sedangkan puskesmas memiliki banyak program yang harus diselesaikan, insentif bagipetugas yang kurang memadai, sistem manajemen puskesmas yang tidak teratur.Definisi puskesmas mandiri adalah: puskesmas tetap sebagai pelayanan publik nonprofit, fokus utama tetap pelayanan dasar, tetap diperlukan subsidi baik untuk operasionalmaupun investasi, diberikan otonomi dan tanggung jawab untuk meningkatkan kualitaspelayanan kesehatanKalau dilihat dari keempat point di atas yang merupakan kewenangan pengelolaanpuskesmas adalah pada meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Sehingga tepat bagipuskesmas untuk fokus pada pengembangan sistem manajemen mutu apapun bentuknya,seperti mikro planning, gugus kendali mutu, quality assurance, stratifikasi puskesmas danmasih banyak lagi. Sistem manajemen mutu ISO 9001: 2000 diharapkan dapat mewujudkanhal yang diiginkan baik oleh pengguna maupun stake holdernya.Penjaminan keberlangsungan proses system manajemen mutu pada dasarnya terdiridari 3 fase:1) input: customer merupakan bagian utama yang harus kita perhatikan mulai dari kebutuhan,keinginan, keperluan sebagai permintaan maupun tuntutannya .2) proses: didalam proses ini ada 4 komponen yang harus diperhatikan yaitu:a) managemenresponsibility, b) resources management, c) product realization, d) measuremant analysisand improvement.3) out put: adalah kepuasan customer sebagai harapan dari kedua pihak yaitu pihak manajemen sebagai input dalam upaya perbaikan dan apabila kepuasan itu terpenuhi makacustomer akan kembali menggunakan produk yang dihasilkan.Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 di PUSKESMAS melalui 4tahapan yaitu: tahap persiapan, tahap perancangan, tahap pelaksanaan dan audit internal,tahap pendampingan sertifikasi.Pelaksanaan kegiatan di atas perlu melibatkan komitmen seluruh stake holderpuskesmas mulai dari dinkes kab/kota, pemda kab/kota, DPRD kab/kota, dinkes propinsi,pemda propinsi untk mencapai kesepakatan merubah citra puskesmas. Sebelum ditetapkansebagai puskesmas yang akan di intervensi ISO 9001:2000 terlebih dahulu dilakukanpenilaian terhadap puskesmas yang mewakili masing-masing kabupaten/kota tentangkesiapan pelaksanaan ISO,meliputi 6 aspek yaitu: Leadership, Structure, Process, Workforce,Change, lain-lain.