ABSTRAKIMPLEMENTASI KEBIJAKSANAANPROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN PERKOTAAN (P2KP)DI KECAMATAN BONTOMANAI KABUPATEN SELAYARPROVINSI SULAWESI SELATANAndi Irmayanti Azis
Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan memperolehgambaran, hambatan dan upaya mengenai implementasi kebijaksanaanProgram Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) di KecamatanBontomanai Kabupaten Selayar.Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitiandeskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian terdiri dari :Bupati Selayar, Camat Bontomanai, Kepala Badan KeswadayaanMasyarakat, Tokoh Masyarakat dan Masyarakat Miskin. Teknikpengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi KebijaksanaanProgram Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) di KecamatanBontomanai Kabupaten Selayar masih dalam tahap pelaksanaan dengankriteria cukup baik. Hambatan dalam implementasi Kebijaksanaan P2KPdi Kecamatan Bontomanai Kabupaten Selayar terbagi dalam dua bagianyaitu 1).
Hambatan dari Individu yang meliputi a).
Kebiasaan
(habit), b).
Ketergantungan
(Dependence), c).
Superego
d).
Rasa tidak aman dan regresi
(insecurity and regression),
sedangkan hambatan berikutnya adalah h
ambatandari sistem sosial yang meliputi k
esepakatan terhadap norma tertentu
(conformity to norms)
dan
kesatuan dan kepaduan sistem dan budaya
(systemic and cul
tural)
.
Upaya-Upaya yang dilakukan dalam implementasikebijaksanaan P2KP meliputi u
paya Dimensi Makro yang terdiri dari a).
Strategi pembangunan daerah dengan mengikutsertakan daerah-daerahpemasok migran; b).
Bekerja sama dan mengembangkan jaringan
(net working)
dengan pemerintah daerah asal. c). Investasi pembangunan didaerah asal migran. d). Insentif bagi non-government organizations (NGO).Upaya dalam Dimensi Mikro melalui p
eningkatan kesadaran masya
rakatdengan melakukan pendidikan masyarakat
(community education)
danpemasaran sosial serta kesalehan sosial (adanya pemimpin yang teladan),sedangkan upaya dalam Dimensi Meso m
elalui pendekatan"pengembangan masyarakat"
(community development),
dan pendekatan"pelayanan masyarakat
(community service approach).
1
Leave a Comment