Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
8Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penerapan Dan Pengawasan Intern Terhadap an Dan Pengeluaran Pada Garuda Plasa Hotel

Penerapan Dan Pengawasan Intern Terhadap an Dan Pengeluaran Pada Garuda Plasa Hotel

Ratings:

4.87

(15)
|Views: 13,116|Likes:
Published by Msr A

More info:

Published by: Msr A on Feb 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See More
See less

10/07/2013

 
© 2003 Digitized by USU digital library
1
PENERAPAN PENGAWASAN INTERN PENDAPATAN DAN PENGELUARAN PADAGARUDA PLAZA HOTELDra.SITI MIRHANI, MM.Ak.Fakultas EkonomiJurusan AkuntansiUniversitas Sumatera UtaraPendahuluan.
Hotel Garuda Plaza adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidangindustri atau jasa perhotelan, yang didirikan pada tahun 1957 dengan tujuan awaldapat menampung para pedagang dari Daerah Istimewa Aceh, Sumatera Barat, dandari daerah Sumatera Utara yang datang ke Medan. Perkembangan hotel ini daritahun ketahun terus meningkat dari awalnya hanya memiliki 17 kamar yangmerupakan penginapan umum, hingga saat ini telah memiliki 151 kamar denganklasifikasi Bintang 3 yang bertaraf Intemasional sehingga selain melayani tamuDomestik juga melayani tamu dari Manca Negara.Sebagai suatu badan usaha yang pada umumnya bertujuan untukmemperoleh laba, mempertahankan kesinambungan serta mengupayakanpengembangannya, tentu harus melakukan serangkaian kegiatan operasionalsercara efektif, efisien dan ekonomis. Untuk perusahaan yang masih kecil dansederhana dengan tingkat kegiatan usaha yang masih sedikit, maka pimpinanperusahaan juga mung kin merangkap sebagai pemilik masih dapat langsungmengawasi seluruh kegiatan usahanya, tetapi semakin besar suatu perusahaansemakin kompleks pula kegiatannya sehingga tidak saja membutuhkan sumber dayamanusia yang berpengalaman dan ahli tetapi juga harus memiliki suatu strukturpengawasan intern yang kuat, sehingga terhindar dari kerugian yang disebabkanadanya kebocoran dalam kegiatan operasi perusahaan.Untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan sebelumnya baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang, pemimpin perusahaan dalam hal ini juga pemilik perusahaan merasakan masih adanya kekurangan-kekurangan terhadapstruktur pengawasan intern yang berkaitan dengan siklus pengawasan baik yangmenyangkut pendapatan maupun pengeluaran, sehingga informasi mengenai adanyakebocoran-kebocoran diketahui setelah berjalan sekian lama atau dengan kata laininformasi tentang kebocoran-kebocoran dalam perusahaan terlambat diketahui.Organisasi sebagai kumpulan unit-unit pengambilan keputusan secarakonseptual mencapai tujuannya melalui proses alokasi sumberdaya denganmendukung sistem sebagai sumberdaya informasi yang memiliki nilai ekonomik.Dalam menganalisis struktur pengawasan intern yang berkaitan dengan sikluspendapatan dan siklus pengeluaran, yang akan dibahas terdiri dari:A. Siklus-siklus pemrosesan transaksi, terdiri dari 4 kelompok yaitu;1. Siklus pendapatan2. Siklus pengeluaran3. Siklus produksi4. Siklus keuangan.B. Komponen-komponen sistem pemrosesan transaksi, terdiri dari;1. Masukan2. Penyimpanan3. Keluaran
 
