Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pidato maulid nabi

Pidato maulid nabi

Ratings: (0)|Views: 345|Likes:
teks pidato lengkap
teks pidato lengkap

More info:

categoriesTypes, School Work
Published by: Muhammad Fathul Amin on Mar 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/01/2014

pdf

text

original

 
 Assalamu Alaikum wr.WbTiada kata yang pantas untuk diucapkan kecuali memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rohmat, taufiq, danhidayahnya kepada kita sekalian. Sehingga kita masih dapat menikmatianugrah terindahnya berupa kesehatan serta oksigen yang kita hirup tanpaharus membayar sepeserpun.Solawat serta salam mudah-mudahan tetap tercurahkan kepada junjunganNabibesar kita
Muhammad SAW 
yang telah menunjukkan kita dari jalan yanggelap gulita menuju jalan yang terang benderangBapak-bapak, Ibu-ibu, para hadirin yang saya hormati.Tanggal 12 Rabiul Awal 1434 H, seluruh kaum muslim merayakan maulidNabi Muhammad SAW, tidak lain merupakan warisan peradaban Islam yangdilakukan secara turun temurun.Dalam catatan historis, Maulid dimulai sejak zaman kekhalifahan Fatimiyah dibawah pimpinan keturunan dari Fatimah az-Zahrah, putri Muhammad.Perayaan ini dilaksanakan atas usulan panglima perang, Shalahuddin al- Ayyubi (1137M-1193 M), kepada khalifah agar mengadakan peringatan harikelahiran Muhammad. Tujuannya adalah untuk mengembalikan semangat juang kaum muslimin dalam perjuangan membebaskan Masjid al-Aqsha diPalestina dari cengkraman kaum Salibis. Yang kemudian, menghasilkan efekbesar berupa semangat jihad umat Islam menggelora pada saat itu.Secara subtansial,
 perayaan Maulid Nabi 
adalah sebagai bentuk upaya untukmengena akan keteladanan Muhammad sebagai pembawa ajaran agamaIslam. Tercatat dalam sepanjang sejarah kehidupan, bahwa nabi Muhammadadalah pemimipn besar yang sangat luar biasa dalam memberikan teladanagung bagi umatnya.Dalam konteks ini, Maulid harus diartikulasikan sebagai salah satu upayatransformasi diri atas kesalehan umat. Yakni, sebagai semangat baru untukmembangun nilai-nilai profetik agar tercipta masyarakat madani (Civil Society)yang merupakan bagian dari demokrasi seperti toleransi, transparansi, antikekerasan, kesetaraan gender, cinta lingkungan, pluralisme, keadilan sosial,ruang bebas partisipasi, dan humanisme. Dalam tatanan sejarah sosioantropologis Islam, Muhammad dapat dilihat dan dipahami dalam dua dimensisosial yang berbeda dan saling melengkapi.Pertama, dalam perspektif teologis-religius, Muhammad dilihat dan dipahamisebagai sosok nabi sekaligus rasul terakhir dalam tatanan konsep keislaman.Hal ini memposisikan Muhammad sebagai sosok manusia sakral yangmerupakan wakil Tuhan di dunia yang bertugas membawa, menyampaikan,
serta mengaplikasikan segala bentuk pesan “suci” Tuhan kepada umat
 
manusia secara universal.Kedua, dalam perspektif sosial-politik, Muhammad dilihat dan dipahamisebagai sosok politikus andal. Sosok individu Muhammad yang identikdengan sosok pemimpin yang adil, egaliter, toleran, humanis, serta non-diskriminatif dan hegemonik, yang kemudian mampu membawa tatananmasyarakat sosial Arab kala itu menuju suatu tatanan masyarakat sosial yangsejahtera dan tentram.Tentu, sudah saatnya bagi kita untuk mulai memahami dan memperingatiMaulidsecara lebih mendalam dan fundamental, sehingga kita tidak hanyamemahami dan memperingatinya sebatas sebagai hari kelahiran sosok nabidan rasul terakhir yang sarat dengan serangkaian ritual-ritual sakralistik-simbolik keislaman semata, namun menjadikannya sebagai kelahiran sosokpemimpin.Karena bukan menjadi rahasia lagi bila kita sedang membutuhkan sosokpemimpin bangsa yang mampu merekonstruksikan suatu citra kepemimpinandan masyarakat sosial yang ideal, egaliter, toleran, humanis dannondiskriminatif, sebagaimana dilakukan Muhammad untuk seluruh umatmanusia.Kontekstualisasi peringatan Maulid tidak lagi dipahami dari perspektif keislaman saja, melainkan harus dipahami dari berbagai perspektif yangmenyangkut segala persoalan.Misal, politik, budaya, ekonomi, maupun agama.Bapak-bapak, Ibu-ibu, para hadirin yang saya cintai.Nabi Muhammad dilahirkan ke dunia.Datangnya membawa tugas.Perginya meninggalkan bekas.Datangnya membawa tugas yang diselesaikan dalam 23 tahun.Datangnya ke dunia diperintah untuk memperbaiki budi pekerti (sholihah Akhlak)supaya ummat ini menjadi umat yang sopan santun (makarimal akhlak)Sopan terhadap siapa?Sopan terhadap Alloh yang telah menciptakan kitaSopan terhadap RosulullohSopan terhadap agama yang kita peluk masing-masingSopan terhadap diri sendiriSopan terhadap orangtuaSopan terhadap masyarakatSopan terhadap ibu pertiwiSopan terhadap negara.Sopan terhadap Alloh.
 
Contohnya bagaimana kita sebelum makan berdoa dulubismillahirrohmanirrohim.Dengan nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah adalah bentukkesopanankita kepada Alloh.Dalam pembukaan UUD 1945 menyebutkan atas berkat Rohmat Alloh YangMahaKuasa merupakan bentuk kesopanan para pendahulu kita kepada Alloh.Merekamengakui bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia ini bukan karenapemberian sekutu,bukan pemberian Jepang dan bukan semata-mata karena perjuangan bangsaIndonesiamelawan Belanda. Tapi adalah karena Rohmat Alloh Yang Maha Kuasa. Ada orang yang berpidato menyebutkan bahwa kemerdekaan bangsaIndonesia adalahkarena hasil perjuangan rakyat Indonesia adalah bentuk ketidak-sopanankepada Alloh.Sopan terhadap Rosululloh, Rosul merupakan pintu gerbang agung agama.Maka sudah sepantasnya kita sopan kepada Rosulullohagama, itu adalah kebohongan. Itu adalah atas nama hawa nafsu merekasendiriSemua agama mengajarkan kesucian. Karena itu kita harus sopan dalamberagamaDemonstrasi dengan meneriakkan Allohu Akbar sambil saling memukul,menghancurkan, itu juga bentuk ketidak-sopanan kepada agama. Kalimat Allohu Akbar adalah kalimat pertama yang dibaca pada waktu sholat, bagaimana bisadigunakanuntuk sesuatu seperti itu. Kalau tidak setuju dengan sesuatu, maka lakukandengansopan pula. Penggusuran dengan meneriakkan Allohu Akbar, ini kanpelecehanterhadap agama. Ketidaksopanan kepada agama. Mereka tidak menyadaribahwadengan berbuat seperti itu mereka telah berbuat tidak sopan kepada agama.Sopan kepada diri sendiriBagaimana kita diperintah untuk menutup aurat adalah bentuk kesopananpada dirisendiri dan sebaik-baik pakaian adalah pakaian takwa. Tujuh lapis langit dantujuh lapis

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->