II. Penyembelihan Hewan Qurban
1. Persiapan
a. Tempat penyembelihan hendaknya terpisah dari sarana umum sertatempat penjualan makanan dan minuman dan dibuatkan lubang seluas 1meter persegi dengan kedalam 1 meter untuk menampung darahpenyembelihan.b. Peralatan : pisau/golok dan peralatan lain yang digunakan untukmemotong hendaknya diasah dengan tajam, bersih serta tidak berkarat.c. Hewan diistirahatkan / dikarantina minimal 12 jamd. Tersedia tempat penanganan daging secara khusus dan tempatpembersihan jeroan yang terpisahe. Tersedia cukup air bersih agar tempat penanganan daging dan jeroantetap terjaga kebersihannya selama proses berlangsung.
2. Pemeriksaan Ante Mortem (Sebelum Penyembelihan)
Dilakukan pemeriksaan sebelum pemotongan (ante mortem) agar hanyahewan sehat yang dipotong dengan memperhatikan ciri-ciri sehat sepertidiatas.
3. Penyembelihan
Penyembelihan dilakukan dengan tata cara agama Islam sesuai denganfatwa Majelis Ulama Indonesia dan persyaratan teknis hygiene sanitasiantara lain :a. Hewan dihadapkan ke arah kiblatb. Membaca basmalah (bismillahirrohmanirrohim)c. Memutus saluran makanan (mari’k)d. Emutuskan pembuluh darah (wajadain)e. Memutuskan saluran nafas (hulqum)f. Hewan dipotong dengan sekali tekan/potong tanpa mengangkat pisau darileher (kepala tidak langsung dipisahkan dari badan)g. Proses lebih lanjut dilakukan bila hewan telah mati sempurna
4. Pemeriksaan setelah penyembelihan (post mortem) :
a. Pemeriksaan organoleptis adalah pemeriksaan terhadap bau, warna,konsistensi/kekenyalan dagingb. Limpa normal, kenyal tidak terjadi pembengkakan atau hancur c. Pelaksana pemeriksaan adalah dokter hewan/petugas yang berwenang
5. Penanganan Daging
Penanganan daging (dimulai pemotongan daging sampai denganpengemasan) harus dikelola secara hygienis dengan petugas, tempat danperalatan yang senantiasa terjaga kebersihannya.
Leave a Comment