Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
51156547-Kasus-CHF-3-1-11-eng

51156547-Kasus-CHF-3-1-11-eng

Ratings: (0)|Views: 332|Likes:
Published by Teuku 'dekmi' Fahmy

More info:

Published by: Teuku 'dekmi' Fahmy on Mar 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/03/2013

pdf

text

original

 
1
CHAPTER IINTRODUCTION
Hypertension is a condition where the systolic pressure
≥ 140
and diastolic pressure
≥ 90
andnot consuming anti-hypertensive drug.Based on Joint National Committee VII, classification for hypertension are:SystolicPressureDiastolicPressure Normal <120 and <80Prehipertension 120-139 Or 80-89Hypertension stage I 140-159 Or 90-99Hypertension stage II
≥160
Or 
≥100
 Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyebab meningkatnya resiko penyakit stroke, jantung dan ginjal. Penderita yang beresiko tinggi terkena hipertensi adalahlaki-laki > 45 tahun atau perempuan > 50 tahun dan mempunyai riwayat hipertensi dalamkeluarga. Selain itu, obesitas, merokok, alkohol, mengkomsumsi garam berlebihan, kurangolah raga, Diabetes Melitus, stress juga beresiko. Pada akhir abad ke 20, penyakit jantung danvaskuler menjadi penyebab kematian utama di negara-negara berkembang. Menurut SurveiKesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2001, kematian karena penyakit jantung dan vaskuler diIndonesia sebesar 26,3%. Sementara data kematian di Rumah Sakit 2005 sebesar 16,7%.Resiko utamanya adalah hipertensi, dan juga hiperkolesterolemia dan diabetes melitus.Hipertensi yang lama dan tidak terkontrol dapat menyebabkan
Congestive Hearth Failure
(CHF). CHF adalah penyakit kardiovaskuler yang terus meningkat insiden dan prevalensinya. Resiko kematian karena gagal sebesar 5-10% setiap tahun dari gagal jantungringan menjadi berat meningkat 30-40%.CHF adalah kegagalan jantung mempompaka darah ke seluruh tubuh (Ebbersole,Hess, 1998). CHF di klasifikasikan menjadi akut dan kronik.CHF akut terjadi secarasporadik, ditandai dengan menurunya Cardiac output dan perfusi yang tidak adekuat. Hal inidapat menyebabakan Edema pulmonal dan kolaps pembuluh darah. Penyebab CHF akutdiantaranya ruptur katup jantung karena trauma, endokarditis, miokard infark masif pada penderita yang belum pernah terkena penyakit jantung.
 
2Sedangkan CHF kronik terjadi dengan lambat, ditandai dengan penyakit iskemik atauobstruksi pulmonal. Pada CHF kronik, terjadi retensi air dan natrium pada ventrikel yangmenyebabkan hipervolume, kemudian dilatasi dan hipertropi ventrikel. CHF kronik biasanyaterjadi pada penderita kardiomiopati atau penyakit katup multipel yang berlangsung lambat.Kongestif Vaskuler sering terjadi pada CHF kronik.CHF diagnosis based on
 Framingham’s Score
are:Major Criteria:1. Paroxysmal Nokturnal dispnu or ortopnu2. Increasing Jugular Vein Pressure3. Rales4. Cardiomegaly5. Acute pulmonary edema6. S3 Gallop7. Increasing vein pressure >16cmHg8. Hepatojugular refluxMinor Criteria:1. Edema Pretibial2. Batuk pada malam hari
3. Dyspnoe D’effort
 4. Hepatomegali5. Efusi Pleura6. Penurunan Vital Capacity sampai1/3 Maksimum7. TakikardiDiagnosis ditegakkan jika terdapat 2 kriteria mayor, atau 1 kriteria mayor dan 2 kriteriaminor.Karena begitu banyaknya insiden penderita CHF, maka sangat perlu pemahaman yanglebih mendalam baik anamnesis, gejala klinik, pemeriksaan fisik, serta kelainan lain yangmenyertai penyakit ini, sehingga identifikasi dan pengobatan menjadi lebih tepat. Karenaalasan tersebut kami memilih kasus ini.
 
3
BAB IILAPORAN KASUS
2.1 Identification
 Name : Mrs. NurainiAge : 65 years oldSex : FemaleAddress : 11 Ulu PalembangOccupation : HousewifeReligion : MoslemHospitalized : Jan, 3
rd
2011
2.2 Anamnesis (Auto and Alloanamnesis)Chief Complaint
Sesak nafas yang makin menghebat sejak ± 11 jam SMRS
History Of Illness
± 1 minggu SMRS penderita mengeluh sesak napas ketika beraktifitas berjalan jauh ±10 m, sesak dirasakan berkurang bila penderita beristirahat, sering terbangun di malamhari karena sesak (-) dan sesak berkurang bila duduk (-), penderita masih dapat tidur dengan 1 bantal, sesak tidak dipengaruhi cuaca. Nyeri dada tidak ada, dada berdebar-debar dirasakan oleh penderita bersamaan dengan sesak nafas setelah beraktivitas. Batuk (-), demam (-), mual (-), muntah (-), nyeri ulu hati (-), perut membesar (-), sembab padakelopak mata di pagi hari (-), bengkak pada kaki (-), nafsu makan menurun (+). Penderita juga mengeluh sering terbangun di malam hari untuk BAK, frekuensi 3-5 kali, BAB biasa. Penderita jarang berolahraga, riwayat merokok tidak ada.± 11 jam SMRS penderita mengeluh sesak napas hebat saat sedang sholat., nyeri dada(+) menjalar ke punggung, berdebar-debar (+), berat tengkuk (+), badan lemas (+), BABdan BAK tidak ada keluhan. Kemudian penderita berobat ke RSMH.
History of Past Illness
 
Riwayat penyakit dengan keluhan yang sama disangkal.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->