Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kumpulan Abstrak Seminar Nasional VII 2011 Bidang MRSA

Kumpulan Abstrak Seminar Nasional VII 2011 Bidang MRSA

Ratings: (0)|Views: 99 |Likes:
Abstrak Seminar Nasional Teknik Sipil VII 2011
Abstrak Seminar Nasional Teknik Sipil VII 2011

More info:

Categories:Types, Speeches
Published by: Dimas W. L. Pamungkas on Feb 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/20/2013

pdf

text

original

 
Seminar Nasional VII 2011 Teknik Sipil ITS SurabayaPenanganan Kegagalan Pembangunan dan Pemeliharaan Infrastruktur
Kumpulan Abstrak Bidang Manajemen dan Rekayasa Sumber Air-1
ANALITICAL HIERARCHY PROSES (AHP)
DENGAN PROGRAM CDPlus 3.0UNTUK MENYUSUN
DETITION SUPPORT SYSTEM
PENGENDALIAN BANJIR DI SURAKARTAAdi Yusuf Muttaqin
Dosen Jurusan Teknik Sipil FT Universitas Sebelas Maret Surakarta. email : ayusmut@yahoo.co.id
 ABSTRAK 
Permasalahan banjir di Kota Surakarta tidak semata- mata persoalan teknis, tetapi juga terkait erat denganmasalah non teknis yaitu, kondisi sosial, budaya dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu penyelesaianpermasalahan banjir perkotaan tidak bisa diselesaikan hanya merujuk pada disiplin ilmu teknik saja tapi juga partisipasi (keterlibatan) masyarakat sangat mempengaruhi, terutama dalam hal operasional danpemeliharaannya. Demikian juga dengan kondisi anggaran pengelolaan drainase Kota Surakarta yangrendah. Review Master Plan Drainase Surakarta Bagian Utara (2003) dan Penyusunan Database SistemDrainase Kota Surakarata (2008) telah menunjukkan kondisi existing, permasalahan dan solusipenanggulangan pada masing-masing Sub Wilayah Pembangunan (SWP) tetapi belum mencakuppenetapan prioritas rehabilitasi sesuai dengan
conveyor drain
dan berdasarkan variable penentunya.Untuk itu diperlukan
Detition Support System
(Sistem Pendukung Kebijakan) prioritas rehabilitasidengan pendekatan
Analitical Hierarchy Process
(AHP), guna mempercepat proses analisis digunakanProgram Komputer
Criterium Decicion Plus (CDPlus 3.0).Analitical Hierarchy Process (AHP)
memungkinkan pengguna untuk menentukan nilai bobot relatif darisuatu kriteria majemuk ( atau alternatif majemuk terhadap suatu kriteria) secara intuitif, yaitu denganmelakukan perbandingan berpasangan. Mengubah perbandingan berpasangan tersebut menjadi suatuhimpunan bilangan yang mempresentasikan prioritas relatif dari setiap kriteria dan alternatif dengan carayang konsiten .Keterbatasan sumber daya manusia dan sumber dana pada Pemerintah Kota Surakarta apalagi partisipasimasyarakat dalam ikut membiayai rehabilitasi sangat rendah , maka rehabilitasi saluran drainase yangrusak sebagai upaya penanggulangan banjir harus dilaksanakan secara bertahap dan berdasarkan urutanprioritas. Sistem Pendukung Kebijakan untuk melakukan rehabilitasi jaringan drainase yang telahdisususun memberikan urutan prioritas sebagai berikut : Saluran Sumber Jetis dengan skor 12,6. SaluranNusukan Barat dengan skor 12,4. Saluran Nayu Utama dengan skor 11,4. Saluran Kedung Tungkuldengan skor 10,6. Saluran Masjid Baiturrohmah dengan skor 10,0. Saluran Ngemplak Sutan dengan skor10,0. Saluran Sekip-Joglo-Nayu dengan skor 9,4. Saluran Jl Adisumarmo dengan skor 8,3. SaluranNusukan Timur dengan skor 8,2. Saluran Kali Kebo dengan skor 7,5.
Kata kunci : AHP, pengendalian banjir, prioritas
 
