Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
52Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hubungan Kepuasan Kerja Dan Komitmen

Hubungan Kepuasan Kerja Dan Komitmen

Ratings:

5.0

(13)
|Views: 8,368 |Likes:
Published by liasintia

More info:

Published by: liasintia on Feb 25, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

07/15/2013

 
Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitek & Sipil) Vol. Auditorium Kampus Gunadarma, 21-22 Agustus 2007 ISSN : 1858 - 2559 Hubungan Antara Kepuasan Kerja….Mukhyi A153 
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN KOMITMEN DALAMLINGKUNGAN INSTITUSI PENDIDIKAN DI KOTA DEPOK
Mohammad Abdul Mukhyi
1
 Tati Sunarti
2
 Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma
1
(mukhyi@nustaffsite.gunadarma.ac.id)
2
(sunarti@yahoo.co,id)
ABSTRAK
Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1. Menguji secara empiris hubungan antara kepuasan kerja dengan komitmen dalam bekerja dan 2. Mengetahui hubungan locus control dengan kepuasan kerja dan komitmen. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis bahwa tingkat korelasi antara kepuasan kerja dengan komitmen kerja, kepuasan kerja dengan lokus kontrol serta lokus kontrol terhadap komitmen kerja mempunyai korelasi yang kecil dan bisa dikatakan hubungannya sangatlah rendah. Atas dasar perangkingan guru atau pendidik, maka diperoleh perangkingan bahwa pekerjaan yang aman, nyaman,bertarti baik secara ekonomi dan non ekonomi, urutan kedua adalah penghargaan terhadap pekerjaan,organisasi yang dihargai serta dari orang tua murid, serta rekan kerja yang kompak.Kata kunci: kepuasan kerja, komitment kerja 
PENDAHULUAN
Fenomena banyak guru yang mengajar ataungobyek di sekolah lain sering dijumpai karenadi satu sisi kekurangan guru dan disisi lainadalah tuntutan ekonomi, bahkan ada juga yangmempunyai tugas sampingan setelah pulangkerja harus ngojek, harus jaga warung, sertapekerjaan lain. Bukti empiris adalah denganadanya unjuk rasa oleh guru pada bulan April2000 dengan meminta kenaikan tunjangan guru.Tentunya ini sangat berpengaruh walaupuntidak secara langsung terhadap mutu pendidikandan anak didiknya. Jadi kualitas dan antusiasguru mempunyai dampak pada kualitaspendidikan.Seorang guru dituntut untuk memberi-kan pengajaran dan pendidikan kepada anakdidiknya serta memberikan contoh tauladanyang baik, bukan hanya sekedar mencapaikepuasan bekerja, akan tetapi juga menjaminkelangsungan pendidikan. Kepuasan yangdimaksud adalah adanya suatu kondisi dimanabaik pihak sekolah maupun guru merasa tidakdirugikan.Penelitian ini bertujuan untuk menda-patkan data empirik tentang seberapa besarhubungan antara kepuasan kerja dengan tingkatkomitmen kerja mereka dalam lingkungan pen-didik. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapatdigali unsur-unsur yang menimbulkan kepuasankerja dan komitmen kerja, sebagai bahanaltematif sumbang saran kepada pimpinan Dikti,universitas, pendidikan dan masyarakat sosialdalam menentukan kebijakannya.Adapun yang menjadi tujuan dalampenelitian ini adalah:1. Menguji secara empiris hubungan antarakepuasan kerja dengan komitmen dalambekerja.2. Faktor-faktor apa yang mempengaruhikepuasan kerja dan komitmen dalambekerja
TINJAUAN PUSTAKA
Sifat manusia sangatlah unik dan sulituntuk dipahami, sifat manusia dalam organisasiakan mempengaruhi komitmen mereka dalamorganisasi, apakah mereka akan terpuaskanatau tidak bila masuk dalam suatu organisasi.Ada berbagai macam teori motivasi untuk men-dorong manusia mencapai apa yang menjaditujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.Dalam kehidupan sehari-hari dilingkungan kita,bahwa kebanyakan orang bekerja karena do-rongan uang, tetapi kadang gagal untuk me-nanggapi sistem perangsang berupa uangdalam memotivasi. Ada juga orang yang dengan jelas ingin mempergunakan kemampuan yangdimiliki, tetapi kadang menolak suatu pekerjaanyang jelas merupakan suatu tantangan. Orangkehilangan motivasi dan perhatian terhadappekerjaan, tetapi mutu pekerjaan mereka tetaptinggi. Orang ingin keluar dari pekerjaan karenatidak sesuai dengan harapannya, akan tetapimereka masih tetap bekerja ditempat sekarang.Ini menunjukkan bahwa sifat manusia sukaruntuk dipelajari tetapi bisa untuk didekati, akantetapi juga sulit untuk mengetahui apa yangdiinginkannya.
 
Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitek & Sipil) Vol. Auditorium Kampus Gunadarma, 21-22 Agustus 2007 ISSN : 1858 - 2559 Hubungan Antara Kepuasan Kerja….A154 Mukhyi 
 
Bahwa perilaku manusia ditentukan olehkebutuhan atau motif yang ada dalam dirinyaberdasarkan pada pengenalan yang diterimasebelumnya dan berhubungan dengan situasidan peran (Schein, 1991). Perilaku manusiaadalah hasil kompleks dari maksud seseorang,persepsi seseorang mengenai situasi yangsekarang ada dan asumsi atau kepercayaantentang situasi dan orang-orang yang beradadalam situasi itu.Bahwa perilaku pada dasarnyaberorientasi pada tujuan. Tujuan spesifik tidakselamanya diketahui dengan sadar oleh yangbersangkutan, bahwa dorongan yang memo-tivasi pola perilaku individu yang nyata (kepriba-dian) dalam kadar tertentu berada dalam alambawah sadar, dan karenanya sulit untuk dikajidan dievaluasi, ini seperti yang dikatakan olehFreud (Hersey dan Blanchard, 15, 2001).Schein (1991), mengemukakan sifat-sifat manajerial tentang sifat manusia, danmembaginya menjadi tiga, yaitu:1. Asumsi Rasional – Ekonomi, Asumsi iniberasal dari falsafah hedonisme, bahwaorang bertindak untuk memenuhikesenangan diri mereka semaksimalmungkin. Asumsi ini mengelompokkanmanusia dalam dua kelompok, yaitukelompok yang tidak dipercaya, bermotivasiuang dan bersifaat kalkulatif serta kelompokyang dapat dipercaya, bermotivasi lebih luasdan bermoral.2. Asumsi Sosial, Berdasarkan pada teoriHawthorne, bahwa kebutuhan untukditerima dan disukai oleh teman sekerjamungkin lebih penting dari perangsangekonomi (Roethlisberger & Dickson, 1939;Homans, 1950).3. Asumsi Aktualisasi Diri, dari McGregor(1960) dalam Teori Y mengenai sifatmanusiaBanyak faktor yang mempengaruhikepuasan kerja karyawan, diantaranya adalahkesesuaian pekerjaan, kebijakan organisasitermasuk kesempatan untuk berkembang,lingkungan kerja dan perilaku atasan. Menurutpendekatan teori Maslow tentang kebutuhanmanusia, bila dilihat dari hierarki kebutuhanmanusia, dapat disimpulkan bahwa kompensasiatau penghargaan yang diberikan kepadakaryawan dalam bentuk material, dalam hal inigaji merupakan kebutuhan manusia ataukaryawan yang terrendah.Menurut Gilmer (1966) ada beberapafaktor-faktor yang mempengaruhi kepuasankerja, yaitu kesempatan untuk maju, keamanankerja, gaji, perusahaan dan manajemen, faktorintrinsik dan pekerjaan, kondisi kerja, aspeksosial dalam pekerjaan, komunikasi, danfasilitas (As'ad, 2003). Heidjrachman danHusnan (2000) mengemukakan beberapa faktorkebutuhan dan keinginan pegawai, yakni: gajiyang baik, pekerjaan yang aman, rekan sekerjayang kompak, penghargaan terhadap pekerjaan,pekerjaan yang berarti, kesempatan untuk maju,pimpinan yang adil dan bijaksana, pengarahandan perintah yang wajar, dan organisasi atautempat kerja yang dihargai oleh masyarakat.Menurut Loeke (dalam Sule, 2002), bahwakepuasan atau ketidak-puasan karyawantergantung pada perbedaan antara apa yangdiharapkan dan kenyataan yang diterima.Kepuasan kerja (
Job Satisfaction 
)adalah suatu keadaan emosional karyawandimana terjadi atau tidak terjadi titik temu antarabatas jasa karyawan dengan tingkat nilai balas jasa baik finansial maupun non-finansial.Kepuasan kerja adalah tingkat di manaseseorang merasa positif atau negatif tentangberbagai segi dari pekerjaan, tempat kerja, danhubungan dengan teman kerja (Donely, 1985).Enam jenis sasaran yang harus dicapai sebelumkepuasan kerja dapat diperoleh adalah uang,wibawa, kedudukan, keamanan, pengakuan,rasa memiliki, dan kreativitas (dikutip olehFraser 1993).Tiffin (1974) mengatakan bahwakepuasan kerja berhubungan erat dengan sikapkaryawan terhadap pekerjaannya sendiri,karena makin tinggi tingkat kepuasan kerjaseseorang akan tercermin dari sikap kerja kearah yang positif. Hal ini tidak berarti apa yangdilakukan oleh guru yang ada pada saat iniarahnya negatif. Sebaliknya ketidak puasankerja akan menimbulkan sikap kerja yangnegatif. Bahwa positif dan negatifnya sikap kerjaseseorang mengikuti tingkat kepuasan kerjayang dirasakan. Untuk mengukur kepuasankerja seseorang biasanya dilihat dari besarangaji atau upah yang diberikan, tetapi inisebenarnya bukan satu-satunya faktor adafaktor lain seperti suasana kerja, hubunganatasan dan bawahan ataupun rekan sekerja,pengembangan karier, pekerjaan yang sesuaidengan minat dan kemampuannya, fasilitasyang ada dan diberikan.Seperti apa yang dikatakan oleh Schein(1991), bahwa sepanjang sejarah telah banyakdiusahakan untuk mendapatkan jawaban yangmemadai atas pertanyaan: Apa yangsesungguhnya memotivasi seseorang? Apayang terdapat dapam sifat manusia sehinggamembuat mereka mampu berperilaku tertentu?Untuk menjawab apa yang dikemukakan olehSchein maka diperlukan komitmen antara
 
Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitek & Sipil) Vol. Auditorium Kampus Gunadarma, 21-22 Agustus 2007 ISSN : 1858 - 2559 Hubungan Antara Kepuasan Kerja….Mukhyi A155 
anggota organisasi (karyawan) denganorganisasi itu sendiri. Unsur komitment jugamempunyai nilai dan peranan penting dalamproses operasional sautu organisasi atauperusahaan. Karena komitmen meliputi sikappositif dan negatif terhadap perusahaan danmerupakan hubungan seorang pekerja denganorganisasi tempat bekerja. Komitment terhadaporganisasi ditandai oleh keinginan kuat untuktetap menjadi anggota organisasi, kesediaanuntuk berusahaa sebaik mungkin demikepentingan organisasi, kepercayaan danpenerimaan yang kuat terhadap nilai-nilai, sikapdan tujuan organsisasi.Byars dan Rue (1997) yang dikutip dariAgustina, (2002) menyatakan bahwa faktor-faktor kepuasan kerja dapat mempengaruhikomitmen karyawan pada organisasi. Kepuasankerja nampak dalam sikap positif karyawanterhadap pekerjaannya dan segala sesuatuyang dihadapi di lingkungan kerjanya.Sebaliknya karyawan yang tidak terpuaskanoleh faktor-faktor yang berkaitan denganpekerjaan nampak memiliki sikap negatif yangmencerminkan kurangnya komitmen merekaterhadap perusahaan seperti sering mangkir,produktivitasnya rendah, perpindahan karyawan,tingginya tingkat kerusakan, timbulnyakegelisahan serta terjadinya tuntutan-tuntutanyang berakhir dengan mogok kerja.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini akan dilakukan di Kota Depok,dengan subyek penelitian adalah guru yangmengajar di SLTP dan SLTA baik yang tetapmaupun honorer, baik untuk sekolah swastamaupun negeri. Responden terbagi dalam 6kecamatan dan 28 kelurahan dan 39 desa, yangterdiri atas 148 SLTP negeri dan swasta serta125 SLTA (SMA dan SMAK) negeri dan swastaserta Pondok pesantren berjumlah 17. Adapun jumlah pendidik dari kedua tingkatan sekolahtersebut adalah ± 8235 pendidik. Dari jumlahpopulasi pendidik diambil sampel dengan tingkatkesalahan 5%.Variabel yang dikaji adalah variabelkepuasan kerja sebagai variabel independentdan variabel komitmen terhadap organisasisebagai variabel dependent. Tipe komitmenterhadap organisasi terdiri dari komitmen afektif,behavioral dan normatif. Variabel kepuasankerja terdiri atas prestasi kerja, penghargaanpekerjaan, tanggung jawab, kesempatan untukmaju, kebijakan sistem penggajian, rekan kerja,kondisi kerja, keamanan kerja, aktualisasi diri.Sedangkan variabel komitment pekerja terdiriatas kepedulian dan kebanggaan sertakepedulian pada perusahaan dan lingkunganserta kemauan berkorban.Data selanjutnya dianalisismenggunakan uji hipotesis.