Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Urgensi Peraturan Daerah tentang Upaya mengatasi anak jalanan, pengemis dan anak jalanan

Urgensi Peraturan Daerah tentang Upaya mengatasi anak jalanan, pengemis dan anak jalanan

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 1,047 |Likes:
Published by HeroHerlambang
Tugas Diklat Urgensi Peraturan Daerah tentang Upaya Mengatasi anak jalanan, pengemis dan gelandangan
Tugas Diklat Urgensi Peraturan Daerah tentang Upaya Mengatasi anak jalanan, pengemis dan gelandangan

More info:

Published by: HeroHerlambang on Feb 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/01/2014

pdf

text

original

 
TUGAS MANDIRI IIMAKALAHURGENSI PERATURAN DAERAH DALAMMENGATASI MASALAH ANAK JALANAN,GELANDANGAN DAN PENGEMIS(PRO)
OLEH:
RIVAI PUTRA, SH
KANWIL KEMENKUMHAM SUMATERA BARATPENDIDIKAN DAN PELATIHANPENYUSUNAN DAN PERANCANGAN PERATURANPERUNDANG-UNDANGANKEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIAREPUBLIK INDONESIATAHUN 2012 
 
 
BAB IPENDAHULUAN A.
 
Latar Belakang
Kemiskinan merupakan suatu permasalahan yang tidak kunjungselesai, mulai dari kesadaran masyarakat sampai kemampuan pemerintahdalam menganalisis masalah dan merencanakan program yangmenjanjikan. Namun faktanya selama ini program-program tersebut hanyabersifat aturan yang tertulis diatas kertas, sedangkan keluh kesah wargasenantiasa didengar dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya seperti anak  jalanan, gelandangan dan pengemis yang hingga kini masih menuaimasalah tanpa ada solusi yang tepat untuk mengatasinya. Fenomena anak yang hidup di jalan saat ini mudah kita temui di sudut-sudut kota besartermasuk di Kota Padang. Mata kita sudah tidak asing lagi melihat anak -anak mengerumuni mobil-mobil dipersimpangan lampu merah,mendatangi warung-warung pinggir jalan menawarkan jasa atau sekedarmeminta sumbangan. Aktivitasnya mulai dari bermain musik, menjualkoran, menyemir sepatu hingga meminta sumbangan dengan membawaselebaran/kotak amal.Jumlah anak jalanan semakin meningkat dari tahun ke tahun.Banyak hal yang menjadi faktor pendorong ataupun penarik bagi seoranganak untuk terjun dan bergabung menjadi anak jalanan, salah satunyaadalah masalah kemiskinan yang tentu saja bukan hal baru di Indonesia.Jumlah anak usia sekolah yang berada di jalanan kota Padang mencapai250 orang.
1
Pasalnya, selain minimnya keuangan dari keluarga, anak jugadijadikan pekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari meskipunmereka masih dikatakan dibawah umur. Dengan usia yang sangat muda,
1
 
 
pada umumnya anak-anak jalanan bekerja di sektor informal. Pilihansektor informal adalah sebuah jawaban atas rendahnya pendidikan danketerampilan yang dimiliki oleh anak-anak jalanan.Interaksi anak-anak di jalan membuat mereka rentan terhadapperlakuan kekerasan dan eksploitasi. Anak-anak jalanan yang dipaksaberjuang untuk mempertahankan hidupnya. Keadaan ini membentuk jiwaanak-anak jalanan menjadi keras dan terkadang timbul kesan jauh darietika dan norma-norma kehidupan masyarakat. Anak-anak yang hidup di jalan ini tentu sangat berbeda dengan anak-anak yang hidup dalamasuhan orang tuanya. Anak-anak dijalan hidup secara bebas. Merekabebas melakukan apa saja yang mungkin belum patut dilakukan anak-anak seumuran mereka. Umumnya terlihat berpakaian lusuh, kumal,dandanan jauh dari kesan rapi hingga tato menghiasi tubuh mereka.Rokok, minuman keras, dan mabuk-mabukan sepertinya sudah umumdilakukan anak-anak yang seharusnya mengenyam pendidikan di sekolah. Anak-anak di jalan sebagian besar putus sekolah karena ketiadaan biaya. Akibatnya mereka seakan tidak terdidik. Keadaan-keadaan inilah yangmenyebabkan sebagian besar kelompok masyarakat mengasingkanmereka. Masyarakat terkadang tidak menganggap mereka bagian dariwarga masyarakat. Akibatnya terjadi penolakan di setiap kehadiranmereka.Selain kehadiran anak jalanan yang mengganggu dan meresahkan,di beberapa kota besar keberadaan anak jalanan dan pengemis ini didugaterorganisir. Bahkan, hal yang sama juga diduga kuat terjadi di KotaPadang. Beberapa waktu lalu, salah seorang anggota DPRD Kota Padangmenyampaikan dugaan itu. Saat itu ia mengatakan, sekitar dua minggusebelum gempa dahsyat melanda Sumbar (30 September 2009) iamenemukan fakta mencurigakan, yang mengindikasikan bahwa anak  jalanan dan pengemis di Kota Padang terindikasi terorganisir. Para anak 

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Suciana Septini liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->