Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tugas,Peran,Pelayanan+Dapus

Tugas,Peran,Pelayanan+Dapus

Ratings: (0)|Views: 628|Likes:
Published by Ummi Malikal Balqis

More info:

Published by: Ummi Malikal Balqis on Feb 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/28/2013

pdf

text

original

 
Tugas Perkembangan Lansia dan Peran Perawat serta KeluargaTugas Perkembangan Lansia
Proses menua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahankemampuan jaringan untuk memeperbaiki diri atau mengganti danmempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksidan memperbaiki kerusakan yang diderita (Nugroho, 2000). Berdasarkan definisisecara umum, seseorang dikatakan lanjut usia (lansia) apabila usianya 65 tahun keatas. Lansia bukanlah suatu penyakit, namun merupakan tahap lanjut dari suatu proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan kemampuan tubuh untuk  beradaptasi dengan stres lingkungan.Setiap individu memiliki tugas-tugas yang harus diselesaikan pada masa perkembangan- nya, begitupula dengan lansia. Lansia diharapkan untuk dapatmenyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan dan menurunnya kesehatansecara bertahap. Kesiapan lansia untuk beradaptasi atau menyesuaikan diriterhadap tugas perkembangan usia lanjut dipengaruhi oleh proses tumbuhkembang pada tahap sebelumnya (Erickson). Apabila seseorang pada tahaptumbuh kembang sebelumnya melakukan kegiatan sehari-hari dengan teratur dan baik serta membina hubungan yang serasi dengan orang-orang di sekitarnya,maka pada usia lanjut lansia akan tetap melakukan kegiatan yang biasa lansialakukan pada tahap perkembangan sebelumnya seperti olahraga, mengembangkanhobi, dan lain-lain.Adapun tugas perkembangan lansia adalah (1) mempersiapkan diri untuk kondisi yang menurun, (2) mempersiapkan diri untuk pensiun, (3) membentuk hubungan baik dengan orang seusianya, (4) mempersiapkan kehidupan baru, (5)melakukan penyesuaian terhadap kehidupan sosial atau masyarakat secara santai,dan (6) mempersiapkan diri untuk kematian dirinya dan kematian pasangan.Keberhasilam lansia dalam memenuhi tugas-tugas tersebut mengarah padatercapainya
 successful aging 
. Usaha untuk mewujudkan tercapainya
 successful aging 
ditempuh dengan mengupayakan tindakan untuk menjaga kesehatan fisik, pemenuhan kebutuhan psikologis lansia terutama dari keluarga yang hidup bersama lansia, serta kondisi sosial lansia. Stevering, Lindenberg, dan Ormel(Ouwehand, de Ridder, & Bensing, 2007) mengungkapkan bahwa
 successful aging 
merupakan sebuah pengertian yang didalamnya berisi tentang tujuan-tujuanindividu yang harus dicapai untuk menunjukkan keberhasilan secara objektif.
1.
 
Tugas Perkembangan Individu Lansia yang Berhubungan dengan FaktorEkonomi
Hal yang cukup mempengaruhi kehidupan lansia adalah faktor ekonomi dari lansia itu sendiri. Karena pada usia lansia, individu mulai pensiun dari pekerjaannya masing-masing. Pensiun setelah bertahun-tahun bekerja dapat membahagiakan dan memenuhi harapan, atau hal ini dapatmenyebabkan masalah kesehatan fisik dan mental. Setelah pensiun beberapa orang tidak pernah dapat menyesuaikan diri dengan waktuluangnya dan selalu merasa mengalami hari yang panjang. Beberapa lansiatidak termotivasi mempertahankan penampilan mereka ketika mereka
 
