SNA VIII Solo, 15 – 16 September 2005
942942
industri dan akhir tahun fiskal yang telah diinvestigasi signifikan pada CCT dan FCTdalam cara yang berbeda.Meskipun beberapa penelitian telah dilakukan terhadap ketidaktepatan publikasilaporan keuangan, penelitian ini memperluas penelitian sebelumnya yang pernahdilakukan diIndonesia dengan memecah
Audit Report Lag (Audit Delay)
kedalam duakomponen yaitu: (1) waktu yang dibutuhkan klien untuk menutup buku disebut dengan
CCT
(
client cycle time
) (2) waktu yang dibutuhkan auditor untuk menyelesaikan auditsetelah pembukuan klien ditutup disebut
FCT
(
firm cycle time
).Pertanyaan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.
Apakah variabel-variabel
client size
, rugi atau laba perusahaan, segmen geografisperusahaan dan sektor industri berpengaruh pada CCT ?
2.
Apakah variabel-variabel
client size
, ukuran kantor akuntan publik, rugi atau labaperusahaan,
going concern opinion
, segmen geografis dan jenis industriberpengaruh pada FCT ?
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman atau gambaran tentanglamanya
audit report lag
pada perusahaan yang terdaftar di BEJ serta faktor-faktor yangmempengaruhinya, memberikan imformasi kepada auditor agar mampu merencanakanpekerjaan lapangan dengan sebaik-baiknya sehingga
firm cycle time
dapat ditekanseminimal mungkin dalam usaha untuk memperbaiki ketepatan pelaporan keuanganataupun mempercepat publikasi laporan auditan. Diharapkan kepada manajer untuk lebihmenekan
client cycle time
karena ketepatan waktu dalam menyajikan laporan keuanganperusahaan publik cenderung lebih ketat diawasi oleh para investor dan institusi lain.
TELAAH LITERATUR DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS
1. Audit Report Lag
Proses untuk menyediakan informasi akuntansi ke publik memberikan nilaiinformasi dari laporan keuangan auditan yang akan ditentukan oleh
audit report lag
.Menurut Knechel dan Payne (2001)
audit report lag
adalah periode waktu antara akhirtahun fiskal dan tanggal laporan audit perusahaan. Dalam meningkatkan pengurangan
reporting lag
harus memperhatikan isi informasi dan relevansi infomasi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi
timing of earnings announcement
berkaitan dengan
audit delay
(Givoly dan Palmon; 1982).Dyer dan McHugh (1975) membagi keterlambatan atau
lag
menjadi:(1)
Preliminary lag,
yaitu interval antara tanggal berakhirnya tahun buku sampai dengantanggal diterimanya laporan keuangan pendahuluan oleh pasar modal. (2)
Auditor’ssignature lag,
yaitu interval antara tanggal berakhirnya tahun buku sampai dengantanggal yang tercantum dalam laporan auditor. (3)
Total lag,
yaitu interval antara tanggalberakhirnya tahun buku sampai dengan tanggal diterimanya laporan keuangan tahunanpublikasi oleh pasar modal.
2. Ukuran Perusahaan
Ansah (2000) juga menjelaskan bahwa perusahaan berskala besar memilikisumber daya dan staf akuntan yang lebih banyak dan memiliki sistem informasi akuntansiyang lebih canggih daripada perusahaan dengan skala kecil. Selain itu, kecenderunganyang terjadi adalah semakin besar ukuran satuan usaha maka struktur pengendalianinternalnya juga semakin baik sehingga akan mengurangi kesalahan dalam penyajianlaporan keuangan. Hal ini akan memudahkan pekerjaan auditor karena lingkup pengujiansemakin sempit sehingga akan memperpendek
audit delay
(Carslaw dan Kaplan, 1991).Alasan lainnya adalah perusahaan berskala besar juga memiliki sumberdaya untuk membayar
audit fees
yang relatif tinggi sehingga dapat menekan auditor untuk memulaipekerjaannya lebih awal dan menyelesaikan audit tepat waktu bila dibanding perusahaankecil (Ahmad dan Kamarudin, 2001).H1.A:
Client size
berpengaruh terhadap CCTH1.B:
Cllien size
berpengaruh terhadap FCT.
Leave a Comment
auditing
maaf pak,napa g bs download... topiknya menarik... kalo blh tlg kirimin k rahmi_rlr417@yahoo.co.id y pak.. mksi
Kok ga bsa didownload pak?klu ga keberatan tolong kirim ke "nuel_mark@yahoo.com" ada tugas kuliah saya mahasiswa Universitas negeri medan Saya akan sangat berterimakasih atas keikhlasannya