• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 1
    CommentGo Back
Download
Jodoh Si Mata Keranjang > karya Kho Ping Hoo > published by buyankaba.com
1
_________________________________________________________________

Pegunungan Cin-ling-san berderet panjang dengan puncak-puncaknya yang tinggi menembus awan,
dari barat ke timur. Terletak di perbatasan tiga propinsi, yaitu Propinsi Kan-si dan Shen-si di utara, dan
Propinsi Secuan di selatan. Dari pegunungan inilah mengalir air sungai Wei-ho di sebelah utara yang
kemudian memuntahkan airnya ke sungai Huang-ho, dan di selatan mengalir sungai Han-sui yang
kemudian bergabung dengan sungai Yang-ce.

Karena adanya sumber-sumber air yang besar, maka permukaan gunung Cin-ling-pai nampak
kehijauan, tanahnya subur dan para penghuni dusun-dusun di daerah itu tak pernah kekurangan
makan. Pemandangan alamnya amat indah, bahkan ada beberapa bukit yang ditumbuhi banyak
macam tumbuh-tumbuhan yang mengandung obat.

Pegunungan Cin-ling-san bukan hanya terkenal karena keindahan alamnya, kesuburan tanahnya dan
kesejukan hawanya, akan tetapi bagi dunia kang-ouw terutama sekali karena di situ terdapat sebuah
perkumpulan para pendekar yang bernama Cin-ling-pai. Perkumpulan orang gagah ini berada di
sebuah lereng dekat puncak, lereng yang subur dan landai. Karena banyak anggauta cin-ling-pai tinggal
di situ, maka lereng ini merupakan suatu perkampungan tersendiri di mana terdapat bangunan-
bangunan yang di kelilingi pagar tembok. Tidak kurang dari seratus orang anggauta Cin-ling-pai
berkumpul di situ, bersama keluarga mereka. Di tengah perkumpulan ini berdiri sebuah bangunan tua
yang paling besar, berdiri seperti bersandar pada sebuah bukit, dan ini merupakan rumah tinggal
keluarga ketua Cin-ling-pai.

Cin-ling-pai amat terkenal di dunia kang-ouw karena banyak pendekar dari perkumpulan ini membuat
nama besar di dunia ramai dan mengangkat nama tinggi Cin-ling-pai sehingga perkumpulan itu di akui
sebagai sebuah perkumpulan-perkumpulan besar di waktu itu. Pada waktu itu, perkumpulan orang-
orang gagah lainnya yang terkenal adalah Siauw-lim-pai, Bu-tong-pai, Go-bi-pai, Kun-lun-pai, Kong-
thong-pai, Im-yang-pai dan masih banyak partai atau perkumpulan lain akan tetapi semua itu
merupakan cabang atau pecahan dari perkumpulan-perkumpulan besar itu.

Sejak beberapa turunan, Cin-ling-pai dipimpin oleh keluarga Cia. Keluarga ini terkenal sebagai ahli-ahli
silat yang memiliki kepandaian tinggi. Banyak macam ilmu silat tinggi yang hebat-hebat dimiliki keluarga
Jodoh Si Mata Keranjang > karya Kho Ping Hoo > published by buyankaba.com
2

ini sehingga nama Cin-ling-pai menjulang tinggi di dunia persilatan. Apalagi karena sepak terjang keluarga ini selalu menentang kejahatan dengan gigih, maka mereka dikenal sebagai pendekar- pendekar yang gagah perkasa.

Kurang lebih seratus tahun yang lalu, Cin-ling-pai dipimpin oleh seorang pendekar sakti yang bernama
Cia-Bun-Houw, seorang yang membuat nama besar sehingga bukan hanya namanya yang terkenal,
melainkan juga dia membawa nama Cin-ling-pai menjadi terkenal di seluruh dunia persilatan. Yang
menggantikan Cia Bun Houw sebagai ketua Cin-ling-pai adalah Cia Kong Liang yang pada waktu itu
telah menjadi seorang kakek yang usianya sudah tujuh puluh dua tahun dan tidak aktif lagi melainkan
lebih banyak bertapa di dalam kamarnya di bagian belakang bangunan keluarga ketua Cin-ling-pai yang
besar itu. Cia Kong Liang digantikan oleh puteranya, Cia Hui Song yang membuat nama Cin-ling-pai
semakin harum dengan sepak terjangnya sebagai pendekar yang gagah perkasa.

