Kekuasaan amat erat hubungannya dengan wewenang. Tetapi kedua konsepini harus dibedakan. Kekuasaan melibatkan kekuatan dan paksaan, wewenangmerupakan bagian dari kekuasaan yang cakupannya lebih sempit. Wewenang tidakmenimbulkan implikasi kekuatan. Wewenang adalah kekuasaan formal yang dimilikioleh seseorang karena posisi yang dipegang dalam organisasi. Jadi seorang bawahanharus mematuhi perintah manajernya karena posisi manajer tersebut telahmemberikan wewenang untuk memerintah secara sah.Unsur yang ada di dalam wewenang :1.
Wewenang ditanamkan pada posisi seseorang. Seseorangmempunyaiwewenang karena posisi yang diduduki, bukan karenakarakteristik pribadinya;2.
Wewenang tersebut diterima oleh bawahan. Individu pada posisi wewenangyang sah melaksanakan wewenang dan dipatuhi bawahan karena dia memilikihak yang sah; serta3.
Wewenang digunakan secara vertikal. Wewenang mengalir dari atas ke bawahmengikuti hierarkii organisasi.Konsep lain yang sangat dekat dengan kekuasaan adalah pengaruh. Pengaruhmerupakan suatu transaksi sosial di mana seseorang atau sekelompok orang yanglain untuk melakukan kegiatan sesuai dengan harapan orang atau ke!ompok yangmempengaruhi. Dengan demikian kita bisa mendefinisikan kekuasaan sebagaikemampuan untuk mempunyai pengaruh. Pembedaan kekuasaan dengan pengaruhakan lebih memperjelas pemahaman atas konsep ini. Tetapi para penulis juga seringmenggunakan konsep pengaruh dengan maksud menjelaskan kekuasaan, begitusebaliknya. Dalam modul ini istilah pengaruh dan kekuasaan bisa dipakai secarabergantian.
BASIS KEKUASAAN
Kekuasaan dapat berasal dari berbagai sumber. Bagaimana kekuasaantersebut diperoleh dalam suatu organisasi sebagian besar tergantung jeniskekuasaan yang sedang dicari. Kekuasaan dapat berasal dari basis antar pribadi,struktural, dan situasi.
1. Kekuasaan Antarpribadi
John R.P. French dan Bertram Raven mengajukan lima basis kekuasaan antarpribadi sebagai berikut : kekuasaan legitimasi, imbalan, paksaan, ahli, dan panutan.
a.
Kekuasaan Legitimasi
Kekuasaan legitimasi adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhiorang lain karena posisinya. Seorang yang tingkatannya lebih tinggi memilikikekuasaan atas pihak yang berkedudukan lebih rendah. Dalam teori, orang yangmempunyai kedudukan sederajat dalam organisasi, misalnya sesama manajer,mempunyai kekuasaan legitimasi yang sederajat pula. Kesuksesan penggunaankekuasaan legitimasi ini sangat dipengaruhi oleh bakat seseorang mengembangkanseni aplikasi kekuasaan tersebut. Kekuasaan legitimasi sangat serupa denganwewenang.Selain seni pemegang kekuasaan, para bawahan memainkan perananpenting dalam pelaksanaan penggunaan legitimasi. Jika bawahan memandang
©2004 Digitized by USU digital library
3
Leave a Comment
wadoohhh... kq gk bs di dwnload
satu pandangan yang baik