Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
85Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hadis Nabi

Hadis Nabi

Ratings:

4.5

(2)
|Views: 13,573|Likes:
Published by Ahmad irfan
Hadits (bahasa arab: الحديث) secara harfiah berarti perkataan atau percakapan. Dalam terminologi Islam perkataan dimaksud adalah perkataan dari Nabi Muhammad SAW. Namun sering kali kata ini mengalami perluasan makna sehingga disinonimkan dengan sunnah sehingga berarti segala perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan maupun persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama. Hadits sebagai sumber hukum dalam agama Islam memiliki kedudukan kedua pada tingkatan sumber hukum dibawah Al Qur'an.
Hadits (bahasa arab: الحديث) secara harfiah berarti perkataan atau percakapan. Dalam terminologi Islam perkataan dimaksud adalah perkataan dari Nabi Muhammad SAW. Namun sering kali kata ini mengalami perluasan makna sehingga disinonimkan dengan sunnah sehingga berarti segala perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan maupun persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama. Hadits sebagai sumber hukum dalam agama Islam memiliki kedudukan kedua pada tingkatan sumber hukum dibawah Al Qur'an.

More info:

Published by: Ahmad irfan on Mar 01, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/07/2013

pdf

text

original

 
HADITSHadits
(bahasa arab:
ثيدحلا
) secara harfiah berarti perkataan atau percakapan. Dalam terminologiIslamperkataan dimaksud adalah perkataan dari Nabi MuhammadSAW. Namun sering kali kata ini mengalami perluasan makna sehingga disinonimkan dengansunnahsehingga berarti segala perkataan(sabda), perbuatan, ketetapan maupun persetujuan dariNabi Muhammad SAWyang dijadikanketetapan ataupun hukumdalam agama. Hadits sebagai sumber hukum dalam agama Islam memiliki kedudukan kedua pada tingkatan sumber hukum dibawahAl Qur'an.
Struktur Hadits
Secara struktur hadits terdiri atas dua komponen utama yakni sanad/isnad (rantai penutur) dan matan(redaksi).Contoh:
 Musaddad mengabari bahwa Yahyaa sebagaimana diberitakan oleh Syu'bah, dariQatadah dari Anas dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda: "Tidak sempurna imanseseorang di antara kalian sehingga ia cinta untuk saudaranya apa yang ia cinta untuk dirinyasendiri" (Hadits riwayat  Bukhari)
 
Sanad
Sanad ialah rantai penutur/perawi (periwayat) hadits. Sanad terdiri atas seluruh penutur mulai dariorang yang mencatat hadits tersebut dalam bukunya (kitab hadits) hingga mencapai Rasulullah. Sanad,memberikan gambaran keaslian suatu riwayat. Jika diambil dari contoh sebelumnya maka sanad haditsbersangkutan adalah
 Al-Bukhari > Musaddad > Yahyaa > Syu’bah > Qatadah > Anas > Nabi Muhammad SAW 
 Sebuah hadits dapat memiliki beberapa sanad dengan jumlah penutur/perawi bervariasi dalam lapisansanadnya, lapisan dalam sanad disebut dengan thaqabah. Signifikansi jumlah sanad dan penutur dalamtiap thaqabah sanad akan menentukan derajat hadits tersebut, hal ini dijelaskan lebih jauh padaklasifikasi hadits.Jadi yang perlu dicermati dalam memahami Al Hadits terkait dengan sanadnya ialah :
Keutuhan sanadnya
Jumlahnya
Perawi akhirnyaSebenarnya, penggunaan sanad sudah dikenal sejak sebelum datangnya Islam.Hal ini diterapkan didalam mengutip berbagai buku dan ilmu pengetahuan lainnya. Akan tetapi mayoritas penerapan sanaddigunakan dalam mengutip hadits-hadits nabawi.
Matan
Matan ialah redaksi dari hadits. Dari contoh sebelumnya maka matan hadits bersangkutan ialah:
"Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga ia cinta untuk saudaranya apa yangia cinta untuk dirinya sendiri"
 
 
Terkait dengan matan atau redaksi, maka yang perlu dicermati dalam mamahami hadist ialah:
Ujung sanad sebagai sumber redaksi, apakah berujung pada Nabi Muhammad atau bukan,
Matan hadist itu sendiri dalam hubungannya dengan hadist lain yang lebih kuat sanadnya(apakah ada yang melemahkan atau menguatkan) dan selanjutnya dengan ayat dalam Al Quran(apakah ada yang bertolak belakang).
Klasifikasi Hadits
Hadits dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria yakni bermulanya ujung sanad, keutuhanrantai sanad, jumlah penutur (periwayat) serta tingkat keaslian hadits (dapat diterima atau tidaknyahadits bersangkutan)
Berdasarkan ujung sanad
Berdasarkan klasifikasi ini hadits dibagi menjadi 3 golongan yakni marfu' (terangkat), mauquf (terhenti) dan maqtu' :
Hadits Marfu' adalah hadits yang sanadnya berujung langsung pada Nabi MuhammadSAW (contoh:hadits sebelumnya)
Hadits Mauquf adalah hadits yang sanadnya terhenti pada parasahabat nabitanpa ada tanda-tanda baik secara perkataan maupun perbuatan yang menunjukkan derajat marfu'. Contoh:AlBukharidalam kitab Al-Fara'id (hukum waris) menyampaikan bahwaAbu Bakar, Ibnu Abbas dan Ibnu Al-Zubair mengatakan: "Kakek adalah (diperlakukan seperti) ayah". Namun jikaekspresi yang digunakan sahabat seperti "Kami diperintahkan..", "Kami dilarang untuk...","Kami terbiasa... jika sedang bersama rasulullah" maka derajat hadits tersebut tidak lagi mauquf melainkan setara dengan marfu'.
Hadits Maqtu' adalah hadits yang sanadnya berujung pada paraTabi'in(penerus). Contoh haditsini adalah: Imam Muslimmeriwayatkan dalam pembukaan sahihnya bahwa Ibnu Sirin mengatakan: "Pengetahuan ini (hadits) adalah agama, maka berhati-hatilah kamu darimanakamu mengambil agamamu".Keaslian hadits yang terbagi atas golongan ini sangat bergantung pada beberapa faktor lain sepertikeadaan rantai sanad maupun penuturnya. Namun klasifikasi ini tetap sangat penting mengingatklasifikasi ini membedakan ucapan dan tindakan Rasulullah SAW dari ucapan para sahabat maupuntabi'in dimana hal ini sangat membantu dalam area perdebatan dalam fikih ( Suhaib Hasan, Science of Hadits).
Berdasarkan keutuhan rantai/lapisan sanad
Berdasarkan klasifikasi ini hadits terbagi menjadi beberapa golongan yakni Musnad, Munqati',Mu'allaq, Mu'dal dan Mursal. Keutuhan rantai sanad maksudnya ialah setiap penutur pada tiaptingkatan dimungkinkan secara waktu dan kondisi untuk mendengar dari penutur diatasnya.Ilustrasi sanad :
Pencatat Hadits > penutur 4> penutur 3 > penutur 2 (tabi'in) > penutur 1(Parasahabat ) > Rasulullah SAW 
 
