Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
27Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kamp-01 Pengaruh Sistem Pengukuran Kinerja, Sistem Reward,

Kamp-01 Pengaruh Sistem Pengukuran Kinerja, Sistem Reward,

Ratings:

4.77

(31)
|Views: 15,069|Likes:
Published by Msr A

More info:

categoriesTypes, Research
Published by: Msr A on Feb 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See More
See less

06/13/2013

 
SNA VIII Solo, 15 – 16 September 2005 
 565565
PENGARUH SISTEM PENGUKURAN KINERJA, SISTEM
 REWARD
,DAN
 PROFIT CENTER
TERHADAP HUBUNGAN ANTARA
TOTAL QUALITY MANAGEMENT 
DENGAN KINERJA MANAJERIALAIDA AINUL MARDIYAH
STIE Malangkucecwara Malang
LISTIANINGSIH
Alumni STIE Malangkuçeçwara Malang
ABSTRACT
This study intends to identify the influencing of measurement performancesystems, reward systems, and profit center for relationship total quality management withmanagement performance. Data is selected using random sampling. The analysis units for responses of 22 managers
 
middle management and marketing
 
. The datacollection is performed using mail survey. The statistic method used to test thehypotheses is multiple regression.The study results are as follows: first, the results provide support for thehypothesis that measurement performance systems and total quality management have aninteractive effect on management performance, second, the results provide support for the hypothesis that reward systems and total quality management have an interactiveeffect on management performance, third the results provide no support for thehypothesis that profit center and total quality management have an interactive effect onmanagement performance, fourth, the normal data test using p-p plot and non responsebias using t-
test 
shows an insignificant result. This means that there are non response biasand the normal data, fifth, this is demonstrated by the multicolinearity number r < 0,8 or VIF mean 1 that shows that the multicolinearity is not dangerous, the Durbin Watsonapproaches 2 which means that between one variable and the other there is nodependency relationship (independent), and homoscedacity occur.Keywords: total quality management (TQM), measurement performance systems, reward systems, profit center, and management performance.
A. PENDAHULUAN1.
 
Latar Belakang Penelitian
Lingkungan persaingan yang semakin tajam dan bersifat global menuntutperusahaan meningkatkan mutu dan keunggulan daya saing yang dipengaruhi oleh duafaktor penting yaitu mutu yang tinggi dan biaya yang rendah. Perusahaan-perusahaanmanufaktur berusaha melakukan perbaikan terus menerus biasanya menggunakan teknik-teknik 
total quality management 
(TQM) atau
 Just-In-Time
(JIT). Beberapa perusahaan yang telahmenerapkan TQM, ada yang telah berhasil meningkatkan kinerjanya, tetapi ada juga yangbelum mampu meningkatkan kinerjanya (Sim dan Killough, 1998).Beberapa peneliti bidang akuntansi menyatakan bahwa kinerja perusahaan yangrendah, disebabkan oleh ketergantungannya terhadap Sistem Akuntansi Manajemenperusahaan tersebut yang gagal dalam penentuan sasaran-sasaran yang tepat, pengukurankinerja, dan sistem penghargaan (
reward 
)
.
Efektifitas penerapan TQM memerlukanperubahan mendasar infrastruktur organisasional, meliputi: sistem alokasi wewenangpembuatan keputusan, sistem pengukuran kinerja, sistem
reward 
, dan hukuman.Temuan Ittner dan Larcker (1995) tidak menemukan bukti bahwa organisasi yangmempraktikan TQM dan Sistem Akuntansi Manajemen dapat mencapai kinerja yangtinggi. Peneliti lainnya yaitu Sim dan Killough (1998) serta Kurnianingsih (2000)menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara praktik penerapan TQMdengan desain Sistem Akuntansi Manajemen terhadap kinerja.
 
