Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jurnal Biodiversitas

Jurnal Biodiversitas

Ratings: (0)|Views: 420|Likes:
Published by rebyoktarianda
Produktivitas perairan
Produktivitas perairan

More info:

Published by: rebyoktarianda on Mar 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/04/2013

pdf

text

original

 
B I O D I V E R S I T A S
ISSN: 1412-033X Volume 3, Nomor 1 Januari 2002Halaman: 189-195
 
Produktifitas Primer Perairan Waduk Cengklik Boyolali
 
Primary Productivity of the Cengklik Dam Boyolali
 ARI PITOYO, WIRYANTO
Jurusan Biologi FMIPA UNS Surakarta 57126
Diterima: 20 Pebruari 2001. Disetujui: 23 Juni 2001
ABSTRACT
Primary productivity dynamic of the water ecosystem was conducted faster in the last decades. This study wasintended to find out the primary productivity of Cengklik dam Boyolali, Central Java to explain the ecosystem dynamicand to lead the maintenance of dam. This study used quantitative methods in completely randomized group design(CRD), and the data was analized by Analysis of Variance (ANAVA). Samples were taken horizontally in four sampling point, respectively in the riparian zone, around of the floating net (“karamba”), in the center of dam water and around of the ex-paddy fields. There were taken vertically in three-depth point in each of the sampling point,respectively 0.5 meter, 1.5 meter, and 2.5 meter. The results showed that the gross primary productivity of the damwas 11.122.500-22.545.600 mgC/m
3
/days, and the primary productivity differences in each of the point samplingcaused by light intensity, nutrient supply, and abundance of the chlorophyll organisms.© 2002 Jurusan Biologi FMIPA UNS Surakarta
Key words:
primary productivity, Cengklik dam
 
PENDAHULUAN
Waduk Cengklik Boyolali Jawa Tengah,merupakan tipe waduk tunggal guna yangberfungsi sebagai penyedia air bagi sawah-sawah di sekitarnya. Namun waduk ini jugatelah digunakan untuk perikanan tangkap dankaramba skala kecil, bahkan PemerintahKabupaten Boyolali telah menyiapkan programpengembangan wisata air. Untuk memantaufungsi waduk diperlukan informasi data-datalimnologi akurat sehingga perlu dilakukanpengukuran aspek-aspek fisika, kimia, danbiologi perairan secara kontinyu.Produktivitas primer adalah laju produksikarbon organik per satuan waktu yangmerupakan hasil penangkapan energimatahari oleh tumbuhan hijau untuk diubahmenjadi energi kimia melalui fotosintesis(Michael, 1995; Odum, 1993). Produktivitasprimer kotor adalah jumlah total fotosintesisyang dilakukan oleh tumbuhan dalam jangkawaktu tertentu. Sedangkan produktivitasprimer bersih adalah besarnya sintesissenyawa karbon organik selama prosesfotosintesis dikurangi besarnya aktivitas totalrespirasi pada terang dan gelap dalam jangkawaktu tertentu (Folkowski dan Raven, 1997).Besarnya produktivitas primer suatu perairanmengindikasikan besarnya ketersediaannutrien terlarut (Krismono dan Kartamihardja,1995).Perbedaan tempat dan waktu menyebab-kan perbedaan kondisi fisika, kimia, danbiologi perairan (Barnes dan Mann, 1994).Cahaya merupakan komponen utama dalamproses fotosintesis dan secara langsungbertanggung jawab terhadap nilai produktivitasprimer perairan (Folkowski dan Raven, 1997).Penetrasi cahaya menembus kolom air akanmengalami pelemahan oleh proses refleksidan difraksi karena adanya partikel-partikelterlarut, sehingga kurva intensitas cahayamenunjukkan grafik penurunan secaraeksponensial dalam arah vertikal ke bawah.Hal ini mengakibatkan fotosintesis tereksploitasi
 
