METODE DAN TATA CARA PENGAMBILAN CONTOH DAGINGI. Pendahuluan
Hasil pengujian laboratorium terhadap daging dan hasil olahannya sangattergantung pada perencanaan dan teknik pengambilan, penangangan(pengiriman, penyimpanan) serta persiapan contoh (sampel). Jika pengambilancontoh dilaksanakan dengan cara yang tidak benar, maka langkah selanjutnyaberupa preparasi (persiapan) dan pengujian akan sia-sia, membuang waktu danbiaya.
II. Kategori Daging
Kategori daging dikelompokkan sebagai berikut:
1. Bahan pangan mudah rusak (perishable food).2. Bahan pangan yang berpotensi berbahaya (potentially hazardous food)
III. Pengambilan Contoh Daging
Pengambilan contoh daging harus mempertimbangkan :A. Perencanaan pengambilan contoh daging.
•
LOT : unit contoh dalam satu batch atau unit produksi yang ditanganipada kondisi yang seragam dalam periode waktu tertentu.
•
UNIT : contoh makanan yang diambil secara acak dari suatu lot, dianggapmewakili sifat-sifat lot tersebut.B. Petugas pengambilan contoh harus terampil, terlatih dan memahamiprosedur pengambilan, penanganan dan pengiriman contoh, sesuai denganPedoman BSN 503-2000.C. Prosedur pengambilan contoh daging
•
Peralatan : uji mikrobiologis harus steril
•
Prosedur : sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan aseptik(mikrobiologis)
•
Bentuk fisik contoh : segar, beku, atau olahanD. Peralatan yang digunakanE. Lokasi dan titik pengambilan contohF. Frekuensi pengambilan contohG. Keselamatan kerjaH. Dokumentasi terkait
Leave a Comment