Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
serial pedang kayu harum - 10 - ang hong cu [tamat]

serial pedang kayu harum - 10 - ang hong cu [tamat]

Ratings: (0)|Views: 1,151 |Likes:
Published by Dicky Wizanajani r
Seri Pedang Kayu Harum - 10
Seri Pedang Kayu Harum - 10

More info:

Published by: Dicky Wizanajani r on Feb 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/01/2013

pdf

text

original

Ang Hong Cu > karya Kho Ping Hoo > published by buyankaba.com
1
_________________________________________________________________

Pria itu usianya sudah limapuluh lima tahun, akan tetapi masih nampak tampan, gagah
dengan pakaiannya yang rapi, dengan rambutnya yang sudah terhias uban itu tersisir
rapi dan halus mengkilap oleh minyak harum. Sepasang matanya memancarkan gairah
dan kegembiraan hidup, mulutnya selalu tersenyum dan wajahnya tidak dikotori kumis
atau jenggot karena dicukur licin halus seperti wajah seorang pemuda. Dengan langkah-
langkah santai dia menuruni bukit pada pagi hari itu, menyongsong matahari pagi yang
baru muncul dari balik bukit di depan. Pagi yang cerah itu menambah kegembiraan pria
yang tampan gagah itu, dan agaknya kegembiraan pula yang mendorongnya untuk
bernyanyi di tempat yang sunyi itu. Suaranya lepas dan merdu, dan lagunya juga
gembira.

\u201cBebas lepas beterbangan

dari taman ke taman
mencari kembang harum jelita
untuk kuhisap sari madunya
setelah puas kumenikmatinya
kutinggalkan kembang layu merana
untuk mencari kembang segar yang baru
Si Kumbang Merah, inilah aku!\u201d
Pria itu bernyanyi dengan suara lantang. Padahal, kalau nyanyiannya itu terdengar

orang, apalagi tertangkap oleh pendengaran seorang pendekar, tentu dia akan
menghadapi kesulitan. Di dunia persilatan, nama Si Kumbang Merah sudah amat
terkenal. Ang-hong-cu (si Kumbang Merah) adalah nama seorang jai-ho-cat (penjahat
pemetik bunga), yaitu penjahat cabul yang suka mempermainkan dan memperkosa
wanita, yang dimusuhi oleh semua pendekar. Di dijuluki si Kumbang Merah karena

Ang Hong Cu > karya Kho Ping Hoo > published by buyankaba.com
2

setelah meninggalkan korbannya, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati, dia
selalu meninggalkan pula tanda mata berupa perhiasan berbentuk kumbang merah
terbuat daripada tembaga berlapis emas. Jarang ada yang sempat melihat mukanya,
karena penjahat ini bekerja cepat, memperkosa wanita dalam kegelapan atau kalau hal
itu dilakukan di siang hari, dia selalu menyembunyikan mukanya di balik bermacam
topeng. Selain tinggi ilmu silatnya, Ang-hong-cu inipun ahli dalam hal menyamar
sehingga mukanya dapat berubah-ubah dan tidak ada yang pernah melihat wajahnya
yang asli. Karena inilah, maka semenjak dia malang-melintang di dunia kang-ouw dan
menjadi seorang jai-hoa-cat yang telah mengorbankan banyak sekali gadis atau isteri
orang, ratusan mungkin sudah ribuan, dia selalu dapat lolos dari pengejaran para
pendekar yang berusaha untuk menangkap atau membunuhnya.

Siapakah pria berusia limapuluh lima tahun yang berjuluk Ang-hong-cu dan yang di benci
oleh semua pendekar ini? Dan kenapa pula seorang yang memilki ilmu kepandaian
tinggi, wajah yang tampan gagah, seperti dia itu, yang juga agaknya pandai membuat
sajak, tanda bahwa dia berpendidikan, dapat menjadi seorang penjahat cabul yang
demikian kejam dan ganas? Mari kita menengok kebelakang untuk melihat riwayat hidup
Ang-hong-cu ini, semenjak dia masih kanak-kanak.