Seminar Nasional VII 2011 Teknik Sipil ITS SurabayaPenanganan Kegagalan Pembangunan dan Pemeliharaan Infrastruktur
Kumpulan Abstrak Bidang Manajemen dan Rekayasa Sumber Air-2
STUDI KONDISI TINGGI MUKA AIR PADA PERTEMUAN KALI BANGILTAK DAN KALIKEDUNGLARANGAN UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN GENANGAN DIKABUPATEN PASURUANAulia Tirtamarina
1)
, Nadjadji Anwar
2)
, Anggrahini
3)
1)
Mahasiswa S2 MRSA Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan,Institut Teknologi Sepuluh Nopember SurabayaAulia.tirtamarina@hotmail.com
2)
Dosen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan,Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabayanadjadji@ce.its.ac.id 
3)
Dosen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan,Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabayaanggrahini_its@yahoo.com
 
ABSTRAK 
Kementerian Pekerjaan Umum berencana memfungsikan kembali kali Bangiltak untuk mengatasipermasalah Drainase di kabupaten Pasuruan apabila kali Porong tidak lagi dapat difungsikan sebagaisaluran drainase akibat pembuangan lumpur untuk mengatasi bencana alam lumpur di Sidoarjo.Difungsikannya kembali kali Bangiltak dikhawatirkan akan menambah permasalahan genangan dikabupaten Pasuruan. Kondisi saat ini menunjukkan bahwa permasalahan genangan telah terjadi di daerahkali Wrati, kali Kedunglarangan, dan kali Kuntulan. Sebelum kali Bangiltak difungsikan kembali, perluada penelitian untuk menyelidiki kondisi saluran masih layak untuk menerima debit tambahan.Pengaruh akibat terjadinya genangan dapat diketahui dengan melaksanakan penelitian kondisi padadaerah pertemuan antara kali Kuntulan, kali Bangiltak, dan kali Kedunglarangan serta kali kuntulan itusendiri hingga sebelum titik pertemuan antara kali Kuntulan dan kali Avur Bawean. Rencana pemerintahuntuk mengatasi permasalahan genangan yang mungkin timbul dengan pembuatan sudetan di daerah kaliWrati menuju kali Bangiltak dan sudetan di daerah kali kedunglarangan menuju kali kalanganyar jugaperlu diteliti lebih lanjut penyebabnya dalam mengatasi genangan tersebut. Penelitian dilaksanakandengan permodelan menggunakan program SMS RMA-2. Hasil permodelan kondisi eksisting akandivalidasi dengan hasil pengukuran di lapangan.Berdasarkan hasil sementara pada penelitian ini didapatkan bahwa pada perpotongan antara kaliWrati, kali Bangiltak dan kali Kedunglarangan terjadi penyempitan saluran akibat besarnya sedimentasidi daerah tersebut. Besarnya arus yang mengalir dari arah kali Wrati tidak hanya membawa sedimentasiyang cukup besar pada titik perpotongan, namun juga mengakibatkan aliran dari kali Kedunglarangansulit untuk mengalir ke kali Kuntulan
Kata kunci:
tinggi muka air, sudetan, SMS RMA-2,
STUDI KOMPARASI PEMAKAIAN MODEL TRANSPORTASIDAN FUZZY INTEGER TRANSPORTATION PROBLEMUNTUK OPTIMASI DISTRIBUSI AIR MINUM PDAMImam Suprayogi
 
Laboratorium Plumbing dan Mekanika FluidaFakultas Teknik, Universitas Riau, Pekanbaru 28293
E-mail :drisuprayogi@yahoo.com
 ABSTRAK 
Pengembangan wilayah merupakan salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh PDAM yangdiakibatkan terjadinya pertambahan jumlah penduduk yang sangat pesat di daerah perkotaan, sedangkan jumlah air relatip terbatas untuk dapat melayani akan kebutuhan air bersih. Pengambilan keputusandalam upaya pengembangan wilayah pelayanan air bersih, memerlukan analisa yang cermat. Model yang
 
