Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword or section
Like this
21Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
RENAISANS INDONESIA : MENGGAGAS KEBANGKITAN PASCA REFORMASI

RENAISANS INDONESIA : MENGGAGAS KEBANGKITAN PASCA REFORMASI

Ratings:

4.72

(18)
|Views: 4,077 |Likes:

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Hilmy Bakar Almascaty on Feb 25, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

03/06/2014

 
Hilmy Bakar
 
RenaisanSIndonesiA
Menggagas Gerakan KebangkitanPasca Reformasi Di Indonesia
Sebuah Refleksi Spiritual Aktivis MuslimPasca Bencana Tsunami Di Aceh
1
 
PENGANTAR PENULIS
Alhamdulillahi Rabb al-Alamin, segala puja puji hanyalah milik Allah, Rabbyang Menguasai seluruh alam raya. Shalawat dan salam kehadirat RasulullahMuhammad SAW, Nabi besar terakhir yang telah memimpin perjuangan agungpembebasan umat manusia, memimpin dan mengarahkannya menuju tatanan yangpenuh dengan keadilan, kemakmuran dan kedamaian. Demikian pula semogakeselamatan dan kesejahteraan senantiasa terlimpahkan kepada keluarga dan parashahabat serta pengikutnya hingga hari akhir kelak, amin...Setelah lebih 60 tahun kemerdekaannya, kini bangsa Indonesia benar-benarberada di persimpangan jalan yang sangat kritis, bahkan kalau tidak berlebihan dapatdikatakan sedang melaju kencang menuju jurang kehancuran. Bagaimana tidak,peristiwa-peristiwa yang terjadi belakangan ini telah menimbulkan kecemasan danketakutan, baik di kalangan para pemimpin, ulama, ustadz, cendikiawan, politisi,pengusaha, mahasiswa dan lainnya. Bangsa besar yang dibangun dengan tetesan darahdan pengorbanan tiada taranya oleh para pahlawan agung sejak berabad silam sedangdigrogoti dan dicabik-cabik oleh anak bangsa sendiri dengan berbagai penyakit sosialyang amat kronis, terutama korupsi yang sudah merajalela ke semua tingkatan. Bangsayang terkenal keramah tamahannya sejak dahulu kala kini telah berubah bagaibangsa bar-bar yang saling membunuh sesamanya akibat perkara sepele. Pembunuhandemi pembunuhan dan pembantaian terjadi bukan hanya disebabkan oleh masalahSARA (suku, agama dan ras) saja, namun kini sesama satu agama dan satu sukupunsaling membunuh akibat kefanatikan kepada pemimpin dan golongan politiknya.Beberapa provinsi dan daerah menginginkan kemerdekaan dan lepas dari NegaraKesatuan Republik Indonesia akibat keserakahan para opurtunis dan hipokrit yangmementingkan diri dan golongannya. Egoisme para elit politik telah menambahrunyamnya permasalahan bangsa ini yang pada ujungnya telah menimbulkankonflik horizontal di tengah-tengah masyarakat. Hadirnya provokator dari kaumtersingkir dan terpinggirkan, terutama golongan anarkhis yang menghalalkansegala cara telah mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Demikianpula kehadiran agen-agen kekuatan asing yang mencampuri urusan dalam negeri sertatekanan-tekanan negara maju, baik dalam bidang ekonomi, politik, keamanan danbudaya menambah permasalahan bangsa yang kian hari kian ringkih dan terpuruk. Kinibangsa Indonesia benar-benar berada di persimpangan jalan yang dapatmenghilangkan eksistensinya dari muka bumi.Gerakan reformasi yang dimotori para mahasiswa dengan tujuan mulia sertatelah berhasil menumbangkan rezim korup Soeharto, kini telah menimbulkan dilemabaru bagi bangsa Indonesia. Gerakan yang bercita-cita mewujudkan sebuah tatananIndonesia baru yang lebih adil dan makmur serta demokratis, pada akhirnyamenimbulkan keadaan sebaliknya dengan berkembangnya sebuah tatananmasyarakat yang kelewat bebas, tidak mengindahkan hukum, bahkan lebih jauh telah
2
 
