Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Catatan Jurnal Terapi Relaksasi Napas Dalam (Deep Breathing)

Catatan Jurnal Terapi Relaksasi Napas Dalam (Deep Breathing)

Ratings: (0)|Views: 378 |Likes:
Published by Muhamad Umar Chatab
Manfaat terapi relaksasi napas dalam (non-farmakologi) untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. (Rangkuman Jurnal STIKES RS. Baptis Kediri oleh Heru Suwardianto).
Manfaat terapi relaksasi napas dalam (non-farmakologi) untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. (Rangkuman Jurnal STIKES RS. Baptis Kediri oleh Heru Suwardianto).

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Muhamad Umar Chatab on Mar 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2013

pdf

text

original

 
1
Catatan Singkat Jurnal STIKES RS KediriTerapi Relaksasi Napas Dalam Untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
Akibat dari penurunan curah jantung, kontraksi serat-serat otot jantung, dan volume darahmembuat tekanan darah menjadi menurun (Muttaqin, 2009; 18, 22). Peneliti dalam penelitian inimenggunakan penatalaksanaan nonfarmakologis terapi relaksasi nafas dalam untuk menurunkantekanan darah pada penderita hipertensi, dikarenakan terapi relaksasi nafas dalam dapatdilakukan secara mandiri, relatif mudah dilakukan dari pada terapi nonfarmakologis lainnya,tidak membutuhkan waktu lama untuk terapi, dan dapat mengurangi dampak buruk dari terapifarmakologis bagi penderita hipertensi. maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yangsignifikan sebelum dan sesudah dilakukan terapi relaksasi nafas dalam (
deep breathing 
) terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi kelompok eksperimen. H. 7.
Karena hasil kedua kelompok data adalah p < α yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima maka
dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara tekanan darah kelompok eksperimensesudah dilakukan terapi relaksasi nafas dalam (
deep breathing 
) dan pada kelompok kontrol 15menit setelah pengukuran awal dengan
mean
 perbedaan penurunan tekanan darah sistolik dandiastolik pada kelompok eksperimen sesudah dilakukan terapi relaksasi nafas dalam (
deepbreathing 
) yaitu 50 dan 111,11 kali lebih besar dari pada kelompok kontrol 15 menit setelah pengukuran tekanan darah awal.Salah satu asuhan keperawatan yang dapat di berikan yaitu penatalaksanaan nonfarmakologiadalah terapi relaksasi nafas dalam (
deep breathing 
).Secara teori apabila dapat dilaksanakandengan baik terapi relaksasi nafas dalam (
deep breathing 
) maka tekanan darah dapat menurunsecara signifikan.
Tekanan Darah Sesudah Dilakukan Terapi Relaksasi Nafas Dalam (
Deep Breathing
) padaPenderita Hipertensi Kelompok Eksperimen di Puskesmas Kota Wilayah Selatan KotaKediri
Keadaan responden penderita hipertensi setelah dilakukan terapi ralaksasi nafas dalam (
deepbreathing 
) yaitu suatu keadaan relaksasi yang optimal melalui pengontrolan pernafasan selama15 menit. Hipoksia sesaat terjadi setelah melakukan terapi relaksasi nafas dalam (
deep
 breathing)yang mendukung teori bahwa dapat terjadinya suatu penurunan PO2 dan meningkatkan PCO2maka dalam prosedur terapi relaksasi nafas dalam (
deep breathing 
) saat selesai melakukan terapi pada penderita hipertensi kelompok eksperimen duduk dengan tenang dan jangan berdiri untuk  beberapa menit. Berdasarkan observasi setelah dilakukan terapi ralaksasi nafas dalam (
deepbreathing 
) pada penderita hipertensi kelompok eksperimen keluhan sakit kepala dan rasa mual berkurang, keadaan umum terlihat lebih rileks.
 
2
Tekanan Darah Sebelum dan Sesudah Dilakukan Terapi Relaksasi Nafas Dalam (
DeepBreathing
) terhadap Perubahan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Kelompok Eksperimen di Puskesmas Kota Wilayah Selatan Kota Kediri
Hasil penelitian menyatakan ada penurunan tekanan darah yang signifikan sebelum dan sesudahdilakukan terapi relaksasi nafas dalam (
deep breathing 
) pada penderita hipertensi kelompok eksperimen, ini membuktikan bahwa terapi relaksasi nafas dalam (
deep breathing 
) terbuktiefektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi kelompok eksperimen diPuskesmas Kota Wilayah Selatan Kota Kediri. Berdasarkan observasi pada penderita hipertensikelompok eksperimen setelah dilakukan terapi relaksasi nafas dalam (
deep breathing 
) keluhansakit kepala, dan rasa mual berkurang, keadaan umum terlihat lebih rileks.Hal tersebut sesuaidengan teori bahwa penatalaksanaan terapi relaksasi nafas dalam (
deep breathing 
) dapatdigunakan sebagai terapi nonfarmakologi hipertensi dengan mengubah frekuensi pernafasanmenjadi 6 kali permenit dapat meningkatkan aktivitas baroreseptor sebagai prosesnya memberiimpuls aferen mencapai pusat jantung, selanjutnya meningkatkan aktivitas sistemsarafparasimpatis dan melepaskan hormon asetilkolin yang meningkatkan permeabilitas ionkalium di
SA node
sehingga menurunkan denyutan di
SA node
, penurunan transmisi impuls akanmenurunkan denyut jantung, volume sekuncup dan curah jantung. Terapi relaksasi nafas dalam(
deep breathing 
) dapat meningkatkan saturasi oksigen, memperbaiki keadaan oksigenasi dalamdarah, dan membuat suatu keadaan rileks dalam tubuh (Muttaqin, 2009; 12-16, Izzo,2008; 138) .h. 10.
Perbedaan Tekanan Darah pada Kelompok Eksperimen Sesudah Dilakukan TerapiRelaksasi Nafas Dalam (
Deep Breathing
) dan pada Kelompok Kontrol 15 Menit SetelahPengukuran Tekanan Darah Awal di Puskesmas Kota Wilayah Selatan Kota Kediri
Hasil penelitian menyatakan ada perbedaan tekanan darah yang signifikan antara tekanan darah pada kelompok eksperimen sesudah terapi relaksasi nafas dalam (
deep breathing 
) dan padakelompok kontrol 15 menit setelah pengukuran tekanan darah awal di Puskesmas WilayahSelatan Kota Kediri. Berdasarkan observasi dapat dilihat perbedaan yaitu pada penderitahipertensi kelompok kontrol masih mempunyai keluhan sakit kepala, rasa mual, pandangankabur dan keadaan umum yang masih terlihat tegang dan kurang rileks, tetapi berbeda pada penderita hipertensi kelompok eksperimen dengan keluhan sakit kepala, dan rasa mual yang berkurang dan terlihat lebih rileks. Perbedaan tersebut terjadi karena adanya mekanisme kontrolsistem saraf pernafasan yang mempengaruhi kecepatan detak jantung dan perubahan tekanandarah yang menyesuaikan agar sebanding dengan kecepatan pernafasan yang terjadi padakelompok eksperimen, sedangkan pada penderita hipertensi kelompok kontrol tidak ditemukanhal tersebut. Perbedaan penurunan tekanan darah yang signifikan antara penderita hipertensikelompok kontrol dan kelompok eksperimen diperlihatkan pada gambar 5 dengan
mean
 perbedaan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok eksperimen sesudah

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Etika Nurasih liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->