Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
IDK Ensefalitis

IDK Ensefalitis

Ratings: (0)|Views: 8|Likes:
Published by Anna Andany Lestari

More info:

Published by: Anna Andany Lestari on Mar 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/14/2013

pdf

text

original

 
Ensefalitis
Inflamasi jaringan otak oleh berbagai macam mikroorganisme, virus, bakteri, jamur, protozoa atau parasit.
Etiologi
 
Virus: Herpes Simpleks (tipe 1 dan 2),Virus varicela-zoster, Virus CMV kongenital, VirusEpstein Barr, Kelompok virus poks: Vaksinia dan Virus arbo, Rabies.
 
Riketsia
 
Mycoplasma pneumonia
 
Bakteri
 
Spirochaeta: Sifilis, kongenital atau akuisita, leptospirosis
 
Jamur: Candida albicans, Cryptococcus neoformans, Coccidioides immitis, Aspergillusfumagatus, Mucor mycosis
 
Protozoa: Plasmaodium Sp., Trypanosoma Sp., Naegleria Sp., Acanthamoeba, Toxoplasmagondii
 
Metazoa: Trikinosis, Ekinokokosis, Sistiserkosis, Skistosomiasis
Klasifikasi
A.
 
Berdasarkan waktu:-
 
Akut: terjadi relatif singkat hanya beberapa hari saja-
 
Kronis: dapat terjadi mulai dari beberapa minggu hingga beberapa bulan.B.
 
Berdasarkan patogenesis:-
 
Infeksi primer: terjadi akibatnya masuyk virus secara langsung ke dalam SSP sehinggamenghasilkan gejala klinis disfungsi kortikal atau batang otak.-
 
Post-infeksi: terjadi akibat respon imun host terhadap invasi virus ke dalam SSP
Patofisiologi
 
Virus herpes simpleks tidak berbeda secara morfologik dengan virus varisela, dansitomegalovirus. Secara serologik, memang dapat dibedakan dengan tegas. Menyebabkan infeksilaten; bertahan secara tak terbatas dalam inang yang terinfeksi. Sering diaktifkan kembali dalaminang yang fungsi imunitasnya tertekan Neonatus masih mempunyai imunitas maternal. Tetapisetelah umur 6 bulan, imunitas itu lenyap dan bayi dapat mengidap gingivo-stomatitis virusherpes simpleks. Infeksi dapat hilang timbul dan berlokalisasi pada perbatasan mukokutaneusantara mulut dan hidung. Infeksi
 – 
infeksi tersebut jinak sekali. Tetapi apabila neonatus tidak memperoleh imunitas maternal terhadap virus herpes simpleks dari ibunya yang mengidapherpes genitalis, maka infeksi dapat berkembang menjadi
viremia
. Ensefalitis merupakansebagian dari manifestasi viremia yang juga menimbulkan peradangan dan nekrosis dihepar dan glandula adrenalis.Pada anak 
 – 
anak dan orang dewasa, ensefalitis virus herpes simpleks merupakan manifestasi re-aktivasi dari infeksi yang laten. Dalam hal ini, virus herpes herpes simpleks berdiam di dalam jaringan otak secara
endosimbiotik 
, mungkin di ganglion Gasseri dan hanya ensefalitis saja yang bangkit. Reaktivitas virus herpes simpleks dapat disebabkan oleh faktor 
 – 
faktor yang pernahdisebut diatas, yaitu penyinaran ultraviolet, dan gangguan hormonal. Penyinaran ultraviolet dapatterjadi secara iatrogenic atau sewaktu berpergian ke tempat
 – 
tempat yang tinggi letaknya.Kerusakan pada jaringan otak berupa nekrosis di substansia alba dan grisea serta infark iskemik dengan infiltrasi limpositer sekitar pembuluh darah intraserebral. Di dalam nucleus sel saraf 
terdapat “
inclusion body
” yang khas bagi virus herpes simpleks. Gambaran penyakit ensefalitis
virus herpes simpleks tidak banyak berbeda dengan ensefalitis primer lainnya lainnya. Tetapiyang menjadi ciri khas bagi ensefalitis virus herpes simpleks ialah progresivitas perjalanan penyakitnya. Mulai dengan sakit kepala, demam dan muntah
 – 
 
muntah. Kemudian timbul ”
acuteorganic brain syndrome
” yang cepat memburuk sampai koma. Sebelum koma dapat ditemukan
hemiparesis atau afasia. Dan kejang epileptik dapat timbul sejak permulaan penyakit. Pada pungsi lumbal ditemukan pleiositosis limpositer dengan eritrosit
ENSEFALITIS ARBOVIRUS
Virus arbovirus terdiri dari Togaviridae, Flaviviridae dan Bunyiviridae.
Gambaran Klinis
 
Masa inkubasi ensefalitis antara 4 dan 21 hari.
 
Penyakit timbul tiba
 – 
tiba diserai nyeri kepala yang hebat, menggigil dan demam, mualdan muntah, nyeri di seluruh tubuh dan malaise.
 
Dalam 24
 – 
48 jam, timbul rasa sangat mengantuk dan penderita dapat mengalami stupor.Sering terjadi kaku kuduk. Kekacauan mental, disartria, tremor, kejang dan koma timbul pada kasus
 – 
kasus yang berat.
ENSEFALITIS PARA-INFEKSIOSA

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->