Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
203Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sistem Manajemen Mutu Pada Unit Pelayanan Kesehatan

Sistem Manajemen Mutu Pada Unit Pelayanan Kesehatan

Ratings:

4.33

(3)
|Views: 14,812 |Likes:
Published by necel

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: necel on Mar 01, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/10/2013

pdf

text

original

 
SISTEM MANAJEMEN MUTUPADAUNIT PELAYANAN KESEHATANBAHANILMU MANAJEMEN KESEHATANOLEH:necel FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS MULAWARMAN2007Copyright © necel.wordpress.com
 
 
Arus informasi yang membanjiri masyarakat menyebabkan meningkatnyapengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang mutu pelayanan kesehatan. Hal tersebutmenyebabkan semakin tinggi pula tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan kesehatan.Masyarakat mulai membandingkan pelayanan yang diberikan oleh puskesmas dengan balaipengobatan swasta, bagi yang mampu akan datang pada sarana pelayanan yang lebihrepresentative seperti rumah sakit, bahkan akan lari ke luar negeri. Lebih tragis, bagi yangtidak mampu akan datang berobat pada dukun, atau pengobatan alternative lainnya yang tidak  jelas dasarnya.Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan yang diatur dalam Kepmenkes
128/MENKES/SK/II/2004 tentang “Kebijakan Dasar Puskesmas” menyebutkan upaya
-upayapuskesmas dikelompokkan menjadi dua yakni Upaya Kesehatan Wajib dan Upaya KesehatanPengembangan, sedangkan upaya penunjang seperti laboratorium dan pencatatan pelaporanmelekat pada semua upaya. Menilik banyaknya program yang harus dilaksanakan olehpuskesmas dapat kita lihat. Bagaimana persepsi masyarakat terhadap mutu pelayananpuskesmas? Pengguna Arus informasi yang membanjiri masyarakat menyebabkanmeningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang mutu pelayanan kesehatan.Hal tersebut menyebabkan semakin tinggi pula tuntutan masyarakat akan mutu pelayanankesehatan. Masyarakat mulai membandingkan pelayanan yang diberikan oleh puskesmasdengan balai pengobatan swasta, bagi yang mampu akan datang pada sarana pelayanan yanglebih representative seperti rumah sakit, bahkan akan lari ke luar negeri. Lebih tragis, bagiyang tidak mampu akan datang berobat pada dukun, atau pengobatan alternative lainnya yangtidak jelas dasarnya.Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan yang diatur dalam Kepmenkes128/MENKES/SK/II/2004 t
entang “Kebijakan Dasar Puskesmas”
menyebutkan upaya-upayapuskesmas dikelompokkan menjadi dua yakni Upaya Kesehatan Wajib dan Upaya KesehatanPengembangan, sedangkan upaya penunjang seperti laboratorium dan pencatatan pelaporanmelekat pada semua upaya. Menilik banyaknya program yang harus dilaksanakan olehpuskesmas dapat kita lihat bagaimana persepsi masyarakat terhadap mutu pelayananpuskesmas. Pengguna puskesmas selalu mempunyai rasa sangsi terhadap mutu pelayanan.Beberapa masalah yang sering diutarakan oleh petugas puskesmas antara lainketidaksesuaian antara tuntutan kualitas pelayanan oleh masyarakat dengan keinginanmasyarakat yang ingin biaya pelayanan yang murah, biaya operasional yang minim
 
sedangkan puskesmas memiliki banyak program yang harus diselesaikan, insentif bagipetugas yang kurang memadai, sistem manajemen puskesmas yang tidak teratur.Definisi puskesmas mandiri adalah: puskesmas tetap sebagai pelayanan publik nonprofit, fokus utama tetap pelayanan dasar, tetap diperlukan subsidi baik untuk operasionalmaupun investasi, diberikan otonomi dan tanggung jawab untuk meningkatkan kualitaspelayanan kesehatanKalau dilihat dari keempat point di atas yang merupakan kewenangan pengelolaanpuskesmas adalah pada meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Sehingga tepat bagipuskesmas untuk fokus pada pengembangan sistem manajemen mutu apapun bentuknya,seperti mikro planning, gugus kendali mutu, quality assurance, stratifikasi puskesmas danmasih banyak lagi. Sistem manajemen mutu ISO 9001: 2000 diharapkan dapat mewujudkanhal yang diiginkan baik oleh pengguna maupun stake holdernya.Penjaminan keberlangsungan proses system manajemen mutu pada dasarnya terdiridari 3 fase:1) input: customer merupakan bagian utama yang harus kita perhatikan mulai dari kebutuhan,keinginan, keperluan sebagai permintaan maupun tuntutannya .2) proses: didalam proses ini ada 4 komponen yang harus diperhatikan yaitu:a) managemenresponsibility, b) resources management, c) product realization, d) measuremant analysisand improvement.3) out put: adalah kepuasan customer sebagai harapan dari kedua pihak yaitu pihak manajemen sebagai input dalam upaya perbaikan dan apabila kepuasan itu terpenuhi makacustomer akan kembali menggunakan produk yang dihasilkan.Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 di PUSKESMAS melalui 4tahapan yaitu: tahap persiapan, tahap perancangan, tahap pelaksanaan dan audit internal,tahap pendampingan sertifikasi.Pelaksanaan kegiatan di atas perlu melibatkan komitmen seluruh stake holderpuskesmas mulai dari dinkes kab/kota, pemda kab/kota, DPRD kab/kota, dinkes propinsi,pemda propinsi untk mencapai kesepakatan merubah citra puskesmas. Sebelum ditetapkansebagai puskesmas yang akan di intervensi ISO 9001:2000 terlebih dahulu dilakukanpenilaian terhadap puskesmas yang mewakili masing-masing kabupaten/kota tentangkesiapan pelaksanaan ISO,meliputi 6 aspek yaitu: Leadership, Structure, Process, Workforce,Change, lain-lain.

Activity (203)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
masmedica liked this
Windra Putra added this note
the best
Idha Ayhu Mirah liked this
Maya Tiarasari liked this
Daud Parante liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->