• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 3
    CommentGo Back
 
SNA VIII Solo, 15 – 16 September 2005 
 941941
PENGUJIAN EMPIRIS AUDIT REPORT LAG MENGGUNAKAN
CLIENT CYCLE TIME
DAN
 FIRM CYCLE TIME
 HAMZAH AHMAD
Universitas Muslim Indonesia Makassar
M. NISARUL ALIM
Universitas Widya Gama Malang
IMAM SUBEKTI
Universitas Brawijaya Malang
ABSTRACT
The purpose of this research is to examine factors affected to audit report lag(audit delay). Audit report lag is the time range between the end of fiscal year and thedate of auditor report or the and of auditing field working. The main difference of thisresearch with others in indonesian specially is that this research divide audit report lagto be two components, that are client cycle time (CCT) and firm cycle time (FCT). CCT isthe time needed client to complete or close transaction booking. FCT is the time need auditor to complete auditing field works.The research samples are selected by purposive sampling method. Sum of thesamples are 70 campanies, that contain 49 manufacturing sector companies and 21 financing sector companies.The research result show that client size, geografies segments, and going concernopinion affect to CCT and FCT significantly
 Keywords
: audit report lag, client cycle time, Firm cycle time , client size, geografiessegments, and going concern opinion.
PENDAHULUANA. Latar Belakang
Dalam penelitian akuntansi dan keuangan telah berkembang seiring denganperkembangan kegiatan bisinis. Berdasarkan penelitian pasar modal telah menjelaskanpentingnya ketepatan waktu penerbitan laporan keuangan. Ketepatan waktu
(timeliness)
 merupakan salah satu karakteristik penting dalam laporan keuangan disanping laporanpokok dan catatan atas laporan keuangan (Dyer dan McHugh, 1975). Berdasarkanperaturan BAPEPAM dengan Kep-36/PM/2003 dan BEJ dengan Kep-306/BEJ/07-2004yang menyebutkan bahwa penyajian laporan keuangan untuk perusahaan yang
go public
diwajibkan menyampaikan laporan keuangan yang disusun sesuai dengan StandarAkuntansi Keuangan (SAK) dan telah diaudit oleh akuntan publik. Ketepatan publikasilaporan keuangan dapat mengalami keterlambatan yang diakibatkan oleh perusahaanterlambat menerbitkan laporan keuangan dan lamanya auditor dalam menyelesaikanpekerjaan auditnya.Sejumlah penelitian telah mengkaji pentingnya telaah dalam
audit report lag
 (ARL) atau dalam beberapa penelitian disebut
audit delay
dengan melihat aspek periodewaktu dari proses audit tahunan
(the annual audit process
) Henderson dan Kaplan (2000)menginvestigasi determinan-determinan
audit report lag
untuk sampel Bank yangmenyatakan bahwa ukuran bank secara negatif berhubungan dengan
audit report lag
dalam
cross-sectional analysis
Knechel dan Payne (2001) mengindikasikan bahwa
audit report lag
meningkat karena
incremental audit report,
masalah pajak yang seringdiperdebatkan dan penggunaan staf audit yang kurang berpengalaman secara positif berhubungan dengan
audit report lag
. Wermert
et al
(2000) menggunakan
canonicalcorrelation analysis
menyediakan telaah yang baru dalam faktor-faktor yangmempengaruhi
audit report lag
hasil yang dilaporkan menunjukkan bahwa
client size,audit firm structure, loss, going concern opinion
, segmen bisnis, sikap manajemen, jenis
 
SNA VIII Solo, 15 – 16 September 2005 
 942942
industri dan akhir tahun fiskal yang telah diinvestigasi signifikan pada CCT dan FCTdalam cara yang berbeda.Meskipun beberapa penelitian telah dilakukan terhadap ketidaktepatan publikasilaporan keuangan, penelitian ini memperluas penelitian sebelumnya yang pernahdilakukan diIndonesia dengan memecah
 Audit Report Lag (Audit Delay)
kedalam duakomponen yaitu: (1) waktu yang dibutuhkan klien untuk menutup buku disebut dengan
CCT 
(
client cycle time
) (2) waktu yang dibutuhkan auditor untuk menyelesaikan auditsetelah pembukuan klien ditutup disebut
FCT 
(
 firm cycle time
).Pertanyaan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.
 
