Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Menang PILKADA Tolak Ukur Kemenangan Dakwah, Benarkah

Menang PILKADA Tolak Ukur Kemenangan Dakwah, Benarkah

Ratings: (0)|Views: 0 |Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on Feb 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2014

pdf

text

original

 
00:40 - Menang PILKADA Tolak Ukur Kemenangan Dakwah, Benarkah?
Kajian UtamaNasionalInternasionalAnalisisKristologiKonspirasiMercusuarContentsWallpaper Islami
HomeDaftar IsiAboutOur IdeologyAkhwat ZoneRecent CommentStay Connected
 
www.globalmuslim.web.id/2013/02/menang-pilkada-tolak-ukur-kemenangan.html2/5
Dakwah Pragmatis (Waqi’iyun) vs Dakwah Ideologis (Mabda’i)
Ibarat menjadi seorang dokter, maka ketika dokter hendak mengobati seorang pasien, ia harus mendiagnosis terlebih dulu apa penyebab utama penyakit sang pasien. Dokter “tidak boleh salah” diagnosanya. Sebab, kesalahan dilevel iniakan berdampak kesalahan prognosanya (langkah medis berikutnya). Akibatnya, pasien bukan sembuh dari sakitnya, tapi bisa matitragis, atau penyakitnya makin kronis dan komplikasi.Demikian juga, kesalahan identifikasi terhadap persoalan umat Islam juga akanmengakibatkan kesalahan pada penentuan tujuan (target) dan metode dakwah,konsentrasi amal, persiapan-persiapan, serta perkara-perkara cabanglainnya.Dengan kata lain, kesalahan dalam perkara ini akan berimplikasi padalangkah-langkah selanjutnya.Oleh karena itu, pengkajian terhadap persoalan utama kaum Muslim harusdilakukan dengan teliti, sehingga upaya yang dilakukan oleh gerakan dakwahIslam bisa benar-benar menyelesaikan akar masalah sesungguhnya. Padaakhirnya, gerakan-gerakan Islam tidak memboroskan waktu dan energi umat pada perjuangan-perjuangan yang sebenarnya tidak menyentuh substansi dasar  permasalahan umat.Kalau kita melihat mereka yang mencoba mengurai persoalan umat, setidaknyaada dua arus gerakan (dengan dikotomi intra-parlemen dan ekstra- parlemen).Pertama yang disebut dengan gerakan dakwah pragmatis, dan yangkedua gerakan dakwah ideologis.Dakwah pragmatis adalah dakwah yang menyadari kerusakan fakta yang adadalam kehidupan umat, menyadari pula kewajiban untuk merubahnya, tetapidakwahnya langsung fokus kepada langkah aksi, dan paradigma pemikirannyatidak menjangkau sampai ranah hakikat permasalahan pokok sekaligus utamayang menimpa masyarakat. Langkah aksi itu dilakukan minus kesiapan konsepsiyang bisa mengantarkan kepada kebangkitan. Akhirnya gerakan itu terjebak dalam ruang siklus aksi praktis dan pragmatis. Berputar-putar disitu saja hanyamembawa pengaruh perubahan kulit dan tidak mendasar. Sebuah aksi yang berputar dan mengalir seiring dengan persoalan-persoalan baru yang terus bermunculan dan berkembang yang sejatinya persoalan tersebut adalah akibatdari akar persoalan yang tidak terpecahkan. Berdasarkan aksi-aksi yangdilakukan tersebut, mereka telah merasa melakukan kerja nyata, tidak hanyasebatas melakukan aksi berupa wacana atau sebatas konsep saja.Seharusnya sebagai sebuah gerakan dakwah, ketika menetapkan usaha-usahauntuk meraih perubahan, mau tidak mau harus melihat dengan jeli fakta darisebuah perubahan yang hendak diraih. Hal ini adalah kebutuhan krusial untuk memahami akar persoalan keumatan dan mengkonstruksi perubahan yangdiidealkan. Penginderaan yang tepat pada sebuah permasalahan berpengaruhmutlak pada arah dan fokus agenda dari sebuah gerakan dakwah. Ini yangmenjadi salah satu penyebab di antara sebab-sebab lain yang menunjukkanmaksimal atau tidaknya arti dari sebuah perubahan yang diinginkan sebuahgerakan dakwah.Berbeda dengan gerakan dakwah idelogis, yaitu dakwah yang menyadarirealitas kerusakan dan keterbelakangan masyarakat. Gerakan ini akan melihatrealitas permasalahan yang ada serta melakukan kajian secara mendalamtentang solusi yang bersifat fundamental/menyeluruh (
taghyir al juduriy
).Karakter dakwah bersifat ideologis alamiyah akan berbenturan dengan pemikiran lama, perasaan kolektif masyarakat, peraturan-peraturan dan paraaparaturnya (sistem yang sudah ada) dengan pemikiran yang dibawa oleh entitasgerakan ideologis. Sebuah pertarungan pemikiran dan politik benar-benar 
 