SNA VIII Solo, 15 – 16 September 2005 
 566566
Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak ada Sistem Akuntansi Manajemen secarauniversal selalu tepat untuk dapat diterapkan seluruh organisasi setiap keadaan, namunSistem Akuntansi Manajemen tergantung juga faktor-faktor kondisional yang ada dalamorganisasi. Penelitian tersebut merupakan replikasi dan ekstensi penelitian Kurnianingsih(2000) yang melakukan replikasi dan ekstensi Ittner dan Larcker (1995), serta Sim danKillough (1998).Kurnianingsih (2000) menguji praktik pemanufakturan TQM dan SistemAkuntansi Manajemen secara interaktif mempengaruhi kinerja manajerial. Ittner danLarcker (1995) yang memfokuskan TQM, tiga komponen utama Sistem AkuntansiManajemen, antara lain: sasaran kinerja, sistem pengukuran kinerja, sistem
reward 
tingkat organisasional, serta kinerja berdasarkan kualitas dan keuangan. Sim dan Killough(1998) memfokuskan TQM/JIT, tiga komponen Sistem Akuntansi Manajemen samadengan Ittner dan Larcker (1995) yang diterapkan tingkat operasi produksi.Penelitian ini menggunakan variabel pemoderasi dengan alasan bahwa variabelpemoderasi adalah suatu variabel independen lainnya yang dimasukkan kedalam modelkarena mempunyai efek kontingensi dari hubungan variabel independen dan variabeldependen sebelumnya. Dengan kata lain, variabel pemoderasi diidentifikasikan daripenelitian sebelumnya mempunyai simpulan hubungan kausal yang hasilnya konflik, baik konflik signifikasinya maupun konflik arahnya. Jika hal ini terjadi, mungkin dikarenakanada variabel lain yang memoderasi hubungan kausal. Suatu interaksi negatif terjadi jikahubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen lebih negatif untuk nilaivariabel pemoderasi yang lebih tinggi (Jogiyanto, 2004: 142-145).Shih (2001) memberikan bukti empiris yang menunjukkan adanya kesempatansuatu perusahaan mengevaluasi kinerja manajer atas laba berhubungan positif denganpentingnya produk yang berkualitas dan pelayanan pelanggan.
Profit center 
merupakanpusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur dari laba yang diperolehdalam suatu perioda tertentu (Fauzi, 1994).
Profit center 
dapat berbentuk divisi apabilakegiatan-kegiatan fungsional dilaksanakan oleh unit-unit kerja dalam lingkup satuorganisasi.Kaliel (2000) menyatakan bahwa dengan mengkoordinasi masing-masing bagiandalam perusahaan sebagai bisnis, menganalisis, merencanakan, dan pengambilankeputusan. Dengan demikian akan memperbaiki produksi, keputusan manajemen, dankemampuan perusahaan meningkat dengan adanya
 profit center 
.Perbedakan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah: a) penelitian inihanya memfokuskan TQM, komponen Sistem Akuntansi Manajemen meliputi sistempengukuran kinerja dan kinerja karyawan yang didasarkan
reward 
yang diberikan berupainsentif yang diberikan secara individual, sedang kinerja yang diukur adalah kinerjamanajerial serta b) penelitian ini juga menguji praktik pemanufakturan TQM dan
 profit center 
secara interaktif mempengaruhi kinerja manajerial. Penerapan TQM manajermempunyai kendali yang lebih terhadap kualitas barang yang diproduksi, demikian pulakualitas barang yang tinggi memiliki pengaruh yang besar terhadap kepuasan pelanggandan peningkatan penjualan (Shih, 2001). Jika penjualan digunakan sebagai isyaratkualitas produk dan pelayanan pelanggan, maka hal tersebut dapat digunakan untuk memotivasi manajer dalam menghasilkan kinerja yang lebih baik, dimana kinerja manajerdapat dievaluasi atas
 profit 
.
2.
 
Rumusan Masalah
Berdasarkan penelitian Milgrom dan Roberts (1990), Snell dan James (1992), Banker
et al
. (1993), Ichniowski
et al
. (1997), Sim dan Killough (1998), Kaliel (2000), Kurnianingsih(2000), serta Shih (2001), rumusan masalah penelitian sebagai berikut: a) apakah interaksipenerapan TQM dan sistem pengukuran kinerja berpengaruh positif terhadap kinerjamanajerial? b) apakah interaksi penerapan TQM dan sistem
reward 
berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial? serta c) apakah interaksi penerapan TQM dan
 profit center 
berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial?
 
SNA VIII Solo, 15 – 16 September 2005 
 567567
3.
 
Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah: a) untuk mengetahui apakah interaksi penerapan TQM dan sistem pengukuran kinerja berpengaruhpositif terhadap kinerja manajerial, b) untuk mengetahui apakah interaksi penerapanTQM dan sistem
reward 
berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial, serta c) untuk mengetahui apakah interaksi penerapan TQM dan
 profit center 
berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial.
B. TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS1.
 