Apakah variabel-variabel
client size
, rugi atau laba perusahaan, segmen geografisperusahaan dan sektor industri berpengaruh pada CCT ?
 2.
 
Apakah variabel-variabel
client size
, ukuran kantor akuntan publik, rugi atau labaperusahaan,
going concern opinion
, segmen geografis dan jenis industriberpengaruh pada FCT ?
 
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman atau gambaran tentanglamanya
audit report lag
pada perusahaan yang terdaftar di BEJ serta faktor-faktor yangmempengaruhinya, memberikan imformasi kepada auditor agar mampu merencanakanpekerjaan lapangan dengan sebaik-baiknya sehingga
 firm cycle time
dapat ditekanseminimal mungkin dalam usaha untuk memperbaiki ketepatan pelaporan keuanganataupun mempercepat publikasi laporan auditan. Diharapkan kepada manajer untuk lebihmenekan
client cycle time
karena ketepatan waktu dalam menyajikan laporan keuanganperusahaan publik cenderung lebih ketat diawasi oleh para investor dan institusi lain.
TELAAH LITERATUR DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS
 
1. Audit Report Lag
Proses untuk menyediakan informasi akuntansi ke publik memberikan nilaiinformasi dari laporan keuangan auditan yang akan ditentukan oleh
audit report lag
.Menurut Knechel dan Payne (2001)
audit report lag
adalah periode waktu antara akhirtahun fiskal dan tanggal laporan audit perusahaan. Dalam meningkatkan pengurangan
reporting lag
harus memperhatikan isi informasi dan relevansi infomasi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi
timing of earnings announcement 
berkaitan dengan
audit delay
(Givoly dan Palmon; 1982).Dyer dan McHugh (1975) membagi keterlambatan atau
lag
menjadi:(1)
Preliminary lag,
yaitu interval antara tanggal berakhirnya tahun buku sampai dengantanggal diterimanya laporan keuangan pendahuluan oleh pasar modal. (2)
 Auditor’ssignature lag,
yaitu interval antara tanggal berakhirnya tahun buku sampai dengantanggal yang tercantum dalam laporan auditor. (3)
Total lag,
yaitu interval antara tanggalberakhirnya tahun buku sampai dengan tanggal diterimanya laporan keuangan tahunanpublikasi oleh pasar modal.
2. Ukuran Perusahaan
Ansah (2000) juga menjelaskan bahwa perusahaan berskala besar memilikisumber daya dan staf akuntan yang lebih banyak dan memiliki sistem informasi akuntansiyang lebih canggih daripada perusahaan dengan skala kecil. Selain itu, kecenderunganyang terjadi adalah semakin besar ukuran satuan usaha maka struktur pengendalianinternalnya juga semakin baik sehingga akan mengurangi kesalahan dalam penyajianlaporan keuangan. Hal ini akan memudahkan pekerjaan auditor karena lingkup pengujiansemakin sempit sehingga akan memperpendek 
audit delay
(Carslaw dan Kaplan, 1991).Alasan lainnya adalah perusahaan berskala besar juga memiliki sumberdaya untuk membayar
audit fees
yang relatif tinggi sehingga dapat menekan auditor untuk memulaipekerjaannya lebih awal dan menyelesaikan audit tepat waktu bila dibanding perusahaankecil (Ahmad dan Kamarudin, 2001).H1.A:
Client size
berpengaruh terhadap CCTH1.B:
Cllien size
berpengaruh terhadap FCT.
 
