Pengamatan dalam buku ini menunjukkan bahwa
Islam 3
, ataukebudayaan Islam, seringkali berkembang luas,
meskipun
ada Islam 2dan 3, dan bukannya
karena
Islam 2 dan 3. Filosofi Islam, sains Islam,sastra Islam, dan seni Islam tidak akan berkembang sedemikian jauh jika hanya bergantung pada Islam 1 dan 2. Seni puisi, misalnya.Setidaknya pada awalnya, Muhammad membenci para penyair:"Mereka yang tersesat adalah mereka yang mengikuti para penyair"(sura 26:224); dan dalam koleksi ahadis Mishkat, Muhammad berkata:"Perut berisi penuh nanah lebih baik daripada perut berisi puisi." Jika para penyair bergantung pada Islam 1 dan 2, kita sekarang tidakakan punya puisi-puisi yang dinyanyikan Abu Nawas yang memuji-mujiminuman anggur dan pantat-pantat indah para remaja pria, atau syairminuman anggur apapun yang terkenal dalam sastra Arab. Tentang senirupa Islam, Kamus Islam (
Dictionary of Islam
= DoI)berkata, Muhammad mengutuk pelukis dan penggambar orang danbinatang (Mishkat, 7, bab 1, bagian 1), dan tentu saja merekadianggap pelanggar hukum. Seperti yang ditunjukkan oleh
Ettinghausen
[5]
dalam kata pendahuluannya di buku
Arab Painting
,hadis penuh dengan kutukan bagi pembuat gambar-gambar makhlukdan menyebut mereka sebagai "manusia terburuk." Mereka dikutukkarena dianggap menyaingi Tuhan, yang adalah pencipta satu-satunya."Patokan yang diterapkan tidak memberi tempat untuk para pelukisfigur manusia." Untungnya, terjadi kontak budaya dengan masyarakatyang jauh lebih berkembang dan memiliki tradisi seni. Hal inimempengaruhi para mualaf Muslim untuk berkarya seni indah sepertikarya seni penuh detail (miniatur) Persia dan Moghul.Karena itu, dorongan kreatif yang mendasari senirupa islam, filosofiislam, sains islam, dan sastra islam datang dari luar islam 1 dan islam2, yaitu dari kontak dengan masyarakat lain yang kaya warisanbudaya. Tradisi artistik, filosofi, dan sains tidak eksis di Arabia. Hanyapuisi saja yang ada di jaman Arab kuno dan kreativitas berpuisiselanjutnya juga tidak banyak terpengaruh oleh islam. Jika tiada seni
Byzantium (Konstantinopel)
dan
Sassania (Iran)
, maka tidak akanada senirupa islam; Islam 1 dan Islam 2 sangat menentangperkembangannya. Juga sama halnya, andaikata tiada pengaruhfilosofi dan sains Yunani, maka tidak akan ada filosofi dan sains islam,karena Islam 1 dan Islam 2 menolak segala sains asing.Bagi orthodoks Islam, filosofi dan sains Islam itu sendiri bertentangandengan prinsip-prinsip Islam.Beberapa dari tokoh terpenting dalam bidang filosofi, sains dan senidalam kebudayaan Islam adalah non-Muslim atau Muslim yang
Leave a Comment
kecian deh loh!!!. lakum dinukum waliyadiin
wah... mantra keluar dah... :lol:
Bukunya bagus. TOP banget deh :-)
yg muslim pd sewot nih... www.ngakak.com :))
Nggak usah jauh-jauh, kita semua nanti mati, dan kita muslim ataupun non muslim yang akan menyaksikan sendiri, ada apa dibalik kematian itu. Bahasa kita mah, mau ke mana lagi bang, pusing kalo ga punya agama, capek, gak akan tenang hati ini, terus nyari apa kita idup, mo ke mana bang Ibn Warraq
trus yang bener elo, kasian deh loh.. mendingan lo ke psikiater. asal lo tau ya mana ada tuhan yg dibuat sendiri lalu disembah ma lo sendiri?mendingan lo sembah diri lo sendiri. dan 1 hal yg gw tau tuhan tu tidak disalip tau qt buat tapi tuhan tu yg buat diri qt & alam semesta ini?
You 're not a moslem because you 're not given hidaya by The God...Allah SWT...and it's clear to me .....ever that you have a head for thinking but you're lost from the truth path ...Al Islam
ternyata teori evolusi telah diruntuhkan oleh penelitian dan perkembangan teknologi yang ditemukan dewasa ini (baca artikel harun yahya.com) sesungguhnya alquran menganjurkan kita untuk mempelajari science. dengan begitu kita akan mengetahui bahwa penciptaan di dunia ini mulai dari yang kecil sampai dengan yang besar penuh dengan keteraturan dan ada "mekanisme gerak" yang teratur dan amat sangat matematis... siapakah yang membuat itu semua dan senantiasa menjaganya? diluar dari panca indera kita dengan bukti2 science yang bisa kita tangkap dengan panca indera bahwa tuhan adalah sejatinya yang hidup. perumpamaanya adalah bisakah kita mengontrol denyut jantung kita sendiri? bisakah kita menyuruh meregenerasi sel-sel anti bodi kita secara sadar? otomatis timbul pertanyaan: siapakah yang membuat hukum agar denyut jantung senantiasa berdenyut, siapakah yang membuat hukum anti bodi menyerang kuman yang spesifik? ingatlah bahwa sesungguhnya tuhan senantiasa dekat dengan kita
tulisan yang bagus..penuh dengan imajinasi dan khayalan si penulis..ini cocok menjadi novel..mungkin lebih bijak jika penulis belajar langsung islam dari sumbernya sebelum.. untukmu agamau dan untuk ku agamaku..maka saksikanlah bahwa aku seorang muslim..
semoga aku ditunjukkan jalan yang bebar/lurus, jalan bagi orang-orang yang mendapat kenikmatan/sorga. bukan jalan orang-orang yang dilaknat Allah SWT dan bukan jalan orang-orang yang tersesat (golongan musyrikin)