Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
30Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peran Perundingan dalam Penyelesaian Konflik di Aceh

Peran Perundingan dalam Penyelesaian Konflik di Aceh

Ratings:

4.5

(4)
|Views: 9,712|Likes:
Published by radiska zulkarnain

More info:

categoriesTypes, School Work
Published by: radiska zulkarnain on Mar 01, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/04/2013

pdf

text

original

 
Peran Perundingan dalam Penyelesaian Konflik di Aceh
PENDAHULUANI.Gerakan Aceh Merdeka
Nanggroe Aceh Darrusallam terletak pada bagian paling utara dari Indonesiapada 2 - 6° Lintang Utara dan 95 - 98° Lintang Selatan. Secara geografis wilayah Acehdiapit oleh Samudra Indonesia di sebelah selatan dan barat, serta Selat Malaka dibagianutara. Aceh tercatat sebagai wilayah yang memiliki sejarah panjang dalam hal bertahandari penjajah, seperti Belanda dan Inggris. Pada masa pemerintahan Sultan Ali IbrahimMughayat Syah pada abad ke-15, Aceh dikenal sebagai negara yang kaya akan hasilbumi. Kerajaan memerintahkan rakyat untuk menggiatkan sektor pertanian danmelakukan perdagangan dengan bangsa lain. Hal tersebutlah yang mendasari banyakdunia berlomba-lomba melakukan perdagangan dengan Aceh, mulai dari Tiongkok,Arab, India, dan bahkan Amerika Serikat. Aceh telah menajadi wilayah yang sangatkaya, jauh sebelum Indonesia merdeka.Sangat berbeda jauh dengan kondisi Aceh pada masa sekarang, menurutAchmady & Dandhy dalam
Hikayat Negara Kaya di Kampung Global 
pada tahun 2001Aceh memiliki jumlah penduduk miskin sebanyak 1,1 juta jiwa. Setahun kemudian naikmenjadi 1,2 juta dan terus melonjak hingga 1,6 juta orang pada 2003. Ini artinya, sekitar 40 persen orang Aceh hidup melarat
1
. Bila dibandingkan dengan masa keemasan Aceh,tentu saja sangat berbeda jauh. Belum lagi sebelum penandatanganan
Memorandum of Understanding 
antara pemerintahan Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM)kemelut tak berkesudahan menyelemuti bumi rencong.Gerakan Aceh Merdeka atau GAM adalah suatu gerakan separatis yangterdapat disemua wilayah Nanggroe Aceh Darrusallam. GAM berdiri pada 4 Desember 1976 atas prakarsa dari Teungku Hasan Muhammad Tiro yang tidak lain adalah
1
 
