Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
175Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis Modal Kerja

Analisis Modal Kerja

Ratings:

4.74

(35)
|Views: 29,126 |Likes:
Published by Msr A

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Msr A on Feb 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

04/05/2014

 
 
©2003 Digitized by USU digital library
1
ANALISIS MODAL KERJADrs. SYAHYUNAN, M.SiJurusan ManajemenFakultas EkonomiUniversitas Sumatera UtaraA. Pengertian Modal Kerja
Banyak perusahaan mengalami kesulitan karena pimpinan perusahaan kurangmengetahui pergertian modal kerja
d
an fungsinya dalam suatu perusahaan, dimanamodal kerja sering sekali digunakan untuk membeli aktiva tetap sehingga akanmenimbulkan kesulitan bagi perusahaan. Untuk menghindari hal yang demikian,maka perlu diketahui pengertian dari modal kerja.J.Fred Weston dan Thomas E.Copeland memberikan pengertian modal kerjasebagai berikut : “Working capital is defined as curreilt assets minus current liabilities. Thus, workingcapital represents the firm's investment in cash, marketable securities, accountsreceivable, and inventories less the current liabilities used to finance the currentassets.” Dari pengertian diatas, modal kerja adalah selisih antara aktiva lancar dan hutanglancar. Dengan demikian modal kerja merupakan investasi dalam kas, surat-suratberharga, piutang dan persediaan dikurangi hutang lancar yang digunakan untukmelindungi aktiva lancar.Bambang Riyanto mengemukakan modal kerja dapat dibagi menurut konsepsebagai berikut :1. Konsep Kwantitatif 2. Konsep Kwalitatif 3. Konsep Fungsional
1. Konsep Kwantitatif 
Modal kerja menurut konsep kwalitatif menggambarkan keseluruhan atau jumlah dari aktiva lancar seperti kas, surat-surat berharga, piutang persediaan ataukeseluruhan dari pada jumlah aktiva lancar dimana aktiva lancar ini sekali berputardan dapat kembali ke bentuk semula atau dana tersebut dapat bebas lagi dalamwaktu yang relatif pendek atau singkat. Konsep ini biasanya disebut modal kerjabruto (gross working capital).Berdasarkan konsep tersebut di atas dapat disimpulkan, bahwa konseptersebut hanya menunjukkan jumlah dari modal kerja yang digunakan untukmenjalankan kegiatan operasi perusahaan sehari-hari yang sifatnya rutin, dengantidak mempersoalkan dari mana diperoleh modal kerja tersebut, apakah dari pemilikhutang jangka panjang ataupun hutang jangka pendek.Modal kerja yang besar belum tentu menggambarkan batas keamanan ataumargin of safety yang baik atau tingkat keamanan para kreditur jangka pendek yangtinggi. Jumlah modal kerja yang besar belum tentu menggambarkan likuiditas
 
 
©2003 Digitized by USU digital library
2perusahaan yang baik sekaligus belum tentu menggambarkan jaminan kelangsunganoperasi perusahaan pada periode berikutnya.
2. Konsep Kwalitatif 
Menurut konsep kwalitatif modal kerja merupakan selisi antara aktiva lancardiatas hutang lancar. Digunakan kerja ini merupakan sebahagian dari aktiva lancaryang benar-benar dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahan tanpamenunggu likuiditasnya. Konsep ini biasa disebut dengan modal kerja netto (networking capital).Defenisi ini bersifat kwalitatif karena menunjukkan tersedianya aktiva lancar yanglebih besar dari pada hutang lancar dan menunjukkan tingkat keamanan bagikreditur jangka pendek serta menjamin kelangsungan operasi di mana mendatangdan kemampuan perusahaan untuk memperoleh tambahan jangka pendek dengan jaminan aktiva lancar.
3. Konsep Fungsional
Modal kerja menurut konsep ini menitikberatkan pada fungsi dari pada danadalam menghasilkan pendapatan (income) dari usaha pokok perusahaan. Setiapdana yang digunakan dalam perusahaan dimaksudkan untuk menghasilkanpendapatan. Ada sebagian dana yang digunakan dalam satu periode akuntansitertentu yang menghasilkan pendapatan pada periode tersebut. Sementara itu, adapula dana yang dimaksudkan untuk menghasilkan pendapatan pada periode-periodeselanjutnya atau dimasa yang akan datang, misalnya bangunan, mesin-mesin, alat-alat kantor dan aktiva tetap lainnya yang disebut future income. Jadi modal kerjamenurut konsep ini adalah dana yang digunakan untuk menghasilkan pendapatanpada saat ini sesuai dengan maksud utama didirikannya perusahaan.Pengendalian jumlah modal kerja yang tepat akan menjamin kontinuitasoperasi dari perusahaan secara efisien dan ekonomis. Bilamana modal kerja terlalubesar, maka dana yang tertanam dalam modal kerja melebihi kebutuhan, sehinggaterjadilah idle fund. Padahal dana itu sendiri sebenarnya dapat digunakan untukkeperluan lain dalam rangka peningkatan laba. Tetapi bilamana modal kerja terlalukecil atau kurang, maka perusahaan akan kurang mampu memenuhi permintaanlangganan seperti membeli bahan mentah, membayar gaji pegawai dan upah buruhataupun kewajiban-kewajiban lainnya yang segera harus dilunasi.Dengan demikian kebaikan dan keburukan modal kerja dalam perusahaandapat dilihat sebagai berikut :
!
Kelebihan atas modal kerja mengakibatkan kemampuan laba menurunsebagai akibat lambatnya perputaran dana perusahan.
!
Menimbulkan kesan bahwa manajemen tidak mampu mengunakan modalkerja secara efisien.
!
Kalau Modal kerja tersebut dipinjam dari bank maka perusahaan mengalamikerugian dalam membayar bunga.Tetapi bilamana modal kerja cukup, akan dapat memberikan keuntungan-keuntungan bagi perusahaan, seperti :a. Melindungi kemungkinan terjadinya krisis keuangan guna membenahi modal kerjayang diperlukan.b. Merencanakan dan mengawasi rencana perusahaan menjadi rencana keuangan didalam jangka pendek.c. Menilai kecepatan perputaran modal kerja dalam arti yang menyeluruh.d. Membayar atau memenuhi kewajiban jangka pendek sesuai dengan jatuh tempo.
 