Hadits Musnad, sebuah hadits tergolong musnad apabila urutan sanad yang dimiliki haditstersebut tidak terpotong pada bagian tertentu. Yakni urutan penutur memungkinkan terjadinyatransfer hadits berdasarkan waktu dan kondisi.
 
Hadits Mursal. Bila penutur 1 tidak dijumpai atau dengan kata lain seorang tabi'in menisbatkanlangsung kepada Rasulullah SAW (contoh: seorang tabi'in (penutur2) mengatakan "Rasulullahberkata" tanpa ia menjelaskan adanya sahabat yang menuturkan kepadanya).
Hadits Munqati' . Bila sanad putus pada salah satu penutur yakni penutur 4 atau 3
Hadits Mu'dal bila sanad terputus pada dua generasi penutur berturut-turut.
Hadits Mu'allaq bila sanad terputus pada penutur 4 hingga penutur 1 (Contoh:
"Seorang pencatat hadits mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan...."
tanpa iamenjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah).
Berdasarkan jumlah penutur
Jumlah penutur yang dimaksud adalah jumlah penutur dalam tiap tingkatan dari sanad, atauketersediaan beberapa jalur berbeda yang menjadi sanad hadits tersebut. Berdasarkan klasifikasi inihadits dibagi atas hadits Mutawatir dan hadits Ahad.
Hadits mutawatir, adalah hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanaddan tidak terdapat kemungkinan bahwa mereka semua sepakat untuk berdusta bersama akan halitu. Jadi hadits mutawatir memiliki beberapa sanad dan jumlah penutur pada tiap lapisan(thaqabah) berimbang. Paraulamaberbeda pendapat mengenai jumlah sanad minimum haditsmutawatir (sebagian menetapkan 20 dan 40 orang pada tiap lapisan sanad). Hadits mutawatirsendiri dapat dibedakan antara dua jenis yakni mutawatir lafzhy (redaksional sama pada tiapriwayat) dan ma'nawy (pada redaksional terdapat perbedaan namun makna sama pada tiapriwayat)
Hadits ahad, hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang namun tidak mencapai tingkatanmutawatir. Hadits ahad kemudian dibedakan atas tiga jenis antara lain :
Gharib, bila hanya terdapat satu jalur sanad (pada salah satu lapisan terdapat hanya satupenutur, meski pada lapisan lain terdapat banyak penutur)
Aziz, bila terdapat dua jalur sanad (dua penutur pada salah satu lapisan)
Mashur, bila terdapat lebih dari dua jalur sanad (tiga atau lebih penutur pada salah satulapisan) namun tidak mencapai derajat mutawatir.
Berdasarkan tingkat keaslian hadits
Kategorisasi tingkat keaslian hadits adalah klasifikasi yang paling penting dan merupakan kesimpulanterhadap tingkat penerimaan atau penolakan terhadap hadits tersebut. Tingkatan hadits pada klasifikasiini terbagi menjadi 4 tingkat yakni shahih, hasan, da'if dan maudu'
Hadits Shahih, yakni tingkatan tertinggi penerimaan pada suatu hadits. Hadits shahih memenuhipersyaratan sebagai berikut:1. Sanadnya bersambung;2. Diriwayatkan oleh penutur/perawi yg adil, memiliki sifat istiqomah, berakhlak baik,tidak fasik, terjaga muruah(kehormatan)-nya, dan kuat ingatannya.3. Matannya tidak mengandung kejanggalan/bertentangan (syadz) serta tidak ada sebabtersembunyi atau tidak nyata yg mencacatkan hadits .
Hadits Hasan, bila hadits yg tersebut sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh rawi yg adilnamun tidak sempurna ingatannya, serta matannya tidak syadz serta cacat.
Hadits Dhaif (lemah), ialah hadits yang sanadnya tidak bersambung (dapat berupa mursal,mu’allaq, mudallas, munqati’ atau mu’dal)dan diriwayatkan oleh orang yang tidak adil atau

Activity (85)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Khairul Atiyyah liked this
Dea Rosalinda liked this
abtabal liked this
Sefri Rora liked this
pombalah liked this
Yanita Aulia liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->