keturunan dari Cik Di Tiro seorang pembela bumi Aceh. Hasan Tiro yang meyakinibahwa Aceh merupakan wilayah yang yang memiliki identitas tersendiri, yaitu sejarahdan jati diri yang kuat. Oleh karenanya, kedaulatan Aceh yang sudah dimiliki ratusantahun yang lalu mesti dikembalikan. Dorongan rakyat Aceh untuk melaksanakan hakmenentukan nasib sendiri, dan melindungi hak sejarah istimewa nenek moyang dannegara Aceh dari semua kontrol politik yang dijalankan oleh pihak pemerintah asing diJakarta, ditengarai menjadi salah satu penyebab lahirnya sparatisme di Aceh.Sejarah mencatat, pada tahun 1953 masyarakat Aceh pernah melakukan suatugerakan Darul Islam, yaitu suatu gerakan perlawanan dengan ideologi Islam yangterbuka. Rakyat Aceh menuntut pemerintah pusat untuk mengubah sistem kenegaraanmenjadi negara yang memiliki dasar hukum berupa syariat Islam. Akan tetapi tuntutan initidak mendapatkan respon yang positif dari pemerintah pusat. Pemberontakan punakhirnya berakhir setelah Soekarno memberikan keputusan bahwa Aceh merupakandaerah istimewa yang memiliki otonomi istimewa yang luas.Akan tetapi, tampaknya keputusan itu hanya isapan jempol belaka, yangmembuat masyarakat Aceh kembali murka. Setelah semua janji Soekarno tersebut,pada kenyataannya Aceh dieksploitasi secara besar-besaran dengan memanfaatkantambang minyak dan gas bumi yang berlimpah ruah. Kekecewaan Aceh terhadappemerintah pusat yang tidak mengabulkan permintaan untuk menjadi negara islam,ditambah lagi dengan tidak terealisasinya keputusan Soekarno menyebabkanmasyarakat Aceh mengambil keputusan untuk mempersempit gerakannya dan hanyaberkonsentrasi pada wilayah Aceh. Rakyat Aceh kemudian meluapkan kekesalannyadengan membentuk suatu gerakan sparatis yang diberi nama Gerakan Aceh Merdeka.Masyarakat Aceh memutuskan untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan RepublikIndonesia dan berniat untuk membentuk suatu negara baru yang berazaskan syariatIslam. Mulai dari skala kecil Teungku Hasan Muhammad Tiro berusaha menanamkansugesti pada masyarakat khususnya masyarakat Aceh dan dunia pada umunya, bahwadi Indonesia terdapat suatu wilayah yang ditindas oleh pemerintah RI.Kegiatan sparatisme yang dilakukan oleh GAM mendapat respon cepat daripemerintahan orde baru. Kemunculan GAM pada masa awalnya langsung mendapatrespon oleh pemerintah Orde Baru dengan melakukan operasi militer yang represif,sehingga membuat GAM kurang bisa berkembang. Walau demikian, GAM jugamelakukan pelebaran jaringan yang membuat mereka kuat, baik pada tingkatinternasional maupun menyatu dengan masyarakat dan GAM bisa terus bertahan.
2
 
II.Konflik di AcehDI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia)
Aceh merupakan daerah yang masih sangat kental tradisi dan budayanya. Padasuatu masa, para ulama di Aceh ingin menumbangkan kekuasaan uleebalang yangselama ini menguasai Aceh di bawah kerajaan. Beberapa tahun setelah setelah berhasilmenumbangkan kekuasaan uleebalang, para ulama di Aceh mengumumkan Darul Islamuntuk berpisah dari NKRI, karena rasa kecewa akibat sentralisasi yang dilakukan olehpihak di Jakarta. Ditambah lagi, pada dasarnya wilayah Aceh memang tidak mengenaladanya sentralisasi, karena uleebalang yang menguasai daerah-daerah di kawasanAceh.Sebab beberapa tahun kemudian, Daud Beureueh,memproklamirkan Darul Islam (DI)yang pisah dari RI. Perang pun kembali berkecamuk. Pejuang Aceh Lagi pula dalamtradisi pemerintah DaudPada saat itu, pemerintahan pusat masih memiliki rasa nasionalisme yangsangat tinggi. Maka dari itu, pemberontakan di Aceh ditanggapi secara serius dengancara melancarkan persenjataan ke Aceh. Konflik besar pun dimulai kembali. Setelahsebelimnya Aceh dibawahi Belanda, kini Aceh tampaknya sedang berperang denganbangsanya sendiri. Berabagi sarana mengalami kehancuran akibat peran, dan menelantidak sedikit korban jiwa. Berbagai pihak menengarai konflik yang terjadi di Acehmerupakan konflik keagamaan. Karena pada awalnya Aceh melayangkan tuntutan untukmerubah ideologi Indonesia dengan ideologi yang berbasiskan syariat Islam. Akantetapi, hal yang perlu ditekankan adalah GAM bukan sebuah organisasi Islam,melainkan sebuah gerakan independen yang dilakukan sekelompok orang yang berniatuntuk memisahkan diri dari Indonesia, diakibatkan rasa kecewa akibat eksploitasiberlebihan dan tidak terealisasinya otonomi khusus yang dijanjikan pada pemerintahanterdahulu.
2
 Kemudian perundingan merupakan suatu titik terang yang cukup melegakan.Pemerintah Indonesia dan para pemberontak di Aceh memutuskan untuk melakukan
2

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->