Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
71Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Variable Cost Dan Full Costing Untuk Pengambilan Keputusan

Variable Cost Dan Full Costing Untuk Pengambilan Keputusan

Ratings:

4.89

(19)
|Views: 25,792|Likes:
Published by Msr A

More info:

Published by: Msr A on Feb 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See More
See less

05/19/2013

 
©
2001 digitized by USU digital library
1
VARIABLE COSTING DAN FULL COSTINGUNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSANDra Siti Mirhani MM AkFakultas EkonomiUniversitas Sumatera UtaraPENDAHULUAN
Secara umum tujuan perusahaan adalah mencari atau menghasilkanlaba dengan mengerahkan sumber-sumber ekonomi dalam berbagai bentukdengan pengelolaan yang baik dan terarah. Akan tetapi pada beberapaperusahaan sering terjadi sumber-sumber ekonomi tidak dimanfaatkansecara penuh sehingga timbul kapasitas menganggur (Idle capacity), yangdisebabkan oleh bermacam-macam faktor antara lain keterbatasan pasarmenampung produksi, sehingga perusahaan hanya bekerja/berproduksi atasdasar daya serap pasar tersebut. Persoalan sekarang adalah bagaimanamenajemen dapat memanfaatkan kapasitas itu sehingga mampu menaikkancontribution margin yang dapat meningkatkan laba perusahaan secarakeseluruhan. Atau apakah kapasitas tadi dibiarkan menganggur tanpamenghasilkan sesuatu ?Ada dua konsep biaya produksi yang menjadi pemikiran para ahliakuntansi biaya. Konsep Full Costing dan Varible Costing. Konsep inimenjadi berbeda akibat adanya perbedaan pengakuan terhadap biayaoverhead pabrik tetap (BOPT). Dalam konsep full costing BOPT diakuisebagai bagian integral biaya produksi (harga pokok produksi). Sedangkanvariable costing sebaliknya, yaitu tidak menganggap BOPT sebagai bagianbiaya produksi yang elementer.Alasan yang kahir mengakibatkan timbulnya pertentangan yang tajamantara pembela kedua konsep tersebut adalah BOPT merupakan period cost,yaitu biaya-biaya yang harus dibebankan langsung pada tahun yangberjalan dan tidak ada gunanya lagi ditangguhkan, karena hal yang samaakan dibebankan pada periode mendatang. Machvoedz ( 1988 : 102 ) “biaya-biaya seperti depresiasi, asuransi-asuransi, dan pajak-pajakmerupakan fungsi waktu, jadi tidak tepat kalau dibebankan kepada produk.” IAI ( 1984 : 24 ) dalam Prinsip Akuntansi Indonesia jugamengisyaratkan demikian, yaitu full costing dianggap sebagai metode yangtepat untuk penentuan harga pokok. AICPA menyatakan dalam AccountingResearch Bulletin No. 43, statement 3, bahwa “ Harus diketahuipengeluaran semua overhead dari biaya persediaan tidak merupakanprosedur akuntansi yang diterima “ (Hadibroto : 1982:24 ). Pernyataan inisecara eksplisist tidak bertentangan dengan keinginan metode VC, karenaVC tidak mengeluarkan semua overhead dari komponen biaya produksi,tetapi hanya BOPT saja. dAn ini akan sangat berbeda dengan apa yangdianut PAI yang secara implisit menolak metode VC.Perkembangan pemikian teori akuntansi kedepan menginginkan gerakperkembangan teori yang lebih maju dan objektif. Itu berarti pertentanganpemikiran yang demikian dapat di-terima. Hadibroto (1982 : 24 ) dalamdisertainya tidak berani mengambil sikap atas perbedaan pendapat ini,terbukti dengan pernyataan Bukanlah tujuan penulis ini untuk menentukansikap dalam pertentangan ini. Akan tetapi, harus ditegaskan bahwanampaknya ada persesuaian paham bahwa “ direct costing “ adalah metodeyang berguna bagi pengambilan keputusan manajemen “. walapun secara
 
