BioSMART, Vol. 2, No. 2, Oktober 2000, hlm. 8-14
9
optimum bagi pertumbuhan dan perkembangan
larva nyamuk. Mulyani (1997) menyebutkan bahwa
peningkatan populasi larvaC.q uinq uef asci atus Say
dalam air limbah rumah tangga dapat meningkatkan
oksigen terlarut serta mempercepat penjernihan air.
Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan
penekanan pada pengamatan pengaruh besarnya
populasi larva nyamuk terhadap kualitas air.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan dengan metode
eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap
(RAL). Variabel bebas berupa kepadatan populasi
larva nyamuk C. quinquefasciatus Say, yang
meliputi empat tingkat kepadatan, yaitu 0, 20, 40
dan 60 ekor per 1000 ml air limbah rumah tangga.
Untuk masing-masing perlakuan dibuat tiga
ulangan. Variabel terikat berupa COD, zat padat
total, populasi bakteri Coliform danEscheric hi a
coli, masing-masing diamati pada hari ke-0, 2, 4
dan 6 setelah perlakuan.
Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-
Desember 1998 di Desa Merjosari, Kecamatan
Lowokwaru, Kodya Malang, Jawa Timur. Sedang
analisis COD, penimbangan zat padat total dan
penghitungan populasi bakteri Coliform dan E. Coli
dilakukan di Laboratorium Kimia Analitik dan
Laboratorium Mikrobiologi FMIPA Universitas
Brawijaya Malang.
Cara Kerja
Persiapan
Pada tahap ini dilakukan: koleksi telur dan
rearing larva nyamuk, pengambilan sampel air
limbah rumah tangga serta persiapan alat, bahan
dan analisis. Telur nyamuk dikoleksi di daerah
perumahan penduduk, yaitu pada jamban keluarga
dengan pipet tetes. Telur ditampung pada wadah
berisi air limbah kemudian dibiarkan menetas.
Larva dipelihara hingga umur empat hari, lalu
digunakan sebagai larva uji.
Air limbah rumah tangga diperoleh dari jamban
atau tempat penampungan air limbah rumah tangga
sebelum dialirkan ke selokan. Sampel air limbah
ditampung pada ember besar dan diaduk hingga
homogen. Alat dan bahan yang digunakan meliputi
botol air mineral ukuran 250 ml, plastik bening,
karet gelang, gelas ukur, pipet tetes, saringan
lembut, hand counter, erlenmeyer, kondensor
Liebig, batu didih, pemanas listrik, bunsen, buret,
dispenser, pipet ukur, gelas beker, cawan penguap,
oven, desikator, timbangan analitis, cawan petri,
inkubator, autoklaf, colony counter, pH meter dan
botol sampel; media kaldu lauril triptosa, media
EC, media kaldu brillian green lactose bile, kertas
saring, larutan standard kalium bikromat, perak
sulfat, asam sulfat, reagen asam sulfat, larutan
standard fero-ammonium sulfat, indikator feroin,
merkuri sulfat, asam sulfamat dan kapas.
Perlakuan
Sebanyak 96 botol bekas air mineral diisi 100
ml air limbah rumah tangga, lalu dikelompokkan
menjadi empat, masing-masing sebanyak 24 botol.
Kelompok 1 tidak diisi/ dinokulasi larva uji,
kelompok 2 diisi 20 ekor larva uji, kelompok 3 diisi
40 ekor larva uji dan kelompok 4 diisi 60 ekor larva
uji per botol. Kemudian semua botol ditutup plastik
bening, diikat dengan karet gelang dan diletakkan
di tempat percobaan secara acak. Pengamatan
kualitas air limbah dilakukan pada hari ke-0, 2, 4
dan 6 setelah perlakuan.
Pengamatan
Untuk pengamatan hari ke-0 digunakan botol
perlakuan untuk pengamatan ketiga parameter
kualitas air (masing-masing 3 botol untuk satu
parameter yang diamati). Sedangkan pada
pengamatan hari ke ke-2, 4 dan 6, masing-masing
diambil 6 botol sampel per perlakuan per
pengamatan; 3 botol untuk pengamatan zat padat
total, 3 botol untuk analisis COD dan populasi
bakteri. Sebelum pengamatan dilakukan larva uji
diambil dari botol per comaad dengan cara disaring
dengan saringan halus (saringan teh). Adapun
metode analisis parameter kualitas air limbah
dijelaskan pada sub bab di bawah.
COD (Chemical Oxygen Demand)
Analisis COD dilakukan dengan metode
oksidasi bahan organik menggunakan kalium
kromat dengan prosedur sebagai berikut:
Dimasukkan 0,4 g HgSO4 ke dalam gelas
erlenmeyer COD (gelas refluks) 250 ml dan 5 buah
batu didih. Ditambahkan 20 ml sampel air limbah
dan 10 ml larutan kalium kromat 0,25N. Disiapkan
30 ml reagen asam sulfat-perak sulfat dan dengan
menggunakan dispenser sebanyak 5 ml reagen
tersebut dipindahkan ke dalam erlenmeyer COD,
lalu dikocok perlahan-lahan hingga merata.
Erlenmeyer COD diletakkan di bawah kondensor
yang telah dialiri air pendingin, kemudian sisa
reagen ditambahkan sedikit demi sedikit dengan
dispenser
sambil
digoyang-goyang
hingga
tercampur merata. Kondensor dan erlenmeyer COD
dipanaskan pada bunsen selama 2 jam, didinginkan,
lalu keduanya dipisahkan. Larutan dalam
Leave a Comment