Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peranan Kelompok Informal Di Dalam Proses Pengendalian Manjemen

Peranan Kelompok Informal Di Dalam Proses Pengendalian Manjemen

Ratings:

5.0

(3)
|Views: 1,169 |Likes:
Published by Msr A

More info:

Published by: Msr A on Feb 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

03/07/2013

 
PERANAN KELOMPOK INFORMALDI DALAM PROSES PENGENDALIAN MANAJEMENHAMIDAHFakultas EkonomiUniversitas Sumatera UtaraBAB IPENDAHULUAN
Organisasi merupakan kumpulan orang-orang yang bekerja secara bersama-sama dengan mengunakan sumber daya tertentu untuk berusaha mencapaitujuannya. Dengan kata lain bahwa organisasi itu terdiri dari orang-orang yangbekerja dalam suatu system pencarian tujuan.Agar supaya tujuan organisasinya tercapai maka perlu dilakukan usaha-usahatertentu untuk mengelola organisasinya. Dalam mengelola organisasi inisudah pastitidak dapat terlepas dari aspek-aspek managerial yang berkaitan erat denganaktivitas untuk:
 
Merencanakan apa yang hendak dicapai oleh organisasi beserta sub-subunitnya selama priode waktu tertentu.
 
Mengkoordinasikan semua rencana berserta aktivitasnya dari seluruh bagianyang ada demi tercapainya keselarasan kerja yang mengarah pada tujuanyang sama.
 
Mengolah informasi yang terdapat dalam setiap unit organisasi maupundiantara unit-unit yang ada serta informasi yang berasal dari lingkunganekstern guna pengambilan keputusan.
 
Mengevaluasi informasi tersebut untuk dibandingkan terhadap apa yangdiinginkan dan mengambil tindakan tertentu untuk mengoreksi ataspenyimpangan yang terjadi.
 
Mempengaruhi perilaku orang-orang yang ada dalam organisai tersebut untukdiarahkan pada tujuannya.Proses tercapainya pengendalian dalam suatu organisasi mencakup suatuanalisa tentang pola otonomi yaitu hubungan-hubungan struktural yang ditetapkanoleh pucuk pimpinan yang dicerminkan dalam bagan struktur organisasinya, sertagaya manajemen yang diterapkan oleh pucuk pimpinan di dalam usahanya untukmempengaruhi prilaku bawahannya.Tercapainya tujuan organisasi sangat tergantung pada ada atau tidaknyaunsur kerja sama diantara sesama anggotanya, baik melalui struktur formalnyamaupun struktur informalnya. Yang dimaksud dengan struktur formal disini adalahpola hubungan antara sesama anggota yang terjadi yang diatur melalui strukturorganisasinya, sedangkan struktur informal sisini adalah pola hubungan antarasesama anggota yang diatur melalui struktur organisasinya, sedangkan strukturinformal disini adalah pola hubungan antara sesama anggota yang terjadinya secaraspontan dan tidak diatur melalui struktur organisasinya.Kedua pola hubungan tersebut diatas (kelompok formal maupun informal)mempunyai karakteristik yang berbeda yang mana perlu mendapatkan perhatiankhusus dari pucuk pimpinannya dalam rangka mendukung pelaksanaan fungsimanajemen terutama perencanaan, koordinasi, penyampaian dan pengolahaninformasi serta pengendalian.
©2004 digitized by USU digital library
1
 
Kelompok informal ini seringkali menjadikan masalah bagi manajemen akantetapi kalau organisasi informal ini ditangani secara baik oleh manajemen tentu akandapat memberikan manfaat tertentu, diataranya:Menjadikan keseluruhan sistem yang ada menjadi lebih efektif.Dapat mengurangi beban kerja manajemen.
 
Membantu tercapainya seluruh pekerjaan yang dilakukan.
 
Mendorong adanya kerja sama yang semakin erat.
 
Mengisi kekurangan atas kemampuan para manager.
 
Memberikan kepuasan dan kestabilan terhadap kelompok kerjanya.
 
Memberikan saluran komunikasi lebih efektif.
 
Mendorong para pucuk pimpinan untuk lebih dapat merencanakan sertamelihat kedepan dengan lebih baik lagi.Pengendalian manajemen merupakan suatu proses yang menggunakanmanajer. Para manajer ini memutuskan tujuan organisasi, menyampaikan tujuantersebut kepada anggota organisasi, memutuskan tugas-tugas yang harusdilaksanankan dan sumber daya yang harus digunakan untuk melaksanakan tugastersebut. Karena sistem pengendalian manajemen menggunakan para manajer yangkegiatannya seperti diuraikan diatas maka sistem ini melibatkan pengaruh timbalbalik antar para manajer tersebut dengan bawahannya. Kegiatan seperti komunikasi,persuasi, pemberian inspirasi dan pemberian penghargaan terhadap keberhasilanbawahan merupakan bagian penting di dalam proses pengendalian manajemen.Peranan kelompok informal dalam proses pengendalian manajemen terletakpada partisipasi mereka dalam melakukan komunikasi, tertindak seperti apa yangdiinginkan manajer, semangat bekerja sama guna meningkatkan peroduktivitaskerjanya dan sebagainya.
BAB IIPROSES PENGENDALIAN MANAJEMEN
Sebagai suatu alat kerja, manajer atau pucuk pimpinan memerlukan adanyasuatu konsep manajemen terpadu yang memungkinkan dirinya menyatakan secaraterperinci mengenai serangakaian kegiatan yang harus mereka kelola secara efektif dan efisien. Adapun elemen-elemen dari konsep manajemen yang terpadu inimencakup fungsi-fungsi berikut ini:
1.
 