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kota Depok mempunyai program kegiatan yanghendak dan ingin di capai, adapun bentukprogram pendidikan dan kebudayaan yang akandilakukan adalah:1. Memperluas kesempatan memperolehpendidikan melalui pembangunan danrehabilitasi gedung sekolah.2. Meningkatkan profesionalisme tenagapendidik dan kependidikan.3. Mengembangkan manajemen berbasissekolah dan kompetensi tenaga pendidik.4. Melestarikan budaya daerah melaluipengembangan seni dan budaya.Secara total jumlah SMP berdasarkandata dari Dinas Pendidikan Kota Depok adalah165 buah dengan perincian jumlah SMP Negeriada 17 dan SMP swasta sebanyak 148. Sedangtotal jumlah SMU berdasarkan data dari DinasPendidikan Kota Depok adalah 125 buahdengan perincian SMU/SMK Negeri ada 10 danSMU/SMK swasta sebanyak 115, dan jumlahPondok pesantren berjumlah 17. Jumlahpendidik keseluruhan ± 8235 pendidik,Berdasarkan informasi di atas dengan jumlah SMP dan SMU serta pondok pesantrensebanyak 305 sekolah, bila diambil sampelsecara acak sebanyak 10% dari total SLTP danSMU yang ada disetiap kecamatan. Bila ditiapsekolah ada rata-rata 25 guru, maka diambil10%nya ada 3 guru setiap sekolahan, maka jumlah sampel sekolah yang akan diteliti untukmasing-masing kecamatan adalah sebanyak::1. Kecamatan Cimanggis : SLTP = 4 + 33 = 34X 0,1 = 4 sekolah dengan sampel guru 12,SMU = 1 + 13 = 14 x 0.1 = 1 sekolahdengan sampel guru 3.2. Kecamatan Sawangan : SLTP = 15 + 15 =30 x 0.1 = 3 sekolah dengan sampel guru 9,SMU = 7 + 6 + 4 = 17 x 0,1 = 2, dengansampel guru 3 dan Pondok Pesantren = 8 X0,1 = 1 dengan sampel guru 3.3. Kecamatan Limo : SMP = 8 x 0.1 = 1dengan sampel guru 3, 6 SMU = 6 + 4 = 10x 0,1 = 1 dengan sampel guru 3, PondokPesantren = 4 x 0,1 = 0 dengan sampel guru0.4. Kecamatan Pancoran Mas : SLTP = 2 + 37+ 1 + 7 = 47 x 0.1 = 5 dengan sampel guru15, 1 SMU = 1 + 11 + 13 + 6 + 5 = 36 x 0,1= 4 dengan sampel guru 12 dan Pondok

Activity (52)

You've already reviewed this. Edit your review.
Halim's Khomsah added this note
mohon info judul tesis saya pengaruh organisasional,kepuasan kerja dan motivasi kerja terhadap ocb pada puskesmas di kab.lombok timur.bgm memulainya?adakah judul thesis yg sama sebagai gambaran saya trims
1 thousand reads
1 hundred reads
Indria Hapsari liked this
IWayan Swatama liked this
Monica Henry liked this
Suhai Nst added this note
makasih atas informasinya
Jusuf Adam added this note
Makasih jurnalnya buat referensi utk menambah pengetahuan
Zaini Guntung liked this
Haziqah Nasir liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->