Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KEJANG DEMAM SEDERHANA

KEJANG DEMAM SEDERHANA

Ratings: (0)|Views: 38 |Likes:
Published by Dengue Puji

More info:

Published by: Dengue Puji on Mar 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/11/2013

pdf

text

original

 
KEJANG DEMAM SEDERHANAKEJANG DEMAM SEDERHANA
I. PENDAHULUAN
Banyak sarjana telah sepakat dalam penelitian bahwa 3 % - 5 % dari seluruh anak di bawah umur 5 tahun pernah mengalami kejang dan sebagian besar menderita kejangdemam.Kejang demam merupakan kelainan neurologis yang paling sering dijumpai padaanak, terutama golongan umur 6 bulan sampai 4 tahun. Meski hal ini telah banyak diteliti,masih terdapat perbedaan pendapat mengenai pengertian kejang demam, hubungannyadengan sindroma epilepsy, manfaat pengobatan maintenance dan prognosis jangka panjang dari anak yang menderita kelainan ini.Mengapa anak yang menderita demam dapat megalamo kejang, sedang anak yanglain tidak, masih belum diketahui pasti. Berbagai hipotesis telah diajukan, antara lainmengatakan bahwa secara genetika ambang kejang anak berbeda-beda.
II. DEFINISI
Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh(suhu rectal diatas 38
0
C), yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium.
III. PATOFISIOLOGI
Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, sel otak memerlukan energi yangdi dapat dari hasil metabolisme. Bahan baku untuk metabolisme otak yang terpentingadalah glukosa, yang melalui proses oksidasi dipecah menjadi CO
2
dan air.Sel dikelilingi oleh membran yang permukaan dalamnya adalah lipoid dan permukaan luarnya adalah ionic. Dalam keadaan normal, membran sel neuron dapatdilalui dengan mudah oleh iuon kalium (K 
+
) dan sangat sulit dilalui oleh ion natrium (Na
+
)dan elektrolit lain kecuali ion klorida (Cl
-
). Akibatnya konsentrasi K 
+
didalm sel neurontinggi dan konsentrasi Na
+
rendah, sedangkan diluar sel neuron terdapat keadaansebaliknya. Karena perbedaan jenis dan konsentrasi ion didalam dan diluar sel, makaterdapat perbedaan potensial yang disebut potensial membran dari sel neuron. Untu
 
menjaga keseimbangan potensial membran ini diperlukan energi dan bantuan enzim Na-K-ATP ase yang terdapat pada permukaan sel.Keseimbangan potensial membran dapat diubah oleh adanya :1.Perubahan konsentrasi ion di ruang ekstraseluler 2.Rangsangan yang datang mendadak, misalnya : mekanis, kimiawi atau aliran darisekitarnya.3.Perubahan patofisiologi membran karena penyakit atau keturunanPada keadaan demam, kenaikan suhu 1
0
C mengakibatkan kenaikan metabolisme basal10% - 15% dan akibatnya kebutuhan oksigen akan meningkat 20%. Pada anak berumur 9tahun sirkulasi otak mencapai 65% dari sekuruh tubuh, disbanding orang dewasa yanghanya 15%.Jadi pada kenaikan suhu tubuh tertentu dapat terjadi perubahan keseimbangan darimembran, dan dalam waktu yang singkat terjadi difusi K 
+
maupun Na
+
melalui membran,akibatnya terjadi lepasan muatan listrik yang demikian besar sehingga dapat meluas keseluruh sel maupun ke membran sel tetangganya dengan bantuan bahan yang di sebutneurotransmitter dan terjadilah kejang.Tiap anak mempunyai ambang kejang yang berbeda. Pada anak dengan ambangkejang yang rendah, kejang mulai pada suhu 38
0
C. Sedangkan pada ambang kejang yangtinggi, kejang baru baru terjadi pada suhu 40
0
C atau lebih. Maka dapat disimpulkan bahwa terulangnya kejang demam lebih sering terjadi pada ambang kejang yang rendah,sehingga dalam penanggulangannya perlu diperhatikan pada suhu berapa penderitakejang.Kejang demam berlangsung singkat pada umumnya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan gejala sisa. Tapi pada kejang yang berlangsung lama (lebih dari 15 menit) biasanya disertai apnoe, meningkatnya kebutuhan oksigen dan energi untuk kontraksiotot-otot skelet, yang akhirnya terjadi hipoksia, hiperkapnia,asidosis laktat yangdisebabkan oleh metabolisme anaerobic, hipotensi arterial disertai denyut jantung yangtidak teratur dan suhu tubuh semakin meningkat disebabkan meningkatnya aktifitas ototdan selanjutnya menyebabkan metabolisme otak meningkat. Rangkaian kejadian tersebutadalah faktor penyebab terjadinya kerusakan neuron otak, selama berlangsungnya kejanglama.Kerusakan pada daerah medial lobus temporalis setelah mendapat serangan kejangyang berlangsung lama dapat menjadi ‘’matang’’ di kemudian hari, sehingga terjadi
 
serangan epilepsy yang spontan. Jadi kejang demam yang berlangsung lama dapatmenyebabkan kelainan antomis di otak, sehingga terjadi epilepsy.
IV. MANIFESTASI KLINIS
Terjadinya bangkitan kejang pada bayi dan anak kebanyakan bersamaan dengankenaikan suhu badan yang tinggi dan dapat disebabkan oleh infeksi di luar susunan saraf  pusat, misalnya ; tonsillitis, ototis media akut, bronchitis, furunkolitis dan lain-lain.Serangan kejang biasanya terjadi 24 jam pertama sewaktu demam, berlangsungnyasingkat dengan sifat bangkitan kejang dapat berupa tonik-klonik, tonik, klonik, fokal atauakinetik. Umumnya kejang berhenti sendiri, begitu kejang berhenti anak tidamemberikan reaksi sejenak, tetapi setelah beberapa detik atau menit anak akan terbangundan sadar kembali tanpa adanya kelainan saraf.Livingstone (1945-1963) membuat kriteria dengan membagi kejang atas 2 golongan,yaitu:1.Kejang demam sederhana (simple febrile convulsion)2.Epilepsi yang diprovokasi oleh demam (epilepsy trigger of by fever)Dahulu di Sub Bagian Saraf Anak, Bagian Ilmu Kesehatan Anak, FKUI, RSCM, Jakartadi gunakan modifikasi criteria Livingstone sebagai pedoman untuk membuat diagnosiskejang demam sederhana sebagai berikut :1.Umur anak ketika kejang antara 6 bulan – 4 tahun2.Kejang berlangsung sebentar, tidak melebihi 15 menit3.Kejang bersifat umum4.Kejang timbul dalam 16 jam pertama setelah timbulnya demam5.Pemeriksaan saraf sebelum dan sesudah kejang adalah normal6.Pemeriksaan EEG yang dibuat sedikitnya 1 minggu setelah suhu normal tidak menunjukkan kelainan7.Frekuensi bangkitan kejang dalam 1 tahun tidak melebihi 4 kaliKejang demem yang tidak melebihi salah satu atau lebih dari ke tujuh kriteria diatas digolongkan pada epilepsy yang diprovokasi oleh demam. Dengan menggunakan kriteriatersebut, ternyata sangat banyak pasien yang termasuk dalam golongan epilepsy yang di provokasi demam, dengan konsekuensi bahwa pasien-pasien ini harus mendapat pengobatan rumat. Banyak pasien yang hanya menunjukkan kelainan EEG, sedangkancriteria lain dapat dipenuhi. Juga sulit sekali untuk melakukan anamnesis berapa lama

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->