Tinjauan Pustaka
a.
 
Teori Kontingensi
Sistem Akuntansi Manajemen merupakan suatu pendekatan kontingensi darifaktor kondisional yang digunakan dalam penelitian sebagai variabel yang memoderasisuatu hubungan. Sesuai dengan pendekatan kontingensi Otley (1980) dalam Mardiyahdan Gudono (2001), pendekatan kontingensi akuntansi manajemen didasarkan premisbahwa tidak ada Sistem Akuntansi Manajemen secara universal selalu tepat digunakanseluruh organisasi, namun Sistem Akuntansi Manajemen hanya sesuai (
 fit 
) untuk suatukonteks atau kondisi tertentu saja. Teori kontigensi dalam metoda penelitianmengargumenkan bahwa efektivitas desain Sistem Akuntansi Manajemen tergantungeksistensi perpaduan antara organisasi dengan lingkungannya. Sistem AkuntansiManajemen dikatakan variabel pemoderasi yang mempengaruhi hasil hubungan antarapenerapan TQM terhadap kinerja manajerial. Apabila Sistem Akuntansi Manajemen
 fit 
dengan konteks dan kondisi organisasi maka diproposisikan akan menimbulkan kinerjasuperior.Sistem Akuntansi Manajemen sering digunakan sebagai mekanisme untuk memotivasi dan mempengaruhi perilaku karyawan dalam berbagai cara yang akanmemaksimalkan kesejahteraan organisasi dan karyawan. Sistem Akuntansi Manajemensebagai alat kontrol organisasi dan alat yang efektif menyediakan informasi yangbermanfaat guna memprediksi konsekuensi yang mungkin terjadi berbagai aktivitas yangdilakukan.Penelitian yang dilakukan Kurnianingsih (2000) memberikan bukti empirismengenai pentingnya desain Sistem Akuntansi Manajemen sebagai faktor kontingensidalam upaya peningkatan kinerja. Dengan memasukkan dua faktor kontingensi, yaitusistem pengukuran kinerja dan sistem
reward 
terhadap keefektifan penerapan teknik 
TotalQuality Management.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya interaksi antaravariabel sistem pengukuran kinerja dan sistem
reward 
mempunyai pengaruh positif dansignifikan terhadap kinerja manajerial artinya perusahaan yang menerapkan teknik TQMsecara langsung dapat meningkatkan kinerja manajerial.Penerapan teknik TQM yang tinggi dengan sistem pengukuran kinerja yangtinggi akan meningkatkan kinerja manajerial, begitu juga sebaliknya. Manajer akan lebihtermotivasi untuk meningkatkan kinerja manajerial, jika pengukuran kinerja yang tinggidalam bentuk informasi yang diperlukan yang memberikan umpan balik untuk perbaikandan pembelajaran. Selain itu pemberian kompensasi yang lebih baik kepada manajer jugamemotivasi dalam peningkatan kinerja. Banker
et al.
(1993) meyatakan bahwa kinerjaperusahaan yang rendah disebabkan oleh ketergantungan terhadap Sistem AkuntansiManajemen perusahaan yang gagal dalam penentuan sasaran yang tepat, pengukurankinerja, dan sistem
reward 
.Sim dan Killough (1998) menyatakan bahwa adanya pengaruh interaktif antarapraktik pemanufakturan (TQM) terhadap kinerja dengan desain Sistem AkuntansiManajemen. Salah satu fungsi dari Sistem Akuntansi Manajemen adalah menyediakansumber informasi penting untuk membantu manajer mengendalikan aktivitasnya sertamengurangi ketidakpastian lingkungan dalam usaha mencapai tujuan organisasi dengansukses.Efektifitas praktik TQM membutuhkan perubahan dalam Sistem AkuntansiManajemen. Ittner dan Larcker (1995) menggambarkan perubahan tersebut sebagaikumpulan dari informasi baru dan dalam sistem
reward 
. Adapun komponen-komponen

Activity (27)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Gitri Widianti liked this
Vety Zafasitho liked this
Agung EL Jabir liked this
Ferry Chomsa liked this
Anna Marifa added this note|
mohon ijin untuk mendownload dokumen ini
Toma Love liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->