Seminar Nasional VII 2011 Teknik Sipil ITS SurabayaPenanganan Kegagalan Pembangunan dan Pemeliharaan Infrastruktur
Kumpulan Abstrak Bidang Manajemen dan Rekayasa Sumber Air-3harus dikembangkan adalah model yang mengakomodasi pola hubungan antara alokasi distribusi airminum dengan alokasi biaya yang dimiliki oleh PDAM.Metode pendekatan yang digunakan dalam proses optimasi distribusi air minum PDAM dari reservoir diGemawang, Gedong Kuning dan Tegalrejo ke daerah pelayanan di Jogyakarta Utara, Jogyakarta Selatan, Jogyakarta Barat dan Jogyakarta Selatan adalah menggunakan studi komparasi antara model transportasidan fuzzy integer transportation problem.Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan oleh PDAM Jogyakarta menggunakanpendekatan model fuzzy integer transportation problem sebesar Rp. 1.591.320 (lebih hemat Rp.8.680),sedangkan menggunakan Model Transportasi adalah sebesar Rp.1.605.000 (lebih boros Rp. 5.000) darianggaran biaya yang disediakan sebesar Rp.1600.000,00 oleh PDAM Jogyakarta.
Kata kunci :
optimasi, distribusi air minum, model transportasi, fuzzy integer transportation problem
PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KECAMATAN DARUL MAKMUR DAN KECAMATAN TADURAYA KABUPATEN NAGAN RAYA PROVINSI NANGROE ACEH DARUSSALAMKustamar
1
, I Wayan Mundra
2
, dan Daim Triwahyono
3
 
1
Dosen Jurusan Teknik Sipil, FTSP., Institut Teknologi Nasional Malang, Telp 0341-551431, email:kustamar@yahoo.co.id
2
Dosen Jurusan Teknik Sipil, FTSP., Institut Teknologi Nasional Malang, Telp 0341-551431, email:wmundra@yahoo.com
3
Dosen Jurusan Teknik Arsitektur, FTSP., Institut Teknologi Nasional Malang, Telp 0341-551431, email:daimtri@gmail.com
 ABSTRAK 
Pertumbuhan suatu kawasan ditandai dengan meluasnya kawasan-kawasan terbangun yangberdampak pada meningkatnya kebutuhan air bersih. Secara umum kebijakan penyediaan air bersihdibagi menjadi lima kelompok arahan sebagai dasar untuk memenuhi sasaran
MDG
baik jangka pendekmaupun jangka panjang, yaitu: Peningkatan cakupan dan kualitas air bersih bagi seluruh masyarakatIndonesia, Pengembangan pendanaan untuk penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)dari berbagai sumber secara optimal, Pengembangan kelembagaan, peraturan dan perundang-undangan,Peningkatan penyediaan Air Baku secara berkelanjutan, Peningkatan peran dan kemitraan dunia usaha,swasta dan masyarakat. Nagan Raya merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Aceh yang beribukotadi Suka Makmue, merupakan wilayah pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat yang secara geografisberada di pantai barat Pulau Sumatera. Kabupaten Nagan Raya terdiri dari 8 Kecamatan, 27 mukim dan222 desa, terbagi dalam 4 (empat) Satuan Wilayah Pengembangan (SWP). Alue Bilie merupakan pusatSWP IV yang melayani wilayah Kecamatan Darul Makmur dan Kecamatan Tadu Raya.Pelayanan air bersih penduduk Kecamatan Darul Makmur dan Kecamatan Tadu Raya pada awalnyadirencanakan dipenuhi SPAM Ibu Kota Kecamatan (IKK) Alue Bilie. Namun hingga saat ini, tidakpernah dioperasikan karena lokasinya yang kurang bagus, yaitu: tidak terdapat sumber air baku dengankuantitas dan kualitas yang mencukupi, serta lokasi instalasi pengolah air (IPA) jauh dari permukimansehingga dibutuhkan biaya pemasangan pipa yang mahal. Dalam penelitian ini, penyediaan air bersihdiupayakan melalui 2 jenis sistem, yaitu sistem perpipaan dan non-perpipaan.Penyediaan air bersih dengan sistem perpipaan dilakukan dengan memanfaatkan air sungai Tripasebagai air baku, yang kemudian ditingkatkan kualitasnya dengan IPA yang lengkap, dan didistribusikanke penduduk dengan sistem pipa distribusi. Penduduk yang bermukim pada wilayah yang tidakterjangkau sistem perpipaan dilayani dengan meningkatkan kualitas air sumur dengan sistem penyaringandan pengendapan sederhana, baik pada sumur individu maupun kelompok.Kata kunci: Air bersih, Darul Makmur dan Tadu Raya, Nagan Raya, NAD

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->