• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
Manfaatkan Otak Orang Lain
Pernah berbincang, atau membaca kisah wirausahawan senior? Sebagiandari mereka, membanggakan prestasinya bukan karena merekabersekolah tinggi-tinggi. Mereka membanggakan “kampus hidup”, denganguru-guru “jalanan” dan kearifan menangkap “ilmu kehidupan”.Sukses mereka, dibangun dengan realitas bisnis (dan kehidupan global)yang belum serumit zaman sekarang. Karena kerumitannya kiankompleks, wirausahawan memerlukan banyak input, termasuk daripendidikan. maka, “success storytempo dulu, diambil saripatinya,kearifan dan kegigihannya, bukan “semangat besar
 zonder 
pengetahuan”.Wirausahawan pun untuk sukses, memerlukan pengetahuan danketerampilan teknis. Bagaimana ia bisa “menjual” kalau tidak mendalami“dagangannya”? Bagaimana meyakinkan orang, kalau ia tidak mengertiapa yang harus ia tawarkan?Perlunya orang yang mampu dan berpengalaman dalam membantusebuah bisnis, tidak perlu diperdebatkan lagi. Meskipun demikian,kualifikasi akademik yang bagus, bahkan dari institusi yang palingbergengsi, juga bukan jaminan kesuksesan di setiap tingkatan dalamdunia korporat. Apapun perusahaannya Anda harus memiliki keterampilanteknis atau kemampuan mempekerjakan orang untuk itu. Ini yang sayasebut “bekerja dengan otak orang lain.”Pendahulu kita, juga orangtua kita sering bilang, “Nak, pergilah ke sekolah(kuliah), kalau tidak, kamu bakal gagal menjalani kehidupan. Kamu tidakbakal sukses.” Oke, niat baik orangtua, kita terima. Tapi sukses, bukanhanya karena kepintaran. Wirausahawan sejati (kebanyakan) menikmatisaat ia memimpin, menjadi pengelola usahanya sendiri. Ia memiliki orang-ornag yang bekerja padanya. Karena urusan teknis memerlukan keahlianteknis, sebagai bos, ia harus mendapatkan orang lain yang menguasaiketrampilan teknis itu. Maka ia pekerjakan seseorang yang lebih pintardaripada dirinya. Jika Anda pemilik usaha ini, maka Anda adalah bos yangmempekerjakan tenaga ahli. begitu usaha Anda sukses, selangkah demiselangkah mengisi jagad dunia usaha, bahkan Anda naik terus ke jenjangprestisius dalam bisnis yang Anda geluti, saat itu orang tak lagi peduliAnda pintar atau tidak di sekolah. Bahkan, kampus Anda saja, orang taklagi hirau. Anda dulu anak siapa, “sesulit apa”, juga tak lagi menjadiperbincangan.Bicara soal memanfaatkan otak orang lain, David Ogilvy, tokoh palinginspirasional dalam dunia iklan, pernah memberi nasihat.Katanya,”Pekerjakanlah orang yang lebih pintar daripada Anda.” Denganmempekerjakan orang yang lebih pintar dari Anda, maka Anda akan lebihcepat dan banyak belajar dari mereka. Banyak orang yang lebih pintardaripada Anda pada banyak hal – menulis pidato, membangun tim, yangdengan sadar mengajar anggota tim baru berbagai keterampilan baru.Sama halnya dengan keuangan. Anda dapat belajar akunting dasardengan cepat kepada akuntan anda.
 
Perusahaan yang menonjol seperti Coca-Cola, IBM, Microsoft, memilikiorang dengan kualitas menonjol hampir di semua bidang. Pekerjakanlahorang lain, buat mereka bekerja untuk Anda meskipun untuk itu, Andaharus mengeluarkan banyak uang.Satu hal lagi yang harus diingat, jangan bergantung kepada daftar riwayathidup dalam mempekerjakan orang, sebab semua itu dapat dibuat danditata sedemikian menarik, padahal sesungguhnya itu tidakmencerminkan realita yang ada. Penilaian justru didasarkan pada naluriatau insting dasar yang Anda miliki. Carilah orang yang Anda yakin:
 
mampu mengendalikan bisnis
 
menunjukkan antusiasme
 
mampu memperlakukan staf dengan baikMiliki orang yang memiliki komitmen untuk mengembangkan bakat. Inimerupakan satu inti kelompok bagi anda. Pastikan bahwa Andamempekerjakan orang yang tepat, pada tempat yang tepat dan waktuyang tepat.Bisnis berhasil karena konsep dasarnya bagus, juga naluri wirausahawanterhadap suatu momen. Wirausahawan harus mampu bersikap luwes.Kalau memproduksi bunga plastik tidak menguntungkan, dia bisa cepatberganti memproduksi rambut palsu, lalu mainan dan elektronik. Denganbegitu, perusahaannya bisa menemukan ceruk yang betul-betul menjadiawal yang baik untuk berkembang.
GAYA MANAJEMEN-nya berdasar pada akal sehat danPERTUMBUHANNYA berasal dari momentum alamiah dan intuisi.
Keahlian bisnis dari bangku kuliah? Oke, ia adalah serangkaian “nilaistudi” di atas kertas sertifikat kelulusan. Tapi, itu bukan jaminan sangalumnus sekolah bisnis, akan mampu merintis bisnis. Sebab, dengan gelardan nilai
cum laude
sekalipun, sebatas “jaminan” penguasaan administrasibisnis. Dan administrator bukanlah wirausahawan. Jangan berharap,setelah sukses studi
Master of Bussiness Administration
(MBA), misalnya,sang alumnus akan mengurus sebuah industri, melibatkan keluarganyatotal bekerja bersamanya – mungkin tanpa upah dulu - sampai usahanyasukses. Ini bukan “kelasakademisi bisnis, tapi dunianya seorangwirausahawan dengan energi juang bisnis yang tinggi. Akademisi bisnis,memang diperlukan dalam sebuah usaha, karena perannya berkait eratdengan langkah pembenahan sistem manajemen dan kontrol dalamsebuah bisnis. namun begitu, sang master administrasi bisnis, tidak bisamemulai bisnis itu sendiri. Jika Anda bekerja dengan orang yang sangat cemerlang dibidangnyadan memiliki beragam bakat dan latar belakang, Anda akanmengembangkan sebuah tim dengan kekuatan dan kelenturan yang baik.Adalah esensial untuk mampu mengenali bakat sejati danmengembangkannya.Memakai otak orang lain adalah benar-benar suatu kesenangan jikaanda suka permainan dalam tim. Bekerja dengan seorang yang tidak Andasukai secara aktif, di sisi lain, bisa menjadi sebuah pengalaman yang
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...