www.globalmuslim.web.id/2013/02/menang-pilkada-tolak-ukur-kemenangan.html3/5
terjadi, baik dalam warna yang terang maupun terkadang masih “abu-abu”.Akhirnya gerakan idelogis –sejak awal aktivitasnya- kerap dianggap asing danmembahayakan status quo. Sekalipun hakikatnya para pengemban dakwahideologis di atas jalan yang benar (al haq). Sejarah selalu mencatat dengan baik episode pertarungan yang seolah tiada ujung itu.
Hakikat Kemenangan Dakwah
Kemenangan dakwah bukanlah sekedar sampainya orang Islam/parpol Islam ketampuk kekuasaan. Apalah artinya orang Islam sampai ke tahta kekuasaannamun tidak menjalankan atau tidak menerapkan aturan Islam. Sangat masyghul bagi banyak umat jika hafidz qur’an, ataupun hafal ratusan bahkan ribuah hadist,namun hal tersebut hanya menjadi hafalan saja. Contoh empirik umat bisamenyaksikan fenomena parlemen di Mesir. Sebagian kaum muslimin banggadengan orang-orang Islam yang duduk di kursi parlemen Mesir tersebut.25 %anggota parlemen Mesir adalah Hafidz qur’an. Diketahui bahwa para anggotadewan Parlemen Mesir terdiri lebih dari 140 orang adalah hafizh Al Quran,100 orang lebih menghafal lebih dari 10 ribu hadits, 180 orang lebih telah hafallebih dari 15 juz Al Quran. Namun pertanyaanya kemudian, apakah konstitusinegara mesir sekarang adalah syariat Islam?Al Qur’an jelas bukan sekedar dibaca , tapi al Qur’an adalah pedoman hidupyang harus diamalkan . Bersama As Sunnah , Al Qur’an menjadi sumber hukumsyariah Islam. Menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup berartimenjadikan syariah Islam sebagai pengatur kehidupan kita dalam seluruh aspek kehidupan.Lagi-lagi muaranya adalah syariah Islam.Sungguh dipertanyakan muslim yang banyak membaca Al Qur’an atau bahkanmenjadi hafidz, kemudian mengatakan Al Qur’an sebagai pedoman hidup ,namun tidak mau diatur oleh syariah Islam. Padahal Syariah Islam merupakan pedoman hidup yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah.Sistem kapitalisme bisa tegak karena ada negara yangmenerapkannya.Sosialisme bisa aplikatif juga karena ada negara yangmenerapkannya. Sistem Islam yang sempurna dan komprehensif tentu juga tidak akan aplikatif kalau tidak ada negara yang menerapkannya. Syariat dankekuasaan tidak bisa dipisahkan, dan dalam Islam sendiri institusi managerial(negara) ditetapkan sebagai salah satu hukum pokok (method) untuk mengoperasionalkan seluruh piranti solusi secara utuh dalam sebuah bangunansistem sosial politik yang dikenal sistem Khilafah Islamiyah.Kemenangan dakwah adalah tatkala dakwah itu sendiri berhasil menyadarkanumat akan akar penyebab (
root cause
) persoalan yang mendera umatIslam.Dimana persoalan yang mendera umat Islam menimpa dari berbagai sisi,mulai dari masalah ekonomi, sosial budaya, hukum dan lainnya, semuanyamembelenggu dan terintegrasi timbal balik dalam diri umat. Penting sekali untuk mengubah mindset atau pola berfikir umat, menjelaskan ke mereka bahwa penyebab dari semua penderitaan ini terjadi karena tidak diterapkannya syariahIslam di dalam kehidupan. Hal ini akan menjadikan umat menjadi sadar danfaham, sehingga dengannya kemudian masyarakat akan memiliki satu pemahaman, satu perasaan tentang akar masalah dan top solusinya. Umat butuhkehadiran institusi managerial (negara) yakni sistem daulah Khilafah Islamiyahsebagai target puncak (ghoyah utama) bagi gerakan dakwah, karena ia sebagaisatu-satunya metode untuk mewujudkan kehidupan Islam. Sebuah kehidupanyang semua pranata sosial politiknya bersumberkan Alqur’an dan As Sunnah, berdiri tegak di atas kalimat tauhid “
 Laa ilaaha illallah Muhammad  Rasulullah”.
Lebih eksplisit, hakikat dari sebuah kemenangan dakwah adalah tatkala

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->