Gambar 7.1 Kunang-kunang mempunyaicahaya sendiri
CAHAYA DAN SIFAT-SIFATNYA
Pernahkah anda membayangkan jika dunia ini tanpa cahaya? Akankah kita dapat melakukanaktivitas? Tentu jawabnya tak mungkin ada aktivitas, karena untuk melakukan aktvitas kita perlu tahu tentang keadaan di sekeliling kita. Tanpa cahaya kita tak pernah tahu dan tak pernah melihat apa sebenarnya yang ada di sekeliling kita.Berabad-abad orang percaya bahwa kita dapat melihat benda di sekeliling kita karena matakita mempunyai sinar-sinar penglihat yang berbentuk kumis-kumis peraba. Bila kumis-kumis peraba menyentuh benda maka kita akan mendapatkan kesan melihat benda tersebut.Pendapat ini sangat ditentang oleh Aristoteles(384-322 SM) karena pada kenyataannya kitatidak dapat melihat di ruang gelap. Akan tetapi Aristoteles tidak dapat menjelaskan mengapamata kita dapat melihat benda, karena itulah teori kumis-kumis peraba ini dapat bertahansampai abad ke sepuluh.Pada pertengahan abad ke sepuluh seorang ilmuwan mesir di Iskandaria yang bernama AlHasan (965-1038) mengemukakan pendapat bahwa mata kita dapat melihat benda-benda disekeliling kita karena adanya cahaya yang dipancarkan atau dipantulkan oleh benda-bendayang bersangkutan masuk ke dalam mata kita. Teori ini akhirnya dapat diterima oleh orang banyak sampai sekarang ini.Beberapa teori-teori yang mendukung pendapat Al Hasan diantaranya adalah
Teori Emisi atau Teori Partikel
Sir Isaac Newton (1642-1727) merupakan ilmuwan berkebangsaan Inggis yangmengemukakan pendapat bahwa dari sumber cahaya dipancarkan partikel-partikel yangsangat kecil dan ringan ke segala arah dengan kecepatan yang sangat besar. Bila partikel- partikel ini mengenai mata kita, maka kita akan mendapat kesan melihat benda tersebut.
Teori Gelombang
Menurut Christian Huygens (1629-1695) seorang ilmuwan berkebangsaan Belanda, bahwacahaya pada dasarnya sama dengan bunyi dan berupa gelombang. Perbedaan cahaya dan bunyi hanya terletak pada panjang gelombang dan frekwensinya.Pada teori Huygens ini peristiwa pemantulan, pembiasan, interferensi, ataupun difraksicahaya dapat dijelaskan secara tepat, namun dalam teori Huygens ada kesulitan dalam penjelasan tentang sifat cahaya yang merambat lurus.
Teori Elektromagnetik
Percobaan Jams Clerk Maxwell (1831 – 1879) seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris(Scotlandia) menyatakan bahwa cepat rambat gelombang-gelombang elektromagnetik samadengan cepat rambat cahaya yaitu 3x10
8
m/s, oleh karena itu Maxwell berkesimpulan bahwacahaya merupakan gelombang elektromagnetik.Dari keseluruhan teori-teori cahaya yang muncul dapat disimpulkan bahwa cahaya memiliki sifat
merambat lurus, dapat dipantulkan,dibiaskan, diinterferensikan dan dapat pula di lenturkan.
Pada bab ini kita akan mempelajari bahwa cahaya memiliki sifat
merambat lurus, dapat dipantulkan dan dapat pula dibiaskan,
2