Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kalkulasi Biaya Berdasarkan Aktifitas

Kalkulasi Biaya Berdasarkan Aktifitas

Ratings:

4.64

(11)
|Views: 2,112 |Likes:
Published by Msr A

More info:

Published by: Msr A on Feb 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

04/26/2013

 
 
2002 digitized by USU digital library
1
KALKULASI BIAYA BERDASARKAN AKTIVITASERLINA, SE.Fakultas EkonomiProgram Studi AkuntansiUniversitas Sumatera UtaraA. Biaya Perunit
Perusahaan yang menghasilkan satu jenis produk, perhitungan biaya perunitproduk sangat sederhana, yaitu total biaya yang berkaitan dengan unit produksidibagi dengan jumlah unit yang diproduksi. Walaupun konsep ini kelihatan sederhana,tetapi didalam prakteknya dapat menjadi lebih rumit, karena hal berikut ini :1. Total Biaya. Apakah yang dimaksud dengan total biaya adalah hanya biayaproduksi, atau biaya produksi ditambah biaya pemasaran atau semua biayaperusahaan.2. Pengukuran Biaya yang Dibebankan. Untuk pengukuran biaya yang dibebankankepada produk apakah biaya aktual atau biaya taksiran.3. Pengkaitan Biaya dengan Produk. Jika perusahaan hanya menghasilkan satu jenisproduk, hal ini tidak menjadi masalah, tetapi jika perusahaan menghasilkan lebihdari satu produk, bagaimana cara yang tepat untuk mengkaitkan biaya denganmasing-masing produk yang bersangkutan.
B. Manfaat Biaya Perunit
1. Perusahaan ManufakturSistem akuntansi biaya memiliki tujuan pengukuran dan pembebanan biayasehingga biaya perunit dari suatu produk dapat ditentukan. Informasi biayaperunit adalah sangat penting bagi perusahaan manufaktur untuk penilaianpersediaan, penentuan laba, dan pengambilan keputusan lainnya. Pengungkapanbiaya persediaan dan penentuan laba adalah kebutuhan pelaporan keuanganyang dihadapi setiap perusahaan pada setiap akhir periode.Untuk menentukan biaya perunit, maka total biaya yang digunakantergantung tujuan informasi tersebut. Perusahaan dapat menggunakan biayaproduksi, atau biaya variabel, atau biaya produksi ditambah biaya non produksi.Untuk pembuatan laporan keuangan untuk pihak eksternal, maka informasi biayaperunit diperoleh dari total biaya produksi, sedangkan untuk pengambilankeputusan untuk menerima atau menolak pesanan khusus, dalam kondisiperusahaan beroperasi dibawah kapasitas produksi, maka informasi biaya yangdibutuhkan adalah informasi biaya variabel.2. Perusahaan JasaPerusahaan jasa juga memerlukan informasi biaya perunit. Pada dasarnyauntuk menghitung biaya perunit antara perusahaan jasa maupun perusahaanmanufaktur adalah sama. Pertama sekali, perusahaan jasa harusmengidentifikasi unit jasa yang disediakan dan mengidentifikasi total biaya untukunit jasa yang disediakan.Perusahaan jasa maupun perusahaan manufaktur menggunakan data biayadengan tujuan yang sama, yaitu untuk menentukan profitabilitas, kelayakanuntuk memperkenalkan layanan baru, membuat keputusan harga jual danlainnya, hanya perusahaan jasa tidak memerlukan data biaya untuk menentukannilai persediaan, karena jasa tidak menghasilkan produk fisik.
 
 
2002 digitized by USU digital library
2
C. Kalkulasi Biaya
Ada dua cara yang lazim digunakan untuk mengukur biaya yang berhubungandengan produksi yaitu : (1) kalkulasi biaya aktual, dan (2) kalkulasi biaya normal.1. Kalkulasi Biaya AktualSistem biaya aktual (actual cost system) mengharuskan perusahaanmenggunakan biaya aktual dari seluruh sumber daya yang digunakan untuk produksibaik biaya utama maupun biaya overhead untuk menentukan biaya perunit. Biayautama aktual sdapat dibebankan dengan menggunakan penelusuran langsung dandapat dibebankan secara tepat waktu, sehingga tidak terdapat masalah yang cukupsignifikan baik dari segi keakuratan maupun ketepatan waktu. Metode inimempunyai kelemahan dalam penggunaan biaya aktual untuk perhitungan biayaperunit untuk biaya overhead.Pembebanan biaya overhead aktual menciptakan konflik antara ketepatranwaktu dan keakuratan. Perusahaan harus menunggu sampai akhir tahun untukmengetahui biaya overhead tahun tersebut, karena biaya overhead sepanjang tahuntersebut merupakan milik unit yang diproduksi sepanjang tahun tersebut.Perusahaan memerlukan informasi biaya perunit sepanjang tahun, informasi inidibutuhkan secara tepat waktu baik untuk laporan keuangan interim maupun untukpenetapan harga.Beberapa pihak menyarankan untuk mempersingkat / memperpendek periode,misalnya mingguan ataupun bulanan untuk menghitung biaya overhead aktual agartepat waktu. Ternyata saran ini juga mempunyai kelemahan karena menimbulkanbiaya perunit yang berfluktuasi. Hal ini terjadi karena : (1) terjadi biaya overheadyang tidak merata dan, (2) produksi tidak merata. Sebagai ilustrasi, perhatikancontoh berikut ini.PT. Agung mengahsilkan satu jenis produk mainan dari plastik. Setiap unitmemerlukan 6 ons plastik dan 15 menit tenaga kerja. 1 ons plastik harga Rp. 300dan tarif tenaga kerja Rp. 6.000 perjam. Harga plastik dan tarif tenaga kerja stabil,sehingga biaya utama aktual perunit produk adalah Rp. 3.000. Biaya overhead setiapbulannya berbeda seperti tabel dibawah ini.Jan-April Mei-Agust Sept-DesOvh Aktual Rp. 20.000.000 Rp. 40.000.000 Rp.40.000.000Unit Prod. 40.000 40.000 160.000Ovh/unit Rp 500 Rp. 1.000 Rp. 250Karena biaya overhead berbeda setiap periode dari ketiga periode tersebut, makabiaya perunit produk tersebut untuk tiap-tiap periode yang bersangkutan menjadiberbeda-beda. Periode Januari sampai April biaya perunitnya adalah Rp.3.800,Periode Mei sampai Agustus Rp. 4.300 dan periode September sampai DesemberRp.3.350. Perbedaan ini disebabkan adanya produksi yang tidak merata, sepertipada periode kedua dan ketiga, total biaya overheadnya sama tetapi unit yangdiproduksi berbeda. Perbedaan ini juga disebabkan oleh biaya utilities lebih tinggipada periode tertentu, misalnya pada periode pertama dan kedua, unit yangdiproduksi sama, tetapi biaya yang dikeluarkan pada bulan Februari lebih besar.Masalah fluktuasi biaya overhead perunit dapat dihindarkan jika perusahaanmenunggu sampai akhir tahun, sehingga diperoleh biaya overhead perunit tahuntersebut sebesar Rp. 417.2. Kalkulasi Biaya NormalKalkulasi biaya normal (normal costing system) mengharuskan perusahaanuntuk mebebankan biaya aktual bahan langsung dan tenaga kerja langsung kepadaunit yang diproduksi, namun untuk overhead dibebankan berdasarkan estimasi yangditentukan terlebih dahulu. Kesulitan utama dari metode ini adalah perbedaan antaratarif aktual dengan tarif yang telah ditentukan. Metode ini banyak digunakan oleh
 