tidak atau hanya sedikit melakukan kontak dengan orang lain di luar rumahya.Orang yang sering mabuk-mabukan secara sosial sebelum pensiunmungkin akan mulai minum setiap hari. Pensiun akan sangat sulit bagi beberapa orang, terutama mereka yang telah menghabiskan energi danwaktu untuk kariernya selama beberapa dekade. Karena sebagian besar  penghargaan pribadi mereka, seperti uang, penghormatan, perasaan berharga yang tinggi, dan kekuatan, telah timbul dari pekerjaan merekaselama 40 tahun atau lebih, orang-orang ini merasa kehilangan seluruhaset dan penghargaan selama pensiun. Mereka mengukur kualitas dankepuasan hidup berdasarkan apa yang telah mereka peroleh setiap hari.Jika mereka tidak percaya bahwa mereka dapat mencapai apapun, merekaakan merasa tidak berharga dan tertekan. Juga, karena mereka tidak menggunakan waktu selama karirnya untuk mengembangkan hobi danmenikmati aktivitas di waktu luang, mereka merasa mulai kurang berhargadan kemudian merasa tertekan.Menurut Havighurst, salah satu tugas perkembangan dari dewasa
 pertengahan adalah untuk “mengembangkan aktivitas waktu
luang yang
menyenangkan”, tetapi orang yang sukses, aktif dan sangat sibuk sering
kali tidak pernah menemukan waktu atau motivasi untuk melakukan haltersebut. Mereka menganggap pekerjaan itu menyenangkan dan tidak  perlu menikmati aktivitas sosial atau rekreasi tertentu yang dapat merekalanjutkan setelah masa pensiun.Walaupun beberapa orang telah memilih untuk pensiun lebih awal(pada usia 50 tahunan), hal ini mungkin bukan merupakan pilihan yang bijaksana untuk mereka yang telah terlibat oleh karir yag akif danmemberikan penghargaan. Dengan keadaan ekonomi yang tidak pasti dankemungkinan peningkatan inflasi, uang pensiun yang diterima mungkintidak adekuat untuk 30 sampai 40 tahun yang akan datang.Salah satu pilihan adalah pekerjaan paruh waktu baik pada karir yang sama maupun pada karir lain yang dapat memberikan pengalamanyang diperlukan pada kecepatan yang lebih lambat, dan juga adanya penambahan pendapatan. Pekerjaan paruh waktu setelah pensiunmerupakan jalan terbaik untuk memperlambat secara bertahap danmempertahankan kontak dengan rekan kerja dan teman sebaya selama periode transisi. Dan lansia pun tidak perlu harus merasa penghargaan pribadi mereka hilang selama pensiun. Peran individu lansia disini sesuaidengan tugas perkembangannya. Tugas perkembangan lansia terkaitdengan faktor ekonomi yaitu penyesuaian terhadap pensiun dan penurunan penghasilan. Dalam tugas perkembangan ini, lansia dapat membangunsuatu perkumpulan dengan sekelompok seusia, mengambil prakarsa dan beradaptasi terhadap peran sosial dengan cara yang fleksibel sertamembuat pengaturan hidup atau kegiatan fisik yang menyenangkan
 2.
 
Tugas Perkembangan Individu Lansia yang Berhubungan dengan FaktorSosial
Kepribadian yang terintegrasi merupakan hal yang ingin dicapaioleh setiap lansia. Lansia pada fase ini justru sudah mengalami banyak kemunduran fisik dan merasa bahwa hidupnya sudah dekat dengan akhir 
 
hayat. Oleh karena itu pada masa ini kasih sayang dari lingkungankeluarga terdekat, kerabat, bahkan lingkungan terdekat merupakan sumber kebahagiaan tersendiri. Perasaan diterima dan dihargai oleh sekelilingnyamerupakan anugerah yang tidak ternilai oleh materi. Pencapaian masa ini(lansia) dipengaruhi oleh proses panjang di masa-masa sebelumnya.Ketidakberhasilan di masa lalu dapat menyebabkan individu menjadi putusasa dan takut menghadapi kehidupan lansia dan juga kematian. Apabilaseseorang berhasil melewati masa sebelumnya dengan baik, maka akanterbentuk kepribadian yang terintegrasi dalam dirinyaTugas perkembangan lansia terkait faktor sosial mencakup beberapa aspek diantaranya:1)
 
Mempersiapkan diri untuk kondisi yang menurun
 
2)
 
Mempersiapkan diri untuk pension
 
3)
 
Membentuk hubungan baik dengan orang seusianya
 
4)
 
Mempersiapkan kehidupan baru
 
5)
 
Melakukan penyesuaian terhadap kehidupan sosial atau masyarakatsecara santai
 
6)
 
Mempersiapkan diri untuk kematian dirinya dan kematian pasangan.
 
Pada faktor sosial terkait tugas perkembangan pada lansia terdapat perubahan-perubahan psikososial yang dialami lansia dalam prosesmencapai tugas perkembangan itu, anatara lain:
 
a.
 
Pensiun, nilai seseorang sering diukur oleh produktivitasnya danidentitas dikaitkan dengan peranan dalam pekerjaan. Bila seseorang pensiun, individu tersebut akan mengalami kehilangan-kehilangan,antara lain:1) Kehilangan finansial (
income
berkurang).2) Kehilangan status3) Kehilangan teman atau relasi.4) Kehilangan pekerjaan atau kegiatan. b.
 
Merasakan atau sadar akan kematian (sense of awareness of mortality)c.
 
Perubahan dalam cara hidup, yaitu memasuki rumah perawatan bergerak lebih sempit.d.
 
Ekonomi akibat pemberhentian dari jabatan (economic deprivation).e.
 
Meningkatnya biaya hidup pada penghasilan yang sulit, bertambahnya biaya pengobatan.f.
 
Penyakit kronis dan ketidakmampuan.g.
 
Gangguan saraf pancaindra, timbul kebutaan dan ketulian.h.
 
Gangguan gizi akibat kehilangan jabatan.i.
 
Rangkaian dari kehilangan, yaitu kehilangan hubungan dengan teman-teman dan family. j.
 
Hilangnya kekuatan dan ketegapan.Peran lansia terkait faktor sosial disini yaitu kesediaanya dalam mengikutikegiatan masyarakat. Pada masa inilah saatnya individu memiliki hak untuk mengisi waktu yang dimiliki untuk melakukan kegiatan yang diinginkandan tidak melakukan kegiatan yang tidak membuatnya nyaman. Pada tugas

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->