. Organ Liga yang berkuasadiantara dua konggres adalah pimpinan sentral, yaitu sebuah komite yang sekurang-kurangnya terdiri darilima orang anggota yang dipilih oleh lingkaran-lingkaran atau distrik. Para anggota pimpinan sentralditempatkan selama masa konggres tanpa hak untuk mengambil keputusan.
Marx & Engels tentang Partai Proletariat
2
 
Unit organisasi yang paling dasar adalah "komunitas", dimana jumlah anggotanya paling sedikit tiga orangdan paling banyak duapuluh orang. Masing-masing komunitas harus memilih dua pengurus yang terdiri dariseorang ketua yang memimpin pertemuan-peertemuan komunitas dan seorang wakil ketua yangbertanggung jawab atas pendanaan komunitas. Dua atau lebih komunitas yang sudah ada kemudianmengkompakan dirinya kedalam sebuah "lingkaran". Organ eksekutif lingkaran terdiri dari pengurus-pengurus terpilihyang berasal dari seluruh komunitas yang tergabung didalamnya. Organ eksekutif inidipimpin oleh presiden yang terpilih. Berbagai lingkaran yang ada di sebuah negeri ataupun propinsikemudian tunduk pada "lingkaran tertinggi", yang keanggotaanya dipilih melalui konggres dan bertanggung jawab kepada pimpinan sentral.Komunitas-komunitas, pimpinan-pimpinan lingkaran dan pimpinan sentral harus bertemu setidaknyasatukali dalam dua minggu. Para anggota pimpinan lingkaran dan pimpinan sentral dipilih satu tahun sekalidan dan dapat dipilih kembali atau dijatuhkan oleh para pemilih kapan saja. Pimpinan sentral berhakmenentukan tema-tema diskusi untuk dibahas oleh seluruh anggota Liga.Para calon anggota yang sudah setuju dengan AD/ART dapat dilantik dengan persetujuan komunitaslokalnya masing-masing. AD/ART juga memungkinkan pemecatan anggota yang melanggar syarat-syaratkeanggotaan, dimana anggota yang dipecat hanya bisa diangkat kembali atas persetujuan pimpinan sentralberdasar proposal yang diajukan oleh lingkaran.Para anggota liga harus mengakui prinsip-prinsip liga, menerapkan "cara hidup dan menjalankanaktivitas" yang mendukung tujuan liga, tidak terlibat dalam organisasi politik lain, mereka harus segeramenginformasikannya kepada pimpinan liga yang langsung ada diatasnya. Sementara itu, sesuai denganusulan Marx, segala kwajiban lainnya lebih baik dicantumkan dalam AD/ART selanjutnya sesuai dengankebutuhan, ketimbang merancang AD/ART yang sektarian yang melarang para anggota liga untuk bergabungdengan perkumpulan-perkumpulan politik lainnya.Marx dan Engels mengomentari bahwa ‘ Konstitusi demokratis ini yang tidak memungkinkan adanyakelompok rahasia yang konspiratif, sangatlah cocok dengan tugas-tugas yang harus dijalankan olehorganisasi propaganda". 
III. Fusi Demokrasi dan Sentralisme
Jika kita begitu akrab dengan AD/ART Liga Komunis setelah 150 tahun dibuat, hal itu karena AD/ARTtersebut menyediakan elemen-elemen dasr bagi apa yang sekarang kita sebut sentralisme demokratik. Yaitusebuah prinsip yang yang memungkinkan kontrol anggota yang ketat terhadap institusi-institusikepemimpinan sejalan dengan prinsip sub ordinasi badan-badan yang lebih rendah terhadap badan-badanyang lebih tinggi. Baik istilah maupun prinsip sentralisme demokratik selama ini ditafsirkan secara salahsebagai penemuan oleh faksi Bolshevik pimpinan Lenin yang ada ditubuh Partai buruh Sosial DemokratRusia, pada awal abad ini.Akan tetapi, sebagaimana yang kita ketahui dari AD/ART Liga Komunis, gagasan penggabungandemokrasi, yang merupakan kekuasaan mayoritas, dengan kepemimpinan yang tersentralisir sebagai prinsipdasar organisasi klas pekerja sebenarnya telah dianjurkan oleh kaum Marxis jauh sebelum istilah"Sentralisme Demokratik" dipakai oleh kaum Bolshevik. Sebenarnya, sebagaimana ditunjukan oleh Paul LeBlanc dalam karyanya "Lenin dan Partai Revolusioner" (1990), istilah tersebut pertama-tama justru dipakaioleh kaum Menshevik dalam resolusi tentang organisasi PBSDR pada bulan November 1905. Dalamresolusinya Menshevik mengatakan :"PBSDR harus diorganisir sesuai prinsip sentralisme demokratik. Seluruh anggota partai harus terlibatdalam pemilihan-pemilihan institusi-institusi partai. Seluruhinstitusi partai dipilih untuk bekerja selama periodetertentu, dimana mereka berkewajiban menjalankan kebijakan-kebijakan dan mempertanggungjawabkannyasecara periodik atau berdasarkan permintaan organisasi yang dipilih mereka. Keputusan-keputusandikeluarkan oleh kolektif kepemimpinan bersifat mengikat seluruh anggota organisasi dimana kolektif tersebut menjadi organ kepemimpinannya. Segala kegiatan organisasi yang mempengaruhi jalannya rodaorganisasi secara keseluruhan (seperti konggres, reorganisasi) harus diputuskan oleh seluruh anggotaorganisasi. Keputusan -keputusan yang dikeluarkan oleh level organisasi yang lebih rendah tidak bolehdilaksanakan jika keputusan itu bertentangan dengan keputusan organisasi yang lebih tinggi."Kaum Bolshevik memakai istilah sentralisme demokratik untuk pertama kalinya dalam resolusi : "TentangReorganisasi Partai" yang dikeluarkan pada pada Desember 1905, yang kemudian dituangkan dalamresolusi tentang organisasi partai yang disyahkan oleh Konggres Persatuan Bolshevik - Menshevik PBSDRpada April 1906.Yang menjadi pertanyaan adalah "Mengapa istilah sentalisme ddemokratik dan prinsip yang tekandungdidalamnya ditafsirkan oleh banyak orang sebagai gagasan yang khas Leninis?". Ada dua alasan dasar yangbisa disebutkan disini. Alasan pertama adalah hanya kaum Bolshevik yang konsisten menerapkan prinsiporganisasi ini baik dalam teori maupun praktek. Alasan kedua adalah bahwa istilah itu sendiri kemudiandikaitkan dengan ciri tertentu dari prinsip demokrasi dan sentralisme yang dipakai oleh Bolshevik sejak tahun1912, yaitu saat mereka membentuk sebuah partai Marxis Revolusioner yang terpisah dan bertentangandengan kawan Menshevik yang reformis.Yang dimaksud dengan ciri yang berwatak Leninis dari sentralisme demokratik adalah meliputi prinsiporganisasional yang sama sekali baru dalam sejarah gerakan sosialis, setidaknya sejak berkembangnyagerakan tersebut di Eropa pada dekade 1890-an. Prinsip organisasional yang baru tersebut adalah laranganbagi faksi minoritas di kalangan Bolshevik untuk "mengeluarkan pernyataan di muka umum hal-hal yang bisamenggangu aksi-aksi atau keputusan-keputusan yang dikeluarkan oleh mayoritas." Sebagai alternatifnya,Lenin yang pada bulan 1814 mengirim laporan kepada forum pertemuan kaum sosialis Rusia yang
Marx & Engels tentang Partai Proletariat
3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...