Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
0Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ppm Keadilan Dan Kesetaraan Gender

Ppm Keadilan Dan Kesetaraan Gender

Ratings: (0)|Views: 97|Likes:
Published by deanthika

More info:

Published by: deanthika on Mar 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/04/2013

pdf

text

original

 
1
KEADILAN DAN KESETARAAN GENDERDALAM PANDANGAN HUKUM ISLAM
Disampaikan dalam Kegiatan Kelompok PKK RT 05Panggungharjo Sewon Bantul
 
Oleh :Hj. Eny Kusdarini, M. Hum
(Dosen Jurusan PKn dan Hukum Universitas Negeri Yogyakarta)
PENDAHULUAN
Membicarakan keadilan dan kesetaraan (
gender issues
) di dalam Hukum Islamtidak bisa kita lepaskan dari tuntunan Al Qur`an dan Hadist sebagai sumber pokok dariHukum Islam. Hal ini perlu kita pelajari dengan baik dan benar supaya kita tidak tersesatdalam menafsirkan keadilan dan kesetaraan antara kedudukan laki-laki dan perempuandalam kenyataan kehidupan sehari-hari menurut Hukum Islam. Memang untukmemahami konsep keadilan dan kesetaraan gender diperlukan pemahaman yang benar,mengingat dalam kenyataan hidup sehari-hari banyak fakta yang menunjukkan bahwakonsep tersebut belum atau bahkan tidak dilaksanakan sesuai dengan ajaran-ajaran agamaIslam yang bersumberkan pada Al Qur`an dan Hadist yang diriwayatkan oleh perawinyadengan benar. Bahkan terkait dengan keadilan dan kesetaraan gender ini, seringkali kitadapati pula bahwa dalam kenyataan kehidupan masyarakat
muslim
ada hadist-hadist yangdiriwayatkan oleh perawi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bahkanmalahan bertentangan dengan Al-Quran. Setiap
muslim
seharusnya memahamihukum Islam, karena aktivitas hidup sehari-hari orang muslim tidak bisa terlepas daripermasalahan hukum Islam, baik ketika ia beribadah kepada Allah atau ketika dia
 
2
melakukan hubungan sosial antar manusia (
muamalah
) termasuk relasi kesetaraan genderantara laki-laki dan perempuan di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Akan tetapipermasalahan yang muncul, tidak sedikit kaum
muslimin
yang belum memahami, bahkansama sekali tidak memahami hukum Islam terkait dengan kesetaraan gender, sehinggaaktivitas kesehariaannya terkait dengan keadilan dan kesetaraan gender banyak yangbelum sesuai atau bahkan bertentangan dengan hukum Islam.
Hakekat Keadilan dan Kesetaraan dalam Islam
Hakekat keadilan dan kesetaraan gender memang tidak bisa dilepaskan darikonteks yang selama ini dipahami oleh masyarakat tentang peranan dan kedudukan laki-laki dan perempuan di dalam realitas sosial mereka. Masyarakat belum memahami bahwagender adalah suatu konstruksi/bangunan budaya tentang peran, fungsi dan tanggung jawab sosial antara laki-laki dan perempuan. Kondisi demikian mengakibatkankesenjangan peran sosial dan tanggung jawab sehingga terjadi diskriminasi, terhadaplaki-laki dan perempuan. Hanya saja bila dibandingkan, diskriminasi terhadap perempuankurang menguntungkan dibandingkan laki-laki. Faktor utama penyebab kesenjangangender adalah tata nilai sosial budaya masyarakat, pada umumnya lebih mengutamakanlaki-laki daripada perempuan (budaya patriarki). Disamping itu, penafsiran ajaran agamayang kurang menyeluruh atau cenderung dipahami menurut teks/tulisan kurangmemahami realitas/kenyataan, cenderung dipahami secara sepotong-sepotong kurangmenyeluruh. Sementara itu, kemampuan, kemauan dan kesiapan kaum perempuan sendiriuntuk merubah keadaan tidak secara nyata dilaksanakan. Kesetaraan gender mempunyaiarti kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta
 
3
hak-hak yang sama sebagai manusia, agar mampu berperan dan berpartisipasi dalamberbagai kegiatan seperti : politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan lainsebagainya.. Kesetaraan gender juga meliputi penghapusan diskriminasi danketidakadilan struktural, baik terhadap laki-laki maupun perempuan. Dengan keadilangender berarti tidak ada pembakuan peran, beban ganda, dan kekerasan terhadapperempuan maupun laki-laki. Tidak adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-lakimenjadi tanda terwujudnya kesetaran dan keadilan gender, dengan demikian merekamemiliki akses, kesempatan berpartisipasi dan kontrol atas pembangunan sertamemperoleh manfaat yang setara dan adil dari pembangunan.Prof. Dr. Nasaruddin Umar, mengemukakan ada beberapa ukuran yang dapatdigunakan sebagai pedoman dalam melihat prinsip-prinsip kesetaraan jender dalam Al-Qur'an. Ukuran-ukuran tersebut antara lain sebagai berikut:1.
 
Laki-
laki
dan Perempuan Sama-sama sebagai Hamba
 Salah satu tujuan penciptaan manusia adalah untuk menyembah kepada Tuhan(QS. Az-Dzariyat/51:56). Dalam kapasitas manusia sebagai hamba, tidak ada perbedaanantara laki-laki dan perempuan. Keduanya mempunyai potensi dan peluang yang samauntuk menjadi hamba ideal, yaitu dalam Al-Qur'an biasa diistilahkan sebagai orang-orang yang bertaqwa, dan untuk mencapai derajat bertaqwa ini tidak dikenal adanyaperbedaan jenis kelamin, suku bangsa atau kelompok etnis tertentu. Dalam kapasitassebagai hamba, laki-laki dan perempuan masing-masing akan mendapatkan penghargaandari Tuhan sesuai dengan kadar pengabdiannya (Q.S. al-Nahl/16:97).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->