 
2002 digitized by USU digital library
3
perusahaan karena sangat bermanfaat untuk pengambilan keputusan jangka pendek.Tarif overhead yang ditentukan terlebih dahulu (predetermined overhead rate) dapatdihitung dengan rumus berikut ini :Overhead yang DianggarkanTarif Overhead = -----------------------------------------------Penggunaan Aktivitas yangDianggarkan
D. Kalkulasi Biaya Produk Tradisional
Kalkulasi biaya produk tradisional hanya membebankan biaya produksi padaproduk. Pembebanan biaya utama keproduk tidak memiliki kesulitan, karena dapatmenggunakan penelusuran langsung atau penelusuran penggerak yang sangatakurat. Tetapi sebaliknya, biaya overhead memiliki masalah dalam pembebananbiaya ke produk, karena hubungan antara masukan dan keluaran tidak dapatdiobservasi secara fisik.Dalam sistem biaya tradisional, untuk membebankan biaya ke produkdigunakan penggerak aktifitas tingkat unit (unit level activity drivers), karena inimerupakan faktor yang menyebabkan perubahan biaya sebagai akibat perubahanunit yang diproduksi. Contoh penggerak tingkat unit yang secara umum digunakanuntuk membebankan overhead meliputi :1. Unit yang diproduksi2. Jam tenaga kerja langsung3. Tenaga kerja langsung (rupiah)4. Jam mesin5. Bahan LangsungSetelah mengidentifikasi penggerak (driver) tingkat unit, lalu memprediksitingkat keluaran aktifitas yang diukur oleh penggerak tersebut, yaitu apakahberdasarkan aktifitas aktual yang diharapkan (expected activity level) dan aktifitasnormal (normal activity level). Expected activity level adalah output aktivitas yangdiharapkan dicapai oleh perusahaan pada tahun yang akan datang, sedangkannormal activity level adalah output aktivitas rata-rata yang merupakan pengalamanperusahaan dalam jangka panjang. Aktivitas normal mempunyai keunggulan berupapenggunaan tingkat aktifitas yang sama dari tahun ke tahun, sehingga pembebananoverhead ke produk tidak begitu berfluktuasi.1. Tarif Pabrik MenyeluruhPembebanan overhead ke produk secara tradisional dapat menggunakan tarif pabrik menyeluruh. Dengan menggunakan tarif ini, biaya overhead pertama sekalidiakumulasi dalam kelompok besar pabrik secara menyeluruh. Overhead dibebankanpada kelompok hanya dengan menjumlahkan semua biay overhead yang diharapkanterjadi di pabrik selama setahun. Karena semua biaya overhead adalah untuk pabrik,maka pembebanan kepada kelompok dilakukan sangat akurat. Tahap selanjutnyamenghitung tarif pabrik menyeluruh dengan menggunakan satu penggerak tingkatunit, biasanya adalah jam tenaga kerja langsung atau jam mesin. Untukmenggambarkan penggunaan tarif pabrik menyeluruh, diberikan contoh berikut ini.Belring memproduksi 2 jenis telepon yaitu tanpa kabel dan model reguler.Perusahaan memiliki data estimasi dan data aktual sebagai berikut :Overhead yang dianggarkan $360.000Aktifitas yang diharapkan (Jam TK Langsung) 100.000Aktifitas aktual (Jam TT langsung) 100.000Overhead Aktual $380.000Jika tarif ditentukan langsung berdasarkan jam tenaga kerja langsung, makatarif overhead yang ditentukan terlebih dahulu dapat dihitung dengan rumussebagai berikut :

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->