**

Tang Siok adalah seorang pejabat tinggi yang mempunyai kedudukan penting di kota
raja. Pada waktu itu, Kaisar Ceng Tek baru saja dinobatkan menjadi kaisar dalam usia
lima belas tahun, dan karena kaisar yang amat muda ini sama sekali tidak berwibawa,
dan hanya mengejar kesenangan, maka tentu saja pengawasan terhadap para pembesar
amatlah kurang. Hal ini membuat para pejabat berlaku sewenang-wenang terhadap
rakyat, berlomba untuk menggendutkan kantung uang dan perut sendiri.

Tidak ketinggalan Tang Siok atau Tang-taijin. Dia hidup mewah dan biarpun usianya
sudah lebih dari setengah abad, dia masih saja menambah penghuni harem-nya yang
sudah penuh dengan selir-selir yang cantik jelita dan muda belia, diantara para selirnya,
yang paling disayang adalah Kui Hui, seorang wanita cantik menarik dan pandai memikat
hati. Kui Hui menjadi selir Tang-taijin ketika ia berusia tujuhbelas tahun. Kini ia telah
berusia duapuluh enam tahun dan mempunyai seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun
yang di beri nama Tang Bun An. Karena dapat mempunyai anak laki-laki inilah agaknya
yang membuat Tang Siok semakin sayang kepadanya. Selir cantik ini dimanja, lebih
daripada selir lainnya, bahkan lebih daripada isteri pertamanya. Karena itu, tentu saja
para selir merasa iri hati, namun tak seorangpun berani menantang atau menyatakan
kebencian mereka terhadap Kui Hui dengan berterang. Tang-taijin yang sudah berusia
enampuluh tahun ketika Kui Hui berusia duapuluh enam tahun itu, juga amat sayang
kepada Tang Bu An.

Sejak kecil Tang Bun An dimanja oleh ayah dan ibunya dan dia memperoleh pendidikan
yang baik, mempelajari ilmu baca tulisn dari seorang guru sastra yang dipanggil oleh
ayahnya untuk mengajar Tang Bun An dan saudara-saudara tirinya. Dia merupakan anak
yang paling tampan di antara para saudaranya, dan hal inilah yang membuat ayahnya
paling sayang kepadanya. Apalagi selain tampan, ternyata Tang Bun An juga memiliki
otak yang cerdas sekali dan dia selalu menonjol dalam mata pelajaran baca dan tulis.
Bahkan dalam usianya yang tujuh tahun itu, dia mulai pandai membuat sajak dan syair
berpasangan, suatu bentuk kesenian yang membutuhkan penguasaan bahasa, keahlian
menulis dan bakat seni yang besar.

Akan tetapi, tiada satupun yang sempurna di dunia ini, dan tiada satupun yang kekal.
Keadaan yang penuh kemuliaan dan kebahagiaan itu tiba-tiba saja mengalami perubahan
yang tidak disangka-sangka oleh Tang Bun An. Anak ini tidak tahu betapa ibu
kandungnya mulai meerasakan penderitaan hidup dengan semakin menuanya suaminya.

Ang Hong Cu > karya Kho Ping Hoo > published by buyankaba.com
3

Sebagai seorang wanita cantik jelita berusia duapuluh enam tahun, yang menerima
pandang mata penuh kagum dari banyak mata pria muda. Kui Hui tentu saja masih
memiliki gairah yang besar. Oleh karena itu, mulailah ia merasa kesepian ketika Tang
Siok semakin lama semakin lemah dan tidak hangat lagi seperti dulu-dulu, bahkan
semakin jarang tidur di dalam kamar selir tersayang ini. Bukan karena Tang Siok sudah
bosan kepadanya, melainkan karena akhir-akhir ini, kesehatan Tang Siok memang
menurun banyak. Hal ini mungkin saja di sebabkan karena sewaktu mudanya, dia terlalu
mengumbar nafsu sehingga dalam usia enampuluh tahun, dia mulai loyo.