 
©2003 Digitized by USU digital library
3e. Memperoleh kredit sebagai sumber dana guna memperbesar pemenuhankebutuhan kekayaan aktiva lancar.f. Memberikan pedoman yang baik sehingga tidak terdapat keraguan manajemenguna memperoleh efisiensi yang baik.
B. Berbagai kebijaksanaan Modal Kerja
Pada dasarnya kerja bersifat sangat fleksibel yang berarti bahwa modal kerjadapat dengan mudah diperbesar ataupun diperkecil, sesuai dengan kebutuhanperusahaan. Sebagai sebuah subsistem, perusahaan tidak dapat terlepas dari sistemperekonomian pada umunya. Oleh karena itu konjungtur perekonomian sangatmempengaruhi jumlah kebutuhan akan modal kerja yang dioperasikan.Disamping itu masing-masing perusahaan memiliki tipe modal kerja sendiri-sendiri sesuai dengan jenis bidang usaha maupun levelnya masing-masing. Tipemodal kerja perusahaan dapat dipengaruhi, misalnya memiliki sifat musiman ataukonstan setiap saat. Bagi perusahaan yang memiliki musim penjualan, dengansendirinya akan membutuhkan modal kerja relatif lebih besar dari masa tidakmusim. Sehingga karena tipe-tipe tersebut juga mengakibatkan penentuan sumber-sumber dana yang akan dipergunakan atau yang akan dioperasikan.Pada umumnya tipe modal kerja berdasarkan sifat bekerjanya dapatdigolongkan sebagai berikut :1. Modal kerja permanen (Permanen Working Capital) yaitu modal kerja yangnharustetap ada pada perusahaan untuk dapat menjalankan fungsinya atau dengan katalain modal kerja yang secara terus menerus diperlukan untuk kelancaran usaha.Permanen Working Capital ini dapat dibedakan dalam :
!
Modal kerja primer (Primary Working Capital) yaitu jumlah modal kerjaminimum yang harus ada pada perusahaan untuk menjamin kontinuitasusahanya.
!
Modal kerja normal (Normal Working Capital) yaitu jumlah modal kerja yangdiperlukan untuk menyelenggarakan luas produksi yang normal.2. Modal kerja variabel (Variabel Working Capital) yaitu modal kerja yang jumlahnyaberobah-obah sesuai dengan perobahan keadaan, dan modal kerja ini dibedakanantara :
!
Modal kerja musiman (Seasonal Working Capital) yaitu modal kerja yang jumlahnya berobah-obah disebabkan karena fluktuasi musim.
!
Modal kerja siklis (Cyclical Working Capital) yaitu modal kerja yang jumlahnyaberobah-obah disebabkan karena fluktuasi konyungtur.
!
Modal kerja darurat (Emergency Working Capital) yaitu modal kerja yangbesarnya berubahubah karena adanya keadaan darurat yang tidak diketahuisebelumnya (misalnya adanya pemogokan buruh, banjir, perobahan keadaanekonomi yang mendadak.Modal kerja dapat dibiayai dengan modal sendiri. Hutang jangka pendekmaupun hutang jangka panjang. Sistem pembelanjaan yang akan dipilih haruslahdidasarkan pada pertimbngan mengenai laba dan resiko.Untuk memenuhi kebutuhan modal kerja, sebaiknya dibiayai dengan modalyang seminimal mungkin. Akan tetapi agar perputaran modal perusahaan dapatditingkatkan seringkali perusahaan harus mencari dana dari luar guna menutupkebutuhan modal kerja.Untuk itu perusahaan dapat menggunakan prinsip-prinsip pembelanjaan yaitu :

Activity (175)

You've already reviewed this. Edit your review.
ericsonricardo3 liked this
sentya20 added this note
sdsd
1 thousand reads
1 hundred reads
Vina Rizka liked this
Morray Pasulatan liked this
Zakiah Achyat II liked this
RatiHe Yang Lee liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->