Pada waktu itu, biarpun Cia Hui Song baru berusia kurang lebih empat puluh empat tahun, namun dia
telah mengundurkan diri dari Cin-ling-pai. Memang dia tidak berbakat menjadi seorang ketua, lebih suka
hidup bebas dan berkelana bersama isterinya, yaitu Ceng Sui Cin puteri dari Pendekar Sadis di Pulau
Teratai Merah. Dan kedudukan ketua Cin-ling-pai di serahkan kepada ketua baru yang dipilih melalui
ujian dan pertandingan. Akhirnya, kedudukan ketua baru dipegang oleh puterinya, yaitu Cia Kui Hong,
seorang pendekar wanita yang amat gagah perkasa pula.

Cia Kui Hong baru berusia sembilan belas tahun ketika ia menjadi ketua Cin-ling-pai, hampir dua tahun
yang lalu. Sesungguhnya, sebagai seorang gadis pendekar yang memiliki darah petualang yang sama
seperti ayahnya. Kui Hong tidak suka menjadi ketua. Kalau ia ikut dalam pemilihan ketua, hal itu ia
lakukan karena ia melihat seorang murid baru Cin-ling-pai yang tak disukanya di calonkan oleh kakek
Cia Kong Liang menjadi ketua. Ia tidak suka kepada Tang Cun Sek, murid itu, dan untuk mencegah
agar orang yang bukan keluarga Cia ini menjadi ketua baru, Kui Hong mengikuti pemilihan ketua. Ia
berhasil mengalahkan Tan Cun Sek dan gadis inilah yang dipilih menjadi ketua baru menggantikan
ayahnya! Kemudian ternyata bahwa Tang Cun Sek memang bukan orang baik-baik. Setelah ia
dikalahkan Kui Hong dalam pemilihan ketua Cin-ling-pai, dia minggat dan mencuri pusaka Cin-ling-pai,
yaitu pedang Hong-cu-kiam. Akhirnya, dalam pertempuran melawan para pendekar, Tang Cun Sek
tewas dan pedang Hong-cu-kiam kembali ke tangan Cia Kui Hong. Semua peristiwa itu di ceritakan
dalan kisah SI KUMBANG MERAH.

Ketika Kui Hong meninggalkan Cin-ling-pai hampir dua tahun yang lalu, ia menyerahkan kepengurusan Cin-ling-pai kepada Gouw Kian Sun, yaitu tokoh Cin-ling-pai yang masih susiok (paman seperguruan) sendiri. Ia sendiri pergi merantau untuk mencari Tang Cun Sek dan merampas kembali pusaka Hong- cu-kiam.

Gouw Kian Sun ternyata cukup pandai memimpin Cin-ling-pai. Apalagi masih ada kakek Cia Kong Liang
yang menjadi pengawas dan penasihat, walaupun kakek ini lebih banyak bertapa di dalam kamarnya.
Dan Gouw Kian Sun yang usianya empat puluh dua tahun dan belum berkeluarga itu memiliki
kepandaian yang cukup tangguh. Dia telah menguasai semua ilmu dari Cin-ling-pai, kecuali beberapa
ilmu rahasia yang tidak di kuasai sembarang murid.

Diantara ilmu-ilmu silat dari keluarga Cia di Cin-ling-pai, yang paling ampuh antara lain adalah ilmu
Toat-po-san, semacam ilmu kekebalan yang membuat kulit tubuh keras dan kuat menahan pukulan dan
bahkan bacokan senjata tajam. Thian-te Sin-ciang merupakan ilmu silat tangan kosong yang
mengandung tenaga sin-kang amat kuatnya. Siang-bhok-kiam-sut adalah ilmu pedang khas Cin-ling-pai
yang asalnya adalah ilmu pedang yang dimainkan dengan pedang kayu akan tetapi kini dapat pula
dimainkan dengan pedang baja yang ringan. Thai-kek Sin-kun adalah ilmu silat yang amat halus namun

Jodoh Si Mata Keranjang > karya Kho Ping Hoo > published by buyankaba.com
3

kokoh kuat, bukan saja dapat dipergunakan untuk memperkuat tubuh sebagai latihan senam lahir batin,
akan tetapi juga dapat dipergunakan sebagai ilmu bela diri yang ampuh. Di samping ilmu silat tangan
kosong Thai-kek Sin-ciang dan Thai-kek Sin-kun, Cin-ling-pai memiliki pula ilmu silat tangan kosong
San-in Kun-hwat (Silat Awan Gunung) dan Im-yang Sin-kun. Juga ilmu tongkat pasangan Siang-liong-
pang (Tongkat Sepasang Naga) amat tangguh.

