Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
32Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Agama

Makalah Agama

Ratings:

4.0

(2)
|Views: 9,160 |Likes:
Published by djavus

More info:

Published by: djavus on Feb 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

 
LARANGAN BERBUAT KERUSAKAN DI BUMI DAN
KEBURUKAN KAUM YANG BERBUAT KERUSAKAN DI BUMI
OLEH: INDRI FAJRIA MUSFIROH
KELAS: XI ipa 5
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 PADANG
TAHUN PELAJARAN 2008/2009
 
LARANGAN BERBUAT KERUSAKAN DI BUMI DAN
KEBURUKAN KAUM YANG BERBUAT KERUSAKAN DI BUMI
ISLAM DAN KEDAMAIAN
Tak satu pun agama yang memberikan toleransi terhadap kekerasan,baik terhadap diri sendiri ataupun orang lain. Bukan semata-mata ajaran agamaitu yang melarang, melainkan karena kekerasan bertentangan dengan fitrahmanusia dan nilai-nilai kemanusiaan.Kekerasan akan menghancurkan manusia dan peradabannya yang telahdibangun sejak permulaan manusia itu ada. Manusia dan peradabannya selalumendambakan terbangunnya perdamaian dan kedamaian sejati, bukanperdamaian yang dibuat-buat (semu) karena berbagai motif yang terselubungdan tidak bertanggung jawab. Perdamaian yang diharapkan adalah perdamaian yang didasarkan cinta kasih sesama sebagai makhluk Tuhan, yang mempunyaibeban dan tanggung jawab sama di muka bumi, yaitu mewujudkan perdamaianitu sendiri.Karena peradaban manusia selalu diwarnai pertentangan dankepentingan, maka Tuhan memberi petunjuk berupa agama untuk membimbingmanusia kepada jalan yang benar atau jalan perdamaian. Peradaban dan budaya yang tidak dibimbing oleh agama akan membawa sengsara dan pertentangan.Ini terbukti dengan semakin hilangnya nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaanakibat modernisasi yang tidak dibarengi dengan peneguhan keimanan danketakwaan kepada Allah. Sikap kebersamaan dan gotong-royong telah digantidengan sikap individualistis, sikap saling tolong-menolong dan membantuberubah menjadi saling bermusuhan (
antagonistik 
), serta spiritualitas murnidigantikan dengan spiritualitas semu yang serba formalis. Inilah yang membawamanusia kepada kekacauan dan ketidakstabilan dalam kehidupanbermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Islam sangat menganjurkanumatnya untuk mewujudkan perdamaian di dunia ini. Bahkan, perdamaian itumerupakan sebagian dari pokok keberagamaan umat. Iman sebagai inti dariagama mengandung tiga pengertian, yakni
al-iman 
(percaya kepada keesaanAllah),
al-amanah 
(sikap jujur), dan
al-aman 
(menghadirkan keamanan dankedamaian).Orang yang menyatakan beriman kepada Allah dituntut mampumelaksanakan tiga makna tersebut, yaitu: percaya, jujur, dan damai. Orang
 
beriman yang hanya percaya kepada Allah namun tidak bersikap jujur danmalah berbuat kerusakan dan kekerasan berarti keimanannya tidak sempurna.Manusia harus utuh dalam beragama, tidak setengah-setengah, sertatidak memilah dan memilih dalam melaksanakan perintah agama. Allah dengantegas menyatakan dalam surat al-Baqarah ayat 208:
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan,sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata”.
 Orang yang menghendaki kesempurnaan agama (total beragama) harusmampu menghadirkan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat, karenakedamaian itu merupakan bagian dari ajaran agama, bahkan menjadi identitasbagi agama Islam. Nabi bersabda:
“Yang dikatakan orang Islam itu adalah orang di mana orang lain (muslim lain) merasa selamat dari tangan dan lisannya”.
Sehingga, Islam ketika dalam peperangan pun mempunyai etika yangsangat agung, misalnya dilarang membunuh wanita dan anak-anak, dilarangmerusak tanaman dan benda lain, serta tidak boleh membunuh masyarakat sipil.Islam menganjurkan agar umatnya menjadi pihak yang bertahan bukan yangmulai melakukan kekerasan atau peperangan. Banyak ayat yang mendukungperdamaian ini, misalnya kandungan surat an-Nisâ: 90-91, al-Baqarah: 224, asy-Syûrâ: 40, dan lain-lain.
“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zhalim”.
Meskipun Allah pernah melarang umat Islam melakukan perdamaianseperti dalam surah Muhammad ayat 35,
“Janganlah kamu lemah dan minta damai, padahal kamulah yang di atas dan Allah (pun) beserta kamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi (pahala) amal-amalmu” 
, namun kontekslarangan damai ini adalah tatkala musuh menyerang dan tidak mau diajak damai.Sekali lagi, Islam menganjurkan agar melakukan perdamaian dulu. Jikaperdamaian itu tidak bisa dilakukan, maka Islam baru melarang mengalah ataumundur dari peperangan. Inilah sikap lunak dan tegas dalam Islam.Mahmud Muhammad Thaha, ulama asal Maroko mengatakan bahwa shalatseorang muslim tidak sempurna manakala tidak menghadirkan jiwa (khusyu’)dalam
takbiratul ihram 
dan
salam.
Kehadiran jiwa saat
takbiratul ihram 
berartipengakuan secara jujur dan ikhlas akan kekuasaan Tuhan sebagai pencipta dandirinya sebagai hamba yang sebenarnya. Kehadiran jiwa saat
salam 
berartiaplikasi kehambaan indiividu di hadapan masyarakat untuk selalu melahirkankeselamatan (
salam 
), kedamaian, dan ketentraman.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->