BIODIVERSITAS
Vol. 3, No. 1, Januari 2002, hal. 189-195
 
190di permukaan perairan. Titik yang menunjuk-kan keseimbangan antara proses fotosintesisdan respirasi sering disebut titik kompensasi(Barnes dan Mann, 1994; Folkowski danRaven, 1997; McNaughton dan Wolf, 1990).Pasokan nutrien pada ekosistem danauterjadi dalam dua jalur, yaitu dekomposisisenyawa-senyawa organik menjadi anorganikoleh organisme dekomposer dan masukandari sungai yang bermuara di danau. Didaerah tropis jumlah nutrien terlarut relatif lebih banyak, karena suhu yang hangatmemacu proses dekomposisi bahan organikoleh mikroorganisme (Folkowski dan Raven,1997).Proses fotosintesis berjalan melaluimekanisme enzimatis, sehingga berlangsungpada rentang suhu tertentu. Kenaikan suhuakan memacu enzim mengkatalis prosesfotosintesis, tetapi suhu yang terlalu tinggiakan menyebabkan degradasi enzim danpenghambatan fotosintesis (Folkowski danRaven, 1997).Distribusi biomassa organisme fotoautotrof mempengaruhi produktivitas primer perairan(Folkowski dan Raven, 1997). Menurut Jonesdan Francis (1982), distribusi biomassaorganisme fotoautotrof dapat terjadi secaratemporal dan spatial. Distribusi temporalsangat dipengaruhi siklus matahari tahunandan harian, misalnya alga motil yangmelakukan migrasi vertikal harian. Distribusitemporal juga disebabkan siklus reproduksi,seperti peningkatan jumlah beberapa jenisfitoplankton pada bulan-bulan tertentu.Produktivitas primer dapat diukur denganbeberapa cara, misalnya dengan metode C
14
,metode klorofil, dan metode oksigen (Michael,1995). Metode oksigen dengan botol gelap-terang banyak digunakan, meskipun hasilnyaterbatas dalam botol (Odum, 1993). Boehme(2000) memperkenalkan metode oksigenmelalui pembacaan kurva oksigen harian.Dengan metode ini sampel yang diteliti tidakdibatasi ukurannya dan dapat diukur setiapsaat, namun ada kemungkinan terjadipersinggungan oksigen di atmosfer dan didalam air. Banyaknya model perhitunganproduktivitas primer perairan mengakibatkanhasil yang didapat berbeda-beda.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuibesarnya produktivitas primer perairan WadukCengklik, Boyolali, Jawa Tengah, dan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitasprimer tersebut.
BAHAN DAN METODE
Waktu dan tempat penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulanOktober 2000 s.d. Januari 2001 di WadukCengklik, Boyolali, Jawa Tengah. Pengambilansampel dilakukan secara horisontal danvertikal. Pada arah horizontal ditentukanempat stasiun pengamatan yang mewakilikarakteristik habitat berbeda. Stasiun I terletakdi tepi waduk yang dipenuhi formasi
Hydrillaverticillata
, stasiun II terletak di sekitar empang/karamba, stasiun III terletak ditengah-tengah waduk, dan stasiun IV terletakdi sekitar bekas sawah. Pada setiap stasiundilakukan pengambilan sampel secara vertikalpada tiga titik kedalaman, yaitu 0,5 m, 1,5 m,dan 2,5 m di bawah permukaan air.
 Alat dan bahan
 Alat yang digunakan dalam penelitian inimeliputi alat untuk penghitungan produktivitasprimer perairan, kemelimpahan dan keaneka-ragaman fitoplankton, serta pengukuran faktor fisika-kimia perairan, diantaranya: botoloksigen gelap-terang, oksimeter, termometer, jala plankton, secchi disk,
water sampler 
tipekhremmer, turbidimeter, conductivity meter,pH meter,
Sadgewick Rafter Counting Cell 
 (SRCC) dan mikroskop cahaya.Bahan yang digunakan meliputi bahanuntuk fiksasi sampel plankton yaitu formalin4%, serta bahan untuk operasional peralatan,seperti untuk kalibrasi dan standarisasi yaitu:LGY dan LEG.
Cara kerja
Data yang diamati meliputi: produktivitasprimer perairan, diversitas dan kemelimpahanfitoplankton, serta data pengukuran faktor fisika-kimia yang meliputi: suhu, transparansicahaya, turbiditas, pH, konduktivitas, kadar oksigen kimiawi (COD), dan kadar oksigenbiokimia (BOD).
Produktivitas primer perairan.
Penghitunganproduktivitas primer dilaku-kan denganmenggunakan kombinasi dua metode oksigen,yaitu metode botol oksigen gelap-terang dananalisis kurva oksigen diurnal. Metode botolgelap dan terang untuk menentukanproduktivitas primer fitoplankton (Michael,1995), sedang analisis kurva oksigen untukpenghitungan produktivitas primer totalperairan (Boehme, 2000).
 