Agaknya, perasaan kesepian ditambah dorongan gairahnya yang masih menyala-nyala,
maka mudah bagi setan untuk menggoda wanita muda ini. Di dalam gedung Tang-taijin
yang besar dan luas seperti istana, terdapat belasan orang pengawal di sebelah dalam
gedung, dan lebih banyak lagi pengawal jaga di luar gedung. Mereka bertugas menjaga
keselamatan Tang-taijin sekeluarga. Diantara para pengawal dalam itu terdapat
komandan pengawal bernama Ma Cun, seorang laki-laki berusia tigapuluh tahun lebih,
tinggi besar dan tampan gagah seperti tokoh Si Jin Kui dalam dongeng. Mula-mula dua
pasang mata bertemu pandang sekilas saja yang akhirnya dengan muka ditundukkan
oleh Kui Hui sebagai seorang wanita, dan pandang mata dialihkan oleh Ma Cun yang
merasa rikuh sebagai seorang pegawai, terhadap nyonya majikannya. Akan tetapi, api
gairah cinta mulai membara di dalam lubuk hati masing-masing. Pada kesempatan lain,
adu pandang mata itu berlangsung lebih lama, kemudian disusul dengan iringan senyum
simpul.

Saling tertarik antara pria dan wanita adalah suatu hal yang wajar. Sudah menjadi
pembawaan setiap orang manusia untuk tertarik kepada lawan jenisnya. Hal ini memang
penting untuk mendorong dua orang berlawanan jenis saling berdekatan sehingga terjadi
hubungan antara keduanya yang menjadi sarana perkembang-biakan manusia di
permukaan bumi. Akan tetapi, manusia adalah satu-satunya makhluk yang berakal budi
sehingga membentuk hukum dan tata susila, meletakkan batas-batas dan mengenal apa
yang mereka namakan baik dan buruk sesuai dengan kebiasaan atau hukum yang
dibentuk lingkungannya. Saling tertarik antara pria dan wanita ini biasanya hanya
diperbolehkan terjadi kelanjutannya bagi pria dan wanita yang masih bebas, yang belum
terikat dalam keluarga sebagai suami isteri. Rasa saling tertarik itu akan segera diusir
keluar lagi dari lubuk hati oleh seorang yang telah terikat menjadi suami atau isteri
orang lain, terutama sekali bagi wanita yang telah menjadi isteri orang lain seperti Kui
Hui. Mula-mula memang demikian. Namun, kesepian mendorongnya dan menggodanya.
Akhirnya pertemuan yang dimulai dengan dua pasang mata saling beradu pandang itu
berkelanjutan menjadi hubungan yang mesra antara Ma Cun dan Kui Hui yang tentu saja
dilakukan dengan rahasia dan sembunyi-sembunyi. Hal ini tidak begitu sukar mereka
lakukan karena Ma Cun memang seorang komandan atau pengawal dalam, sedangkan
Kui Hui adalah selir tersayang yang bebas bergerak pula. Ditambah lagi jarangnya Tang-
taijin datang berkunjung membuat kedua orang yang dimabok nafsu birahi itu leluasa
menyalurkan gairah memuaskan birahi mereka.

Pada suatu pagi, Bun An yang semestinya pergi ke ruangan belajar, pulang ke kamar
ibunya tidak seperti biasa. Kiranya, guru sastra hari itu jatuh sakit dan tidak mengajar,
maka anak-anak itu diliburkan. Bun An berlari pulang ketempat tinggal ibunya yang
merupakan bagian sebelah belakang kiri dari perumahan besar Tang-taijin dan langsung
saja dia berlari memasuki kamar ibunya. Begitu membuka daun pintu, anak laki-laki
yang baru berusia tujuh tahun itu terbelalak, mukanya berubah penuh keheranan.
Biarpun dia belum begitu mengerti, namun melihat ibunya dalam keadaan bugil berada
di atas pembaringan bersama perwira Ma Cun yang juga bugil, dia dapat menduga apa
yang terjadi antara ibunya dan perwira itu. Pengertian yang timbul ketika dia melihat
perkawinan binatang seperti ayam, cecak, anjing, kucing dan sebagainya ditambah
percakapan sembunyi-sembunyi dengan kakak-kakak tirinya yang lebih tahu akan hal

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->