Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
150Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
FILSAFAT INDONESIA DAN PROFIL BEBERAPA FILSUF DUNIA

FILSAFAT INDONESIA DAN PROFIL BEBERAPA FILSUF DUNIA

Ratings:

5.0

(4)
|Views: 13,903 |Likes:
Published by Tujuh Sepuluh

More info:

Published by: Tujuh Sepuluh on Feb 27, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/19/2013

pdf

text

original

 
FILSAFAT INDONESIA DANPROFIL BEBERAPA FILSUF DUNIA
OLEH
Riyadi RidwanNIM. 2007 150 066
Fakultas ILmu SoSial dan Ilmu PolitikJurusan ADminsTrasi Negara
UNIVERSITAS ISKANDAR MUDA
Banda Aceh2007-2008
 
FILSAFAT INDONESIA
Filsafat Indonesia
adalah sebutan umum untuk tradisi kefilsafatan yang dilakukanoleh penduduk yang mendiami wilayah yang belakangan disebut Indonesia. FilsafatIndonesia diungkap dalam pelbagai bahasa yang hidup dan masih dituturkan diIndonesia (sekitar 587 bahasa) dan 'bahasa persatuan'
 Bahasa Indonesia
, meliputianeka mazhab pemikiran yang menerima pengaruh Timur dan Barat, disamping tema-tema filosofisnya yang asli.Istilah
 Filsafat Indonesia
berasal dari judul sebuah buku yang ditulis olehM.  Nasroen, seorang Guru Besar Luar-biasa bidang Filsafat diUniversitas Indonesia, yang di dalamnya ia menelusuri unsur-unsur filosofis dalam kebudayaan Indonesia.Semenjak itu, istilah tersebut kian populer dan mengilhami banyak penulissesudahnya sepertiSunoto,R. Parmono, Jakob Sumardjo, danFerry Hidayat.Sunoto, salah seorang Dekan FakultasFilsafatdiUniversitas Gajah Mada(UGM) Yogyakarta, menggunakan istilah itu pula untuk menyebut suatu jurusan baru di UGM yang bernama
 Jurusan Filsafat Indonesia
. Sampai saat ini, Universitas Gajah Mada telahmeluluskan banyak alumni dari jurusan itu.Para pengkaji Filsafat Indonesia mendefinisikan kata 'Filsafat Indonesia' secara berbeda, dan itu menyebabkan perbedaan dalam lingkup kajian Filsafat Indonesia. M. Nasroen tidak pernah menjelaskan definisi kata itu. Beliau hanya menyatakan bahwa'Filsafat Indonesia' adalah bukan Barat dan bukan Timur, sebagaimana terlihat dalamkonsep-konsep dan praktek-praktek asli dari
mupakat 
,
 pantun-pantun
,
 Pancasila
,
hukum adat 
,
 gotong-royong 
, dan
kekeluargaan
(Nasroen 1967:14, 24, 25, 33, dan 38).Sunoto mendefinisikan 'Filsafat Indonesia' sebagai
...kekayaan budaya bangsa kita sendiri...yang terkandung di dalam kebudayaan sendiri
(Sunoto 1987:ii), sementaraParmono mendefinisikannya sebagai
...pemikiran-pemikiran...yang tersimpul didalam adat istiadat serta kebudayaan daerah
(Parmono 1985:iii). Sumardjomendefinisikan kata 'Filsafat Indonesia' sebagai
...pemikiran primordial...
atau
 pola pikir dasar yang menstruktur seluruh bangunan karya budaya...
(Jakob Sumardjo2003:116). Keempat penulis tersebut memahami filsafat sebagai bagian darikebudayaan dan tidak membedakannya dengankajian-kajian budayadanantropologi. Secara kebetulan,
 Bahasa Indonesia
sejak awal memang tidak memiliki kata 'filsafat'2
 
sebagai entitas yang terpisah dariteologi,seni, dansains.Sebaliknya, orang Indonesia memiliki kata generik, yakni,
budaya
atau
kebudayaan
, yang meliputi seluruhmanifestasi kehidupan dari suatu masyarakat. Filsafat, sains, teologi, agama, seni, danteknologi semuanya merupakan wujud kehidupan suatu masyarakat, yang tercakupdalam makna kata
budaya
tadi. Biasanya orang Indonesia memanggil filsuf-filsuf mereka dengan sebutan
budayawan
(Alisjahbana 1977:6-7). Karena itu, menurut para penulis tersebut, lingkup Filsafat Indonesia terbatas pada pandangan-pandangan aslidari kekayaan budaya Indonesia saja. Hal ini dipahami oleh pengkaji lain, FerryHidayat, seorang lektur pada Universitas Pembangunan Nasional (UPN) 'Veteran'Jakarta, sebagai 'kemiskinan filsafat'. Jika Filsafat Indonesia hanya meliputi filsafat-filsafat etnik asli, maka tradisi kefilsafatan itu sangatlah miskin. Ia memperluascakupan Filsafat Indonesia sehingga meliputi filsafat yang telah diadaptasi dan yangtelah 'dipribumikan', yang menerima pengaruh dari tradisi filosofis asing. Artikel inimenggunakan definisi penulis yang terakhir.3

Activity (150)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Arief Budiman liked this
Fatih Al Fahmi liked this
Vitri Vhydha liked this
Syahid Story liked this
Vindha Ncur liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->