Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penatalaksanaan Syok

Penatalaksanaan Syok

Ratings: (0)|Views: 336|Likes:
Published by Tree Sudradjat

More info:

Published by: Tree Sudradjat on Mar 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/15/2013

pdf

text

original

 
Penatalaksanaan Syok Hipovolemik
 Pasang satu atau lebih jalur infus intravena no. 18/16. Infus dengan cepat larutan kristaloid ataukombinasi larutan kristaloid dan koloid sampai vena (v. jugularis) yang kolaps terisi. Sementara, biladiduga syok karena perdarahan, ambil contoh darah dan mintakan darah. Bila telah jelas adapeningkatan isi nadi dan tekanan darah, infus harus dilambatkan. Bahaya infus yang cepat adalahudem paru, terutama pasien tua. Perhatian harus ditujukan agar jangan sampai terjadi kelebihancairan.
Penatalaksanaan
 Semua pasien syok kardiogenik akibat infark miokard akut sebaiknya dikirim segera ke rumah sakityang mempunyai fasilitas untuk kateterisasi, angioplasti, dan operasi kardiovaskular. Tindakanresusitasi dan suportif harus segera diberikan bersamaan pada saat evaluasi diagnosis.1. Pastikan jalan napas tetap adekuat, bila tidak sadar sebaiknya dilakukan intubasi.2. Berikan oksigen 8- 15 liter/menit dengan menggunakan masker untuk mempertahankan PO
2
70-120 mmHg.3. Rasa nyeri akibat infark akut yang dapat memperberat syok yang ada harus diatasi denganpemberian morfin.4. Koreksi hipoksia, gangguan elektrolit, dan keseimbangan asam basa yang terjadi.5. Bila terdapat takiaritmia, harus segera diatasi:o Takiaritmia supraventrikular dan fibrilasi atrium dapat diatasi dengan pemberian digitalis.o Sinus bradikardi dengan frekuensi jantung < 50 x/menit harus diatasi dengan pemberian sulfasatropin.6. Pastikan tekanan pengisian ventrikel kiri adekuat. Prioritas pertama dalam penanganan syokkardiogenik adalah pemberian cairan yang adekuat secara parenteral dengan menggunakanpedoman dasar PCWP atau
 pulmonary artery end diastolic pressure
(PAEDP) atau CVP. Jenis cairanyang digunakan tergantung keadaan klinisnya, tetapi dianjurkan untuk memakai cairan salinisotonik.
Intravenous fluid tolerance test 
merupakan suatu cara sederhana untuk menentukanapakah pemberian cairan infus bermanfaat dalam penanganan syok kardiogenik.Caranya:o Bila PCWP atau PAEDP < 15 mmHg (atau CVP < 12 cmH
2
O), sulit untuk mengatakan adanya
 pump failure
dan sebelum penanganan lebih lanjut, volume cairan intravaskular harus ditingkatkan hinggaLVEDP mencapai 18 mmHg. Pada keadaan ini, diberikan
initial test volume
sebanyak 100 ml cairanmelalui infus dalam waktu 5 menit. Bila ada respons, berupa peningkatan tekanan darah,peningkatan diuresis, perbaikan syok secara klinis, tanda-tanda kongesti paru tidak ada atau tidaksemakin berat dan bila PCWP atau PAEDP tidak berubah atau tidak meningkat > 2 mmHg di atas nilaiawal (atau jika CVP tetap atau tidak meningkat > 2-3 mmHg di atas nilai awal), maka diberikan cairantambahan sebanyak 200 ml dalam waktu 10 menit.o Bila selanjutnya PCWP atau PAEDP tetap stabil atau tidak meningkat > 2 mmHg atau tidak melebihi16 mmHg (atau jika CVP tetap < 15 cmH
2
O), tekanan darah tetap stabil atau meningkat, atau tanda-tanda kongesti paru tidak timbul atau semakin bertambah, maka infus dilanjutkan denganmemberikan cairan 500-1.000 ml/jam sampai tekanan darah dan gejala klinis syok lain menghilang.
 