mengakibatkan munculnya gerakan-gerakan sparatis yang ingin memisahkan diridari negara Indonesia dengan alasan kebebasan dan demokrasi. Demikian pulagerakan reformasi telah melakhirkan pemerintahan yang dianggap sah atas namarakyat, namun penuh dengan kotraversi, kekaburan, kegamangan, rivalitas sertadiwarnai konflik demi konflik antar elit penguasa yang menambah keruh keadaanbangsa ini. Keadaan ini telah menimbulkan kekecewaan para penggerak reformasi,terutama para mahasiswa yang kembali turun ke jalan untuk meluruskan keadaan dankembali memperjuangkan tuntutan reformasi. Mereka menganggap gerakan reformasitelah menyimpang dari jalurnya dan perlu diluruskan kembali. Gerakan reformasikembali menggulung rezim kontraversial Abdurrahman Wahid yang telah terkenasindrome diktator.Gerakan reformasi sekali lagi mengantarkan Megawati, salah seorang yangdikatakan menjadi penggerak reformasi, menjadi Presiden RI menggantikan Gus Duryang dianggap tidak mampu menjalankan amanah reformasi. Megawati menjaditumpuan dan harapan rakyat, termasuk yang menolaknya terdahulu seperti Amien Raisdan kelompok Islam. Pemerintahannya diharapkan dapat mengantarkan Indonesiabaru yang adil, makmur, aman damai serta sejahtera sebagaimana diamantkan dalamUUD 45 dan GBHN. Namun pada kenyataannya, setelah menjadi Presiden, Megawatiyang pendiam dan tertutup tidak dapat berbuat banyak untuk merubah keadaan bangsadan negara yang semakin kusut dan semrawut ini, bahkan para pengkritiknya, sepertidari kalangan INDEMO yang dimotori Hariman Siregar dan Adnan Buyungmenganggapnya tidak memiliki hati nurani dan kepekaan terhadap penderitaan rakyat.Lebih jauh model kepemimpinannya yang gamang dan berfihak kepada konglomerathitam telah menimbulkan permasalah-permasalahan baru yang semakin kompleks danrumit. Bersamaan dengan itu, pemerintah disibukkan dengan bencana alam yangmemecah konsentarsi dan fokusnya, seperti banjir di Jakarta dan beberapa daerahlainnya yang menimbulkan penderitaan baru dan kekecewaan. Semua ini seakanmenegaskan timbulnya malapetaka demi malapetaka bagi bangsa Indonesia yangselama ini memang penuh dengan malapetaka.Bangsa Indonesia menaruh harapan besar kepada Megawati agar dapatmemimpin bangsa besar ini menuju Indonesia baru yang dicita-citakan. Megawatimemang telah menyelesaikan beberapa agenda bangsa, tapi terlalu banyakpermasalahan bangsa yang tidak tertangani bahkan terkesan gamang. Sehingga AmienRais, yang mendukung pengangkatannya sebagai Presiden, mulai mengkritiknya,bahkan menyatakan telah terjadi pembusukan terstruktur dalam kabinet Megawati.Akhirnya Megawatipun mengalami nasib seperti para pendahulunya yang dihujat dandisalahkan. Mahasiswa dan beberapa komponen bergerak meluruskan kembali arahreformasi karena Mega dianggap tidak becus dan tidak serius mengemban amanahreformasi. Apalagi sikap suaminya, Taufik Kiemas, yang terkesan dominan dan ikutmengintervensi tugas-tugas Presiden menambah kompleknya permasalahan. Tidakdiragukan bahwa gaya kepemimpinan Megawati yang tertutup dan tidakmemperhatikan kehendak kaum reformis telah menjatuhkan citranya dan dapat
3

Activity (21)

You've already reviewed this. Edit your review.
ohoi2000 liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
ekho109 liked this
Asia AlBanna liked this
Alay Ngalay liked this
Mas'ud Mf liked this
Ajun Rhevent Restwana added this note
aku juga pengen neeeee
Agus Umar Faruq added this note
tolong dunk dikirim oemartaghuer@yahoo.co.id

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->