Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Chapter II

Chapter II

Ratings: (0)|Views: 1,233|Likes:
Published by Delta Milano

More info:

Published by: Delta Milano on Mar 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/31/2014

pdf

text

original

 
BAB II TINJAUAN UMUM TERHADAP KESELAMATAN KESEHATAN KERJA(K3) DAN SISTEM MANAJEMEN K3A.
 
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Menurut Undang-undang1. Sejarah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Di Indonesia
Dengan memperhatikan keadaan hukum kerja di zaman prakemerdekaan,tentunya dapat diperkirakan bagaimana riwayat kesehatan kerja ini. Perbudakan,perhambaan, rodi, dan poenale sanksi yang mewarnai hubungan kerja di zaman itumenunjukkan pula kurangnya perhatian pemerintah Hindia Belanda akankesehatan kerja. Hal yang dicari pada saat itu adalah pengeksplotasian tenagakerja secara penuh demi kepentingan pihak penjajah, sedangkan kepentingantenaga kerja tidak diperhatikan sama sekali.
43
 
Zaman Perbudakan
Zaman perbudakan ini secara legistis yaitu menurut peraturanperundangan dinyatakan berakhir pada tanggal 31 Desember 1921. Jikadibandingkan dengan Negara lain, berkat aturan adat yang dijiwai olehkepribadian bangsa, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab para budak agaklumayan kedudukannya.
 
Regerings Reglement
(RR) tahun 1818 (semacam Undang-undang DasarHindia Belanda) pada pasal 115 memerintahkan supaya diadakan peraturan-
43
Zaeni Asyhadie,
Hukum Kerja Hukum Ketenagakerjaan Bidang Hubungan Kerja,
(Jakarta : Raja Grafindo), 2007 hlm. 80
44
Prof. Iman Supomo,SH,
Hukum Perburuhan Bidang…….”Op.Cit,
hlm 10
Universitas Sumatera Utara
 
perturan mengenai perlakuan terhadap keluarga budak. Peraturan pelaksananyadimuat dalam Staatsblad 1825 No.44 ditetapkan bahwa :
 1.
 
Harus dijaga agar anggota-anggota keluarga budak bertempat tinggalbersama-sama, maksudnya seorang budak yang telah berkeluarga tidakboleh dipisahkan dari istri dan anaknya.2.
 
Para pemilik diwajibkan bertindak baik terhadap para budak mereka.3.
 
Penganiayaan seorang budak diancam dengan pidana berupa denda antaraRp.10,00 dan Rp.500,00 dan pidana lain yang dijatuhkan oleh pengadilanuntuk penganiayaan biasa.Usaha dari pihak tidak resmi seperti dari “
 Javaans MenschlievendGenootschaap
yaitu nama baru bagi
 Java Benevolent Institution
” dari zamanpemerintahan Thomas Stamford Raffles antara tahun 1818 dan 1824 mencobauntuk menghapuskan perbudakan tetapi tidak membawa hasil. Terjadipertentangan pendapat yang menyatakan bahwa penghapusan budak merupakanpelanggaran besar terhadap hak para pemilik budak dan disisi lain berpendapatbahwa kezaliman lebih besar apabila merendahkan manusia menjadi barangmilik.
 Baru pada tahun 1854 dalam
Regeringsreglement
1854 pasal 115 sampai117 kemudian menjadi pasal-pasal 169 sampai 171
Indische Staatsregeling
1926,dengan tegas ditetapkan penghapusan perbudakan. Pasal 115 menetapkan palinglambat 1 Januari 1860 perbudakan di seluruh Indonesia dihapuskan dan selnjutnya
45
 
Ibid
 
46
Prof. Iman Supomo,SH,
Pengantar Hukum Perburuhan (edisi revisi),
(Jakarta :Djambatan), 2003, hlm 16-17
Universitas Sumatera Utara
 
memerintahkan supaya diadakan peraturan-peraturan persiapan dan pelaksanaantentang penghapusan dan ganti rugi sebagai akibat penghapusan.
 
Zaman Rodi
Zaman rodi atau kerja paksa ini berlaku bersamaan dengan zamanperbudakan dan berakhir resminya di Jawa dan Madura pada tanggal 1 Februari1938, kecuali di tanah partikelir yang baru dihapuskan pada tahun 1946 olehCoamacab (
Commando Officer Allied Military Administration, Civil AffairsBranch
) dalam
Noodverordening Particuliere Landrijen
1946
 Java en Madura.
 
Kesehatan kerja bagi pekerja rodi lebih diperuntukkan pada kekhawatirankehabisan jumlah pekerja paksa, bukan karena prikemanusiaan. Kesehatan kerjapada bidang rodi ini lebih terletak pada pembatasan jam kerja. Misalnya hanyaboleh sehari seminggu dan paling banyak 52 hari dalam setahun dan seharinyatidak boleh lebih dari 12 jam kerja rodi. Jarak antara rumah dan tempat kerja jugadiperhatikan. Tetapi hal ini pun dilanggar oleh pihak yang berkepentingan karenakurangnya pengawasan. Penghapusan rodi dilakukan dengan membayar uangpembebasan atau tebusan kepada Pemerintah dan bersamaan dengan itu gajipegawai dinaikkan dengan uang pembebasan itu.
 
Poenale Sanksi
Zaman poenale sanksi meliputi antara tahun 1872 dan 1879 serta antaramasa 1880 dan 1941, berakhir pada tanggal 1 Januari 1942. Kedudukanburuh/pekerja dalam hubungannya dengan majikan ditetapkan sebagai berikut :
 
47
 
Ibid
 
48
Prof. Iman Supomo,
Hukum Perburuhan Bidang……..”,
 
Op.Cit,
hlm 11
49
 
Ibid
 
50
 
Ibid
 
Universitas Sumatera Utara

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->