PITOYO dan WIRYANTO –
Produktifitas Primer Waduk Cengklik 
 
191
Metode botol oksigen gelap-terang.
Prosedur kerja metode ini meliputi: pengambilan sampelair, inkubasi sampel, dan penghitungan.Sampel air diambil dengan
water sampler 
tipekhremmer dan dicegah persinggunganlangsung dengan udara atmosfir. Sampel air kemudian dimasukkan ke dalam botol oksigengelap dan terang sampai penuh dan dihindariadanya gelembung udara. Air dalam botolsampel diukur kadar oksigen terlarutnyasebagai kadar DO awal. Kemudian botoloksigen gelap dan terang yang telah diisipenuh sampel air, disuspensikan ke dalamkolom air sesuai dengan kedalamanpengambilan sebelumnya. Waktu inkubasimulai jam 04.00 - 12.00 WIB. Selanjutnyasampel diambil dan diukur kadar oksigenterlarutnya sebagai kadar DO akhir. Konsumsioksigen pernapasan, produktivitas primer kotor,dan produktivitas primer bersih dihitungdengan persamaan berikut :
Konsumsi oksigen pernapasan = kadar oksigen awal – kadar oksigen akhir botolgelap.
Produktivitas primer kotor = kadar oksigenakhir botol terang – kadar oksigen akhir botol gelap.
Produktivitas primer bersih = produktivitasprimer kotor – konsumsi oksigen pernapasan.
Metode analisis kurva oksigen.
Prinsipmetode ini adalah menghitung produktivitasprimer perairan secara total, hasil dari aktivitasmetabolisme fitoplankton dan makrofita,melalui pembacaan pulsa oksigenharian/diurnal. Adapun langkah-langkahnyaadalah sebagai berikut: Jumlah konsentrasioksigen terlarut dalam perairan diukur denganoksimeter setiap dua jam sejak mataharibelum terbit sampai terbenam. Hasilpengukuran tersebut diplot pada sebuahkoordinat, dengan konsentrasi oksigen padasumbu Y (ordinat) dan waktu dalam sumbu X(axis). Produktivitas primer dihitung melaluipembacaan pulsa oksigen dengan memasuk-kan dalam persamaan:
 R BPP  K 
 s
++= δδ
)(
2
 dimana:C : konsentrasi oksigen terlarutK
2
(C
s -
C) : pengaruh oksigen atmosfer (nol)BPP : Produktivitas Primer BrutoR : Respirasi komunitas (konstan)
Diversitas dan kemelimpahan fitoplankton.
Sampel plankton diambil pada setiap titikpengamatan dari keempat stasiun. Setiap titikdiambil 10 liter air sampel dan dipekatkandengan jala plankton no. 25, hingga tinggal 10ml. Hasil pemekatan dimasukkan ke dalambotol flakon dan difiksasi dengan formalin 4%.Sampel plankton kemudian diamati di bawahmikroskop cahaya menggunakan SRCC. Keme-limpahan fitoplankton dihitung dengan rumus:(a x 1000) cn =ldengan:n = jumlah plankton per liter air a = jumlah rata-rata plankton dalam 1 ml subsampelc = ml plankton pekatl = sampel air semula dalam liter 
Faktor fisika-kimia.
Parameter 
 
fisika-kimiayang diukur dalam penelitian ini adalah suhu,transparansi cahaya, turbiditas, pH,konduktivitas, kadar/ kebutuhan oksigenkimiawi (COD), dan kadar/ kebutuhan oksigenbiokimia (BOD).
 Analisis data
Percobaan ini menggunakan rancanganacak kelompok lengkap (RAKL) denganperlakuan ke arah horisontal membentukempat stasiun pengamatan, dan ke arahvertikal dengan tiga titik kedalaman kolom air.Data yang diperoleh dianalisis secara ANAVAuntuk mengetahui beda nyata antara ketigatitik sampling pada empat stasiun.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Produktivitas primer perairan
Produktivitas primer suatu ekosistemperairan pada dasarnya merupakan hasilperubahan energi cahaya matahari menjadienergi kimia dalam tubuh organisme autotrof perairan tersebut melalui fotosintesis. Sebagianorganisme autotrof dapat melakukan sintesistanpa bantuan cahaya matahari, namunpersentasenya sangat kecil (Barnes danMann, 1994), sehingga besarnya produktivitasprimer perairan sangat tergantung aktivitasdan efektivitas fotosintesis organismefotoautotrof.Laju perubahan energi pada suatu sistemsulit dihitung secara langsung, sehingga

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->