P. 1
Refarat Radiologi Tumor Testis _ Seminoma Testis

Refarat Radiologi Tumor Testis _ Seminoma Testis

Ratings: (0)|Views: 258 |Likes:
Published by refarat
Refarat Tumor testis _ seminoma testis
Refarat Tumor testis _ seminoma testis

More info:

Published by: refarat on Mar 06, 2013
Copyright:Attribution

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/17/2014

pdf

text

original

 
Refarat Radiologi Tumor Testis
KKS Bagian Radiologi RSUD DR.RM.DJOELHAM BINJAI
BAB IPENDAHULUAN1.1.Latar Belakang
Tumor traktus urogenetalia merupakan keganasan yang sering dijumpai ditempat praktek sehari-hari yang mungkin terlewatkan karena kekurang waspadaandokter dalam mengenali penyakit ini. Tumor urogenetalia dapat tumbuh di seluruhorgan urogenetalia mulai dari ginjal beserta salurannya, ureter, buli-buli, prostat,uretra, testis dan penis.
 
1
Semua gambaran atau manifestasi klinis tumor urogenital tergantung dariletak tumor, stadium, dan penyulit yang disebabkan oleh tumor. Metastasis pada paru, otak, tulang dan liver dapat menyebabkan gangguan organ tersebut danmemberikan manifestasi klinis sesuai dengan gejala organ yang terkena. Diantarakeganasan urogenetalis, karsinoma kelenjar prostat merupakan keganasan yangangka kejadiannya paling banyak, kemudian disusul oleh keganasan buli-buli.
 
2
Tumor testis relatif jarang ditemukan, walaupun insidennya menunjukkan peningkatan pada tahun-tahun terakhir ini. Di Inggris ditemukan kurang dari 1 %dari seluruh kematian akibat kanker.
 
2
 Tumor testis cukup penting, banyak mengenai pria dewasa muda danmerupakan keganasan yang paling sering ditemukan pada kelompok ini. Banyak diantaranya mempunyai tingkat keganasan yang tinggi walaupun, kemajuankemoterapi akhir-akhir ini telah mampu memperbaiki prognosis penderita.
 
3
 Menurut Purnomo, tumor testis merupakan keganasan terbanyak pada priayang berusia diantara 15
 – 
35 tahun dan merupakan 1
 – 
2% semua neplasma pada pria, dipaparkan juga bahwa akhir-akhir ini terdapat perbaikan usia harapan hidup pasien yang mendapatkan terapi jika dibandingkan dengan 30 tahun yang lalu,karena sarana diagnosis yang lebih baik, diketemukannya penanda tumor,
 
Refarat Radiologi Tumor Testis
KKS Bagian Radiologi RSUD DR.RM.DJOELHAM BINJAI
2
diketemukannya regimen kemoterapi dan radiasi, serta teknik pembedahan yanglebih baik. Angka mortalitas menurun dari 50% (1970) menjadi 5%.
4
Dalam Sjamsuhidajat dan Wim de Jong (1997), klasifikasi organisasikesehatan dunia (World Health Organisation / WHO) tentang tumor testis ganas :
5
1.
 
Seminoma :
 
Spermatositik 
 
Anaplastik 2.
 
 Non Seminoma
 
Karsinoma embrionalSekitar 20% dari kanker testis, terjadi pada usia 20-30 tahun dan sangatganas. Pertumbuhannya sangat cepat dan menyebar ke paru-paru dan hati.
 
TeratokarsinomaAsal dari sel benih.Insiden puncak 20
 – 
30 tahun. Lebih agresif dibandingkan dengan seminoma.HCG dan alfa-fetoprotein bergunasebagai pertanda tumor.Teratoma terdiri atas berbagai jenis jaringan dariendoderm, ektoderm dan mesoderm. Pendapat pada saat ini, teratoma sel benih, dan bukan berasal dari sel totipoten yang terlepas dari keikutsertaan pengorganisasian dalam embrio. Insidensi puncak teratoma antara umur 20sampai 30 tahun dan dibandingkan dengan seminoma, teratoma lebihagresif. Klasifikasi yang digunakan di Inggris dan negara manapun,terdapat empat kelompok histologis dari teratoma, yaitu :
o
 
Berdiferensiasi
o
 
ganas intermedia
o
 
ganas tanpa berdiferensiasi
o
 
ganas trofoblastik 
 
Teratom matur dan imatur 
 
Refarat Radiologi Tumor Testis
KKS Bagian Radiologi RSUD DR.RM.DJOELHAM BINJAI
3
3.
 
KoriokarsinomaDisini penulis hanya membahas tentang tumor seminoma
Gambar Klasifikasi Tumor Testis

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
refarat liked this
Nana Setiawan liked this
Rahmat Mulia liked this
refarat liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->