beriman yang hanya percaya kepada Allah namun tidak bersikap jujur danmalah berbuat kerusakan dan kekerasan berarti keimanannya tidak sempurna.Manusia harus utuh dalam beragama, tidak setengah-setengah, sertatidak memilah dan memilih dalam melaksanakan perintah agama. Allah dengantegas menyatakan dalam surat al-Baqarah ayat 208:
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan,sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata”.
Orang yang menghendaki kesempurnaan agama (total beragama) harusmampu menghadirkan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat, karenakedamaian itu merupakan bagian dari ajaran agama, bahkan menjadi identitasbagi agama Islam. Nabi bersabda:
“Yang dikatakan orang Islam itu adalah orang di mana orang lain (muslim lain) merasa selamat dari tangan dan lisannya”.
Sehingga, Islam ketika dalam peperangan pun mempunyai etika yangsangat agung, misalnya dilarang membunuh wanita dan anak-anak, dilarangmerusak tanaman dan benda lain, serta tidak boleh membunuh masyarakat sipil.Islam menganjurkan agar umatnya menjadi pihak yang bertahan bukan yangmulai melakukan kekerasan atau peperangan. Banyak ayat yang mendukungperdamaian ini, misalnya kandungan surat an-Nisâ: 90-91, al-Baqarah: 224, asy-Syûrâ: 40, dan lain-lain.
“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zhalim”.
Meskipun Allah pernah melarang umat Islam melakukan perdamaianseperti dalam surah Muhammad ayat 35,
“Janganlah kamu lemah dan minta damai, padahal kamulah yang di atas dan Allah (pun) beserta kamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi (pahala) amal-amalmu”
, namun kontekslarangan damai ini adalah tatkala musuh menyerang dan tidak mau diajak damai.Sekali lagi, Islam menganjurkan agar melakukan perdamaian dulu. Jikaperdamaian itu tidak bisa dilakukan, maka Islam baru melarang mengalah ataumundur dari peperangan. Inilah sikap lunak dan tegas dalam Islam.Mahmud Muhammad Thaha, ulama asal Maroko mengatakan bahwa shalatseorang muslim tidak sempurna manakala tidak menghadirkan jiwa (khusyu’)dalam
takbiratul ihram
dan
salam.
Kehadiran jiwa saat
takbiratul ihram
berartipengakuan secara jujur dan ikhlas akan kekuasaan Tuhan sebagai pencipta dandirinya sebagai hamba yang sebenarnya. Kehadiran jiwa saat
salam
berartiaplikasi kehambaan indiividu di hadapan masyarakat untuk selalu melahirkankeselamatan (
salam
), kedamaian, dan ketentraman.
Leave a Comment
kosong
ea gg bs di download
ternyata tidak bisa di download yah...
gx bisa di download