Perencanaan, mencakup tugas-tugas untuk:
 
Meramalkan keadaan yang akan terjadi dimasa mendatang.
 
Menetapkan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai.
 
Menetapkan kebijakan, prosedur, program serta standard pencapiannya.
 
Menyusun anggaran.
2.
 
Pengorganisasian, mencakup tugas-tugas untuk:
 
Melakukan pengidentifikasian dan pengelompokan pekerjaan-pekerjaan yanghendak dijalankan.
 
Menetapkan dan mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab.
 
Menentukan pola hubungan kerja sama dari unit-unit kerja yang ada kedalamsuatu struktur organisasi.
3.
 
Koordinasi, mencakup tugas-tugas untuk:
 
Memelihara keseimbangan hubungan yang ada diantara unit-unit kerja yangada.
 
Menetapkan waktu pelaksanaan tugas.
 
Melakukan pengintegrasian unit-unit kerja yang ada.
©2004 digitized by USU digital library
2
 
4.
 
Motivasi, mencakup tugas-tugas untuk:
 
Melakukan seleksi anggota-anggotanya.
 
Mengadakan komunikasi.
 
Memberikan kompensasi, pendidikan dan latihan kepada anggota-anggotanya.
 
Memberikan dorongan serta petunjuk-petunjuk yang mengarah pada tujuanyang diinginkan.
5.
 
Pengendalian, mencakup tugas-tugas untuk:
 
Menetapkan standard prestasi.
 
Melakukan pengukuran prestasi.
 
Menginterprestasikan hasil yang telah dicapai.
 
Melakukan tindakan korektif terhadap penyimpangan-penyimpangan yangterjadi.Bekerjanya proses pengendalian manajemen lebih banyak berkaitan eratdengan fungsi perencanaan dan pengendalian, dimana tujuan utamanya adalahmembantu pucuk pimpinan dalam mengalokasikan sumber daya yang ada gunamemudahkan pencapaian tujuan dan sasaran organisasinya.Sebagian besar proses pengendalian manajemen terdiri dari proseskomunikasi dan interaksi yang tidak resmi. Komunikasi yang tidak resmi dapatterjadi dengan cara rapat, lewat percakapan, momerandum atau bahkan melaluisimbol-simbol tertentu dan ekspresi wajah. Selain kegiatan tak resmi ini hampirsemua organisasi juga memiliki suatu sistem pengendalian manajemen yang bersifatresmi. Sistem ini terdiri dari 4 tahap yaitu:
1.
 
Tahap Penyusunan Program:
Penyusunan program adalah proses pengambilan keputusan mengenai program-program yang akan dilaksanakan oleh organisasi dan penaksiran tentan jumlahsumber daya yang akan dialokasikan kepada setiap program yang ada. Programadalah kegiatan pokok yang diputuskan oleh organisasi untuk diikuti gunapelaksanaan strateginya. Dalam kebanyakan organisasi proses penyusunan programini cenderung dilembagakan dan ini cenderung menghambat kegiatan-kegiatan yangmurni kreatif. Disamping itu, biasanya dalam proses penyusunan program ini, tujuandan strategi organisasi diuraikan secara tertulis. Biasanya tujuan dan strategi ini sulituntuk dikemukakan secara eksplisit oleh pucuk pimpinan padahal ini perlu agardapat digunakan untuk membuat keputusan-keputusan program.
2.
 
Tahap Penyusunan Anggaran:
Di dalam tahap penyusunan anggaran ini, tiap program diterjemahkan ke dalamsatuan uang yang sesuai dengan manajer yang bertanggung jawab ataspelaksanaannya. Pada dasarnya proses penyusunan anggaran merupakan prosesnegosiasi antara manajer pusat-pusat pertanggung jawabannya dengan atasannya.
3.
 
Tahap Pelaksanaan dan Pengukuran:
Selama priode waktu pelaksanaan program, catatan tentang besarnya biaya atassumber daya yang telah diperolehnya harus selalu dipelihara. Catatan-catatan iniakan disusun menurut pusat-pusat pertanggung jawaban. Data yang diklasifikasikanberdasarkan atas program-programnya akan digunakan sebagai dasar untukpenyusunan program di masa mendatang, sedangkan data diklasifikasikan menurutpusat pertanggung jawaban akan digunakan untuk mengukur prestasi manajer pusatpertanggung jawaban yang bersangkutan.
©2004 digitized by USU digital library
3

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
raraseufra liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->