Periksa PCWP atau PAEDP (atau CVP), tekanan darah, dan paru setiap 15 menit. Diharapkan PCWPatau PAEDP akan meningkat sampai 15-18 mmHg (atau CVP meningkat sampai15 cmH
2
O).o Jika pada awal pemeriksaan didapatkan nilai PCWP atau PAEDP antara 15-18 mmHg (atau nilai CVPawal 12-18 cmH
2
O), maka diberikan infus cairan 100 ml dalam waktu 10 menit. Pemberian cairanselanjutnya tergantung dari peningkatan PCWP atau PAEDP (atau CVP), perubahan tekanan darah,dan ada tidaknya gejala klinis kongesti paru.o Jika nilai PCWP atau PAEDP pada awalnya 20 mmHg atau lebih (atau jika nilai awal CVP 20 cmH
2
Oatau lebih), maka tidak boleh dilakuken tes toleransi cairan intravena, dan pengobatan dimulaidengan pemberian vasodilator.o Jika PCWP atau PAEDP menunjukkan nilai yang (< 5 mmHg), atau jika nilai CVP < 5 cmH
2
O, infuscairan dapat diberikan walaupun didapatkan edema paru akut.o Jika pasien menunjukkan adanya edema paru dengan nilai PCWP atau PAEDP yang rendah dandalam penanganan dengan pemberian infus cairan menyebabkan peningkatan kongesti paru sertaperburukan keadaan maka keadaan klinis, maka infus cairan harus dihentikan dan keadaan pasiendievaluasi kembali.7. Pada pasien dengan perfusi jaringan yang tidak adekuat dan volume intravaskular yang adekuatharus dicari kemungkinan adanya
tamponade jantung
sebelum pemberian obat-obat inotropik atauvasopresor dimulai. Tamponade jantung akibat infark miokard memerlukan tindakan
volumeexpansion
untuk mempertahankan
 preload 
yang adekuat dan dilakukan perikardiosentesis segera.8. Penanganan
 pump failure
dibagi berdasarkan
subset 
hemodinamik dan pasien dapat berpindahdari satu
subset 
ke
subset 
lainnya dan memerlukan perubahan dalam regimen terapi.o
Subset 
1:
 
LVEDP > 15 mmHg, tekanan sistolik arteri > 100 mmHg, dan indeks jantung < 2,5liter/menit/m
2
. Keadaan ini menunjukkan adanya gagal jantung kiri dengan tekanan arteri cukuptinggi, sehingga pengurangan
afterload 
dilakukan sebagai terapi pertama.§ Ada dua vasodilator yang sering digunakan, yaitu nitrogliserin dan nitroprusid. Pada waktupemberian nitroprusid harus dilakukan monitor terhadap tekanan darah dan tekanan pengisianventrikel kiri. Pemberian nitropusid di mulai dengan dosis 0,4 mg/kg BB/menit (dosis awal janganlebih dari 10 mg/menit), kemudian dosis ditingkatkan 5 mg/menit setiap 10 menit sampai tercapaiefek hemodinamik yang diinginkan. Bila curah jantung meningkat dan gejala syok berkurang, makaterapi diteruskan. Bila tekanan darah menurun, terjadi takikardi, dan bila peningkatan curah jantungtidak mencukupi maka ditambahkan dobutamin dengan dosis awal 5 mg/kg BB/menit danditingkatkan sampai maksimal 15 mg/ kg BB/menit. Bila tekanan darah menurun lebih cepat, makadobutamin diganti dengan doparnin.§ Pemberian nitrogliserin mempunyai peranan lebih kecil dalam penanganan syok kardiogenikringan. Terutama diberikan bila proses iskemia masih berlangsung dan didapatkan adanya kongestiparu yang berat. Nitrogliserin diberikan dengan dosis awal 5 mg/menit dan ditingkatkan 5 mg/menitsetiap 10 menit. Bila ada perbaikan gejala syok dan
 pump failure,
maka nitrogliserin dilanjutkanselama 24-28 jam. Bila tekanan darah menurun dengan tekanan
 preload 
yang tinggi, maka dosisnitrogliserin diturunkan dan ditambahkan dobutamin dengan dosis 2-5 mg/kg BB/menit. Bilatekanan darah lebih cepat menurun, maka dobutamin diganti dengan dopamin.
 
