Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
126591387 Refrat Sinusitis Maksilaris Dentogen Finish

126591387 Refrat Sinusitis Maksilaris Dentogen Finish

Ratings: (0)|Views: 368|Likes:
Published by Bagus Adi Suberkah

More info:

Published by: Bagus Adi Suberkah on Mar 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2014

pdf

text

original

 
 
1
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.
…………………………………………………………………………………....
1BAB I PENDAHULUAN
……………………………………………………………………
2BAB II TINJAUAN PUSTAKA
…. ………………………………………………...
...........3A.
 
Anatomi
Sinus Paranasal ………………………………………………………………..
.3B.
 
Definisi ………
.
……………...…………………………………………………………..
6C.
 
Etiologi ………
.
…………………………………………………………………………
.8D.
 
Epidemiologi …
.
…………………………………………………………………….…..
10E.
 
Patofisiologi …
.
…………………………………………………………………………
10F.
 
Gejala Klinis …
.
………………………………………………………………………...
.13G.
 
Diagnosis ……
.
………………………………………………………………………….
15H.
 
Tatalaksana …
.
………………………………………………………………………….
.23I.
 
Komplikasi …
.
…………………………………………………………………...
...........27J.
 
Prognosis
.…………………………………………………………………………. 28
 BAB III PENUTUP
……………………………………………………………………..…….
29
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………..
30
 
 
2
BAB IPENDAHULUAN
Sinusitis adalah peradangan pada satu atau lebih mukosa sinus paranasal.
1
Penyakitsinusitis selalu dimulai dengan penyumbatan daerah kompleks ostiomeatal (KOM) oleh infeksi,obstruksi mekanis atau alergi, dan oleh karena penyebaran infeksi gigi.
 
Sinus maksilaris, yang secara anatomi berada di pertengahan antara hidung dan ronggamulut merupakan lokasi yang rentan terinvasi organisme patogen lewat ostium sinus maupunlewat rongga mulut.Sinusitis dentogen dapat mencapai 10% hingga 12% dari seluruh kasussinusitis maksilaris.
 
Sinusitis dentogen merupakan salah satu penyebab penting sinusitis kronik.Dasar sinusmaksila adalah prosesus alveolaris tenpat akar gigi rahang atas, sehingga rongga sinus maksilahanya dipisahkan oleh tulang tipis dengan akar gigi, bahkan kadang-kadang tanpa tulang pembatas.Infeksi gigi rahang atas seperti infeksi apikal akar gigi atau inflamasi jaringan periodontal mudah menyebar secara langsung ke sinus atau melalui pembuluh darah dan limfe.
 
Curiga adanya sinusitis dentogen pada sinusitis maksila kronik yang mengenai satu sisidengan ingus purulen dan napas berbau busuk.Untuk mengobati sinusitisnya, gigi yang terinfeksiharus dicabut atau dirawat, dan pemberian antibiotik yang mencakup bakteri anaerob.Seringkali perlu dilakukan irigasi sinus maksila.
 
 
 
3
BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1 ANATOMI SINUS PARANASAL
Sinus paranasal merupakan salah satu organ tubuh manusia yang sulit dideskripsi karena bentuknya sangat bervariasi pada tiap individu.Ada empat pasang sinus paranasal, mulai dariyang terbesar yaitu sinus maksila, sinus frontal, sinus etmoid dan sinus sfenoid kanan dankiri.Sinus paranasal merupakan hasil pneumatisasi tulag-tulang kepala, sehingga terbentuk rongga di dalam tulang.Semua sinus mempunyai muara (ostium) ke dalam rongga hidung.
 
Secara embriologik, sinus paranasal berasal dari invaginasi mukosa rongga hidung dan perkembangannya dimulai pada fetus usia 3-4 bulan, kecuali sinus sfenoid dan sinus frontal.Sinus maksila dan sinus etmoid telah ada saat bayi lahir, sedangkan sinus frontal berkembangdari sinus etmoid anterior pada anak yang berusia kurang lebih 8 tahun. Pneumatisasi sinussfenoid dimulai pada usia 8-10 tahun dan berasal dari bagian postero-superior rongga hidung.Sinus-sinus ini umumnya mencapai besar maksimal pada usia antara 15-18 tahun.
 
 
SINUS MAKSILA
Sinus maksila merupakan sinus paranasal yang terbesar. Saat lahir sinus maksila bervolume 6-8 ml, sinus kemudian berkembang dengan cepat dan akhirnya mencapai ukuranmaksimal, yaitu 15 ml saat dewasa.
 
Sinus maksila berbentuk piramid. Dinding anterior sinus ialah permukaan fasial osmaksila yang disebut fosa kanina, dinding posteriornya adalah permukaan infra-temporalmaksila, dinding medialnya ialah dinding lateral rongga hidung, dinding superiornya ialah dasar orbita dan dinding inferiornya ialah prossesus alveolaris dan palatum. Ostium sinus maksila berada di sebelah superior dinding medial sinus dan bermuara ke hiatus semilunaris melaluiinfundibulum etmoid.
 

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->