©
2001 digitized by USU digital library
2
konsepsual VC tidak kalah dengan metode FC. Demikian juga untuk menilaihasil kerja manajemen dan dalam pasar dewasa ini yang makin kompetitif,maka metode VC ternyata lebih unggul. Dan pihak pemegang saham,kreditur seharusnya menilai hasil kerja manajemen dalam menyusun laporankeuangannya dengan VC, sehingga keputusan yang harus diambilpun makinakurat.
VARIABLE COSTING DAN FULL COSTING UNTUK KEPUTUSAN MANAJEMEN
1. Costing MethodDi dalam akuntansi biaya yang konvensional komponen-komponenharga pokok produk terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerjalangsung dan biaya overhead pabrik, baik yang bersifat tetap maupunvariable. Konsep harga pokok tersebut tidak selalu relevan dengankebutuhan manajemen. Oleh karena itu timbul konsep lain yang tidakdiperhitungakn semua biaya produksi sebagai komponen harga pokokproduk. Jadi di dalam akuntansi biaya, dimana perusahaan industri sebagaimodal utamanya, terdapat dua metode perhitungan harga pokok yaituFull/Absortion/Conventional Costing dan Variable/Marginal/Direct Costing.Perbedaan pokok diantara kedua metode tersebut adalah terletak padaperlakuan terhadap biaya produksi yang bersifat tetap ( Biaya OverheadPabrik Tetap = BOPT ). Adanya perbedaan perlakuan terhadap BOP Tetapini akan mempunyai pengaruh terhadap perhitungan harga pokok produk danpenyajian laporan rugi-laba.Full Costing adalah metode penentuan harga pokok produk denganmemasukkan seluruh komponen biaya produksi sebagai unsur harga pokok,yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biayaoverhead pabrik variabel dan biaya overhead pabrik tetap. Di dalam metodefull costing, biaya overhead pabrik yang bersifat variabel maupun tetapdibebankan kepada produk yang dihasilkan atas dasar tarif yang ditentukandimuka pada kapasitas normal atau atas dasar biaya overhead pabriksesungguhnya. Oleh karena itu biaya overhead pabrik tetap akan melekatpada harga pokok persediaan produk selesai yang belum dijual, dan barudianggap sebagai biaya (elemen harga pokok penjualan) apabila produkselesai tersebut tidak dijual. Variable Costing adalah metode penentuanharga pokok yang hanya memasukkan komponen biaya produksi yangbersifat variabel sebagai unsur harga pokok, yang meliputi biaya bahanbaku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik variabel.Menurut metode full costing, karena produk yang dihasilkan ternyatamenyerap jasa BOP Tetap walaupun tidak secara langsung, maka wajarapabila biaya tadi dimasukkan sebagai komponen pembentuk produktersebut. Sementara dipihak lain, variable costing beranggapan bahwa BOPTetap tadi tidak secara langsung membentuk produk, maka tidak relevankalau dimasukkan sebagai komponen harga pokok. Sebaiknya BOP Tetapdimasukkan dalam kelompok period cost ( biaya periode ).Penggunaan konsep yang berbeda akan menghasilkan konsekuensiyang berbeda pula. Demikian halnya dengan kedua metode penentuan hargapokok ini.Laporan rugi – laba yang disusun berdasarkan kedua metode akanmenghasilkan laba yang berbeda. Jika pada periode tersebut terdapatperbedaan persediaan awal dan akhir produk selesai. Hal ini disebabkankarena metode full costing memasukkan BOP Tetap sebagai komponen hargapokok, sehingga apabila diakhiri periode terdapat persediaan produk selesaimaka akan terjadi penundaan pembebanan BOP Tetap ke periode
 
©
2001 digitized by USU digital library
3
berikutnya. Sedangkan pada variable Costing, semua BOP Tetap yangterjadi akan dibebankan pada periode berjalan sebagai bagian dari periodeberjalan sebagai bagian dari period cost. Kedua metode akan menghasilkanlaba yang sama apabila dalam periode tersebut tidak terdapat persediaanawal dan akhir produk selesai.2. Kegunaan Variable CostingMetode penentuan harga pokok berdasarkan variable costingmempunyai kegunaan bagi intern dan ekstern sesuai dengan kepentinganmereka terhadap perusahaan. Bagi pihak intern, metode ini dapat dipakaisebagai penentuan harga jual, perencanaan laba dan pembuatankeputusan.
a. Penentuan Harga Jual
Teori ekonomi mikro menyebutkan bahwa proses terjadinya harga adalahkarena adanya dua kekuatan yang saling dominan yaitu kekuatanpermintaan dan penawaran. Dengan demikian perusahaan tidak mampumengendalikan harga produk yang dilempar ke pasar, karena keadaanpasar itu sendiri. Walaupun sampai pada batas-batas tertentuperusahaan dapat mengontrol harga jualnya, tetapi kontrol itu tidakmenjadi sedemikian kuatnya sehingga harga pokok masih merupakansatu - satunya faktor penentu penetapan harga jual. Dalam keadaanseperti ini variable costing memberikan pedoman bagi menajemen sampaiseberapa harga jual dapat berkurang sehingga biaya produksi dapatditutupi.
b. Perencanaan Laba
Metode variable costing menitik-beratkan pada informasi mengenaicontribution margin, yang merupakan kelebihan hasil penjualan terhadapbiaya variable. Bial contribution margin dihitung dalam bentukpresentase dari hasil penjualan, maka diperoleh contribution margin ratioatau marginal income ratio. Contribution margin merupakan data pentinguntuk membentuk menajemen di dalam mengambil keputusan apabilasuatu produk lain harus dihentikan produksinya. Contribution marginratio dapat membantu manajemen di dalam mengambil keputusan produkmana yang perlu didorong dan produk mana yang dikurangi produksinya.Di samping itu, dengan adanya pemisahan biaya tetap dan biaya variabeldi dalam metode variabel costing, maka hal ini memungkinkan untukmelakukan analisa biaya, volume dan laba.
c. Pembuatan Keputusan
Manajemen sering dihadapkan pada masalah pemilihan alternatif, dimanaalternatif tersebut mempunyai pengaruh terhadap besar kecilnya labaperusahaan.Bantuan VC sangat tepat dalam hal usaha untuk memasuki pasar-pasarbaru, perluasan usaha, membuat sendiri atau memesan bahan pembantuatau suku cadang tertentu, keputusan memproses lebih lanjut produksebelum dijual atau menjualnya setelah proses terdahulu, keputusanmenghentikan suatu produk atau meneruskannya. Untuk tujuan-tujuanini elemen biaya variabellah yang merupakan penganalisaan lebih lanjutsebelum keputusan diambil.Atau dengan kata lain, unsur-unsur biaya yang relevan dengan tujuanlahyang mendapat perhatian manajemen.Walaupun biaya relevan tidak selamanya merupakan biaya variable,

Activity (71)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
gunawan2402 liked this
Tia Nasution liked this
Nike Tamba liked this
Alit Anto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->