© 2003 Digitized by USU digital library
2
C. Struktur Pengawasan Intern, terdiri dari:1. Lingkungan pengawasan (Control Environment)2. Sistem Akuntansi (Acounting System)3. Prosedur-prosedur pengendalian.Menurut COSO bukan hanya 3 yang diatas tetapi terdiri dari 5 unsur sertamenurut AICPA meliputi struktur organisasi dan semua cara-cara serta alat yangdikordinasikan dalam perusahaan dan akan dibahas lebih jelas dalam babselanjutnya.Adapun aktivitas yang berkaitan dengan siklus-siklus pemrosesan transaksiperusahaan diantaranya adalah siklus pendapatan dan siklus pengeluaran yangmerupakan pokok permasalahan yang akan dibahas. Siklus pendapatan merupakankejadian-kejadian yang berkaitan dengan pendistribusian barang dan jasa ke entitas-entitas lain dan pengumpulan pembayaran-pembayaran yang berkaitan. Sistemaplikasi yang mencakup siklus pendapatan meliputi entri pesanan pelanggan,penagihan, piutang dagang, dan pelaporan penjualan.Sedangkan siklus pengeluaran merupakan kejadian-kejadian yang berkaitandengan perolehan barang dan jasa dari entitas-entitas lain dan pelunasan kewajiban-kewajiban yang berkaitan meliputi sistem applikasi pemilihan dan permohonanpemasok, pembelian, hutang dagang dan penggajian akan dianalisis dalamperusahaan ini.Masalah struktur pengawasan intern menekankan adanya konsepindependensi organisasional atau pemisahan tugas pada fungsi penanganan hartadan fungsi pencatatan serta fungsi pengoperasian. Untuk memisahkan fungsi-fungsidiatas maka harus digambarkan struktur organisasi yang merupakan spesialisasisesuai dengan pemisahan fungsi dalam organisasi misalnya fungsi penjualan, fungsiproduksi, dan fungsi keuangan. Aspek terpenting dalam pembahasan ini adalahstruktur pengawasan intern yang didalamnya termasuk siklus pendapatan danpenerimaan pada perusahaan ini sangat lemah. Struktur pengawasan internmenyarankan tindakan-tindakan yang harus diambil dalam perusahaan untukmengatur dan mengarahkan aktivitas-aktivitas perusahaan.
Permasalahan
Seperti diuraikan diatas bahwa masalah yang dihadapi perusahaan saat iniadalah masih lemahnya struktur pengawasan intern yang disebabkan oleh sikluspendapatan dan pengeluaran sehingga informasi yang diperoleh pemimpin ataupunpemilik perusahaan sering terlambat diketahui, akibatnya baik rencana jangkapendek maupun jangka panjang yang telah disusun sering tidak dapat mencapaisasaran yang diinginkan.Dengan demikian penerapan siklus akuntansi yang baik terhadap pendapatandan pengeluaran adalah solusi untuk mencapai sasaran yang diinginkan dalammencapai tujuan perusahaan dan pengembangannya.
Pembahasan :
Struktur pengawasan intern memegang peranan penting dalam organisasiperusahaan untuk dapat merencanakan, mengkoordinasikan dan menguasai ataumengontrol berbagai aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan. Sebelum menguraikandefinisi struktur pengawasan intern terlebih dahulu mendefinisikan sistem menurutCecil Gillespie sebagai berikut:
 
© 2003 Digitized by USU digital library
3
Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang salingberhubungan dikembangkan sesuai dengan suatuskema yang terintegrasi untukmelaksanakan suatu kegiatan utama di dalam bisnis.
1
 Menurut Jogiyanto H.M ; Pengendalian dari suatu sistem dapat berupapengendalian umpan balik (feedback control system), pengendalian umpan maju(feed forward control system) dan pengendalian pencegahan (preventive controlsystem).
2
 
Dalam pengertian struktur pengawasan intern akan dianalisis yang berkaitandengan siklus pendapatan dan pengeluaran berikut ini mengenai;A. Siklus-siklus pemrosesan transaksi.B. Komponen-komponen sistem pemrosesan transaksi.C. Struktur Pengawasan intern.Konsep siklus pemrosesan transaksi menyarankan bahwa arus transaksioperasional dapat dikelompokkan dalam empat siklus aktivitas bisnis yaitu;1. Siklus pendapatan; kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pendistribusianbarang dan jasa-jasa kepada pihak lain dan penagihan pembayaran yangberkaitan.2. Siklus pengeluaran; kejadian-kejadian yang berkaitan dengan perolehan barangdan jasa-jasa dari pihak lain dan penetapan kewajiban yang berkaitan.3. Siklus produksi; kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pengubahansumberdaya menjadi barang dan jasa-jasa.4. Siklus keuangan; kejadian-kejadian yang berikaitan dengan perolehan danmanajemen dana modal, termasuk kas.Komponen-komponen dasar dari sistem pemrosesan transaksi mencakup:
!
masukan
!
penyimpanan
!
keluaranKomponen atau elemen-elemen in; merupakan bagian dari sistem manual ataupunkomputerisasi dengan kata lain dapat digambarkan sebagai berikut:
!
Masukan: merupakan awal dimulainya proses informasi yang bahan mentahnyaterdiri dari dokumen-dokumen sumber, seperti order pelanggan, slip-slippenjualan, faktur, order pembelian dan kartu jam kerja karyawan dengan tujuanmenangkap, membantu operasi pengkomunikasian data atau pengotorisasianoperasi lainnya dalam proses dan menstandardkan operasi dengan menunjukkandata apa yang membutuhkan pencatatan dan tindakan apa yang harus diambilserta menyediakan file permanen untuk analisis masa datang.
!
Penyimpanan meliputi pemrosesan penggunaan jurnal yaitu jumal penjualan, jurnal pembelian, jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas dan registeruntuk menyediakan catatan masukan yang permanen dan kronologis baikdengan manual maupun dengan menggunakan sistem yang terkompputerisasi.Penyimpanan disediakan dalam buku besar dan file-file merupakan kumpulandata yang terorganisasi untuk menghasilkan neraca saldo sehingga dapatmenguji keakuratan dengan catatan sebelumnya.
1
Cecil Gillespire, Accounting Systems, Procedure and Methods, Englewood Cliff, NewJersey; Prentice-Hall, Inc., third edition, 1971, p2
2
Jogiyanto H.M. Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer BPFE, Yogyakarta,Edisi Pertama, 1987, Buku 1 Konsep Dasar dan Komponen, hal.13
INPUT PROSES OUTPUT

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
abdurrahman liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Kadek Ari liked this
Ririn Saja liked this
winda chan liked this
Yanti Mollekat liked this
Arie Cha liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->