§ Selama periode ini, pemasangan
intraaortic ballon pump
(IABP)
counterpulsation
harusdipertimbangkan, karena hanya dengan tindakan ini aliran darah koroner dapat ditingkatkan, dansecara bersamaan kerja ventrikel kiri dapat dikurangi.§ Bila hemodinamik pasien sudah stabil dan tanda-tanda kongesti paru masih tetap, makapemberian diuretik secara perlahan dapat dipertimbangkan.o
Subset 
2: Tekanan arteri sistolik < 90 mmHg, LVEDP > 15 mmHg, dan indeks jantung < 2,5liter/menit/m
2
. Keadaan ini menunjukkan tanda klasik adanya syok akibat hipotensi pada pasien
infark miokard akut, di mana ‘tim
 
ballon’ 
perlu digerakkan dan sarana untuk kateterisasi harusdipersiapkan untuk menerima pasien ini.§ Jika pasien dalam keadaan hipotensi berat, norepinefrin merupakan pilihan utama dengan dosis 2-15 mg/menit sampai tekanan darah sistolik mencapai 80-90 mmHg, kemudian diusahakan untukmengganti dengan dopamin.§ Jika tekanan darah sistolik 70-90 mmHg, dopamin dapat digunakan untuk terapi awal dengan dosis5-15 mg/kg BB/menit. Bila untuk mempertahankan tekanan darah diperlukan dosis dopamin hingga20-30 mg/kg BB/menit, di mana efek utamanya merangsang adrenergik perifer, lebih baik digunakannorepinefrin.§ Bila tekanan darah pasien sudah stabil, maka terapi selanjutnya yang terbaik adalah dobutaminyang dapat diberikan bersama-sama dopamin untuk mengurangi kebutuhan dosis dopamin.Dobutamin tidak dapat digunakan secara tunggal pada pasien dengan hipotensi berat.o
Subset 
3: Infark ventrikel kanan, peningkatan tekanan diastolik atrium kanan dan ventrikel kanan(> 10 mmHg), indeks jantung < 2,5 liter/menit/m
2
, tekanan sistolik < 100 mmHg, LVEDP normal ataumeningkat. Pasien dalam keadaan ini sangat sensitif terhadap kekurangan volume cairan dan seringmenunjukkan respons dengan terapi cairan.§ Prinsip terapi: tekanan pengisian ventrikel kanan harus ditingkatkan dengan pemberian cairansecara cepat sampai tekanan darah stabil, tekanan pengisian ventrikel kiri > 20 mmHg, atau tekananatrium kanan > 20 mmHg.§ Pemakaian vasodilator dan diuretik harus dihindarkan dan pada keadaan ini pemberian dobutaminlebih dianjurkan daripada dopamin.§ Jika dengan terapi cairan dan obat inotropik tidak ada perubahan, maka dianjurkan pemasanganIABP
counterpulsation.
 9. Penggunaan trombolitik pada awal terapi infark miokard akan mengurangi jumlah miokard yangmengalami nekrosis, sehingga insidens sindrom syok kardiogenik akan berkurang.10. Sementara menunggu uji yang membandingkan angioplasti dan terapi medis, saat ini dianggapbahwa angioplasti direk lebih superior daripada terapi suportif semata-mata maupun terapitrombolitik. Keberhasilan
 percutaneus transluminal coronary 
 
angioplasty 
(PTCA) terutama biladilakukan pada 24 jam pertama setelah timbulnya gejala syok kardiogenik, pada pasien berusia < 65tahun, dan dengan
single-vessel 
 
disease.
Kegagalan PTCA terutama dikaitkan dengan usia pasienyang lanjut (>70 tahun) dan riwayat infark sebelumnya.11. Harapan hidup jangka panjang yang mengecewakan dari penanganan syok kardiogenik akibatinfark miokard dengan terapi medis telah mendorong dilakukannya tindakan bedah revaskularisasi

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->