Akan tetapi, semua ilmu silat Cin-ling-pai itu merupakan ilmu silat tinggi yang tentu saja masih ada
tandingannya, yaitu ilmu-ilmu dari partai-partai persilatan besar. Hanya ada satu ilmu Cin-ling-pai yang
amat ditakuti semua tokoh kang-ouw. Ilmu itu di sebut Thi-khi-i-beng (Mencuri Kekuatan Mengganti
Semangat). Ilmu ini sebenarnya merupakan kekuatan sin-kang (tenaga sakti) yang bekerja di tubuh
orang yang menguasai ilmu itu, dan hebatnya, setiap kali bagian tubuh lawan menempel pada tubuh
pemilik ilmu ini, maka tenaga sin-kang lawan akan terhisap dan pindah ke dalam tubuh si pemilik ilmu.
Ilmu ini amat di takuti orang, karena orang yang lebih tinggi ilmu silatnya pun dibuat tidak berdaya kalau
menghadapi ilmu \u201cmenyedot sin-kang lawan\u201d ini. Sayang tidak sembarang orang mampu menguasai
ilmu ini. Untuk menguasainya, dibutuhkan bakat yang besar dan juga keadaan tubuh yang sesuai. Oleh
karena itu, jarang tokoh Cin-ling-pai menguasai Thi-khi-i-beng. Hanya ayah dari mendiang Cia Bun
Houw yang bernama Cia Keng Hong yang dapat menguasai ilmu Thi-khi-i-beng itu. Bahkan Cia Bun
Houw juga tidak mampu mewarisinya. Apalagi Cia Kong Liang putera Cia Bun Houw, dia tidak
menguasai Thi-khi-i-beng. Puteranya yang lebih lihai, yaitu Cia Hui Song, juga tidak dapat menguasai
ilmu luar biasa itu, apalagi Cia Kui Hong. Seolah-olah ilmu yang amat hebat itu telah lenyap dari Cin-
ling-pai karena tidak ada lagi keturunan Cin-ling-pai yang yang menguasainya. Untuk masa itu, kiranya
hanya satu orang saja yang menguasainya, yaitu Ceng Thian Sin atau Pendekar Sadis yang menjadi
majikan penghuni Pulau Teratai Merah!

Demikianlah sedikit catatan mengenai Cin-ling-pai dan para tokohnya. Pada waktu itu, ketuanya, yaitu
nona Cia Kui Hong, sudah lama meninggalkan Cin-ling-pai dan yang mewakilinya mengatur
perkumpulan itu adalah Gouw Kian Sun. dia dibantu oleh seorang murid Cin-ling-pai lain yang termasuk
murid keponakannya bernama Ciok Gun, murid berusia tiga puluh dua tahun yang sudah terkenal
karena kegagahannya. Berkat kesungguhan hati dua orang inilah maka biarpun Cin-ling-pai
ditinggalkan ketuanya sampai lama, namun semua murid Cin-ling-pai taat dan mematuhi peraturan, dan
selalu menjaga nama baik perkumpulan dengan setia.

***

Pagi yang cerah sekali. Matahari sudah mulai memancarkan cahayanya yang hangat. Ciok Gun
bersama dua orang anggauta Cin-ling-pai yang lain memasuki sebuah hutan di bukit sebelah barat
perkampungan mereka dengan membawa busur dan anak panah. Pagi hari itu Ciok Gun keluar sendiri
untuk berburu di hutan. Bulan itu banyak terdapat ayam hutan dan kelinci di hutan yang mereka masuki
itu. Hanya pada bulan-bulan tertentu banyak kelinci gemuk dan ayam hutan berkeliaran di situ dan
itulah waktu untuk berburu.

Ciok Gub adalah seorang laki-laki berusia tiga puluh dua tahun yang bertubuh jangkung dan tegap. Di
antara murid Cin-lingpai tingkat kedua, dialah merupakan murid terpandai, maka dia dipercaya oleh
sesioknya, Gouw Kian Sun, untuk menjadi wakil dan pembantu utamanya. Bahkan untuk mengamati
dan memimpin latihan silat, Ciok Gun mewakili susioknya itu. Dua orang temannya adalah para sutenya
yang juga bertingkat dua dan mereka telah memiliki ilmu silat Cin-ling-pai yang cukup tangguh. Mereka
berdua itu adalah Teng Sin yang berusia duapuluh lima tahun dan Koo Ham berusia dupuluh tujuh
tahun. Teng Sin berwajah tampan dan bertubuh tinggi besar, sedangkan Koo Ham tinggi kurus dengan
kulit kehitaman. Mereka berdua itu walaupun belum setangguh Ciok Gun, namun sudah merupakan dua
orang pendekar yang berkepandaian tinggi dan sukar dikalahkan. Tiga orang tokoh Cin-ling-pai itu pada

of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
03 / 04 / 2010This doucment made it onto the Rising List!
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...