SNA VIII Solo, 15 – 16 September 2005 
 943943
3. Ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP)
Beberapa penelitian yang menguji pengaruh ukuran KAP terhadap lamanya
audit delay
antara lain penelitian Carslaw dan Kaplan (1991); Hossain dan Taylor (1998);dan Ahmad dan Kamarudin (2001) menunjukkan adanya pengaruh yang negatif. Artinyaperusahaan yang diaudit oleh KAP anggota
The Big Four 
akan lebih cepatmempublikasikan laporan keuangannya daripada perusahaan yang diaudit oleh KAP
 NonThe Big Fourt 
. KAP yang berafiliasi dengan
The Big Four 
memperoleh insentif yanglebih besar dan memiliki sumberdaya yang lebih banyak sehingga KAP ini dapatmenjalankan pengauditan secara lebih efisien dan efektif, serta memiliki fleksibilitas yanglebih tinggi dalam penjadwalan audit.H2.A. Ukuran KAP berpengaruh terhadap FCT
4. Rugi atau Laba yang Dilaporkan Klien
Wermert
et al
(2000) mengemukakan bahwa perusahaan yang mengalami rugibersih akan selaluh mengantisipasi kerugian dalam akhir tahun fiskal dengan melakukansatu penggabungan isu-isu yang kompleks sumber untuk pendapatan yang tidak tercatatdilakukan sebelum akhir tahun.
 Audit delay
cenderung lebih panjang bagi perusahaanyang mengalami rugi usaha (Na’im 1998). Penelitian Carslaw dan Kaplan (1991)mengemukakan bahwa perusahaan yang melaporkan kerugian mungkin akan memintaauditor untuk mengatur waktur auditnya lebih lama dibanding biasanya.H3.A: CCT akan lebih lama bagi perusahaan yang melaporkan rugi bersih dari padaperusahaan yang melaporkan laba bersih.H3.B: FCT lebih lama bagi perusahaan yang melaporkan rugi bersih daripadaperusahaan yang melaporkan laba bersih.H3.C: Pengaruh pelaporan rugi bersih akan lebih besar FCT daripada CCT.
5.
Going concern Opinion
 
Bamber dan Stratton (1997) berargumen bahwa laporan audit merupakan alatyang efektif dalam membantu para pengguna laporan keuangan, waulaupun masihdiperdebatkan model dari paragraf penjelasan dalam laporan audit pada saat klien telahmemenuhi pengungkapan dari laporan keuangan yang diminta. Geiger
et al
(2000)menjelaskan bahwa pelaporan dan syarat-syarat audit menurut SAS 59, yangmenunjukkan kemampuan suatu entitas untuk melanjutkan kelangsungan hidupnya,membutuhkan evaluasi secara eksplisit terhadap kemungkinan kelangsungan hidupperusahaan dalam setiap audit. Carlson
et al
(1998) melakukan studi yangmengidentifikasi reaksi investor terhadap terhadap opini audit yang memuat informasikelangsunan hidup perusahan dari pengungkapan hasil analisa laporan keuangan.H4.A : Penyajian
going concern opinion
berpengaruh positif terhadap FCT.
6.Jumlah Segmen Geografis Perusahaan
Prinsip-prinsip pelaporan informasi keuangan berdasarkan segmen-yaituimformasi tentang berbagai jenis produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan danberbagai wilayah geografis operasi perusahaan dalam rangka membantu penggunalaporang keuangan Tingkat Kompleksitas bisnis akan mempengaruhi proses penutupanbuku klien dan juga audit internal berkaitan dengan banyaknya jumlah wilayah geografisperusahaan klien. Wermert
et al
(2000) menemukan bahwa peningakatan pada jumlahsegmen akan berasosiasi dengan peningkatan CCT dan FCT.H5.A : Segmen geografis berpengaruh positif terhadap CCTH5.B : Segmen geografis berpengaruh positif terhadap FCT.
6. Jenis Industri
Bamber
et al
(1993) dalam Wermert
et al
(2000) mengemukakan bahwa sistemakuntansi Bank secara umum lebih tersentralisasi dan terotomatisasi dan Bank sedikitpersediaan atau aset tetap. Lain halnya dengan perusahaan non-finansial yang lebihmemungkinkan mempunyai bagian-bagian transaksi, dan juga tingkat materialitaspersediaan dan aset tetap. Menurut Aston
et al
(1987) menilai bahwa aset non-finansiallebih memungkinkan ketepatan waktu untuk pekerjaan audit daripada aset finansial.H7.1 : Sektor industri berpengaruh terhadap CCTH7.2 : Sektor industri berpengaruh terhadap FCT
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...

maaf pak,napa g bs download... topiknya menarik... kalo blh tlg kirimin k rahmi_rlr417@yahoo.co.id y pak.. mksi

Kok ga bsa didownload pak?klu ga keberatan tolong kirim ke "nuel_mark@yahoo.com" ada tugas kuliah saya mahasiswa Universitas negeri medan Saya akan sangat berterimakasih atas keikhlasannya

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...